Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Liu Chang Hai Terperangkap Lautan Jiwa


__ADS_3

"Lebih baik mencegah sebelum disakiti, " jawab Liu Chang Hai berani.


"Haha, aku baru mendengarkan perkataan itu. Setahuku, lebih baik mencegah daripada mengobati, " tawa Qander.


"Biarlah itu perkataanmu, tapi perkataanku berbeda, " ucap Liu Chang Hai.


"Kau tak ingin sesuatu darikukah? " tanya Qander.


"Ingin apa? Kau tak memiliki apa-apa disini, " jawab Liu Chang Hai berani. Semenjak, dia mengetahui kalau Qander ialah manusia bumi seperti dirinya dari bayangannya sendiri, jadi dia tidak memiliki niat apapun terhadap Qander.


"Hemm... Kau tahu apa tentangku? Kau baru saja mengenalku sekilas, " ucap Qander tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liu Chang Hai.


"Ya, menilai dari pakaianmu dan tubuhnu yang terluka. Hal itu, bukankah sudah membuktikkan kalau dirimu tidak memiliki apa-apa, " ehek Liu Chang Hai. Dia melihat tubuhnya Qander dari atas ke bawah.


Qander yang mengetahui kondisinya pun baru mengetahui kalau dirinya sedang dikejar. Dia takut kalau bawahan Dark Eyes akan segera menemukannya. Dia tak bisa berlama-lama berbicara dengan Liu Chang Hai itu. Walaupun, dia ingin mengetahui rahasia di balik wujudnya Liu Chang Hai yang berubah wujud dan menutupi identitas yang sesungguhnya.


"Ya, terserah kepadamu saja. Aku akan segera pergi ke Selatan, " pamit Qander.


"Eh, tunggu dulu, " ucap Liu Chang Hai. Dia menghalangi Qander dari langkahnya itu.


"Ada apa? " tanya Qander.


"Kita bersama saja, aku juga akan pergi ke selatan, " jawab Liu Chang Hai.


Qander yang mengetahui itu pun terkejut. Dia tak tahu apa alasannya Liu Chang Hai berpergian ke arah yang sama. Dia mengira kalau Liu Chang Hai sedang membuntuti nya. Padahal, dia sedang mencari penawar racun di daerah selatan yang terkenal dingin itu.


Seharusnya, daerah selatan ialah tempat terpanas, tapi di dunia Chang'an itu daerah terdingin.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita pergi bersama, " jawab Qander. Dia menerima tawaran Liu Chang Hai dengan senang hati. Hatinya sedikit berbunga kala Liu Chang Hai mengikutinya. Dia benar-benar sudah percaya diri terlebih dahulu kalau dirinya menarik minat seorang wanita yang menggunakan identitas lelaki demi mendekatinya.


"Bajumu basah, aku sudah menyiapkan pakaian hanfu ini untukmu, " ucap Liu Chang Hai. Dia memberikan hanfu berwarna biru itu kepada Qander.


"Kau benar-benar membuatku berpikiran lain tentang ini, " ucap Qander senang. Dia menerima hanfu yang diberikan oleh Liu Chang Hai itu. Warna hanfunya seperti yang ia kenakan di dalam air itu. Dia masih mengingat jelas lukisan wujud wanita dari Kiu Chang Hai itu.


"Aku masih normal! Jangan memikirkan hal yang lainnya! " ketua Liu Chang Hai. Dia membalikkan wajahnya ke depan laku membelakangi Qander begitu saja.


Qander yang mendapati tingkah dari Liy Chang Hai itu terlihat menggemaskan. Dia ingin menggodanya berulang kali.


"Kalau begitu, bantu aku berpakaian. Bukankah kita sama-sama lelaki? " goda Qander kepada Liu Chang Hai.


Liu Chang Hai yang mendengarkan itu pun memerah. Dia dapat membayangkan tubuh sixpack milik Qander itu, pasti luar biasa.


Namun, dirinya masih tetap wanita. Dia tidak boleh terlihat jelas oleh Qander. Kalau dirinya menginginkan tubuh Qander.


Dia sangatlah merindukan Yuu di tubuh Iwan itu.


