
"Kenapa ini bisa terjadi? " tanya Saronthum tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sanjaya pun keluar dengan sinar yang begitu terik hingga dapat menghilangkan semua kekuatannya Saronthum itu.
"Kemenangan akan selalu terjadi di tangan yang benar, " ucap Sanjaya.
Mutiara bulan yang melihat itu pun tersenyum dengan aksi dari Sanjaya. Begitu pula, Rita yang bersorak-sorai akibat Sanjaya keluar dari segala kekuatannya Saronthum itu.
"Perkataanku, benar bukan? " tanya Aung.
"Tentu saja. Ayah memang paling hebat, " puji Rita. Dia terlalu mendalami peran adiknya Aung hingga menyebut Sanjaya itu ayahnya.
"Kalau memang mutiara bulan bisa sekuat itu, kenapa tidak bisa menghancurkan pihak Kekaisaran dan menyelamatkan ayah? " tanya Rita penasaran.
"Itulah masalahnya, mutiara bulan hanya bisa dimintai satu permohonan saja dari Sanjaya. Dia tidak bisa mengabulkan permohonan lagi, " ucap Aung.
"Apabila itu masalahnya, kenapa dia bisa menambahkan kekuatannya untuk ayah? " tanya Rita lagi.
"Itu keinginan dari mutiara bulan sendiri, " ucap Aung.
"Apakah saat orang tua kita mati, mutiara bulan tidak memiliki keinginan untuk menyelamatkan kedua orang tua kita? " tanya Rita lagi.
"Aku tidak tahu soal ini, " ucap Aung. Dia pun memiliki kebingungan nya sendiri. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Rita.
"Apakah dia tidak menjelaskannya? " tanya Rita lagi.
Aung pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Kita harus mencari tahu soal ini kak, " ucap Rita antusias.
"Ya, aku menantikan jawaban itu, " balas Aung.
Mereka berdua pun kembali menontonnya lagi.
__ADS_1
'Aku baru kepikiran soal pertanyaan Rita, ada benarnya juga, kenapa mutiara bulan tidak bisa menyelamatkan kedua orang tua kita berdua? ' batin Aung. Dia pun sempat berpikir tentang kejadian bersama mutiara bulan, tapi dia tidak menontonnya sampai akhir. Jadi, dia tidak menyimpulkan segala sesuatunya itu.
"Oh, benarkah? " tanya Saronthum memastikan. Dia pun langsung menancapkan pedang tanpa kekuatan itu hingga menembus perutnya Sanjaya.
Sanjaya pun mengeluarkan darahnya. Dia tak sempat menghindarinya. Kejadian itu terjadi begitu mendadak.
"Apakah kau merasakannya panglima perang Sanjaya? " ejek Saronthum itu.
Sanjaya pun segera mundur dengan kekuatannya lalu dia pun mengeluarkan pedang yang telah berlumuran darahnya sendiri. Dia merasa kalau tubuhnya benar-benar lemah saat ini, tapi dia tidak bisa meninggalkan kejadian itu saja.
Dia pun menggunakan darahnya hingga darah itu berbentuk gelembung lalu ia tiupkan sampai hujan darah itu terjadi di tempat yang mereka pijaki.
Hujan darah itu pun berpengaruh terhadap musuhnya yang menyerangnya hingga kulitnya terlupas dari tubuh. Pekikan suara pun terdengar bagaikan suara tangisan yang membuat siapa saja yang mendengarkannya itu benar-benar merinding.
"Kita mundur! " seru Saronthum itu. Dia mengeluarkan perintah kepada pasukannya agar bisa mundur secepat mungkin sebelum hujan darah itu membuat mereka semua menjadi bangkai tanpa sisa.
Setelah mereka pergi dari tempatnya Sanjaya, Mutiara bulan langsung mengubah wujudnya menjadi wanita. Dia pun menopang tubuhnya Sanjaya.
"Apa yang kau lakukan dengan kekuatanmu ini? " tanya mutiara bulan tak percaya kalau dia menggunakan energi internalnya untuk pembalik balasan kepada Saronthum itu.
"Kamu tidak perlu membuktikan kekuatan kamu kepada siapapun. Kamu harus menjaga dirimu sendiri, " ucap mutiara bulan khawatir.
