Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Sihir Penyelamat!"


__ADS_3

Chapter 14 (Sihir Penyelamat!)


Kini,Raja Mesune telah bertemu dengan Tirgas.Raja Mesune lalu memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar menghalau seluruh prajurit yang berusaha melindungi Tirgas agar ia bisa bertanding satu lawan satu dengan nya.Turva saat itu telah menuju ke pasukan pemanah kembali kepada gurunya.Delta saat itu telah lelah bersama pasukannya.Sementara Tigra yang sebelumnya bertarung dengan Raja Mesune tapi malah ditinggal,hanya bisa melihat pertarungan satu lawan satu antara Raja Mesune dengan Tirgas.Puvi yang saat itu telah kembali semangatnya langsung menuju pasukan Tigra beserta pasukannya.Tigra yang belum menyadari Puvi pun lengah dan hampir terkena serangan dari para pasukan Puvi.Sementara itu,Puvi memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar menjadi tembok penghalang agar pasukan Tigra tidak dapat membantu Tirgas.Tigra berusaha untuk menembus pertahanan pasukan Puvi.Namun tidak mudah menembus mereka.Tigra juga berusaha agar memikirkan jalan yang lebih bagus untuk menembus pasukan Puvi.Sementara itu,Pasukan Nirbavo menyerang pasukan Delta yang telah melemah.Tirgas saat itu bertarung dengan Raja Mesune tanpa diganggu satu prajurit pun.Raja Mesune berusaha untuk mencari celah agar ia bisa menyerang Tirgas di saat yang tepat.Di saat mereka bertarung,Raja Mesune berkata kepada Tirgas bahwa ia akan membuatnya menyesal karena telah mengkhianatinya.Tirgas berkata dengan rasa percaya diri bahwa ia merasa telah memilih jalan yang menurut ia benar.Tirgas melanjutkan perkataannya bahwa ia telah muak dengan sikap Raja Mesune yang terlalu kasar kepada rakyatnya.Ia juga menambahkannya dengan berkata ia akan segera menuju ke kemenangan dan tidak akan membiarkan Raja Mesune menyentuh sedikit pun Raja Kurgosul.Raja Mesune merasa sangat kesal dengan perkataan Tirgas.Ia pun mendorong Tirgas hingga jatuh ke tanah,ia lalu berusaha untuk menuduh Tirgas.Namun Tirgas berhasil menghindarinya.Kemampuan berpedang mereka berdua bisa dikatakan setara.Tirgas menjadi sangat ahli berpedang dikarenakan ia dilatih oleh Raja Mesune sendiri karena Raja Mesune telah menguasai teknik berpedang dari kecil serta dilatih oleh ayahnya.Pertarungan Tirgas dan Raja Mesune memakan cukup banyak waktu,tidak ada tanda-tanda bahwa salah satu dari mereka terlihat melemah.Mereka masing-masing masih mempunyai tenaga yang sangat besar dan bertarung hingga lebih dua jam.


Sementara itu,Pasukan Delta telah mengalami gempuran yang sangat hebat dari pasukan Nirbavo,Delta lalu menyuruh para pasukan agar bergabung dengan pasukan Tigra.Namun,Nirbavo memerintahkan kepada pasukannya agar berbaris menjadi penghalang antara pasukan Tigra dengan pasukan nya.Delta merasa sangat kesal dengan pergerakan pasukan Nirbavo.Ia ingin menyerangnya dengan cepat dan mengakhirinya.Namun ia telah kehilangan banyak tenaga setelah bertempur tanpa bantuan.Pasukan Tigra yang terus menggempur pasukan Puvi mendapatkan celah di sisi kanan.Tigra lalu menyuruh pasukannya agar menuju ke Turgam melalui pasukan sebelah kanan Puvi.Puvi pun lengah karena membiarkan pasukan Tigra melewatinya.Ia pun segera berlari menuju pasukan sebelah kanan untuk memimpin mereka.Tigra yang telah melihat Puvi sangat panik langsung menyerang dengan cara berlari menunduk sedikit serta memasang pedang di depannya agar ia bisa menyerang dengan sangat tiba-tiba Puvi.Namun,Turgam segera menghalau pergerakan pasukan Tigra dan memerintahkan pasukannya kembali melepaskan panah.Keadaan menjadi gawat,banyak pasukan Tigra tewas.Keadaan pun menjadi lebih serius lagi.Di saat yang sangat genting,tiba-tiba serangan api menuju ke pasukan Puvi.Banyak pasukan Puvi yang terbakar dan akhirnya menjadi abu.Seluruh pasukan baik pasukan Malona dan Barema melihat ke arah asalnya serangan tersebut.Rupanya serangan itu berasal dari para murid sekolah sihir Burd yang dipimpin oleh Yunus.Jumlah mereka hanyalah 300 orang.Dengan masing-masing 60 dari mereka terbagi dalam sihir tanah,sihir angin,sihir petir,sihir air dan sihir api.Mereka berada tepat di atas para pasukan yang tengah bertarung.Turgam yang melihat mereka hanya bisa terdiam melihat para muridnya menyerang pasukan Puvi.Yunus lalu memerintahkan kepada para murid yang menguasai sihir tanah agar memasang tembok penghalang kepada Raja Mesune dan Tirgas agar Tirgas tidak terbunuh.Yunus lalu memerintahkan kepada murid yang menguasai sihir api agar menyerang pasukan pemanah yang di pasukan itu terdapat Turva dan Turgam.Turgam yang mendapat serangan itu lalu memasang pelindung air yang sangat besar.Turgam telah menguasai 5 elemen sihir.Maka dari itu,ia bisa sangat mudah menghalau para muridnya.Rupanya,yang memerintahkan Yunus agar ikut bergabung dalam peperangan beserta para murid yang lain adalah Tarlor.Sebenarnya,meskipun jumlah pasukannya sudah cukup,namun Raja Kurgosul masih khawatir dengan keselamatan Tigra dan yang lainnya.Ia lalu meminta kepada Tarlor agar menuju ke Kota Burd dan meminta bantuan kepada Turgam dan para muridnya segera membantu pasukannya yang bertempur.Ia saat itu belum mengetahui bahwa Turgam telah berkhianat.Tarlor pun segera menuju ke Kota Burd yang ia pimpin itu.