Qander yang mendapati Liu Chang Hai tak memperhatikannya pun langsung merangkul tubuhnya di saat dia sudah berganti pakaian laku membuka sedikit bagian dadanya agar menggoda Liu Chang Hai itu.


Hanya saja, pikiran Liu Chang Hai benar-benar kosong saat itu, dia sudah terhanyut dalam lamunannya hingga Qander terus menepuk-nepuk wajahnya, tapi dia masih tak sadarkan diri hingga Liu Chang Hai pun jatuh pingsan dalam pelukan Qander.


"Hei kau! " teriak Qander. Dia pun membawa Liu Chang Hai ke gubuk dekat sungai itu. Tak lupa, dia mencari tahu kalau Liu Chang Hai masih bisa bernapas atau tidak.


Dia memeriksa denyut nadinya Liu Chang Hai yang masih normal.


"Ada apa denganmu? " teriak Qander. Dia takut kalau orang yang menolongnya itu mati begitu saja. Dia belum bisa membalas kebaikannya.

__ADS_1


Qander pun menyobek kan kain basah yang ia pakai sebelumnya itu untuk mengompres Liu Chang Hai lalu dia menyalakan perapian di dalam gubuk itu dengan sihirnya yang sudah mulai pulih itu.


Qander pun benar-benar terjaga di samping Liu Chang Hai yang tengah tak sadarkan diri itu.


'Aku harap kau segera pulih. ' batin Qander. Dia pun mengenggam tangannya Liu Chang Hai itu.


Hanya saja Liu Chang Hai memasuki lautan jiwa yang dipengaruhi oleh Jianying palsu hingga bayangannya sendiri pun dikunci oleh Jianying palsu itu agar tidak ada celah sedikit pun untuk membawa jiwanya Liu Chang Hai.


"Rita, " panggil Jianying. Dia benar-benar mengubah wujudnya sebagai Yuu yang ada di dunia bumi.


Liu Chang Hai yang dipanggil namanya pub langsung menoleh ke arah suara. Dia menemukan Yuu sedang merentangkan tangannya itu.


Liu Chang Hai yang terlalu gembira pun langsung memeluk Jianying palsu itu. Dia melupakan klaau dirinya sedang memalsukan identitas di hadapan siapapun.


'Aku kira kau pintar, tapi kau mudah sekali dikelabui olehku dengan wajah yang kau sayangi. ' batin Jianying palsu atau disebut dengan Huan-Huan. Dia menyamar sebagai Yuu dan mendapatkan ingatan semuanya dari Qian Yu.


"Kau sudah kembali? " tanya Liu Chang Hai.


"Ya, aku kembali untuk bersamamu. Apakah kau benar-benar tidak merindukan aku? " tanya Huan-Huan.


"Aku sangatlah merindukanmu hingga aku tak bisa melupakannya, " jawab Liu Chang Hai. Dia memberikan semacam kode atas perkataannya itu yang dimiliki oleh mereka berdua. Namun, Huan-Huan yang masih menyamar itu, tak mengetahui kalau perkataan itu semacam kode.


"Ya, kita sudah tak melakukan hal itu, " jawab Huan-Huan. Dia memberikan ciuman bibir kepada Liu Chang Hai yang membuat dirinya termenung. Itu bukanlah jawaban atas kodenya. Liu Chang Hai merasa kalau orang yang ada di hadapannya ialah palsu. Yuu hanya sekkai menciumnya, itu juga karena kesalahan di Mall itu. Dia selalu meminta izin untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Liu Chang Hai segera menyelesaikan ciuman yang terasa hambar itu. Dia harus berhati-hati terhadap orang yang ada di hadapannya.


'Dia bukanlah Yuu atau Jianying. ' batin Liu Chang Hai. Dia memperhatikan seluruh tubuh yang ada di hadapannya benar-benar mengikuti tubuh Yuu atau identitasnya Jianying yang ada di dunia Chang'an ini.

__ADS_1


"Kenapa kau menghentikannya? Apakah kau tidak akan ber kultivasi bersama denganku lagi? " tanya Huan-Huan. Dia benar-benar sembrono dalam menyamar. Ingatan yang ia bawa dari Qian Yu itu benar-benar telah tercampur dengan ingatan yang lainnya.


__ADS_2