Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Menyerang Kembali!"


__ADS_3

Chapter 12 (Menyerang Kembali!)


Emily telah kembali dari sekolah sihir,ia melihat Turva dan Turgam terlihat seperti membicarakan sesuatu yang sangat penting.Emily merasa sangat curiga dengan pembicaraan mereka.Ia berusaha bersembunyi agar tidak diketahui oleh Turgam.Emily pun mencoba untuk mendengar secara diam-diam mengenai pembicaraan mereka.Ia kaget dengan isi pembicaraan Turva dengan gurunya.Dia serasa tidak percaya bagaimana bisa Turgam berfikir seperti itu.Emily pun lalu pergi untuk menenangkan fikirannya.Ia tidak berniat untuk memberitahukan hal tersebut kepada Tigra dan Delta.Ia tidak mau lagi mendengar kelanjutan pembicaraan gurunya.Tigra yang melihatnya merasa heran karena melihat Emily duduk dengan wajah yang sangat cemas dan gelisah.Tigra pun menghampiri Emily dan bertanya alasannya merasa cemas.Emily berusaha untuk menyembunyikan hal yang sebenarnya terjadi.Ia berpura-pura bahwa ia tadi sedang dikejar hantu.Tigra tertawa karena perkataan Emily.Ia berkata bahwa hantu itu tidak ada,walaupun ada pasti ia sudah siap melindunginya.Emily berusaha agar tetap menjaga rahasianya.Ia pun mencoba untuk memaksakan tertawa bersama Tigra supaya rasa cemas nya bisa menghilang.


Di Kerajaan Barema,Raja Mesune mulai kesal karena Tirgas sampai sekarang belum kembali ke istana dan memberitahukan kabarnya.Raja Mesune merasa bahwa Tirgas telah berkhianat dan membantu Raja Kurgosul supaya mencapai kemenangan.Raja Mesune lalu mempersiapkan 9.000 pasukan untuk menuju ke Kerajaan Malona sekaligus untuk mencari Tirgas.Raja Mesune mempercayakan pemimpin pasukan kepada adiknya sendiri,Nirbavo agar segera membawa Tirgas kembali dan juga untuk menyerang secara kecil terlebih dahulu akibat kekalahan pada perang terakhir.Raja Mesune harus memulihkan pasukannya terlebih dahulu,jadi ia hanya menyerahkan sedikit dari pasukannya untuk menyerang Kerajaan Malona.


Di Kerajaan Malona,Tirgas merasa khawatir karena ia pasti sedang dicari oleh Raja Mesune,ia lalu meminta kepada Raja Kurgosul agar menyembunyikannya di tempat yang aman.Raja berkata bahwa ia akan melindunginya dari kejaran Raja Mesune.Sebenarnya Raja Kurgosul ingin memanggil Tigra dan yang lainnya untuk membantunya.Namun ia sedang ingin mengganggu waktu bersama Turgam dengan para murid kesayangannya itu.Raja Kurgosul pun mau tidak mau harus memimpin sendiri pasukannya jika ia sedang diserang.

__ADS_1


Di Kota Burd,Delta baru saja kembali dari rumah pamannya.Ia membawa barang yang dihadiahkan pamannya kepadanya.Barang itu adalah sebuah pedang yang sangat tajam dan runcing.Delta lalu menjaga pedangnya itu secara baik-baik.Turva yang melihat pedang itu merasa ingin meminjamnya dari Delta.Setelah mengetahui Turva ingin meminjamnya,Delta pun meminjamkan pedangnya kepada Turva.Turva yang memegang pedang itu merasa sangat senang karena selama ini dia tidak pernah melihat pedang sebagus itu.Turva berterima kasih kepada Delta karena telah meminjamkannya.Delta pun hanya tersenyum bahagia karena Turva memuji pedang buatan pamannya.Sementara itu,Tigra dan Emily juga telah kembali.Mereka tampaknya sangat terlihat gembira.Turgam lalu menanyakan alasan mereka bisa tertawa lepas seperti itu,Tigra pun menjelaskan apa


yang terjadi.Turva dan Delta juga ikut tertawa akibat mendengar penjelasan Tigra.Turva dan Delta lalu menghampiri Emily.Mereka berkata bahwa jika memang ada hantu,maka mereka juga akan melindunginya.Emily sangat bahagia karena ia mendapat sahabat yang sangat baik seperti mereka.


Di saat Raja Kurgosul tengah melatih dan mempersiapkan para pasukannya,sebuah serangan panah tiba-tiba menuju ke arah dirinya.Panah tersebut berjumlah ribuan.Para prajurit pun berusaha melindungi Raja Kurgosul dari panah menggunakan perisai.Tidak sedikit dari mereka tewas akibat terkena panah dadakan itu.Rupanya asal dari panah itu datang dari pasukan Barema yang ada di luar gerbang Kerajaan Malona.Nirbavo,adik Raja Mesune memberi peringatan kepada Raja Kurgosul agar menyerahkan Tirgas kepada pasukannya.Jika Raja menolaknya,maka ia akan menyerang dengan seluruh pasukan yang ia bawa.Tirgas saat itu sedang tertidur akibat kelelahan.Raja Kurgosul panik akibat serangan dadakan yang diluncurkan oleh Prajurit Barema.Ia pun lalu mengumpulkan pasukan yang telah bersedia.Setelah semuanya berkumpul menjadi 7.000 pasukan,mereka pun bersiap untuk menghadang pasukan lawan yang ada di gerbang.


