
Chapter 15 (Taman)
Yunus membawa Tigra dan Delta menuju ke tempat dimana dia bermain dan melatih juniornya sewaktu mereka kecil.Mereka sebenarnya lupa dengan masa kecil mereka dengan Yunus karena ada satu peristiwa di mana ketika Yunus berniat untuk menjelajah dan ia diminta oleh Turgam untuk menghilangkan ingatan Tigra dan para sahabatnya mengenai taman tempat mereka bermain serta berlatih sihir dengan Yunus.Yunus menyanggupinya.Ia lalu menghilangkan seluruh ingatan juniornya itu mengenai tentang taman mereka,latihan mereka dan kebersamaan mereka di taman itu.Namun Yunus tidak menghilangkan ingatan mereka mengenai bahwa ia dulunya adalah senior yang telah mengajari mereka.Ia hanya menghilangkan ingatan mereka di bagian taman saja.Jadi ada kemungkinan bahwa juniornya masih mengetahui bahwa Yunus adalah orang yang telah melatih mereka namun bukan di taman itu,melainkan hanya di sekolah sihir Burd.
Setelah sampai di taman itu,awalnya Tigra dan Delta tidak mengetahui apa-apa.Namun,diam-diam Yunus mengembalikan ingatan mereka mengenai masa kecil mereka.Akhirnya,Tigra dan Delta telah mengingat bahwa di situ ialah taman yang digunakan oleh mereka untuk bermain serta berlatih dengan Yunus.Tigra lalu berkata mengapa ia bisa lupa dengan kebersamaan nya dengan Yunus,Delta lalu melanjutkan perkataannya sambil menghadap ke arah Yunus.Ia berkata bahwa ia meminta maaf karena ia telah melupakan hal yang penting baginya dengan Yunus.Yunus hanya berkata sambil tersenyum bahwa tidak masalah mereka melupakan kebersamaan mereka dengannya,asalkan mereka masih mengingat setidaknya bahwa ia adalah orang yang selalu bersama mereka di waktu kecil.
Sementara itu,di Kerajaan Malona,Tirgas melatih para prajurit Malona dengan sangat keras.Raja Kurgosul yang melihat itu lalu menegur Tirgas atas perlakuan nya kepada para prajurit nya.Tirgas lupa bahwa prajurit yang ia latih adalah prajurit Malona,bukanlah prajurit Barema.Ia pun lalu meminta maaf kepada Raja Kurgosul atas kesilapan nya.Raja Kurgosul lalu mengajak Tirgas untuk duduk terlebih dahulu agar ia bisa menghilangkan kekesalan nya kepada Raja Mesune.Tirgas sebenarnya kesal dengan Raja Mesune karena ia melarikan diri darinya ketika sedang berduel.Ia menyebut Raja Mesune sebagai orang pengecut.Raja Kurgosul lalu mengatakan bahwa Raja Mesune lari darinya bukan karena ia takut kepadanya,melainkan pasti ada suatu hal yang harus dilakukan olehnya dan itu pasti sangatlah penting.Raja Kurgosul lalu menanyakan kepada Tirgas apakah ia bisa mencari jalan keluar agar pasukannya tidak gampang menurun semangatnya hanya karena diakibatkan satu peristiwa besar.Tirgas lalu berkata kepada Raja bahwa ia akan melatih mereka hingga mental mereka menjadi sangat kuat.Raja Kurgosul berterima kasih kepada Tirgas atas apa yang dilakukannya.
Di Kerajaan Barema,Raja Mesune tengah berdiskusi mengenai apa yang harus dilakukan ke depannya.Turgam memberi saran bagaimana jika ia hanya menyerang kerajaan-kerajaan kecil baik di wilayah yang dekat maupun jauh.Turgam mengatakan bahwa jika mereka menang,para prajurit musuh akan mereka tawan kemudian mereka bebaskan dengan nyawa mereka sebagai tebusannya.Maksudnya adalah jika mereka mau dilepaskan daru tawanan,mereka mau tidak mau harus menjadi pasukan Barema dan membantu Raja Mesune untuk menjalankan keinginannya.Raja Mesune merasa itu sangat mustahil.Ia beranggapan bahwa tidak semua peperangan dapat ia menangkan.Turva lalu berusaha untuk meyakinkan Raja Mesune bahwa rencana gurunya itu adalah rencana yang paling terbaik.Raja Mesune berusaha untuk memikirkan kembali rencana itu,Nirbavo yang awalnya tidak percaya dengan Turgam dan Turva akhirnya mengajukan usulan yang sama dengan mereka.Namagun yang belum sepenuhnya percaya pun ikut mengusulkan rencana tersebut karena ia rasa rencana itu sangat bagus.Dengan itu,mereka bisa memperbanyak lebih banyak pasukan agar mereka tidak dapat dikalahkan oleh Kerajaan Malona.Kemudian,Turgam lalu berbisik kepada Raja Mesune mengenai satu rencana lagi yang akan membuat Tigra dan Delta menjadi tak bersemangat untuk berperang sehingga mereka akan dengan mudah ditangani olehnya serta Turva.Raja Mesune awalnya terkejut dengan nekatnya Turgam,namun ia akhirnya mempercayai usulan mereka sambil tertawa lepas.
