Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Mencari Penawar Racun


__ADS_3

"Ya, kita harus secepatnya mengobati racunmu itu, " jawab bayangan Liu Chang Hai.


"Apa kau tahu penawarnya? " tanya Liu Chang Hai.


"Aku tidak tahu, tapi kita harus mencarinya ke sebelah selatan untuk mencari tahu, " ucap bayangan Liu Chang Hai.


Liu Chang Hai yang mendengarkan bayangan itu pun membayangkan kalau daerah selatan ialah tempat terpanas yang pernah ia lihat dalam cerita-cerita novel.


Bayangan Liu Chang Hai yang mengetahui pikiran Liu Chang Hai pun tersenyum hingga melupakan rasa sakit yang telah diracuni oleh Liu Han itu.


"Aku tahu apa yang ada di pikiranmu, tapi dunia Chang'an ini berbeda dengan tempat bumimu yang kau kenali, " jelas bayangan Liu Chang Hai itu.


"Jadi, daerah selatan itu tempat seperti apa? " tanya Liu Chang Hai itu penasaran.


"Tempat terdingin yang bisa saja menemui banyak binatang buas, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.


"Bukannya selalu daerah utara, bukan? " tanya Liu Chang Hai tak mengerti.


Dia benar-benar tidak tahu kalau dunia Chang'an ini selalu terlihat kebalikannya dari bumi yang ia tinggali dengan nama dirinya sebagai Rita.


"Bukan. Ini berbeda. Kau harus mencari tahunya sendiri agar aku tidak menjelaskannya kepadamu secara panjang kali lebar, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.


"Apakah daerah itu benar-benar bisa menghambat racun ku? " tanya Liu Chang Hai sedikit ragu.


"Tidak ada yang tahu sebelum kita benar-benar mencobanya, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.


"Baiklah, mari bergegas saja, " jawab Liu Chang Hai itu.


Mereka berdua pun menempuh perjalanannya ke arah selatan dengan perjalanan biasa yang ditempuh oleh orang-orang tanpa kekuatan ataupun kultivasi. Mereka sengaja melakukan itu demi menghambat racunnya yang telah diberikan oleh Liu Han itu. Apabila mereka berdua gegabah dalam menggunakan kekuatan sihir atau kultivasi nya saat ini benar-benar membahayakan nyawanya.


***

__ADS_1


"Aku benar-benar merasakan seseorang sedang mengawasiku, " gumam Nayna. Dia melihat ke arah belakang tapi dia tidak menemukan apapun. Padahal, dia sudah menggunakan pencarian ilahi untuk menerawangnya. Hanya saja, itu tidak mungkin cukup bila kekuatannya ada jauh di atasnya sendiri.


Nayna sedang mencari Qander yang mungkin saja terjebak di hutan dunia Chang'an ini. Dia ingin masuk lebih dalam lagi tapi dia sedikit ragu saat itu.


"Apakah aku harus masuk ke dalam untuk memastikannya? " tanya Nayna. Dia masih berada di hutan yang dangkal. Lebih tepatnya, hutan para pemula. Apabila sudah mengetahuinya lebih jauh, dia bisa saja masuk ke hutan paling dalam. Namun, dia melihat sesuatu di pintu masuk kedalaman hutan itu.


Dia menemukan sebuah bebatuan besar dengan tulisan asing yang ia sendiri pun tidak mengerti.


Padahal, dia berasal dari tiga dimensi. Seharusnya, dia mengerti dengan tulisan asing itu, tapi ternyata dia tidak mengerti apapun tulisannya.


Dia mengusap bebatuan tinggi dan besar itu sambil melihat tulisan asing itu dengan seksama.


"Kenapa aku tidak bisa membacanya? " gumam Nayna.


Saat itulah, suara yang sedikit menggeram itu mengejutkan Nayna.


"Hei, manusia bumi, untuk apa kau kemari? " tanya suara yang menggeram itu.


"Kau siapa? " tanya balik Nayna. Dia tidak menjawab pertanyaan dari orang yang menggeram itu, dia malah balik bertanya.


"Memangnya kau pantas mengenali namaku, " ucapnya sombong.


