Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Bantuan!"


__ADS_3

Chapter 9 (Bantuan!)


Pasukan Barema dan Pasukan Malona masih bertarung mati-matian.Pasukan Barema dipimpin oleh Raja Mesune sementara Pasukan Malona dipimpin oleh Tigra.Tigra yang masih mencari-cari keberadaan Dubas yang kematian nya belum ia ketahui.Tigra terus menerobos pasukan Barema yang menghalanginya dibantu oleh 300 pasukannya.Di saat yang tidak diduga,Tigra bertemu dengan Raja Mesune.Raja Mesune merasa bahwa ia sedang melihat murid dari Turgam.Raja Mesune pun segera mengambil pedangnya dan mengayunkannya tepat ke arah Tigra.Di saat yang tegang itu,tiba-tiba Turva datang dan segera menolong Tigra yang hampir saja tewas.Raja Mesune pun mengambil pedangnya dan segera kembali ke barisan belakang pasukan.


Turva menanyakan kepada Tigra kemana semua sahabat yang lain.Tigra menjawab bahwa Emily,Delta dan Sema tengah memimpin masing-masing sisi pasukan.Sementara ia sendiri tengah mencari Dubas yang sempat ia lihat tengah berlari mencari Tirgas.Turva terkejut dengan penjelasan Tigra.Ia lalu menyuruh Tigra agar kembali ke pasukannya untuk memimpin pasukan bala bantuan yang ia bawa.Tigra berterima kasih kepada Turva karena membawakan pasukan tambahan.Tigra lalu menuju ke pasukan yang di bawa oleh Turva,sementara Turva membawa 700 pasukan tambahan untuk ikut dengannya mencari Dubas.


Turva lalu menerobos seluruh pasukan Barema dan masih mencari Dubas.Sementara itu, setelah sampai di pasukan yang di bawa oleh Turva,ia lalu memberitahu kepada seluruh pasukan itu bahwa ia akan mengambil alih pemimpin pasukan yang diserahkan Turva kepadanya.Para pasukan itu pun langsung mengerti dan mereka pun membantu pasukan yang dipimpin Emily,Delta dan Sema menggempur pasukan Barema.


Turva masih saja mencari keberadaan Dubas yang saat itu mayat Dubas tengah berada di perkemahan Tirgas.Ternyata sebelum Tirgas berniat istirahat,ia mengambil mayat Dubas dan tidak berniat mengembalikannya kepada para sahabatnya maupun kepada Raja Mesune.Alasannya adalah jika ia membawa mayatnya kepada para sahabatnya,Dubas akan segera dimakamkan.Tirgas ingin agar keinginan terakhir Dubas harus dipenuhi me ngingat hanya ialah yang ne dengar keinginan Dubas dan para sahabatnya tidak mengetahuinya.Sementara jika ia menyerahkannya kepada Raja Mesune,nantinya mayat Dubas akan dibuat mainan oleh Raja Mesune dan jika sampai berita itu sampai ke telinga para sahabatnya,maka peperangan akan semakin parah dan semakin banyak korban yang berjatuhan.

__ADS_1


Akhirnya,Tirgas memutuskan untuk menyembunyikan saja mayat Dubas hingga konflik antara Barema dan Malona berakhir.


Turva saat itu yang tengah mencari mayat Dubas,ia diberitahu oleh salah satu pasukannya bahwa pasukan sayap kanan yang dipimpin Sema membutuhkan pertolongan.Turva pun membawa pasukannya untuk membantu Sema.Di sisi lain,Emily dan Delta memimpin jalannya pertempuran karena mereka mendapatkan lebih banyak bantuan dari pasukan bantuan yang dipimpin oleh Tigra.Saat itu pasukan Barema tersisa 35.000 dan pasukan Malona tersisa 40.000.Jumlah pasukan Barema banyak yang mati akibat dibantai oleh murid-murid Turgam tersebut.Pasukan Barema pun diperintahkan oleh Raja Mesune agar segera mundur untuk menyusun rencana selanjutnya.Pasuka Malona berusaha membantai pasukan yang masih bisa didapat dengan dipimpin oleh Delta.Sementara Tigra,Emily dan Sema tidak mengejar pasukan Barema yang lari dan segera menghampiri Turva yang kelihatan masih sangat khawatir dengan keadaan Dubas.Tigra bertanya kepada Turva apakah Dubas sudah ditemukan?


