Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Penipuan!"


__ADS_3

Chapter 7 (Penipuan!)


Di kerajaan Barema,Raja Mesune tampak kelihatan sangat kesal dengan kekalahan perang terakhir,Raja Mesune berusaha mencari berbagai cara agar Kerajaan Malona dapat ia kuasai.Sementara itu,istri Raja Mesune,Namagun,memberikan usul kepada Raja Mesune agar Raja melakukan rencana penipuan dengan cara berpura-pura berdamai dengan Raja Kurgosul. Dan saat pertemuan untuk melakukan damai,maka saat itu juga Raja Mesune akan memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang secara tiba-tiba saat Raja Kurgosul lengah.Raja Mesune tampaknya sangat senang mendengar usulan istrinya itu.Raja Mesune lalu mempersiapkan sebuah rencana licik agar Raja Kurgosul berfikir bahwa ia berdamai dengan nya.Raja Mesune lalu mengirim utusan agar pergi ke Kerajaan Malona.Raja Mesune memberikan utusan tersebut sebuah surat dengan berisikan bahwa Raja Mesune akan melakukan pertemuan di jembatan penghubung antara Kerajaan Barema dan Malona.Setelah memberikan surat damai pura-pura itu,utusan itu pun berangkat.


Sementara itu,di Kerajaan Malona,Tigra dan Emily bersama-sama berlatih memanah agar mereka bisa menguasai teknik berperang selain berperang dan bisa lebih berguna bagi pasukan ke depannya.Tigra dan Emily berlatih memanah di taman Kerajaan.Turva yang melihatnya lalu menghampiri mereka dan Turva mengatakan bahwa ia ingin menguasai senjata selain pedang.Turva pun menanyakan kepada Emily apakah dia bisa menguasai senjata selain pedang.Emily tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Turva.Emily lalu menyarankan kepada Turva agar ia menanyakan hal tersebut kepada Raja Kurgosul.

__ADS_1


Turva lalu menuju ke tempat Raja Kurgosul.Enka yang saat itu tengah berlatih menggunakan gada melihat Turva yang seperti terlihat sedang menuju ke suatu tempat.Enka lalu menghampiri Turva dan menanyakan kemana Turva ingin pergi.Turva mengatakan bahwa ia ingin menuju ke tempat Raja Kurgosul dan ingin menanyakan apakah ia bisa menggunakan senjata perang yang lain selain pedang.Enka yang saat itu mengetahui keberadaan Raja Kurgosul yang berada di Kamar Dubas lalu memberitahu Turva bahwa Raja saat ini berada di kamar Dubas.Turva berterima kasih kepada Enka karena telah memberitahukannya.


Turva lalu menuju kamar Dubas untuk bertemu Raja.Setelah sampai di kamar Dubas,ia melihat bahwa Raja tengah berbicara kepada Dubas mengenai surat yang ia dapat dari Raja Mesune.Raja Kurgosul menjelaskan kepada Dubas bahwa ia ingin meminta pendapat Dubas bagaimana ia akan menjawab permohonan yang terdapat dalam surat dari Raja Mesune itu.Turva yang belum tahu apa-apa lalu masuk dan memberikan sapaan serta menanyakan kepada Raja Kurgosul mengenai surat dari Raja Mesune itu.Raja pun menjelaskan bahwa ia mendapatkan surat dari Raja Mesune pada saat tengah malam kemarin.Raja menjelaskan bahwa ia diminta oleh Raja Mesune agar melakukan pertemuan di jembatan penghubung antara Kerajaan Malona dan Barema untuk melakukan gencatan senjata.Raja meminta pendapat Turva dan sahabat yang lainnya.Turva merasa sangat curiga dengan surat yang diberikan oleh Raja Mesune itu.


Turva menjelaskan kepada Raja Kurgosul agar tidak memercayai isi surat tersebut.Namun,Dubas memberitahukan kepada Raja bahwa inilah saatnya Kerajaan Malona mengakhiri permusuhan dengan Kerajaan Barema.Raja merasa sangat bingung dan ia pun mengumpulkan seluruh murid tersebut ke ruangan pribadi nya.Setelah semuanya berkumpul,Raja menjelaskan bahwa ia mendapatkan sebuah surat berisikan gencatan senjata oleh Raja Mesune.Emily dan Sema merasa tidak percaya isi surat tersebut,sementara Tigra dan Delta sangat menyetujui keputusan Raja Mesune untuk mengadakan pertemuan untuk mengakhiri permusuhan.Sementara Enka saat itu belum memberikan jawaban yang pasti kepada Raja.Raja pun bingung karena jumlah yang menolak dan yang menerima isi surat tersebut berjumlah sama.Raja pun lalu meminta pendapat lagi kepada seluruh murid tersebut agar memutuskan yang mana yang harus ia lakukan.Emily,Turva dan Sema merasa bahwa itu adalah jebakan yang dibuat oleh Raja Mesune agar ia bisa menyerang Raja Kurgosul saat lengah.Sementara itu,Tigra,Delta dan Dubas memutuskan bahwa Raja harus menerima permintaan Raja Mesune.Dan Enka masih belum memutuskan apa yang harus Raja lakukan.Setelah berfikir panjang,Enka akhirnya berfikir bahwa Raja harus menerima keinginan Raja Mesune untuk melakukan pertemuan dan membuat perjanjian damai.Raja lalu menerima usul Enka.Raja lalu memutuskan agar ia melakukan pertemuan dengan Raja Mesune dan membuat perjanjian damai.Sebenarnya,Turva merasa agak kecewa dengan keputusan Raja.Namun,keputusan Raja sudah tidak bisa diubah lagi.

