
Chapter 10 (Berkhianat!)
Sema saat itu sudah terbaring tak bernyawa setelah dikeroyok oleh beberapa pasukan Barema.Sementara itu,Tirgas terlihat seperti mencari sesuatu,Tirgas sebenarnya saat itu sudah muak dengan kekejaman Raja Mesune.Tirgas berusaha agar ingin membantu Raja Kurgosul supaya konflik ini berakhir dan semuanya bisa hidup dengan aman.Tirgas yang saat itu tengah diperhatikan oleh Raja Mesune berpura-pura seperti menyerang pasukan Malona.Pertempuran antar kedua pasukan sudah tak terelakkan lagi.Tirgas sebenarnya ingin cepat-cepat menemui Raja Kurgosul dan memberitahunya bahwa ia ingin membantunya.Tapi ia selalu dihadang oleh pasukan Malona.Mau tidak mau Tirgas harus menerobos nya dan membunuh beberapa prajurit agar ia bisa menemui Raja Kurgosul.Delta saat itu melihat Tirgas yang terlihat seperti sedang menuju masuk ke istana.Delta menyadari bahwa Tirgas ingin mencari Raja Kurgosul.Delta lalu mengikutinya secara diam-diam.Delta memerintahkan kepada para pasukannya agar tetap bertahan lebih lama lagi untuk menunggu bantuan.Delta melihat Tirgas saat itu telah lolos dari gelombang pasukan yang sangat besar.Kini,Tirgas telah lepas dari penglihatan Raja Mesune.Ia lalu cepat-cepat memacu kudanya menuju ke istana Malona dan berniat untuk memberitahukan keinginannya kepada Raja Kurgosul.
Delta saat itu yang belum mengetahui niat baik Tirgas segera menghadangnya dengan mengendarai kudanya.Delta sangat heran mengapa Tirgas tidak membantu Raja Mesune agar pasukannya bisa memenangkan pertempuran.Delta berfikir bahwa Tirgas ingin membunuh Raja Kurgosul agar mental pasukan Malona turun drastis.Delta lalu berhasil menutup jalan lari dari Tirgas.Tirgas terkejut melihat ada yang menghadangnya.Ia mengatakan bahwa ia ingin menemui Raja Kurgosul untuk berbicara tentang sesuatu.Delta sangat heran dengan gaya bicara Tirgas yang terlihat seperti ingin berdamai.Namun,Delta sudah tidak percaya dengan orang-orang Barema mengingat Raja Mesune pernah menyerang Raja Kurgosul disaat mereka ingin melakukan perdamaian.
Tirgas berusaha meyakinkan Delta bahwa ia hanya ingin berbicara kepada Raja Kurgosul agar ia bisa membantu Kerajaan Malona untuk mengakhiri konflik panjang ini.Delta masih tidak percaya dengan perkataannya.Tirgas lalu memberitahu Delta bahwa ia saat ini tahu dimana keberadaaan Dubas.Delta terkejut mendengar perkataan Tirgas itu.Tirgas mengatakan bahwa ia berjanji akan mengatakan dimana Dubas berada jika ia dipersilahkan berbicara dengan Raja Kurgosul.Delta berusaha untuk tetap tidak percaya dengan Tirgas.Di saat-saat genting itu,pasukan bantuan dari Tigra,Emily dan Turva telah datang dan dengan cepat mereka masuk ke pertempuran dan membantu pasukan yang saat itu tidak ada yang memimpin mereka.
Turva melihat Tirgas dan Delta berdebat tentang sesuatu.Turva segera memacu kudanya dengan sangat kencang ke arah mereka.Turva sangat khawatir dengan Delta mengingat sudah banyak sahabatnya yang gugur hanya karena konflik dua kerajaan yang bukan tanah kelahiran mereka.Turva pun berhasil sampai ke tempat mereka.Delta dan Tirgas terkejut melihat Turva.Turva berkata kepada Tirgas apa maunya?
