Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Hutan Bicara


__ADS_3

"Aku yang berbicara, " ucap hutan itu.


Qander yang mendengarkan suara tanpa wujud pun terus menoleh kesana kemari.


"Aku tidak dapat melihat wujudmu, jadi dimana kau sekarang? " tanya Qander tak percaya dengan apa yang ia dengarkan saat ini.


"Aku Sang pemilik hutan ini memberi hormat kepada yang mulia, " ucap hutan itu kepada Qander hingga hutan itu benar-benar bergerak dengan sendirinya. Tanpa basa-basi, mereka benar-benar menunduk hormat kepada Qander.


Qander yang melihat itu pun tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Aku tidak tahu dengan apa yang kau bicarakan saat ini, " sangkal Qander. Dia tidak mengerti kalau hutan itu menyebut dirinya yang mulia. Padahal, dia baru saja datang dari dunia tanpa kultivasi maupun sihir. Mana tahu tentang jati diri yang sesungguhnya.


"Aku tahu dengan apa yang dimaksud yang mulia, hanya saja hamba ini tidak bisa menerangkannya lebih jelas lagi karena yang mulia sendiri harus mencari jati dirinya sendiri, " ucap hutan itu.


"Hemm, kenapa kau merahasiakannya dariku? " tanya Qander lagi.


"Yang mulia akan mengetahuinya sendiri, tapi yang mulia harus pergi ke arah sumur sebelah timur. Tak jauh dari sini, " ucap hutan itu.


"Bagaimana kalau aku tak mau kesana? " tanya Qander lagi.


"Kalau yang mulia tidak mau, hanya hamba ini yang akan memaksa yang mulia sampai ke tujuan, " ucap hutan itu benar-benar membuat Qander merinding.


Dia dapat merasakan aura yang kuat dari hutan itu. Hutan itu benar-benar gelap tanpa sedikit pun cahaya yang mengelilingi hutan itu.


Ranting-ranting hutan itu pun mengangkat Qander agar dirinya tak terlepas. Mereka benar-benar memaksa Qander sampai ke sumur itu.


"Apa yang kalian lakukan kepadaku? " teriak Qander.


"Aku akan membawa yang mulia ke tempat tujuan, " ucap hutan itu.


"Kalau itu tujuanku, kenapa harus memaksaku? " tanya Qander tak mengerti dengan tindakan para hutan itu. Dia benar-benar berada di bawah dominasinya mereka.


"Maafkan hamba yang mulia, tapi hamba tidak bisa menjawabnya, " jawab hutan itu.


Sesampainya di sumur itu, hutan-hutan itu segera melemparkan Qander ke dalamnya.


Qander yang tak berdaya pun hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Apakah ini akhir dari ceritaku? " gumam Qander.


Qander pun menutup matanya. Dia segera melihat dirinya benar-benar masih hidup tapi ada sesuatu yang merayap di tubuhnya. Dia pun membuka matanya lalu berteriak.


"Ahhh, " teriak Qander. Dia tidak percaya kalau sumur itu di penuhi dengan kelabang lalu merayap ke tubuhnya tanpa melukainya hingga dia tenggelam dalam lautan kelabang itu.


Setelah Qander tak sadarkan diri, para kelabang itu pun mewujudkan dirinya sebagai manusia.


"Apa dia benar-benar yang mulia kita? " tanya kelabang itu.


"Aku merasakan ada aura ayahnya di tubuh itu, " ucap kelabang satu lainnya.


"Aku pun merasakan hal yang sama, " jawab kelabang lainnya.


Kelabang yang satu pun sempat berpikir tentang tubuhnya Qander itu terasa aneh.


***


"Kenapa dia lama sekali? " gumam Nayna. Dia khawatir dengan kehadirannya Qander yang tak kunjung datang itu.


Nayna sudah mondar-mandir tanpa kepastian yang jelas. Dia pun segera menggunakan kekuatan tersisa nya untuk mencari tahu keberadaan Qander. Namun, seseorang telah memblokir nya hingga Nayna pun benar-benar terbanting dalam gua itu.


"Kau tidak boleh menghubungi Qander lagi, " ucap suara dari yang memblokir kekuatannya itu.


"Kenapa aku tidak bisa menghubunginya lagi? " tanya Nayna tak mengerti.