__ADS_1
Di kota Burd,Tarlor berkeliling kota untuk melihat para penduduknya.Ia melihat penduduk dalam keadaan damai dan senang membuat ia merasa lega karena kota yang ia pimpin menjadi lebih damai dikarenakan Tigra beserta sahabatnya telah melindungi mereka dari gempuran pasukan Raja Mesune.Tarlor lalu mengingat bahwa ia harus menuju ke sekolah sihir untuk memberitahu Turgam bahwa para muridnya telah memenangkan peperangan.Setelah sampai,ia hanya melihat beberapa murid Turgam saja.Ia menanyakan kepada salah satu murid kemana perginya Turgam.Murid itu menjawab bahwa Turgam akhir-akhir ini tidak terlihat sama sekali.Tarlor kembali bertanya siapa yang melatih mereka jika Turgam tidak ada.Murid itu pun menjawab bahwa orang yang melatih mereka diwaktu Turgam tidak ada ialah Yunus.Tarlor pun mengingat bahwa Yunus adalah senior dari Tigra dan para sahabatnya.Ia lalu menanyakan kemana perginya Yunus,murid itu menjawab bahwa Yunus berada di gerbang Kota Burd.Tarlor pun segera menuju ke sana,namun ia tidak melihat Yunus.Penduduk yang melihat Tarlor seperti tengah mencari sesuatu lalu bertanya kepada pemimpin mereka itu apa yang ia cari.Tarlor lalu menjawab bahwa ia tengah mencari Yunus.Beberapa orang mengatakan bahwa mereka sempat melihat Yunus sedang berada di sebuah taman bersama Tigra dan Delta.Tarlor terkejut karena Tigra dan Delta ternyata telah kembali dari Kerajaan Malona.Ia lalu pergi ke taman yang dimaksud oleh para penduduk.Setelah sampai,ia melihat ternyata benar.Tigra dan Delta telah pulang dan kini mereka bersama dengan Yunus untuk mengenang kembali masa kecil mereka.Tarlor lalu menghampiri mereka serta menanyakan kapan Tigra dan Delta kembali dari Kerajaan Malona.Delta lalu menjawab bahwa ia dan Tigra baru saja sampai di Kota Burd.Tarlor lalu melanjutkan pertanyaannya dengan bertanya mengenai keberadaan Turva.Tigra dan Delta pun kembali murung akibat pertanyaan tersebut.Tarlor merasa heran dengan raut wajah mereka.Ia pun beralih bertanya kepada Yunus tentang keberadaan Turgam.Yunus pun dengan tenang menjawab bahwa kini Turgam berada di Kerajaan Barema.Tarlor terkejut dengan penjelasan Yunus,ia bertanya apakah Turgam ditawan oleh Raja Mesune.Yunus menjawab bahwa Turgam telah mengkhianati kepercayaan Raja Kurgosul.Yunus lalu menambahkan bahwa Turva kini juga ikut bersama gurunya mendukung Raja Mesune.Tarlor akhirnya mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Tigra dan Delta.Ia berusaha untuk menyemangati mereka agar mereka tidak terlalu bersedih dengan jalan yang diambil oleh Turva.Ia juga berkata kepada mereka bahwa itu bukan salah mereka,melainkan Turva sendiri yang mengikuti Turgam atas keinginannya.Tigra dan Delta berterima kasih kepada Tarlor dan Yunus karena mereka berusaha untuk mengerti dengan keadaan mereka.Yunus tersenyum sambil berkata bahwa ia selalu peduli dengan para juniornya itu karena ia telah menghabiskan masa lalunya dengan mereka.Ia merasa ia harus melindungi mereka meskipun mereka hebat dalam bermain pedang sementara ia ahli dalam bermain sihir.
