
"Kalau tawaran ku saja kau tolak, berarti tak ada alasan untuk aku menyakitinya, " ucap Wang Xuemin p. Dia tersenyum sinis sambil menyembunyikan tangannya yang tengah terluka akibat dirinya memaksakan diri untuk menyiksa Qander melalui tangannya. Apalagi, suaranya Qander begitu menggema hingga mempengaruhi kultivasi nya saat ini. Hanya saja, dia tidak memperlihatkannya.
"Kamu berani! " seru Qander. Dia menggunakan auranya hingga angin pun ikut bergoyang lalu meruntuhkan sebagian tempat altar nya itu.
Wang Xuemin yang menyaksikan itu sedikit cemas, tapi dia tidak bisa menunjukkan wajah ketakutannya di hadapan Qander. Dia harus memperjuangkan perintah dari rajanya itu.
"Aku berani bila kau tidak patuh, " ucap Wang Xuemin. Dia berusaha berdiri tegak dengan kekuatan yang dikeluarkan dari Qander itu. Pada nyatanya, dia tidak akan mudah lolos dari kekuatan Qander. Hanya saja, dia berusaha keras mempertahankan keseimbangannya dengan kekuatan yang ia keluarkan secara diam-diam tanpa sepengetahuan Qander.
"Aku tidak ingin patuh terhadap siapapun! " seru Qander. Dia mengeluarkan kekuatannya lagi hingga penyegel yang ada dalam tubuhnya pun langsung hancur berkeping-keping. Dia tidak bisa diam saja kalau Nayna akan dihancurkan oleh Wang Xuemin itu.
Qander pun menggunakan auranya hingga membuat pedang transparan lalu dia pun menyerang Wang Xuemin.
Wang Xuemin yang menyadari kalau anak raja memang kuat itu pun sudah bersiap sebelumnya.
Dia pun menggunakan pedang baja hitam berlapiskan emas itu lalu mereka berdua pun saling menyerang satu sama lain.
Suara bunyi pedang pun terus terdengar hingga memecahkan seluruh altar itu. Begitu pula, mereka berdua begitu gesit setelah keruntuhan dari altar itu.
Keduanya tak saling mengalah saat beradu pedang. Kedua matanya pun begitu tajam dalam menghadapi lawannya.
Saat itu, Qander hampir tak terkendali. Dia sebenarnya tidak mengetahui cara menggunakan pedang karena hidup terlalu lama di dunia bumi. Namun, semuanya itu begitu alami saat dia menggunakan pedang seakan-akan dirinya telah belajar secara profesional karena kekuatannya menguatkan seluruh tubuhnya seakan dirinya tengah terbiasa.
'Apa yang harus aku lakukan? ' batin Wang Xuemin. Dia hampir terpukul mundur oleh Qander. Namun, Qander seakan tak memberinya waktu istirahat. Dia tidak bisa berpikir jernih dalam keadaan itu.
Kecemasan Wang Xuemin pun didengar oleh rajanya bernama Zhengde.
'Kau hampiri saja wanita yang ingin anakku lindungi. Jadikanlah dia tawanan demi menaklukkan kekuatannya anakku. ' Zhengde pun melakukan telepati kepada Wang Xuemin di saat Wang Xuemin sudah terjatuh berulang kali. Namun, dia tetap bertahan demi apa yang dijanjikan oleh rajanya bernama Zhengde itu.
__ADS_1
Qander yang menyadari kalau pikirannya Wang Xuemin tidak fokus kepada dirinya pun menemukan celah hingga dirinya menusuk perutnya Wang Xuemin.
Wang Xuemin yang terkena tusukan itu mengeluarkan darahnya hingga pakaiannya pun telah terkotori oleh darahnya sendiri. Namun, dia pun segera menggunakan kekuatan tersisa nya untuk menghilang. Dia akan berada di tempat Nayna berada.
Dia harus mengikuti perintah rajanya apapun caranya. Sekalipun, itu adalah cara kotor yang paling bisa ia temui.
Qander yang tak ingin kehilangan Wang Xuemin pun segera menyusulnya. Dia mengaktifkan teleportasinya juga dengan jentikan tangannya saja.