Setelah sampai,ia hanya melihat murid senior Turgam yang bernama Yunus.Ia bertanya kepada Yunus tentang keberadaan Turgam.Yunus menjawab bahwa Turgam berencana untuk berkhianat kepada Raja Kurgosul.Tarlor terkejut dengan penjelasan Yunus,ia lalu menjelaskan bahwa kini pasukan Malona yang dipimpin Tigra telah berperang dengan pasukan Barema.Tarlor meminta kepada Yunus agar membawa beberapa murid yang berasal dari sekolah sihir guna membantu pasukan Tigra.Yunus pun mengiyakan permintaan Tarlor.Dengan begitu,kini pasukan Yunus menyerang seluruh pasukan Barema dari arah atas dengan elemen yang berbeda-beda.Pasukan Barema sangat kewalahan menghadapi sihir merepotkan dari murid-murid Turgam tersebut.Puvi yang saat itu terjatuh akibat serangan sihir air tiba-tiba diserang dari arah depan oleh Tigra.Puvi berusaha untuk menahan pedang Tigra dengan pedangnya.Ia lalu bertarung mati-matian guna melindungi pertarungan Raja Mesune dengan Tirgas.Fokus Puvi secara perlahan mulai memudar dan akhirnya Tigra melihat celah dibagian pinggang Puvi.Ia pun segera menebas pinggang Puvi dan akhirnya Tigra berhasil membuat Puvi jatuh ke tanah dalam keadaan tak bernyawa.

__ADS_1


Nirbavo yang melihat Puvi telah tewas segera menuju ke sahabatnya itu.Ia merasa sangat terpukul dengan kematian Puvi.Ia berusaha untuk menguasai diri dan menuju ke kakaknya agar memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur terlebih dahulu.Keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat.Kini pasukan Malona yang dibantu oleh Murid Turgam dipimpin oleh Yunus menguasai jalannya pertempuran.Semangat mereka kini kembali berapi-api untuk menyerang pasukan Raja Mesune yang melindunginya secara berkeliling.Yunus lalu memerintahkan kepada murid yang menguasai sihir angin agar memberikan serangan angin kencang kepada pasukan yang mengelilingi serta melindungi pertarungan Raja Mesune dan Tirgas agar mereka bisa terpecah-belah.Serangan angin itu membuat sebagian pasukan Barema terbang tanpa arah.


Sementara itu,Raja Mesune yang telah menyadari adanya bantuan dari para murid Turgam lalu berlari meninggalkan Tirgas.Tirgas yang merasa bahwa Raja Mesune telah kalah lalu memerintahkan kepada seluruh pasukan agar menyerang pasukan Barema tanpa ampun.Pasukan Barema pun digempur habis-habisan oleh pasukan Malona.Mereka terpecah-belah akibat serangan itu beserta ditambah oleh serangan petir dan air dari murid Turgam.Sementara itu,pasukan Delta yang telah terkuras banyak tenaganya dibantu oleh Murid yang menguasai sihir tanah.Para pasukan Delta pun dilindungi oleh 60 murid itu dengan dibuatkannya tembok dari tanah yang kokoh agar serangan panah dari Turgam tidak bisa mengenai mereka.Delta sangat berterima kasih kepada para junior nya itu.Sementara itu,60 murid yang menguasai sihir api dipimpin oleh Yunus dan segera menyerang pasukan pemanah.Yunus yang saat itu fokus menyerang tiba-tiba dikejutkan karena ia melihat Turva yang berada di dalam pasukan itu.Yunus lalu berusaha agar serangannya tidak mengenai Turva.Turva telah menguasai teknik berpedang yang hebat.Ia bisa menghadang sihir yang mengarah kepadanya dengan sangat mudah.60 pasukan sihir angin pun beralih membantu murid sihir api agar membuat api mereka menjadi lebih besar dan lebih kuat agar pasukan pemanah Turgam kewalahan.Turgam lalu melindungi pasukannya dengan sihir air nya.Ia juga menyerang kembali para muridnya itu dengan menggunakan sihir tanah dari bawah pasukan Yunus.Yunus berusaha agar menghalau serangan tanah gurunya itu,hampir saja ia terjatuh.