Di saat-saat yang tenang itu,tiba-tiba satu panah dengan cepat menuju ke arah Tigra dan yang lainnya.Panah itu tidak mempunyai tujuan yang jelas ke mana arahnya.Panah itu kemudian menancap tepat di kepala Tarlor.Seketika keadaan menjadi tegang karena Tarlor berada dalam kondisi kritis.Yunus berusaha untuk memanggil orang-orang untuk membantu Tarlor.Tarlor pun mencegah apa yang dilakukan oleh Yunus,ia mengatakan bahwa ia akhirnya mendapatkan apa yang diinginkannya.Ia hanya ingin segera cepat mati agar ia bisa lepas dari fikirannya yang selalu menyiksanya akibat selalu memikirkan keselamatan semua orang.Tigra dan Delta melihat ke arah asalnya panah tersebut.Ternyata ada 30 prajurit yang menggunakan perisai dari Kerajaan Barema yang menyerang mereka.Tigra dan Delta pun menyerang mereka dengan membawa pedang yang disarungkan untuk menjaga-jaga.Keahlian berperang Tigra dan Delta bisa dikatakan sangatlah hebat sehingga mereka dengan mudahnya membunuh pasukan kecil itu.Di saat-saat terakhir dimana hanya tersisa 1 prajurit Barema,ketika Tigra sudah hampir membunuh prajurit itu,prajurit itu malah mengatakan bahwa ia ingin memberikan surat dari Raja Mesune.Prajurit itupun memberikan surat dari Raja Mesune kepada Tigra.Tigra lalu membaca isi surat itu.Ternyata isi surat itu ialah pernyataan perang oleh Raja Mesune.Di surat itu tertulis bahwa peperangan akan dimulai dalam 2 tahun lagi.Di waktu yang lama itu,ia akan membawa pasukan yang berjumlah sangat banyak sehingga ia tidak akan terkalahkan.Tigra terkejut dengan isi surat itu Delta lalu ikut membaca surat itu dan ekspresi nya sama dengan Tigra.Yunus yang kemudian telah membacanya lalu memberi saran kepada Tigra dan Delta agar membawa surat itu kepada Raja Kurgosul sementara ia akan menolong Tarlor.Tarlor lalu mengatakan kepada Yunus bahwa ia tidak ingin hidup lagi.Ia sudah tidak tahan dengan tekanan yang ia dapat.Ia lalu memberikan alih kepemimpinan Kota Burd kepada Tigra.
Kini,Tigra diangkat sebagai pemimpin Kota Burd oleh Tarlor sendiri.Tigra lalu berkata bahwa ia akan berusaha untuk menjalankan tugasnya dengan sangat baik.Tarlor pun tersenyum mendengar janji yang diucapkan oleh Tigra.Tak lama kemudian,Tarlor akhirnya meninggal di pangkuan Yunus.Yunus sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.Delta berusaha untuk menenangkan Yunus dan memberikan saran agar Tarlor segera dimakamkan dengan layak.Yunus mengiyakan usulan Delta itu.Ia pun lalu membawa Tarlor menuju ke para penduduk sambil memberitahu bahwa Tarlor telah dibunuh sekaligus juga memberitahu bahwa Tigra telah diangkat menjadi pemimpin Kota Burd oleh Tarlor sendiri.Sementara itu,Tigra dan Delta pun segera menuju ke Kerajaan Malona dengan sangat cepat untuk memberitahukan kabar ini kepada Raja Kurgosul dan Tirgas.Kemudian,Yunus dengan cepat-cepat membawa Tarlor menuju ke para penduduk terdekat sambil berniat untuk menguburkannya.Para penduduk yang kebetulan sempat melihat kejadian itu segera menghampiri pemimpin mereka yang telah tewas tersebut.Para penduduk merasa bersedih atas kepergian Tarlor.Yunus lalu berkata bahwa Tarlor harus segera dimakamkan terlebih dahulu.Para penduduk pun bersama-sama membawa Tarlor untuk dimakamkan.
Setelah Tarlor selesai dimakamkan,Yunus kemudian mengumumkan kepada seluruh penduduk Kota Burd bahwa kepemimpinan Tarlor akan beralih kepada salah satu murid Turgam,yaitu Tigra.Yunus juga berkata bahwa mereka tidak boleh terlalu bersedih atas kepergian Tarlor karena itu akan membuat pemimpin mereka semua menjadi tidak enak untuk meninggalkan mereka.Para penduduk pun berusaha agar mereka tidak terlalu bersedih dan mereka hanya bisa berharap kepada kepemimpinan Tigra.
terkumpul 10.000 pasukan.Dan,rencana pengumpulan pasukan Raja Mesune pun dimulai.
