
"Kenapa kau tidak Terima dengan takdir yang sudah terjadi? " tanya Iwan. Dia berusaha menyadarkan Petrix agar dia tidak tersesat lebih jauh lagi dari Dark Eyes.
"Kau sudah mengambil apa yang aku inginkan selama beberapa tahun ini, " ucap Petrix. Dia terus menebasnya hingga tembok salju pun benar-benar runtuh saat Petrix sedang dikuasai aura gelapnya itu.
Iwan pun segera menggunakan pedangnya untuk melawan Petrix hingga terjadilah penyerangan antar pedang.
"Aku tidak mengambil apa yang kau miliki, " ucap Iwan. Dia masih berusaha membuat Petrix sadar dari aura gelapnya itu.
"Semua orang akan berkata demikian, tapi aku sudah tahu kalau kau hanya menggunakan tubuhnya Iwan sebagai misimu itu, bukan? " ucap Petrix.
"Jangan bicara omong kosong, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan saat ini, " ucap Iwan. Dia menggunakan energi pedangnya untuk menghentikan pedangnya Petrix.
Niat membunuhnya Petrix benar-benar terasa sekali.
"Kau tidak bisa disadarkan, " ucap Iwan.
Petrix yang mendengarkan itu pun tersenyum.
"Aku tidak perlu disadarkan karena aku sudah rela menjadi bagian dari Dark Ryes semenjak kau menikahi Nayna ku, " ucap Petrix. Dia pun menggunakan kekuatan maksimalnya hingga Iwan pun menggunakannya sampai mereka berdua menabrak pohon tinggi akibat kekuatannya benar-benar setara.
Iwan pun menggunakan kekuatan dan bodhi dunia demi menghindari pertarungannya dengan Petrix. Dia belum cukup kuat untuk melawannya akibat dirinya belum menguasai sepenuhnya kekuatan raja tiga dimensi.
Dia pun menggunakan teleportasi nya itu saat Petrix sedang melawan kekuatan bodhi dunia itu.
"Dasar pengecut, " ejek Petrix. Dia benar-benar menebasnya dengan mudah kekuatan bodhi dunia itu, tapi tubuhnya sudah lemah hingga dia terjatuh ke atas salju yang menumpuj itu.
Petrix sudah menggunakan semua energinya untuk melawan Iwan.
"Dasar ceroboh, " ucap aura gelap itu. Dia pun membawa Petrix ke dalam wilayah Dark Eyes untuk mengobati luka-luka di tubuhnya itu.
***
__ADS_1
"Aku menemukan tubuh yang cocok dengan jiwaku. Aku akan meminjam tubuhmu, " ucap Rita.
Dia menemukan tubuh wanita yang tengah berendam dalam keadaan tak bernapas, tapi saat dia memasuki tubuhnya itu, dia merasakan sesuatu yang aneh. Hanya saja, dia tidak bisa menebaknya.
Dia pun menciun aroma air yang ia rendam itu penuh dengan tanaman herbal. Apakah dia sengaja melakukannya demi membuat dirinya hidup?
Aku tidak tahu tujuannya, tapi aku bisa melihat Iwan menggunakan tubuh lain sekalipun aku tidak bisa menggunakan tubuh Nayna untuk dibawa kemana-mana. Hal itu, akan sangat berbahaya bagi penyegelan desa yang sengaja ia sembunyikan itu dari Dark Eyes.
Dia pun naik ke daratan lalu menggunakan pakaian yang ia bawa dari cincin penyimpanan.
"Aku harus segera mencari Iwan, " ucap Rita. Dia pun langsung menggunakan kekuatan peringan tubuhnya itu dalam mendeteksi suaminya Iwan.
Dia harus mengalami perpisahan dengan suaminya akibat peristiwa Dark Eyes. Tak hanya itu saja, keduanya harus menyelesaikan misinya masing-masing sebelum melakukan segala sesuatunya dengan kebersamaan.
Kalau saja dirinya tidak ber transmigrasi ke gadis yang bodoh, dia tidak akan mengalami hal-hal sulit saat ini.
Apalagi, dia harus mendengarkan permintaan yang aneh-aneh dari jiwanya Iwan yang asli dan Nayna.
