
"Aku tidak bisa membiarkanmu bertemu dengannya, " ucap bayangan Liu Chang Hai itu.
"Kenapa aku tidak bisa menemuinya? " tanya Liu Chang Hai tidak mengerti.
"Kau menggunakan identitas baru, apakah dia akan langsung menerimamu saat kau memberitahukannya? " jawab bayangan Liu Chang Hai.
"Apa salahnya dengan identitas baruku? Dia tetap suamiku di dunia Chang'an ini, " bela Liu Chang Hai itu.
"Kau bukan lagi Rita di dunia bumimu, tapi Liu Chang Hai yang saat ini kau gunakan. Apa kau tidak mengerti dengan identitas barumu bisa menemukan malapetaka lainnya saat orang lain mengetahuinya, " geram bayangan Liu Chang Hai sendiri.
"Itu tidak masalah, bukannya aku masih bisa kembali ke dunia bumimu dengan identitas ku sebagai rita lagi dan bukan sebagai Liu Chang Hai sendiri, " sangkal Liu Chang Hai itu.
"Kau benar-benar tidak mengerti konsekuensi dirimu yang memiliki nama dunia Chang'an ini, " ucap bayangan Liu Chang Hai terlihat kecewa kepadanya.
"Lalu apa konsekuensinya? Kau juga tidak memiliki penjelasan kepadaku? " ucap Liu Chang Hai. Dia sudah menaikkan suaranya karena amarahnya terhadap bayangannya sendiri yang menghentikan pertemuannya dengan suaminya itu.
"Aku tidak bisa menjelaskannya tapi kau tidak boleh memberitahukan identitasmu sebagai Rita di dunia bumimu itu melainkan menggunakan identitas barumu sebagai Liu Chang Hai, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.
"Kau tidak bisa menjelaskannya, kenapa aku harus mengikuti perkataan dari seorang bayangan sepertimu, " bentak Liu Chang Hai.
Plak
Bayangan Liu Chang Hai itu berhasil menampar Liu Chang Hai itu sendiri.
"Kau menamparku! " seru Liu Chang Hai kesal dengan perbuatan dari bayangannya sendiri itu.
"Aku sudah menjelaskannya kepadamu, tapi kau sama sekali tidak mengerti dengan apa yang aku perintahkan, " bentak bayangan Liu Chang Hai itu.
__ADS_1
"Kau tidak menjelaskan apapun kepadaku, kau hanya meminta agar menggunakan identitas baruku tidak dengan identitas lamaku, " geram Liu Chang Hai.
"Dia belum sepenuhnya menjadi raja tiga dimensi, itu terbukti dengan namanya belum diakui di dunia Chang'an ini. Sementara dirimu sudah menggunakan nama yang sudah diakui di dunia Chang'an ini, " jelas bayangan Liu Chang Hai itu. Dia tetap menyembunyikan rahasia dari memiliki nama dunia Chang'an itu dengan mengalihkannya kepada raja tiga dimensi.
"Kalau begitu, tinggal memberitahukannya agar dia memiliki identitas yang sama denganku, " ucap Liu Chang Hai.
"Kau tidak bisa melakukannya, apakah kau ingin identitas lamamu bocor? " ucap bayangan Liu Chang Hai.
Liu Chang Hai yang mendengarkan itu mulai kesal dengan apa yang bayangan itu katakan. Dia terlalu bertele-tele dalam menjelaskan sesuatu.
"Tidak masalah, jadi apa sih keinginanmu? kau terlalu lama dalam menjelaskan sesuatu kepadaku, ini tidak boleh, itu juga tidak boleh, " geram Liu Chang Hai.
"Aku hanya ingin agar kau menyembunyikan identitas lamamu sama dengan menggunakan identitas barumu, apakah itu tidak boleh? " jelas bayangan Liu Chang Hai itu. Dia menepuk pundaknya Liu Chang Hai.
Meski, dia berupa bayangan dari Liu Chang Hai. Dia juga dapat menyentuh Liu Chang Hai itu.
"Kenapa aku harus mengikuti perintahmu? " tanya Liu Chang Hai. Dia ingin mengetahui tujuan dari bayangan Liu Chang Hai itu.