__ADS_1
Tirgas lalu menjawab bahwa ia ingin bertemu dengan Raja Kurgosul dan berbicara dengannya agar ia bisa membantu pasukan Malona mengakhiri konflik ini.Turva merasa tidak percaya dengan Tirgas.Turva sebenarnya percaya sedikit dengan perkataan Tirgas.Dengan berakhirnya konflik ini,maka para sahabatnya yang masih ada tidak akan menjadi korban dalam pertempuran.Turva lalu menyuruh Delta agar ia menemani Tigra dan Emily memimpin pasukan bantuan yang dibawanyaTurva mengatakan bahwa ia telah membawa pasukan bantuan sebanyak 30.000 pasukan.Delta mengiyakan permintaan Turva dan segera kembali ke medan pertempuran.Sementara itu,Turva masih berdebat dengan Tirgas.Turva masih bingung antara memilih melawan Tirgas atau membiarkannya menemui Raja Kurgosul.Setelah berfikir panjang,akhirnya Turva memutuskan untuk mempersilahkan Tirgas menemui Raja.Tirgas sangat berterima kasih karena Turva telah mempersilahkannya masuk istana.Namun,Turva kembali berkata kepada Tirgas bahwa ia boleh menemui Raja dengan syarat Tirgas harus melepas semua senjatanya dan kedua tangannya harus diikat agar ia tidak bisa melakukan apapun yang membahayakan Raja Kurgosul.Tirgas menyetujuinya,ia lalu melepas semua senjatanya.Kemudian Turva mengikat kedua tangan Tirgas dengan sangat kuat sehingga Tirgas tidak bisa melakukan apapun.Turva pun membawa Tirgas ke istana Malona.
Sementara itu,Delta telah sampai di medan pertempuran.Ia melihat pasukan yang sejak awal sudah bertempur habis-habisan mulai kewalahan menghalang pasukan Barema.Namun,tanpa Tirgas pasukan Barema tidak berani berbuat apa-apa.Raja Mesune juga heran karena Tirgas tidak ada dalam barisan pasukan.Raja Mesune berusaha mencari Tirgas,namun ia tidak dapat menemukannya.Dengan terpaksa,Raja Mesune pun mengambil alih pemimpin pasukan.Raja Mesune memerintah kepada seluruh pasukannya agar tetap di posisi masing-masing.Emily melihat bahwa Tirgas tidak ada di barisan pasukan Barema.Para pasukan Malona merasa bahwa Tirgas telah lari atau tewas.Mereka lalu melihat dari kejauhan bahwa Delta telah datang dan membawa banyak pasukan bantuan disertai oleh Tigra dan Emily.Para pasukan merasa sangat semangat dengan adanya bantuan tersebut.Delta memberitahukan bahwa pasukan itu dibawa oleh Turva.Delta lalu memerintahkan kepada seluruh pasukan agar menggantikan posisi pasukan yang telah lelah karena bertempur dengan waktu yang lama.Pasukan yang telah lelah pun mundur.Tigra pun mengambil alih pemimpin utama pasukan,sementara Delta memimpin pasukan sayap kanan dan Emily memimpin pasukan sayap kiri.
Setelah masuk ke medan pertempuran,Delta dengan sangat keras berkata menantang kepada Raja Mesune untuk tidak lari dari pertempuran.Raja Mesune merasa sangat geram dengan sikap Delta yang berani menantangnya.
Di medan pertempuran,Delta dengan rasa penasaran yang tinggi karena ia mendengar dari Tirgas bahwa ia mengetahui keberadaan Dubas.Delta berusaha untuk percaya dengan perkataan Tirgas.Delta sebenarnya khawatir dengan Turva takutnya ia dibunuh oleh Tirgas.Namun,Delta berusaha berfikir yang baik dan ia harus fokus memimpin pasukannya.Saat itu,jumlah pasukan Barema tersisa 33.000.Dan jumlah pasukan Delta berjumlah 30.000.Melihat dari jumlah perbedaan pasukan,Delta merasa sangat yakin bisa memenangkan pertempuran ini,Delta lalu segera membantai banyak pasukan Barema dan seluruh pasukan Malona merasa seperti dibangkitkan semangatnya oleh Delta.Para pasukan Malona pun dengan mental yang sudah sangat kuat kembali menggempur prajurit Raja Mesune itu.
