
"Bolehkah aku mengetahui namamu? " tanya Nayna.
"Aku Bao Yu, " jawab Bao Yu.
"Baik, Bao Yu, aku akan mengingatmu, " ucap Nayna.
Bao Yu yang mendengarkan itu pun hanya mengabaikan dia lalu dia pun pergi ke tempat peristirahatannya sendiri.
Nayna yang sudah merasakan kalau Bao Yu sudah pergi dari tempatnya pun mencoba mengidentifikasi kolam pemulihan itu dengan kekuatannya. Dia merasakan aura yang familiar tapi dia belum bisa mengungkapkan hal itu.
Dia mengeluarkan cahaya yang mengelilingi seluruh kolam pemulihan itu tapi dia tidak bisa menemukan jejaknya. Ada semacam penghalang yang tak bisa ia tembus begitu saja.
"Kenapa aku tak bisa menembusnya? " gumam Nayna. Dia sudah berusaha sekuat tenaga hingga kekuatannya hampir saja lepas kendali lagi. Dia pun menghentikannya karena kekuatannya belum sepenuhnya pulih.
Nayna yang kelelahan pun hanya bisa merendam dirinya dalam kolam pemulihan itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain kekuatannya belum sepenuhnya pulih.
Terkadang dia pun menatap langit-langit kamar di dalam kolam pemulihan itu, dia merasakan gairahnya sudah hampir berkembang lebih liar lagi. Itu akan menunjukkan kepada dirinya yang bersikap bodoh dan menginginkan pria lagi. Dia benar-benar harus menekan gairah itu selama di dunia Lin'an ini.
Dia tidak bisa mencari mangsa di dunia Lin'an ini. Dia jug aharus memfokuskan kepada misi utamanya dibandingkan gairahnya itu. Dia harus bertahan.
'Apakah aku harus menggoda lelaki itu? ' batin Nayna. Dia memikirkan Bao Yu yang terikat di kedua matanya benar-benar mempesona. Dia juga memiliki aura kuat yang sama seperti dirinya, tapi dia tidak tahu kalau energinya Bao Yu begitu familiar.
'Kau tidak boleh menggoda lelaki lain karena sudah ada Iwan, ' batin Nayna lagi. Dia memukul kepalanya sendiri akibat dirinya memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Dia harus melanjutkan dirinya dalam perendaman.
Dia pun mencoba menutup matanya dalam perendaman itu hingga dia tidak menyadari kekuatannya itu menghubungi Bao Yu yang sedang dalam peristirahatan di kamarnya.
Dia sedang tertidur dalam kamarnya yang begitu banyak es itu. Terdapat embun yang mengelilingi ruangan itu.
__ADS_1
Bao Yu yang merasakan kekuatannya dari Nayna pun terpikat hingga dirinya dalam kedua mata terpejam pun masuk ke dalam kolam pemulihan Nayna.
Saat itulah suasana di kolam pemulihan itu mengeluarkan aura yang tak biasa sampai menggerakkan sendiri kolam itu.
Air pemulihan itu berubah wujud dengan roh berbentuk manusia hingga banyak dari air pemulihan itu sedang menarik perhatian mereka berdua yang masih tertidur itu. Mereka menggunakannya sebagai tarian untuk membuat rasa kantuk terhadap mereka berdua begitu lama lalu mereka berdua akan memasuki ruang ilusi.
"Ini dimana? " tanya Nayna saat dia membuka matanya. Dia menyadari kalau kolam pemulihan memang berbeda hingga dia memasuki tempat yang aneh.
"Ini ruang ilusi, " jawab Bao Yu. Dia menampakkan dirinya saat dia mengetahui kalau dirinya terbawa ke kolam pemulihan Nayna. Ketika, dia ingin kembali lagi ke tempat peristirahatan, kolam pemulihan itu benar-benar tidak mengizinkan dirinya pergi meninggalkan Nayna hingga dia secara terpaksa memasuki alam ilusi bersama Nayna.
Nayna yang mendengarkan suara dari Bao Yu pun segera menoleh. Dia langsung menghampiri Bao Yu.