"Kamu dimana Iwan? " tanya Rita cemas. Dia merasakan aura nya Iwan sedikit melemah. Dia sangatlah tahu kalau Iwan sudah mengalami luka di lautan timur itu. Apabila, dia mengalami pertarungan lagi, bukankah luka di tubuhnya akan terbuka lagi?
Adapun, di sisi lain, Iwan sedang berjalan terintih-rintih. Dia pun memegang dadanya yang terasa sakit saat serangan Petrix mengenai tubuhnya seakan jantungnya sudah dilapisi bola api maupun salju bersamaan.
Dia pun berjalan ke arah air terjun lalu dia mencoba duduk bersila di bawah air terjun itu.
"Aku harus memulihkan kekuatanku sebelum semuanya berakhir, " gumam Iwan.
Dia pun menggunakan kekuatan pemulihan yang hanya dimiliki raja tiga dimensi. Dia memang belum bisa menguasainya, tapi dia berusaha merapalkan mantra yang pernah ia lihat di terowongan lautan itu.
Itu benar-benar mengandung kekuatan penyembuhan luar biasa. Walaupun, kekuatannya itu tidak mencapai 100%.
Dia akan segera mencari potongan rapalan mantra penyembuhan lainnya untuk dirinya bisa menjadi raja tiga dimensi yang sesungguhnya di dunia ini.
__ADS_1
Rita yang sudah berada di atas air terjun dapat melihat seseorang tengah duduk bersila di bawah air terjunnya itu.
Dia pun turun dengan indahnya menghadap Iwan. Namun, Iwan tidak merasakan aura kehadirannya itu. Dia sudah menjadi dewi air hingga Iwan tidak akan mendeteksi keberadaannya saat ini. Meski, dia menggunakan tubuh yang berbeda, tapi tetap saja jiwanya Rita sudah diberikan kekuatan melampaui batas.
Iwan sedang memejamkan matanya sambil duduk bersila. Dapat ia lihat kalau tubuhnya Iwan mengeluarkan kristal es sekaligus magma.
Rita yang melihat itu pun terkejut dengan keadaan Iwan yang semakin parah.
"Baru saja aku menyembuhkanmu dengan nyanyian ku, kau sudah terluka lagi. Aku benar-benar tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan lemah begini, " gumam Rita. Dia segera menggunakan kekuatannya yang berbentuk liontin.
Liontin itu pun membesar dan menjadi cahaya bagi Iwan.
Kekuatan cahaya itu pun benar-benar melelahkan lukanya Iwan. Kristal yang hampir membentuk tubuhnya Iwan pun meleleh. Adapun, magma yang akan memanasi tubuhnya Iwan pun berangsur-angsur menghilang.
Tak lupa, Rita menggunakan jimat di dahinya kepada Iwan. Itu akan membuat Iwan terjaga dalam pemulihan diri. Apabila dia mendapatkan serangan parah, itu akan melindunginya dari marabahaya.
"Aku ingin kau bisa mencapai kekuatan raja tiga dimensi itu lalu kita bersama-sama menjatuhkan Datk Eyes. Semoga berhasil, " gumam Rita. Dia pun langsung menghilang dari hadapannya Iwan.
Dia tidak boleh mengetahui dirinya sudah menyembuhkan Iwan.
Iwan menyadari tubuhnya terasa segar lebih dari biasanya. Kekuatan penyembuhan ini hampir 100%.
"Siapa yang menyembuhkan aku? " gumam Iwan.
Rita tengah bersembunyi di balik awan putih. Saat dia menyadari kalau Iwan akan sadar, dia pun segera terbang ke langit yang membiru laku bersembunyi dibalik gumpalan awan putih itu demi menghindari Iwan.
"Aku merasakan kalau tubuhku benar-benar pulih, " gumam Iwan. Dia pun bergegas melompati beberapa baru air terjun itu untuk merasakan khasiatnya lalu dia menggunakan rapalan mantra tentang arus bolak-balik ingatan.
Dia pun berlatih di air terjun itu untuk menggunakan air sebagai senjata pemecah batu.
"Aku tidak tahu kalau berlatih di tempat kosong ini membuatku menambah energi yang tidak biasa aku rasakan. Ini setara dengan pertarungan sebelumnya. "
__ADS_1