Turva menjawab bahwa ia tidak menemukan Dubas di satupun tempat.Turva sudah me cari semaksimal mungkin namun hasilnya nihil.Sema beranggapan bahwa Dubas sudah gugur dan mayatnya dikubur sangat dalam oleh pasukan Barema tanpa sepengetahuan para sahabatnya.Turva tidak percaya dengan perkataan Sema.Setelah pertempuran agak mereda,Turva pun menyerah dan hanya bisa berharap keselamatan Dubas kepada sang pencipta.Delta kembali setelah mengejar pasukan Barema yang kabur.Delta dan pasukannya membawa banyak tahanan dan harta rampasan yang bernilai sangat mahal.


Para pasukan Malona pun kembali ke Kerajaan tanpa mengetahui kabar dari Dubas sedikitpun yang saat itu tengah berada di sekitar perkemahan Tirgas.Raja Kurgosul saat itu tengah berada di sekitar makam Enka yang juga sudah gugur.Raja Kurgosul melihat dari kejauhan tampak para pasukannya dipimpin oleh Turva telah kembali dari peperangan dengan membawa tahanan dan harta rampasan yang sangat banyak.Raja Kurgosul segera menghampiri Turva dan memeluknya serta mengucapakan selamat atas kemenangannya.Raja lalu melihat wajah dari Tigra,Emily,Delta dan Sema.Raja heran dengan wajah mereka yang tampak murung.Raja juga heran mengapa Dubas tidak berada di barisan pasukannya.Ia lalu menanyakan kepada Turva kemana perginya Dubas?


Turva berterima kasih kepada Raja Kurgosul karena telah menghibur nya dan para sahabatnya.Namun,Turva masih terlihat belum menerima kehilangan Dubas.Turva selalu merasa bersalah mengingat kematian para sahabat nya yang terdahulu mendahuluinya.Turva berusaha agar tidak bersedih terus dan segera bangkit dan membalaskan dendam sahabat-sahabatnya yang sudah gugur.Turva lalu berusaha menyemangati para sahabat yang lain agar tetap semangat dan tetap mempunyai tekad untuk mengakhiri konflik panjang ini.Turva lalu menuju ke tempat latihan alat perang dan segera melatih dirinya agar lebih kuat dan lincah lagi.Sementara itu,Tigra segera kembali ke kamar nya untuk beristirahat.Sementara Emily makan bersama Raja.Delta saat itu pergi ke pasukan yang beristirahat untuk mengatur mereka.Dan

__ADS_1


Sema menuju ke tempat penahanan untuk memenjarakan semua tahanan yang dibawa oleh Delta.


Setelah sampai di tempat latihan,Turva mengambil sebuah gada dan berusaha mengangkat nya.Namun Turva masih kesulitan dalam mengangkatnya.Turva tiba-tiba mengingat Enka yang saat itu tengah berlatih Gada.Air mata Turva kemudian jatuh ke Gada yang ia pegang.Turva merasa sangat bersalah mengingat semua sahabatnya yang telah gugur hanya untuk mengakhiri konflik dari kedua daerah yang bukan tanah kelahiran mereka.Bahkan kedua daerah itulah penyebab tanah tempat tinggal mereka terancam sehingga mereka harus ikut campur untuk mengakhiri konflik ini.Turva segera menghapus air matanya dan segera melatih kemampuan nya dimulai dari pedang,kemudian panah,lalu menggunakan perisai dan lalu berusaha menggunakan Gada seperti Enka.