***
Iwan yang sedang menunggu barrier itu menghilang pun tersadarkan oleh suara sisa-sisa dari labirin itu.
"Hei orang asing bernama Iwan! " panggil sisa-sisa labirin itu.
"Kenapa kau mengetahui identitas ku? " tanya Iwan tidak mengerti. Mereka berdua menggunakan telepati yang hanya bisa dijawab dari hati ke hati.
"Aku tidak bisa menjelaskannya. Aku hanya ingin kau mematuhi perkataanku, " ucap sisa-sisa labirin itu.
__ADS_1
"Kenapa aku harus mematuhimu? " tanya Iwan tidak mengerti.
"Kau hanya orang asing di dunia Chang'an ini, jadi kau tidak bisa seenaknya. Aku tahu kalau kau menggunakan tubuh dari raja tiga dimensi, tapi itu akan membuatmu semakin diburu karena kekuatanmu masih kalah darinya, " jelas sisa-sisa labirin itu.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan? " tanya Iwan. Dia langsung mengerti dengan penjelasan dari sisa labirin itu. Berbeda dengan Liu Chang Hai yang harus berdebat terlebih dahulu.
"Kau harus menggunakan identitas palsu di dunia Chang'an ini. Kau tidak boleh menyebutkan namamu sebagai Iwan lagi di dunia Chang'an ini. Ya, walau ku akui kau belum pantas menggunakan nama dunia Chang'an ini, tapi demi keselamatan kau, itulah yang terbaik, " ejek sisa labirin itu.
Iwan yang mendengarkan ejekan itu terlihat kesal. Sekalipun dirinya ialah Yuu yang ada di tubuh Iwan. Dia tidak mengetahui apapun tentang nama asli dari Iwan yang sesungguhnya bila ada di dunia Chang'an ini. Dia pun menyadari kalau dirinya ialah orang asing yang diperintahkan Iwan untuk mengalahkan Dark Eyes. Namun, dia juga tidak memiliki informasi apa-apa tentang dunia Chang'an ini.
Dia hanya tahu kalau Iwan dulu hanya sebagai dosen killer, tapi saat dunia berubah dan memasuki dunia Chang'an ini, dia tidak lagi memiliki komunikasi dengan Iwan karena Iwan telah disegel oleh pedangnya Dark Eyes itu.
Dia bagaikan orang awam yang menjelajahi dunia Chang'an tanpa adanya pemanduan apapun baik sistem yang ada di novel-novel saat dulu dia membacanya ataupun guru yang membimbingnya.
Jadi, dia menyimpulkan perkataan dari sisa-sisa labirin itu ada benarnya juga.
Setelah dia berpikir dengan waktu yang lama, dia pun menanyakan kembali kepada sisa-sisa labirin itu.
"Kalau begitu, apakah kau bisa merekomendasikan nama untukku? " tanya Iwan.
"Memangnya kau tidak bisa membuat nama palsu! " seru sisa-sisa labirin itu.
"Aku tidak mengerti dengan dunia Chang'an ini, kalau aku salah dengan menggunakan nama palsu, bukankah ituu namanya menjebloskan diri sendiri? " ucap Iwan. Dia menggunakan alasan yang masuk akal hingga sisa-sisa labirin itu yang tadinya terlihat jengkel kepadanya pun akhirnya bisa mengerti.
"Aku akan memberikanmu sebuah nama dari dunia Chang'an ini, tapi dengan satu syarat kau harus membawa sisa labirin ku ini, " ucap sisa-sisa labirin itu.
"Baiklah, aku akan menyetujuinya, tapi kenapa kau ingin ikut denganku? " tanya Iwan tidak mengerti.
__ADS_1
"Aku curiga dengan orang yang menghancurkanku dengan satu jarinya itu. Dia bukanlah orang biasa. Kau harus berhati-hati kepadanya! " peringat sisa-sisa labirin itu kepada Iwan.
'Satu jari bisa menghancurkan labirin dengan kekuatan yang banyak intrik nya? Siapa orang di balik ini semua? ' batinnya.