"Aku pikir itu suaramu saja, tapi kau juga ikut bersama denganku, " jawab Nayna senang.
Bao Yu yang mendapatkan smabutan dari Nayna pun segera menjauhkan diri darinya hingga dia berdehem.
"Ini tidak pantas, " ucap Bao Yu.
"Aku tidak tahu siapa yang mengajarimu hingga kau bertindak seperti laki-laki, tapi di dunia Lin'an, kau akan dimakan oleh sesuatu yang berharga bila kau mengatakannya, " ucap Bao Yu.
"Aku memang sengaja agar aku segera dimangsa seperti itu, " jawab Nayna pelan.
Bao Yu yang mendengarkan itu pun mengatakannya dua kali, dia takut salah dalam mendengarkan apa yang ia dengar saat ini.
"Apakah itu benar? " tanya Bao Yu.
"Apa? " tanya Nayna. Dia berpura-pura kalau dirinya tidak mengatakan itu hingga Bao Yu mendesah kecewa. Dia yang melihat itu pun tersenyum. Ada rasa ingin membuka kedua matanya Bao Yu, mungkin dirinya benar-benar tampa seperti yang dia pikirkan.
__ADS_1
"Sudahlah, kita harus segera keluar dari sini, " ucap Bao Yu kesal. Dia ingin segera kembali beristirahat karena dirinya tak bisa berlama-lama dengan wanita dari dunia Chang'an.
Dia mendengarkan rumor kalau wanita Chang'an begitu manipulatif. Dia takut kalau kebenarannya itu nyata. Harga dirinya sebagai lelaki mungkin saja akan dipertaruhkan. Namun, dia masih bersikap biasa saja saat berada di samping Nayna.
"Kau begitu ingin sekali menjauh dariku, kenapa? " tanya Nayna menggoda Bao Yu hingga dia menarik hanfunya.
Bao Yu memegang tangannya Nayna.
"Aku tidak terbiasa, " jawab Bao Yu singkat. Dia benar-benar menepiskan tangannya Nayna itu begitu dingin.
Nayna yang melihat tindakannya Bao Yu begitu dingin itu, sangat menginginkannya.
Bao Yu melangkah maju ke depan. Dia masih berjalan dengan kedua matanya yang tertutup kain itu. Padahal, Nayna berpikir kalau alam ilusi akan membuat dirinya melihat sosok Bao Yu yang sesungguhnya, tapi ternyata itu tidak seperti yang ia inginkan.
Nayna pun mengekor inya dari belakang. Dia benar-benar melihat sosok tegaknya Bao Yu begitu menggoda jiwanya. Dia tak bisa berlama-lama menjelajahi ketiga dunia kalau jiwanya Rita belum kembali. Apakah dia harus menemukan jiwa lainnya untuk menekan hasratnya itu?
Saat Nayna sedang melamunkan hal yang lain hingga dia menabrak lagi Bao Yu yang tiba-tiba berhenti itu.
Mereka berdua pun saling berhadapan lalu berciuman tanpa sengaja.
Bao Yu yang mendapati tindakan tak terduga dari Nayna pun segera menyingkirkannya dari tubuhnya.
"Kau benar-benar wanita tak beretika, " umpat Bao Yu. Dia mengelap bibirnya yang telah berciuman dengan Nayna itu, tapi Nayna malah tersenyum saat dia mendapatkan ciuman dari Bao Yu.
Ciuman itu benar-benar menghentikannya dari hasrat yang inginkan selama ini.
"Aku menyukai energimu, Bao Yu, " ucap Nayna dengan berani.
__ADS_1
Bao Yu yang mendengarkan itu pun bergidik ngeri sendiri. Dia tak dapat membayangkan berapa banyak wanita yang berani seperti Nayna bila dirinya memasuki dunia Chang'an itu. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Anggaplah itu sebagai hari sialku, kau harus benar-benar fokus untuk mencari jalan keluar, " protes Bao Yu. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi tentang kejadian itu. Tindakan itu benar-benar membuatnya malu setengah mati karena wanita lebih berani dibandingkan pria. Dia tak membayangkan kalau wanita yang mendominasi sesungguhnya akan seperti apa dunia ini?