__ADS_1
Di sisi lain,kini Tigra dan Delta telah sampai di Kerajaan Malona.Raja Kurgosul dan Tirgas yang melihat mereka sangat terkejut karena kedatangan mereka berdua.Raja Kurgosul menanyakan mengapa mereka kembali lagi.Tigra lalu memberikan sebuah surat dari Raja Mesune kepada Raja Kurgosul.Raja Kurgosul pun membaca isi surat itu dengan cermat.Setelah membaca semua isi surat itu,kini Raja Kurgosul memerintahkan kepada seluruh pasukan agar berlatih lebih keras lagi agar mereka tidak kalah dari pasukan Barema.Raja Kurgosul kemudian berkata dengan raut wajah yang serius dan mengatakan "Dua tahun ya? Saya tidak akan kalah Raja Mesune!"
Kemudian Raja Kurgosul memberikan Tirgas dan Delta tugas untuk melatih para prajuritnya sementara ia sendiri melakukan perjalanan jauh dengan beberapa prajurit kepercayaan nya untuk melakukan pertemanan dengan beberapa Kerajaan kecil maupun besar.Ia tidak ingin menggempur kerajaan yang bukan musuhnya makanya ia hanya menggunakan cara pertemanan dengan Kerajaan-Kerajaan yang lain.Sementara itu,Tigra izin kepada Delta,Tirgas dan Raja Kurgosul untuk kembali ke Kota Burd karena ia telah diangkat menjadi pemimpin di sana oleh Tarlor.Raja Kurgosul terkejut dengan apa yang dikatakan Tigra.Namun,setelah Tigra menjelaskan semua apa yang terjadi,Raja Kurgosul pun mengerti dengan apa yang dialami oleh Tarlor.Raja Kurgosul berpesan kepada Tigra agar menjaga baik-baik kepemimpinan yang diberikan oleh Tarlor selama dua tahun ini.Sementara Delta dan Tirgas akan menjadi pelatih para prajurit Malona.Dan Raja Kurgosul akan mengadakan pertemuan untuk melakukan pertemanan dengan seluruh kerajaan-kerajaan di dunia.
Dua tahun berlalu,kini pasukan Barema telah mengumpulkan pasukan yang cukup banyak.Mereka berhasil menaklukkan banyak Kerajaan di sekitar maupun di wilayah yang sangat jauh.Begitupun dengan Raja Kurgosul.Ia berhasil mengadakan pertemanan dengan beberapa Raja dari kerajaan di seluruh dunia hingga terkumpul prajurit yang ternyata jumlah nya sama kuat dengan jumlah prajurit kerajaan Barema.Raja Kurgosul lalu memanggil Tigra yang telah memimpin dengan baik Kota Burd selama 2 tahun untuk kembali melakukan pertempuran secara besar-besaran dan kemungkinan akan menjadi pertempuran terakhir antara kerajaan Malona dengan kerajaan Barema.Setelah seluruh pasukan terkumpul dan Tigra juga telah kembali,Raja Kurgosul kemudian berangkat menuju medan pertempuran.Tak lama setelah itu Yunus kemudian meminta kepada Raja Kurgosul agar mengizinkan para murid sekolah sihir Burd agar dapat ikut membantu prajurit Malona dari belakang.Raja Kurgosul pun mengizinkan mereka.Dan berangkatlah mereka di tempat yang sangatlah luas sebagai tempat untuk melakukan pertempuran.
Di sisi lain,kini Raja Mesune telah mempersiapkan seluruh pasukan yang telah ia kumpulkan selama 2 tahun ini untuk memerangi Kerajaan Malona.Turgam dan Turva juga ikut membantu mereka dengan Turgam berada di posisi pemimpin pemanah dan Turva berada di pemimpin pasukan bersama Nirbavo.
Bertemulah kedua pasukan itu,di pihak kerajaan Malona,Raja Mesune sendiri yang mengambil alih pemimpin pasukan.Sementara Turva memimpin pasukan sebelah kanan dan Nirbavo sebelah kiri sementara Turgam memimpin pasukan pemanah.Di sisi lain,di kerajaan Malona,Tirgas yang memimpin pasukan sementara Raja Kurgosul berada di bagian pemanah untuk memberi perintah kepada mereka kapan harus melepaskan panah.Sementara Yunus berada di sebelah pasukan pemanah untuk memberikan sihir terbaik mereka kepada lawan,Yunus membawa sekitar 500 murid untuk membantu pasukan Malona dengan masing-masing 100 murid menguasai elemen yang berbeda.Sementara itu,Tigra memimpin pasukan sebelah kiri dan Delta memimpin pasukan sebelah kanan.
__ADS_1
Pertempuran akan segera dimulai dengan jumlah pasukan di kedua belah pihak yang berkekuatan setara,yaitu dengan jumlah SATU JUTA PASUKAN !!!!!
Berlanjut Ke Chapter 16!