
"Kau mempermainkan aku, " teriak Han Qinyi.
"Itu bukanlah permainan melainkan strategi, " balas Iwan. Dia pun menggunakan kekuatan pembalik arus air itu hingga Han Qinyi keluar dari persembunyiannya itu dan mengenai gelembung-gelembung nya sendiri.
Han Qinyi yang menyadari dirinya terkena gelembung-gelembung itu pun segera menggunakan kekuatan penetralnya itu. Dia tidak bisa kalau dirinya tak sadarkan diri dalam pertarungan itu.
Kekuatan pembalik arus itu hampir menghancurkan istana bawah laut itu, dia yang tidak ingin meruntuhkan istana itu pun begitu menjaganya dengan memberikan formasi barrier dewanya itu.
"Sialan kau! " umpat Han Qinyi.
"Kenapa kau sangat melindunginya, padahal kau begitu ketakutan saat aku benar-benar memasukinya, " ucap Iwan. Dia sedikit curiga dengan apa yang disembunyikan oleh Han Qinyi bisa saja menimbulkan malapetaka yang tak diketahui asal-usulnya itu.
"Kau tidak perlu tahu tentang apapun di dalam istana ku sendiri. Seharusnya, kau mengurusi Datk Eyes disana yang berkeliaran dibandingkan ikut campur dalam urusan aku, " decaknya.
"Kalau kau bilang begitu, aku semakin penasaran dengan apa yang kau sembunyikan itu, " ucap Iwan. Dia pun menggunakan formasi lingkaran hingga istana bawah laut itu benar-benar tuerangkat dari tanah laut itu.
Han Qinyi yang menyadari istana nya terangkatr pun menggunakan cambukan gelombang hingga menjatuhkan Iwan.
Uhuk uhuk
"Kau melakukan ini kepadaku hanya karena tidak Terima aku mengangkat istana mukah? " tanya Iwan.
"Aku benar-benar tidak menerima perlakuan dirimu yang sewenang-wenang ituu, " ucap Han Qinyi marah.
"Kau bisa marah hanya dengan istanamu terapung, lalu bagaimana dengan bawahan ku yang mendapatkan siksaan darimu, " ucap Iwan.
"Itu bukanlah urusanmu, " ucap Han Qinyi kesal. Dia pun memberikan formasi bintang berputar hingga perputaran air itu mengandung formasi yang diberikan Han Qinyi lalu menyerang Iwan bagaikan roda perputaran air.
Namun, Iwan yang tahu akan perputaran air itu seperti yang ia lihat dalam rintangan air itu pun membiarkan dirinya mrngendalikan.
Han Qinyi yang melihat itu pun kaget. Dia dapat mengendalikan formasi bintang berputarnya itu. Bahkan, dirinya duduk di bawah formasi itu bagaikan penunggang formasi.
Han Qinyi yang tak ingin kalah pun memberikan telepati kepada bawahannya untuk menyerang Iwan dengan segala cara.
__ADS_1
"Kau mau dimaafkan? " tanya Han Qinyi kepada binatang gurba itu.
"Ya, aku mau tuanku, " jawab binatang gurba itu.
"Kalau begitu, bantu aku menyerang dia secara diam-diam, " titah Han Qinyi.
Binatang gurba yang mendapatkan perintah itu pun merasa bersalah. Kalau dirinya menyerang penyelamat itu, akankah dia marah kepadanya?
Namun, di sisi lain kekuatan cambukan dari Han Qinyi benar-benar membuat tubuhnya mati rasa. Dia pun tidak bisa menolak perintah atasannya itu.
Iwan yang hanya fokus kepada Han Qinyi pun tak menyadari tombak dari binatang gurba itu mengenai dadanya. Dia pun mengeluarkan darah akibat tombak yang dilemparkan binatang gurba itu.
Iwan pun menoleh ke arah binatang gurba itu.
"Kenapa kau memperlakukan penyelanatmu seperti ini? " tanya Iwan.
"Aku hanya menjalankan perintah, tolongh maafkan hamba sebagai binatang gurba yang tidak menghormati raja tiga dimensi, " jawab binatang gurba itu tak tahu malu.
"Lihatlah dirimu yang berlagak sebagai sok pahlawan pun menanggung penderitaan yang tak kau pikirkan sebelumnya, " ucap Han Qinyi.