Tigra dan Emily yang saat itu tengah memimpin masing-masing pasukan sangat khawatir dengan keadaan Turva.Mereka lalu kembali ke istana dengan dugaan bahwa Turva telah dibunuh dan Tirgas dengan cepat menuju ke kerajaan Malona dan segera membunuh Raja Kurgosul.Tigra dan Emily pun segera memerintahkan para pasukannya untuk membantu Delta dan memberitahukannya agar Delta memimpin seluruh pasukan menggantikan Tigra.Tigra juga memerintahkan 1.000 pemanah agar mereka berada agak jauh dari medan pertempuran untuk membantu Delta yang sendirian memimpin pasukan bantuan dari Turva.Para pemanah pun kembali ke medan pertempuran dan berniat membantu Delta.Tigra dan Emily lalu berniat menuju ke istana Malona khawatirnya nyawa Raja Kurgosul dalam bahaya.
__ADS_1
Di tempat Turva,Tirgas menanyakan kepada Turva mengapa ia bisa mempercayainya sementara ia sendiri telah memimpin pasukan yang telah membunuh Sema sebelumnya.Turva menjawab bahwa ia hanya ingin perdamaian segera dicapai karena ia tidak mau lagi kehilangan para sahabatnya.Turva merasa sangat bersalah karena membiarkan para sahabatnya gugur dan tidak melindunginya.Turva menjelaskan bahwa ia hanya ingin keadaan di mana ia masih bisa bersama dengan sahabatnya meskipun nantinya hanya tersisa 1.
Tirgas merasa kagum dengan persahabatan yang dimiliki oleh para murid Turgam tersebut.Tirgas selama ini tidak mempunyai sahabat dikarenakan ia terus fokus dengan peperangan,ia juga jarang menemui Duman,istrinya.Tirgas merasa bahwa ia juga ingin mengakhiri ini agar ia bisa kembali berkumpul dengan istrinya.Setelah cukup lama,akhirnya mereka sampai di istana Malona.Raja Kurgosul terkejut melihat keberadaan Tirgas,Turva lalu menjelaskan kepada Raja mengenai niat Tirgas datang untuk menemuinya.Setelah mendengar penjelasan Turva,Raja lalu mempersilahkan Tirgas untuk masuk terlebih dahulu ke istananya.Tirgas merasa terkejut karena ia diperlakukan dengan sangat baik oleh Raja Kurgosul meskipun saat ini ia masih berstatus musuh.Tirgas merasa lebih yakin untuk membantu Raja Kurgosul dalam mengakhiri perang panjang ini.
Di medan pertempuran,Delta masih bisa bertahan dengan pasukannya yang berjumlah 27.000 sementara pasukan Barema hanya tersisa 23.000.Delta masih berusaha menahan pasukan Barema yang masuk.Di saat-saat kritis,tiba-tiba bermunculan banyak panah dari belakang.Panah-panah tersebut meluncur mengenai para pasukan Barema yang sudah turun mentalnya.Raja Mesune sangat terkejut dengan serangan panah itu,Raja Mesune lalu memerintahkan kepada seluruh pasukan untuk mundur dan membiarkan mayat pasukan yang sudah tewas begitu saja.Delta merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh Tigra dan Emily.Delta lalu memerintahkan kepada seluruh pasukan untuk mengubur pasukan yang telah gugur.Sementara itu,Delta menemukan Sema yang telah gugur.Delta mengingat bagaimana Sema melindunginya dari tombak yang hampir membunuhnya.Delta berterima kasih kepada Sema karena telah melindunginya.Setelah selesai memakamkan seluruh pasukan,Delta lalu kembali ke Kerajaan Malona diikuti oleh para pasukannya.Delta membawa Sema ke Raja Kurgosul dan berniat memakamkan Sema di Kota Burd.
Sementara itu,Tigra dan Emily sudah sampai di Kerajaan Malona,mereka terkejut melihat Tirgas yang saat itu tengah berbicara santai dengan Raja Kurgosul.Tigra bertanya kepada Raja mengapa Tirgas ada di istana.Turva lalu datang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,akhirnya Tigra dan Emily mengerti dengan apa yang terjadi.Mereka lalu menyambut Tirgas dengan sangat baik yang membuat Tirgas merasa lebih dihargai karena perbuatan Raja Kurgosul.Di saat mereka telah berbincang sangat lama,Delta datang membawa mayat Sema yang terdapat sangat banyak luka tusuk.Raja Kurgosul terkejut melihat keadaan Sema.Sementara Tigra,Emily dan Turva yang telah lebih dulu mengetahui kabar kematian Sema hanya bisa mengharapkan Sema dimakamkan dengan layak agar Sema bisa berisitirahat dengan tenang.
Berlanjut Ke Chapter 11!
__ADS_1