__ADS_1


Raja Mesune pun membuka pembicaraan mengenai tujuan diadakannya pertemuan ini,Raja Mesune pun berbincang-bincang agak lama dengan Raja Kurgosul.Setelah sekitar 1 jam mengadakan diskusi,Enka melihat jari Raja Mesune terlihat seperti mengarahkan sesuatu.Enka lalu melihat ada 100 pasukan pemanah di balik bukit kecil di dekat jembatan.Enka lalu memberitahu Raja Kurgosul bahwa ini adalah "PENIPUAN!!".Raja Kurgosul masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.Dengan tiba-tiba,beberapa panah tiba-tiba mengarah kepada Raja Kurgosul.Para prajurit berusaha melindungi Raja.Namun,banyak yang tewas akibat menerima serangan mendadak tersebut.Raja Kurgosul merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Raja Mesune.Raja Mesune tampaknya tidak peduli dan merasa tidak bersalah dengan perbuatannya.Ia lalu segera berlari menuju ke barisan belakang pasukannya.Raja Mesune lalu memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar menyerang Raja Kurgosul selagi lengah.Seluruh pasukan Barema lalu segera menyerang pasukan Malona tanpa ampun.Raja Kurgosul memerintahkan kepada seluruh pasukan nya agar mundur.Namun,Tigra dan yang lainnya berusaha mengumpulkan pasukan yang hanya tersisa 350 itu dan segera mengatur strategi pertempuran.Tigra mengambil alih pemimpin tertinggi pasukan.Sementara di pasukan Barema,Tirgas sudah berada di barisan terdepan memimpin pasukan Raja Mesune.


Jumlah yang tidak masuk akal,350 melawan 13.000 beserta 100 pemanah.Sangat tidak masuk akal!!!


Tigra beserta pasukan dan sahabat yang lain berusaha mati-matian untuk menahan 13.000 pasukan yang terus-menerus mendesak mereka.Satu-persatu pasukan Malona hampir habis.Kini tersisa 100 pasukan dan Pasukan Barema terlihat masih banyak,sekitar 12.700.Pasukan Malona terus bertahan untuk melindungi Raja Kurgosul.Di saat-saat yang kritis itu,Enka tiba-tiba lengah dan terkena panahan di kepalanya.Kepala Enka mengeluarkan banyak darah.Sisa pasukan Malona tersisa 25.Dan pasukan Barema tersisa 12.590.Dan akhirnya,Pasukan Malona habis tak tersisa dan Tigra pun menyuruh agar membawa Enka ke Kerajaan untuk diobati dan menyuruh kepada seluruh sahabat nya agar mundur.Pasukan Barema mengejar Tigra dan sahabatnya hingga sampai di gerbang Malona.Raja Mesune lalu memerintah kepada seluruh pasukan agar menyerang habis-habisan hingga Kerajaan Malona menjadi miliknya.Namun,tiba-tiba ribuan panah datang dari arah istana Raja Kurgosul.Terlihat Turva tengah memimpin pasukan yang ada di sana.Tigra lalu membawa Raja Kurgosul untuk masuk dan Emily membawa Enka.Raja Mesune sangat terkejut melihat ribuan panah menuju ke pasukannya.Ribuan pasukan Barema banyak yang tewas akibat panah itu sehingga jumlah mereka tersisa 9.000.Turva dengan kekuatan 17.000 pasukan dan 3.000 pemanah segera memerintahkan kepada seluruh pasukan agar menyerang dengan semangat yang tinggi menuju target mereka,Raja Mesune.Seluruh pasukan Barema tiba-tiba mundur dan mereka pun dikejar oleh pasukan Malona yang jumlah sangat banyak itu.Hampir saja Raja Mesune terkena panah di saat-saat yang kritis.Tapi pasukannya melindungi Raja Mesune.Jumlah pasukan Barema berkurang drastis sebanyak 5.000.Raja Mesune lalu menyuruh kepada seluruh pasukannya agar mundur terlebih dahulu mengingat jumlah pasukan Malona yang sangat banyak.Tirgas juga menyuruh agar pasukannya mundur.

__ADS_1


Berlanjut Ke Chapter 8!


__ADS_2