Sanjaya yang mendengarkan itu pun tersenyum lalu ia pun tak sadarkan diri.
"Hei bangun! " seru mutiara bulan.
***
Adapun, di sisi lain, Iwan yang asli masih terkurung di dalam pedang. Dia mencoba mengeluarkan dirinya dari penyegelan Dari Eyes itu. Dia tidak bisa membuat kegelapan itu menang dalam dunia yang ia bangun saat ini.
Dia pun menggunakan kekuatan tersembunyi yang ia simpan dari internal itu. Dia pun membentuk sebuah lingkaran formasi melalui tangan telunjuknya lalu diputarkan di hadapannya sendiri.
Kekuatan itu berubah menjadi pendengaran nya di dunia luar hingga dia bisa memahami informasi luar dari dalam. Dia tidak bisa langsung keluar dari segel itu, tapi setidaknya dia harus mengetahui orang-orang yang ia mintai untuk menjalankan misinya saat ini.
__ADS_1
"Aku tidak bisa mendeteksi keberadaan istriku sendiri, dimana ia berada? " batinnya itu.
Dia pun melihat pengikut Dark Eyes yang semakin hari makin bertambah. Tak dipungkiri, kalau kekuatannya telah disegel dan harapannya ada pada Yuu yang berada di tubuhnya sendiri. Namun, dia pun tidak dapat mendeteksi keberadaan nya. Sungguh, itulah hal yang sia-sia. Baginya, energi internal itu menjadi terbuang tanpa mendapatkan informasi yang bermanfaat.
"Kau mengetahui dimana raja tiga dimensi? " tanya salah satu orang yang tak Iwan kenali itu berwujud lelaki muda.
"Ada yang bilang, dia sudah tersegel di pedangnya Dark Eyes sehingga dia tidak bisa keluar dari sana sebelum ada yang menyelamatkannya. Ada juga yang bilang kalau raja tiga dimensi itu masih hidup, dia sedang berkelana untuk membangkitkan kekuatannya yang tersegel itu. "
"Benarkah begitu? " tanya orang itu.
"Ya, aku mendengarkannya setiap saat. Banyak desas-desus yang mengatakan itu, tapi aku juga tidak tahu kebenarannya, " ucap orang itu.
"Kalau benar begitu, kita harus mempersiapkan diri. Bukankah kita akan berperang melawannya? " tanya orang itu lagi.
"Ya, itu benar. Jadi, kita harus meminum ini sebagai penguat kekuatan kita, " ucap orang itu.
Iwan yang mendengarkan itu ingin sekali melihat minuman yang mereka bawa itu. Dia harus mencari tahu minuman apa itu sebelum menjadi bencana saat Yuu menggunakan tubuhnya itu.
Namun, saat dia ingin mencari tahu sesuatu benar-benar menyegel nya hingga dia tidak bisa menjangkaunya lebih dekat.
Uhuk Uhuk
Dia pun kembali ke tempatnya semula. Dia terlalu melawan arus dalam penyegelan itu hingga dirinya benar-benar terluka. Dia tidak bisa mengabaikan informasi itu. Namun, dia juga tidak bisa mengabarkan kepada Yuu maupun Rita.
Adapun, Nayna sudah menghilang saat itu. Dia benar-benar tidak mengetahui kabarnya lagi.
Dia pun duduk bersila dalam penyegelan nya itu. Dia brusaha memulihkan dirinya sendiri selagi dirinya dapat mengontrol kekuatan internalnya. Dia tidak tahu seseorang yang akan datang lagi kepadanya lalu menyiksanya hingga dia tidak bisa menggunakan kekuatannya itu.
Tanpa Iwan sadari, seseorang itu datang menghampiri nya laku menggunakan kekuatan yang membuat Iwan terserang secara tiba-tiba.
"Kau berusaha memulihkan diri, " ucap seseorang yang menggunakan topengnya itu.
"Kenapa kau di sini? " tanya Iwan tak senang dengan kehadiran dari pengikut Dark Eyes itu.
__ADS_1
"Aku akan selalu mengawasimu sampai kau benar-benar tidak bisa menggunakan kekuatanmu itu, " ucap seseorang yang menggunakan topeng itu.
"Aku tidak percaya kau benar-benar menahanku disini, segitukah dirimu begitu takut kepadaku? " gertak Iwan lagi.