Di tempat lain,Delta tengah mengatur para pasukan yang berisitirahat itu.Tanpa disadari,ternyata ada beberapa pasukan Barema yang menyamar menjadi pasukan Malona dan berusaha menyerang mendadak menyerang pasukan yang lengah.Delta lalu memerintahkan kepada seluruh pasukan agar segera siap untuk pertempuran selanjutnya.Tiba-tiba,sebuah tombak yang sangat tajam meluncur dengan sangat kencang menuju ke arahnya.Tombak itu berasal dari salah satu pemimpin pasukan Barema.Delta tidak punya kesempatan untuk menghindari nya.Namun,secara tidak sengaja entah darimana tiba-tiba Sema datang dan memasang badan untuk melindungi Delta.Tombak itupun menembus dada Sema.Delta terkejut melihat Sema yang saat itu sekarat.Delta berusaha memanggil perawat agar membawa Sema menuju ke tempat perawatan.Sema berusaha memberhentikan Delta.Sema mengatakan bahwa ia tidak ingin agar ia dibawa ke tempat perawatan.Sema lalu lanjut berkata bahwa ia ingin segera menyusul Dubas agar rasa penasarannya segera hilang.Sema lalu menyuruh agar Delta segera memerintahkan Tigra,Emily dan Turva untuk membawa pasukan yang tersisa.Delta berusaha untuk menyanggupinya.Delta lalu menyerahkan posisi pemimpin kepada salah satu pasukan dan menyuruh beberapa untuk menahan badan dari Sema.


Delta berusaha mencari keberadaan Tigra, Emily dan Turva untuk meminta bantuan.Setelah mendapatkan ketiga sahabatnya itu,Delta lalu menjelaskan kejadian yang menimpa Sema.Yang paling terpukul saat itu adalah Turva.Dengan perasaan yang sangat marah dan tidak terkendali,Turva membawa pasukan yang bersamanya untuk segera membantu Pasukan yang tengah bertahan dari gempuran 70.000 pasukan yang datang secara tiba-tiba dari Barema.Jumlah pasukan Malona saat itu hanyalah 35.000 saja.Sehingga sangat susah untuk bertahan.Sema saat itu sudah sangat sekarat.Para pasukan yang bersamanya saat itu mendengar dari Sema bahwa ia ingin agar para sahabatnya tetap fokus pada pertempuran dan ia meminta kepada para pasukan untuk menyembunyikan nya hingga pertempuran selesai agar fokus para sahabat nya tidak terganggu.Para pasukan pun segera menyembunyikan Sema sambil menunggu pasukan bantuan dari Tigra,Emily dan Turva datang.


Turva saat itu dengan pasukan berkekuatan 30.000 dan ditemani oleh Tigra dan Emily segera menuju ke tempat pertempuran tersebut.Sema saat itu tengah sangat sekarat.Sema berusaha agar tetap bertahan dan berusaha memastikan kedatangan para sahabatnya.Namun,belum sempat ia berdiri,ia telah dikepung oleh para pasukan Barema yang lolos dari barisan pasukan Malona.Pasukan Barema pun segera menyiksa Sema dan Sema yang tidak bisa melawan pun hanya bisa pasrah diserang oleh pasukan tersebut.Akhirnya,Sema pun gugur akibat menerima banyak luka tusuk dari pedang pasukan Barema.Pasukan Malona yang saat itu masih belum siap berlari menuju ke pertahanan terakhir Kerajaan mereka.Di situ mereka berusaha menahan gempuran pasukan Barema sambil menunggu pasukan bantuan datang.Di sisi lain,Turva merasa sangat khawatir dengan keadaan Sema.Turva pun mempercepat jalan pasukannya agar Sema bisa terselamatkan.Sema saat itu sudah gugur dan tidak ada yang berani mendekatinya.Para pasukan Malona semuanya mundur dan keadaan menjadi semakin gawat karena Tirgas ada di barisan terdepan pasukan Barema!

__ADS_1


Berlanjut Ke Chapter 10!


__ADS_2