
Chapter 4 (Mengakhiri penderitaan!)
Setelah kepergian Seberma,Sanvu dan yang lainnya berusaha agar dapat menjadi lebih kuat lagi agar bisa mengatasi para pasukan Raja Mesune.Limzy merasa tidak enak badan setelah pertempuran beberapa waktu lalu melawan Kerajaan Barema.Limzy merasa sangat tidak enak badan mengingat ia terkenal sedikit goresan pedang di bagian pinggang akibat ia melindungi Sanvu yang saat itu hampir dibunuh oleh Tirgas.Sema menghampiri Limzy dan membawanya ke tempat istirahat.Sema menanyakan kepada Limzy tentang keadaanya.Limzy mengatakan bahwa ia baik-baik saja.Sema merasa khawatir dengan Limzy karena ia juga melihat Limzy yang terkena goresan pedang oleh Tirgas.Sema pun merawat Limzy hingga Limzy baikan.Emily dan Tigra merasa bahwa Limzy harus pulang ke Kota Burd untuk dirawat oleh Turgam.Namun,Limzy menolak dengan alasan bahwa ia akan tetap berada di Kerajaan Malona dan tidak akan ke Kota Burd sampai Kerajaan Barema runtuh dan Raja Mesune tewas.Tigra dan Emily pun hanya bisa pasrah mendengar keputusan Limzy.
Sanvu dan yang lainnya pun merasa khawatir dengan keadaan Limzy yang terus memburuk.Sanvu merasa bersalah dengan Limzy karena telah melindungi nya dari Tirgas.Limzy pun menjelaskan kepada Sanvu bahwa ia melindungi Sanvu karena ia adalah sahabatnya.Jadi Sanvu tidak perlu merasa bersalah dengan Limzy.Sanvu pun berusaha menjadi lebih kuat lagi dalam ilmu pedang dan dia diajari oleh Raja Kurgosul sendiri.
__ADS_1
Tepat 3 Minggu setelah peristiwa itu,rasa benci Raja Mesune kepada Raja Kurgosul makin bertambah jadi.Raja Mesune pun kembali menyusun rencana agar Kerajaan Malona hancur.Raja Mesune meminta pendapat para penasihat agar bagaimana bertindak dalam situasi ini.Salah satu penasihat yang paling dipercaya Raja Mesune mengusulkan agar menyerang Kerajaan Malona saat masih fajar agar pasukan Malona tidak sempat bersiap-siap menghadapi serangan tersebut.Raja Mesune pun menerima usulan penasihat kepercayaan nya itu dan memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar menyerang Kerajaan Malona saat masih Fajar.
Di Kerajaan Malona,Sanvu terlihat makin khawatir melihat keadaan Limzy yang makin hari makin memburuk.Sanvu lalu meminta kepada Raja Kurgosul untuk memanggil orang yang bisa menyembuhkan Limzy.Raja Kurgosul lalu berkata kepada Sanvu bahwa ia tidak memiliki orang yang mempunyai kemampuan tersebut.Sanvu pun makin khawatir melihat kondisi Limzy.Delta dan Dubas pun segera menenangkan menghampiri Sanvu untuk menenangkan nya.Setelah itu,Sanvu dan sahabat yang lain pun tidur karena sudah ngantuk.
Turva pada waktu itu melihat Sanvu yang membunuh Limzy,Turva merasa tidak percaya kepada apa yang dilakukan Sanvu.Turva lalu masuk ke Medan perang dengan rasa dendam kepada Raja Mesune dan Sanvu.Turva lalu membunuh banyak pasukan Barema dengan sangat cepat serta ia juga dibantu oleh Sema.Pada awalnya pasukan Malona terdesak disebabkan oleh ketidaksiapan mereka.Namun,Turva membangkitkan semangat yang tinggi kepada seluruh pasukan Malona agar mereka tetap bertahan dan maju terus demi mempertahankan Kerajaan Malona.Para Prajurit dan para sahabat Turva pun merasa sangat semangat dengan perkataan Turva.Mereka pun lalu maju dengan semangat yang tinggi menyerang balik pasukan Barema.Pasukan Barema akhirnya terdesak balik dan Raja Mesune pun memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar mundur terlebih dahulu.
__ADS_1
Dan akhirnya,pasukan Malona menang di perang tersebut.Sanvu merasa sangat senang hingga melupakan perbuatannya kepada Limzy.Setelah pertempuran agak mereda,Turva lalu menghampiri Sanvu dan menghajar nya dengan sangat keras.Sanvu pun merasa heran dengan perlakuan Turva.Turva lalu membawa seluruh sahabat dan Raja Kurgosul untuk melihat keadaan Limzy.Setelah melihat keadaan Limzy,Sanvu baru mengingat bahwa ia baru saja membunuh Limzy.Turva lalu bertanya dengan nada tinggi kepada Sanvu kenapa ia membunuh Limzy.Sanvu pun berusaha menenangkan Turva dan berusaha menenangkan Turva.
Setelah mendengar penjelasan Sanvu,Turva pun akhirnya mengerti dengan perbuatan dari Sanvu.Turva pun akhirnya memaafkan Sanvu dan akhirnya pada siang hari nya Sanvu dan yang lainnya berniat pergi untuk memakamkan Limzy di tanah kelahirannya sesuai permintaan Limzy sendiri,yaitu di Kota Burd.
Berlanjut Ke Chapter 5!
__ADS_1