Raja Mesune yang sebelumnya lari dari Tirgas dan menuju ke Turgam akhirnya sampai.Raja Mesune berkata kepada Turgam bahwa ia akan menyuruh pasukannya mundur.Turgam pun menyetujui usulan Raja Mesune.Mereka pun berusaha untuk mengumpulkan pasukan menjadi satu agar bisa mundur sambil melindungi diri mereka secara penuh.Akhirnya,seluruh pasukan Barema telah terkumpul beserta para pemanah.Mereka pun diperintahkan kepada Raja Mesune agar mundur dari pertempuran.Mereka pun mundur sambil melindungi diri mereka sendiri dari serangan sihir dan panah dari pasukan Malona.Akhirnya,pasukan Malona mendapatkan kembali kemenangan yang cukup besar.


Di pertarungan ini,Emily gugur di pihak Malona sementara di pihak Barema Puvi pun tewas.Kedua belah pihak sangat kemudian memberikan penghormatan terakhir kepada mereka berdua.Tigra dan Delta yang melihat Emily dikuburkan merasa sangat terpukul dengan kematian sahabatnya itu.Tigra lalu bersumpah bahwa suatu saat nanti ia akan membunuh Turva beserta gurunya dengan tangannya sendiri.Delta yang melihat keseriusan Tigra berusaha agar mendukungnya.

__ADS_1


Di Kerajaan Malona,kini jasad Emily telah dikuburkan dengan layak di pemakaman khusus untuknya.Tigra merasa sedih dengan kepergian sahabatnya itu,Delta lalu berusaha agar Tigra bisa menguasai dirinya dengan baik.Raja Kurgosul lalu datang dan memberitahu bahwa Tarlor juga telah kembali ke Kota Burd.Ia juga menambahkan bahwa kini Yunus juga telah pulang ke sana.Raja Kurgosul berusaha untuk membuat Tigra dan Delta untuk tidak murung dengan mengizinkan mereka pergi ke Kota Burd untuk menghabiskan waktu dengan senior mereka karena kemungkinan Raja Mesune tidak akan menyerang dalam waktu dekat diakibatkan kurangnya pasukan darinya serta kekalahan yang dialaminya dalam perang sebelumnya.Raja Kurgosul juga mengatakan bahwa mereka tidak boleh terlalu bersedih atas kepergian Emily dan berkhianatnya Turgam serta Turva.


Keesokan harinya,Tigra dan Delta pun kembali ke Kota Burd untuk menghabiskan waktu dengan Yunus dan juga untuk berterima kasih atas bantuan yang diberikannya.


Di Kerajaan Barema,Turgam berbicara dengan Turva mengenai rencana mereka.Mereka seperti tengah membicarakan sesuatu.Nirbavo yang melihatnya langsung menuju ke arah mereka dengan curiga.Turgam yang sadar akan kehadiran Nirbavo langsung mengubah topik pembicaraan dengan Turva dengan berbicara bahwa mereka harus menyerang pasukan Malona di saat mereka tengah lengah.Turva yang mengerti arah pembicaraan gurunya pun langsung saja mengikuti alur dari rencana Turgam.Rasa curiga Nirbavo pun segera hilang dan ia meminta kepada Turgam agar mengajaknya untuk ikut juga dalam pembicaraan mereka.Turgam pun mengiyakannya.Turva hanya bisa mengikuti rencana gurunya itu.


Tigra dan Delta pun telah sampai di Kota Burd,mereka melihat keadaan di sana sangatlah meriah karena keberhasilan 300 murid Turgam itu dalam membantu pasukan Malona.Delta lalu melihat Yunus yang hanya terduduk diam melihat para penduduk yang sangat senang.Ia segera menghampiri Yunus dan bertanya mengapa ia tidak bergabung dengan mereka.Yunus hanya berkata bahwa ia ingin sendiri saja,ia lanjut berkata bahwa ia tidak bisa bergembira setelah mendengar kabar bahwa Emily telah gugur dan itu diakibatkan oleh sahabatnya sendiri,Turva.Yunus sangat kecewa dengan Turva karena ia adalah junior yang paling ia percayai.Delta juga mengatakan bahwa ia juga tidak percaya dengan apa yang dibuat Turgam dan Turva.

__ADS_1


Tigra lalu datang ke arah mereka dan berbicara bahwa ia ingin beristirahat setelah perjalanan jauh.Delta pun ikut dengannya.Namun,Yunus lalu memegang tangan mereka berdua dan menarik mereka menuju ke suatu tempat.Tigra dan Delta heran sekaligus penasaran kemana mereka akan dibawa oleh Yunus.Dan akhirnya mereka pun sampai di tempat yang dituju oleh Yunus.Tempat itu ialah tempat dimana Yunus bermain serta melatih Tigra dan yang lainnya saat mereka masih kecil.


Berlanjut Ke Chapter 15!


__ADS_2