"Tidak diizinkan menanyakan alasan ataupun menghubunginya kalau anda masih memaksa, kami takkan segan berbuat tak baik kepada Anda, " ucap orang itu.


Komunikasi pun diputuskan sebelah pihak dari orang yang memblokir kekuatannya Nayna itu.


Nayna yang mendapatkan perlakuan itu pun tak bisa menerimanya. Dia harus membawa Qander kembali. Dia bukan dunia ini, jadi dia harus membawanya.


Dia pun segera keluar dari gua itu lalu mencari keberadaan Qander secara manual. Saat itulah, dia merasakan kehadiran seseorang.


Dia dapat melihat seorang wanita yang tengah melihat pohon beringin besar itu. Dia berambut panjang dengan pakaian kunonya itu, tapi dia merasakan kehadiran wanita itu terasa familiar baginya.


Dia pun menyembunyikan diri demi mengetahui kebenarannya itu.

__ADS_1


"Kenapa kau memanggilku kesini? " tanya Rita.


"Aku sebagai mutiara bulan ingin memberitahukan kepadamu, " ucap pohon beringin itu.


Ya, mutiara bulan itu mengubah wujudnya menjadi pohon beringin agar tak ada orang yang mengetahuinya.


Jadi, mutiara bulan memanipulasi orang-orang dengan penglihatannya itu. Seolah-olah Rita menatap pohon beringin. Padahal, mereka berdua tengah berkomunikasi tanpa diketahui seorang pun.


"Apa yang ingin kau beritahukan kepadaku? " tanya Rita tak percaya kalau mutiara bulan benar-benar berinisiatif kepadanya.


"Aku tahu kau adalah dewi air yang sengaja berada di tubuh adiknya Aung, " ucap mutiara bulan itu.


"Aku sudah mengira kau akan mengetahui jati diriku yang sesungguhnya, " jawab Rita. Dia tidak menyangkal dengan perkataan mutiara bulan itu.


"Aku harap kau tidak ikut campur dari urusan kami semua, " ancam mutiara bulan itu.


"Kenapa aku tidak bisa ikut campur? " tanya Rita.


"Ini sesuatu yang sulit kau tangani, " ucap mutiara bulan itu bohong.


"Benarkah begitu? " tanya Rita memastikan. Dia tidak ingin percaya dengan perkataan dari mutiara bulan itu. Dia tidak tahu juga kalau mutiara bulan memiliki kekuatan level berapa, di harus lebih berhati-hati ke depannya.


"Ya, benar, " jawab mutiara bulan bohong. Dia menggunakan kekuatannya agar Rita tidak dapat mendeteksi kebohongannya itu. Namun, dia tidak akan pernah tahu kalau Rita selalu memiliki banyak rencana tanpa ia ketahui.


"Dapatkah kau memberikan alasan yang terbaik kepadaku? " tanya Rita lagi. Dia memastikannya dengan kekuatan yang ada pada jiwanya itu.


Kekuatannya benar-benar bermandikan kunang-kunang bercahaya yang ada di sekeliling Rita lalu menyamabar ke tempat tubuhnya mutiara bulan yang berwujud hutan beringin itu.


"Apakah kau takut aku membohongimu? " ucap mutiara bulan tenang. Dia mengetahui kalau Rita sedang menggunakan kekuatan itu kepadanya. Walaupun tak terlihat, itu dapat dilihat jelas oleh mutiara bulan itu.


"Aku tidak tahu, tapi sebagai balas budi aku menggunakan tubuh adiknya berarti aku harus ikut campur dengan urusannya, " ucap Rita percaya diri. Dia tidak pernah tahu apa yang akan dihadapi ke depannya saat ini.


"Kau tidak memerlukan balas budi, karena jiwanya di adik Aung itu menginginkan kematian sejak lama sekali, " ucap mutiara bulan itu.


"Aku tidak percaya, ada sisa-sisa herbal di airnya itu. Dia menginginkan kehidupan saat aku memasuki tubuhnya itu, " bela Rita.


"Ada hal-hal yang harus kau ketahui dengan hal-hal yang tidak kau ketahui, " jawab mutiara bulan itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu itu? " tanya Rita tak percaya.


__ADS_2