Iwan yang tidak ingin jatuh akibat tombak itu pun langsung mengeluarkan tombaknya begitu saja. Walaupun, banyak keluar darahnya, dia tidak mrmpedulikan rasa sakitnya itu.
Dia pun tetap duduk bersila sambil mengumpulkan energi air ituu lalu menyerangnya bagaikan jarum air yang tajam dan mengenai Han Qinyi hingga tak sadarkan diri.
Adapun, Iwan tidak menghukum binatuang gurba yang telah menyakitinya ituu. Dia pergi menjauh darii area itu sampai memulihkan kekuatannya.
Iwan menggunakan kemampuan teleportasinya hingga dirinyra berada di kamar utama Rita.
Dia tidak mengenali tempat itu lalu dia pun memeluk Rita dari belakang. Dia tidak sadar kalau dirinya berada di ruangan yang paling dijaga oleh Han Qinyi itu.
Keberadaan Iwan pun mampu membuat ruangan itu menghilangkan asap pembius hingga menghilangkan borgol di kakinya Rita.
Adapun, para pengawal maupun pelayan yang berjaga di tempatnya itu seakan-akan dibuat sibuk sendiri dengan halusinasi yang dibuat oleh Iwan tanpa ia sadari sebelumnya.
__ADS_1
"Engh, " lenguh Rita. Dia merasakan kehangatan yang tiada tara itu berkumpul tepat dalam tubuhnya. Namun, dia masih memejamkan matanya. Dia ingin tahu, siapa orang yang berhasil membuatnya terbangun.
Rita pun membuka matanya dengan kaget. Dia sadar kalau orang yang di hadapannya ini ialah Iwan.
"Iwan, apakah ini kau? " tanya Rita. Dia langsung menggoyangkan tubuhnya Iwan saat dia terbangun.
Iwan masih dalam keadaan diamnya. Dia masih memulihkan diri terlihat dari energinya yang terus-menerus menyilangi tubuhnya itu.
"Apakah kau dalam keadaan terluka hingga kau masih diam? " tanya Rita.
Dia menatap Iwan dengan raut wajah kecewa. Seberapa kali dia memanggilnya, Iwan masih saja diam tak bergerak sedikit pun.
"Kau tahu, aku berada dalam pemulihan energi saat ini hingga aku memasuki tubuh orang yang sudah memiliki tunangan, " ucap Rita. Dia terus berceloteh kepada Iwan yang masih diam saja. Setidaknya, dia memiliki teman yang diajak bicara dalam situasi dirinya tidak mengetahui apapun itu.
Padahal, Iwan masih saja dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Kapan kau akan sadar? Aku benar-benar takut dalam ruangan ini! " ucap Rita. Dia menghadap tubuhnya ke hadapan Iwan.
Keduanya saling memandang, tapi Iwan masih dalam mode terpejam nya itu.
"Bagaimana bisa kau sampai ke tempat yang dijaga oleh Han Qinyi? " tanya Rita terus bertanya-tanya kepada Iwan yang masih diam itu.
Adapun, di alam bawah sadarnya Iwan. Dia masih mengumpulkan energi untuk menyembuhkan luka yang mengenai dadanya. Memang di luar tidak membekas, tapi di dalam membuat kerusakan internal yang mengharuskannya fokus dalam mengaliri energi arus bolak-balik ingatan sesuai rintangan dalam terowongan itu.
Sebenarnya, dia juga mendengarkan suara yang ia kenali, tapi dia mengabaikannya demi kesembuhannya sebelum Han Qinyi menyadari kalau dirinya masih ada di dalam wilayahnya. Itu akan sangat berbahaya bagi dirinya.
Dia takkan bisa menghadapi Dark Eyes maupun Han Qinyi bila dalam keadaan tubuh yang tidak sehat saat ini.
Rita pun menyanyikan sebuah lagu dewi saat dirinya menjadi dewi air di pedesaan itu demi membuat Iwan bangun.
Nyanyian Rita pun mengandung formasi yang membuat Iwan merasa tubuhnya benar-benar terisi oleh energi yang tidak biasa. Pemulihannnya pun berangsur-angsur membaik dari hari ke hari membuat dirinya pun menampilkan senyuman manisnya.
"Siapa dirimu? " batin Iwan bertanya-tanya dalam alam bawah sadarnya itu.
__ADS_1