Tumbal Lukisan

Tumbal Lukisan
part30


__ADS_3

Keesokan paginya di kantor


Dera,Maria dan beberapa karyawan kantor lainnya sedang menatap sebuah lukisan baru yang menggantung di ruangan dapur kantor mereka . Lukisan itu membuat semua orang terpana karena tampak sangat indah, lukisan hitam putih seorang gadis yang tengah duduk terlelap tidur di meja, tubuh gadis itu sebagian berbalut selimut yang dipenuhi motif kelopak bunga mawar merah


salah seorang karyawan berseru


" hey,bukankah ini Hani, staff baru departement accounting di lantai atas"


"Benar gadis di dalam lukisan itu Hani" jawab karyawan yang lain


"Apa Hani sudah datang?"


"Tidak , tadi dia menghubungiku dia tidak masuk kerja hari ini" Dera berkata


"Hebat ya Hani baru beberapa hari kerja di kantor ini sudah bisa mengambil hati direktur kita, aku jadi iri " gumam seorang karyawan lainnya


"Tentu saja temanku itu sangat cantik dan imut, kau tidak boleh iri ya" imbuh Maria


Beberapa meter dibelakang kerumunan itu Dino berdiri memperhatikan mereka


rupanya, kakakku sudah bergerak, aku harus menghentikannya,bagaimanapun caranya


aku tak ingin ada korban lain cukup hanya sampai kekasihku Zara Bathin lelaki itu


🌕🌕🌕🌕


Malam harinya Dino memutuskan pergi ke rumah Hani, ia mendapatkan alamat rumah Hani setelah bertanya pada Maria, meski gadis resepsionist itu mulanya tidak mau membuka suaranya


Tok...Tok....Tok...


Dino menggedor pintu rumah Hani dengan kepalan tangannya, setelah beberapa saat menunggu , pintu dibuka dari dalam,


Hani kaget melihat tamu yang berkunjung ke rumahnya kali ini " Oh tidak" suara Hani begitu terperanjat


seorang tamu yang tak pernah diharapkannya


ia buru-buru menutup pintu rumahnya namun Dino sudah lebih dulu mencondongkan tubuhnya ke depan, satu kakinya ia selipkan diantara daun pintu dan satu tangannya mendorong pintu agar terbuka


"Mau apa kesini? pergi sana!" usir Hani tak suka, ia menahan sebisanya pintu itu dengan bahu tubuhnya

__ADS_1


darimana dia tahu alamat rumahku sih? bikin kesal saja


" Ijinkan aku bertamu ke rumahmu,manis"


cih, manis katanya mulutnya itu perlu ditampar sekali-kali


"Tidak, aku tak mau punya tamu tempramen sepertimu,pergi sana"


"Jangan lupa aku atasanmu di kantor"


"aku tidak perduli, pecat saja jika kau mau"


Akhirnya dengan satu dorongan tangan yang dikuatkan, pintu itu terbuka , membuat Hani terdorong mundur beberapa langkah


Dino melangkah masuk ke dalam rumah Hani, lalu melemparkan pandangan ke seluruh ruangan rumah,memastikan keberadaan kakaknya tak ada di sana


mau apa si berengsek gila ini sekarang


Dino menatap ke arah Hani, gadis itu mengenakan atasan singlet berenda yang memperlihatkan jenjang lehernya dan menyembulkan sebagian dadanya yang putih. Rambutnya di gelung di atas pundaknya


dia cantik sekali , gumam Dino tersenyum


Hani sadar , lelaki itu sedang memperhatikannya


Dia maju melangkah mendekat kepada Hani, satu tangannya kemudian ditempelkan di kening gadis itu untuk memastikan suhu tubuhnya


"Kau sedikit demam, manis" katanya


"Bukan urusanmu,turunkan tanganmu" Hani menepis tangan itu dari keningnya


"Ini kubawakan paracetamol dan vitamin, minumlah dulu" sebuah plastik putih dengan tulisan nama apotek di hadapkan pada wajah Hani


apa-apaan sih dia ini,bikin aku geram saja


Hani diam saja menatap tajam Dino, ia mengendus dengan waspada


"Kau memasukan racun ke dalam obatnya kan? kau mau membunuhku kan?"


HA HA HA HA HA HA HA tawa Dino menggelegar memenuhi seisi rumah Hani

__ADS_1


"kau benar-benar menakutkan berengsek, kecilkan suara tawamu itu"


"Sia-sia aku datang ke sini, padahal aku sudah bersusah payah bersikap baik terhadapmu"


bersikap baik padaku katanya? lagi-lagi dia berbicara omong kosong umpat Hani kesal di dalam hatinya


Dino menaruh bungkusan plastik itu di atas rak kayu dekat pigura-piguran foto keluarga Hani terpajang. satu tangannya meraih salah satu pigura, ia melihat dengan seksama wajah seorang gadis kecil. Wajah itu mengganggu ingatannya di masa lalu .


tidak mungkin, apa gadis kecil ini adalah Hani? gadis kecil di foto ini mirip dengan gadis kecil itu , yah tidak mungkin aku salah, apa si berengsek itu sudah tahu sebelumnya


nanar Dino sedikit ragu


Hani merasa tak nyaman , ia mengambil pigura berisi foto dirinya dari tangan Dino


"Aku pulang dulu, kalau kau tak mau obatnya, buang saja ke tempat sampah" setelah berbicara seperti itu Dino melangkahkan kakinya pergi dari rumah Hani


Ia harus memastikan sesuatu sesampainya di rumahnya nanti. Wajah gadis kecil di dalam pigura itu sangat mengganggunya .


Baru saja kakinya menginjak pekarangan rumah Hani, seseorang dalam bayang-bayang hitam menegurnya


"Mau apa kau ke rumah Hani?" tanya Dion,


pandangan mata kedua kakak beradik itu bertemu . Dion menatap adiknya dengan tatapan yang tajam dan dingin


"cih,tentu saja untuk melindungi gadis itu dari jeratan setan sepertimu" jawab Dino menggeram


"Jangan ganggu Hani, dia adalah milikku yang berharga"


Mendengar kakaknya berbicara seperti itu, Dino mulai melayangkan serangan lagi. Ia mendorong tubuh kakaknya sampai jatuh ke tanah. Ia menaruh satu kakinya di leher kakaknya , ia menatap garang pada kakaknya itu


lalu


BUGH.... ..satu pukulan ia daratkan di pipi kanan kakaknya . Pukulan itu sangat keras membuat sudut bibir Dion mengeluarkan darah , Dion pasrah tak melawan ia justru tertawa, tawa yang terdengar pahit di telinga. Ada darah di sela gigi-giginya yang putih


"Berengsek kau, sampai kapan kau mau berhenti Hah? semua kekacauan ini adalah karena dirimu, kenapa kau tidak pergi ke alam baka saja " Dino berteriak meluapkan amarahnya


BUGH BUGH BUGH BUGH Dino melayangkan kembali tinjunya beberapa kali di wajah kakaknya . kini Hidung dan mulut kakaknya bercucuran darah namun kakaknya lagi-lagi hanya tertawa


pertengkaran kedua anak kembar itu berakhir ketika Hani datang memukul belakang kepala Dino dengan sebuah teflon wajan yang biasanya ia pakai untuk menggoreng telur. Dino berguling jatuh ke sisi tubuh kakaknya , sebelum ia pingsan ia melihat sekilas Hani yang berdiri gemetaran memegang sebuah wajan berwarna hitam

__ADS_1


dasar gadis sialan, umpat Dino sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya


🌕🌕🌕🌕


__ADS_2