"Aku tidak tahu apa maksud dari ucapanmu yang begitu sombong itu, apa kau benar-benar tidak bisa mengenaliku? " tanya Nayna lagi. Dia benar-benar kesal kalau jati dirinya tidak dikenali oleh dunia tiga dimensi yang selalu ia kelola bersama Iwan itu.


"Kau hanya manusia bumi saja, untuk apa aku mengenalimu? " ucapnya lagi penuh penekanan dan kesombongannya itu.


"Kenapa kau menganggapku manusia bumi? " tanya Nayna tak mengerti. Dia tidak pernah tahu kalau ada bawahannya yang benar-benar tidak mengenalinya.


"Tubuhmu berasal dari manusia bumi dengan identitas namamu itu menunjukkan hanya manusia biasa, " jawabnya lagi. Dia masih menggunakan kata-kata nya yang begitu sombong itu.


Nayna yang mendengarkan jawaban dari orang tak berwujud itu pun baru mengerti kalau dirinya memang masih menggunakan tubuh Rita demi membuat tubuhnya tetap utuh bila Rita telah mewujudkan misinya itu bersama Yuu yang menggunakan tubuhnya Iwan.

__ADS_1


Dia memang sengaja tidak menggunakan nama aslinya itu, dia hanya bisa menggunakan nama samaran saat dia berada di tiga dimensi. Seharusnya, saat dia sudah berada di dunia Chang'an, dia harusnya menggunakan nama lain yang mencirikan dunia Chang'an, tapi dia memiliki masalah bila menggunakan nama lainnya itu.


Dia tidak akan bisa memancing seseorang yang mencari jiwa penjelajah waktu itu. Dia pun harus menyelesaikan permasalahannya satu per satu dalam tiga dimensinya.


Tak dipungkiri, kalau masalahnya sudah berkembang hingga Dark Eyes sudah merajalela di dunia Chang'an itu, sedangkan Yuu yang sengaja Iwan persiapkan pun terkena dampaknya dengan membuat Yuu harus mencari semua kekuatannya raja tiga dimensi dengan mengelilingi tempat satu per satu.


Bukan hanya itu saja permasalahannya yang harus ia selesaikan, tapi pemimpin jiwa penjelajah waktu ini benar-benar membuatnya risih karena dia membawa kedua jiwa yang tak ada kaitannya dengan tiga dimensi ini.


Dia harus segera menemukannya sebelum dia menemui mereka berdua.


Sayangnya, misinya itu benar-benar membuat dirinya kebingungan akibat dirinya pun tidak bisa membaca tulisan asing di dunia Chang'an itu, apakah karena ia menggunakan tubuhnya Rita?


"Aku mengerti, " ucap Nayna tiba-tiba membuat orang tanpa wujud itu pun menoleh kepada Nayna.


'Apa yang bisa ia mengerti dari manusia biasa di hadapannya ini. ' batin manusia tanpa wujud itu.


"Apa yang kau artikan? " tanya manusia tanpa wujud itu.


"Aku tidak bisa mengenali tulisanmu kalau aku benar-benar menggunakan tubuh manusia biasa yang aku pakai, " jawab Nayna misterius. Dia tidak mengungkapkan wujud aslinya itu. Dia harus bertahan dalam identitasnya saat ini, dia tidak bisa mengambil resiko bila dirinya melakukan sedikit pun kesalahan.


Manusia tanpa wujud yang mendengarkan itu pun tertawa.


"Haha, memangnya kau memiliki tubuh berapa hingga kau bertindak arogan seperti ini? " tawa manusia tanpa wujud itu.


"Kau tidak perlu tahu tentang identitasku, jadi jelaskan kenapa hutan dalam ini memiliki banyak pelindung yang tak aku ketahui? " tanya Nayna. Dia menggunakan kekuatannya untuk menakuti manusia tanpa wujud itu.


Kekuatannya Nayna pun mengubah apa yang di sekitarnya menjadi awan memutih yang mengelilingi manusia tanpa wujud maupun dirinya itu.


Kekuatannya yang benar-benar tidak biasa pun hampir mencekik manusia tanpa wujud itu.


"Kau siapa? " tanya manusia tanpa wujud itu. Dia masih penasaran dengan wanita di hadapannya itu seperti manusia biasa, tapi menggunakan kekuatan yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2