Wang Xuemin pun mencoba memulihkan tubuhnya tapi itu benar-benar tidak pulih. Dia tidak tahu kalau pedang transparan milik Qander membuat pemulihannya tak bekerja. Dia harus mencari tahu tentang kelebihan dan kekurangan dari pedang transparan milik Qander itu.
Tak membutuhkan waktu lama, Wang Xuemin sudah berada di tempat Nayna berada. Dia sedang fokus terhadap petarungannya bersama tempat-tempat alami yang secara mendadak itu hidup.
Wang Xuemin pun menggunakan kekuatannya lagi hingga pepohonan itu menjalar ke atas langit lalu menangkap tubuhnya Nayna yang tak menyadari kehadirannya itu.
Nayna yang terkekang dari akar-akar pepohonan itu baru menyadari kalau Wang Xuemin berhasil membuatnya terikat di tengah pertarungannya bersama tempat-tempat yang hidup itu.
"Aku bawahan Dark Eyes, selamat datang wahai wanitanya raja tiga dimensi, " ucap Wang Xuemin.
Nayna yang menyadari identitasnya terbongkar oleh bawahan Dark Eyes pun sedikit terkejut dengan apa yang ia dengarkan saat ini.
"Kau pasti salah mengenaliku! " seru Nayna. Dia berakting sebisa mungkin agar Wang Xuemin tidak mengetahuinya.
"Aku tidak akan pernah salah dalam menilai seseorang, atau haruskah aku memanggil namamu di dunia Chang'an ini? " tanya Wang Xuemin. Dia mempererat kekuatannya untuk membawa Nayna sebagai tawanannya dari Qander yang sudah menggila itu.
"Haha, kau benar-benar salah orang, aku hanya wanita biasa yang berpetualang, " jawab Nayna. Dia mengatakannya secara natural agar tidak dicurigai oleh Wang Xuemin.
Wang Xuemin yang mendengarkan itu pun benar-benar tertawa. Dia berhasil membuat tubuhnya tak goyah saat dirinya tengah terluka. Dia pun berhasil menggertak Nayna dalam kondisinya yang tengah kritis itu.
__ADS_1
Nayna yang mendengarkan tawanya Wang Xuemin pun mulai memicingkan matanya dengan serius. Dia pun berusaha berbicara kepada tanaman yang mengikat tubuhnya itu.
'Kenapa kau mengikatku? ' tanya Nayna kepada tanaman itu di alam bawah sadarnya.
'Maafkan kami Yang Mulia ratu tiga dimensi, kami hanya menjalani tugas akibat kehidupan kami telah dibawa oleh Raja Zhengde. ' jawab tanaman itu.
'Maksudmu permata kehidupan di hutan ini sudah diambil olehnya? ' tanya Nayna lagi.
'Ya, hingga kami pun tidak bisa protes atau melanggar perintah sekalipun kau sebagai ratuku yang telah menjaga kami, tapi kami tidak bisa apa-apa. ' jawab tanaman itu. Dia memperlihatkan cermin kehidupan di hutannya sudah pudar hingga benar-benar menggelap.
Nayna yang sudah melihat cermin kehidupan itu pun membuat hatinya terasa sesak. Ternyata perlakuan dari Dark Eyes sudah hampir menjalar ke tempat yang ia jaga sepenuhnya. Dia tidak bisa diam begitu saja saat ini, tapi identitasnya bila dia berubah mungkin ada hal yang tak dia inginkan.
Banyak sekali masalahnya yang belum ia selesaikan. Apalagi pemburu jiwa penjelajah waktu masih belum ia temukan.
Namun, kalau dia tidak menyerang saat ini, mungkin saja Dark Eyes akan lolos darinya.
Lamunan Nayna pun terbuyarkan oleh kehadirannya Qander yang datang secara tiba-tiba itu.
"Kau tidak bisa melawannya selain aku! " seru Qander.
Wang Xuemin pun langsung berada di sampingnya Nayna hingga mereka pun saling berhadapan.
Nayna yang melihat kehadirannya Qander pun terkejut.
"Qander! " sapa Nayna. Dia yang tadinya ingin menemukan Qander pun berhasil dia temui hari ini.
Qander yang mendengarkan sapaaan dari Nayna pun benar-benar membuat hatinya terbelah menjadi dua bagian. Ada hati yang mengatakan kalau dirinya tak pantas berada di samping Nayna setelah identitasnya.
__ADS_1
'Aku harus gimana, Nayna. '