Tarlor pun segera menyiapkan pasukannya.Tarlor juga menyiapkan beberapa penyihir agar mereka bisa membantu dari kejauhan.Tak lupa juga Tarlor mengirimkan sejumlah wanita yang pintar dalam hal pengobatan agar bisa mengobati prajurit yang terluka.Dan para pasukan Burd pun telah terkumpul sebanyak 3.000 orang dengan 300 orang pemanah,80 orang penyihir,30 wanita yang ahli pengobatan dan sisanya yaitu mereka yang ikut turun berperang menggunakan pedang,tombak,gada dan berbagai senjata lainnya.

__ADS_1


Para pasukan Malona mendapat bantuan dari beberapa kerajaan kecil dan Kota Burd sehingga jumlah mereka menjadi 15.000 pasukan.Raja Kurgosul yang memimpin sendiri pasukan itu.Raja dikawal oleh Tarlor agar pelindung Raja tetap bersedia.Dan perang pun dimulai.Para pasukan Malona merasa terdesak akibat mereka tertekan di gerbang sementara pasukan Barema bisa bergerak dengan sesuka hati mereka.Nirbavo juga banyak membunuh pasukan Malona yang mendekatinya.Tarlor selalu berada di dekat Raja Kurgosul agar Raja dapat dipastikan keamanannya.Tarlor lalu memerintahkan kepada para pemanah agar menyerang pasukan Barema yang bagian depan sehingga Pasukan Malona bisa memukul mundur sedikit.Para pemanah pun melepaskan panah secara bertubi-tubi kepada pasukan Barema hingga menyebabkan banyak dari mereka yang kehilangan nyawanya.Nirbavo lalu menyuruh kepada pasukannya agar membagi dua pasukan untuk memecah fokus pasukan Malona.Ia memimpin pasukan di bagian kanan dan di sebelah kiri ia menyerahkannya kepada salah satu sahabatnya,Puvi.


Puvi lalu memerintah para pasukan sebelah kiri agar mundur terlebih dahulu dan membiarkan para pasukan sebelah kanan mendesak pasukan Malona.Kecerobohan Puvi membuat para pasukan Malona sebelah kanan bisa mendapatkan celah untuk maju dan menyerang pasukan Nirbavo dari samping.Tarlor lalu berusaha untuk melemahkan terlebih dahulu pasukan yang dipimpin oleh Puvi dengan memerintahkan beberapa pemanah untuk menyerang mereka.Banyak pasukan Puvi yang tewas terkena panah.Pasukan Nirbavo masih menguasai pertempuran di sebelah kanan.Namun karena pasukan sebelah kiri yang dipimpin Puvi melemah,maka Nirbavo pun menyuruh pasukannya untuk mundur dan mengambil tempat yang lebih luas agar bisa bergerak lebih leluasa lagi.Para pasukan Nirbavo pun mundur dan diikuti oleh pasukan Puvi.Tarlor dan pasukannya berusaha untuk mengejar mereka hingga sampai ke sebuah tempat yang dijadikan benteng oleh pasukan Malona.Pasukan Nirbavo masuk ke dalam benteng sementara pasukan Puvi berada di luar benteng untuk menjaga bagian dalam.Nirbavo juga menyuruh beberapa pemanah untuk berjaga-jaga di atas benteng.Hal ini menyulitkan bagi Pasukan Malona untuk masuk.Di saat mereka ingin menyerang,maka panah dari pasukan bagian dalam pun akan menyerang mereka dan akan melemahkan mereka.Para pemanah mereka juga tidak bisa memanah pasukan bagian dalam benteng dikarenakan tidak ada bukit yang cukup tinggi untuk itu.Para pemanah hanya bisa memanah para pasukan bagian luar yang dipimpin Puvi.Mereka pun menyerang pasukan Barema tanpa takut.Para pemanah yang berada di atas benteng pun memanah pasukan Malona yang terlihat.Satu-persatu para pasukan Malona tewas terkena panah yang bertubi-tubi.Tarlor juga hampir terkena panah yang dilepaskan untuknya,namun ia masih dilindungi oleh pasukan yang ada di sekitarnya.


Nirbavo lalu berkata dengan sangat keras kepada Raja Kurgosul jika ia menyerahkan Tirgas,maka ia akan berhenti menyerang dan akan kembali ke Kerajaannya.Raja Kurgosul menolak dengan alasan Tirgas sudah tidak ingin lagi berada di Kerajaan Barema.Tirgas ingin hidup dengan damai di Malona.Raja Kurgosul juga menjelaskan bahwa Tirgas sudah tidak memihak kepada Raja Mesune.Nirbavo dan Puvi yang mendengar nya tiba-tiba dengan perasaan yang sangat marah memerintahkan agar seluruh pasukan dalam dan luar untuk segera menekan pasukan Malona.Saat itu pasukan Barema tersisa 6.000 dan pasukan Malona tersisa 10.000.Pasukan Malona merasa terdesak walaupun jumlah mereka lebih banyak.Di saat yang genting itu,tiba tiba Raja Mesune membawa pasukan sebanyak 5.000 untuk membantu adiknya.Para pasukan Malona merasa putus asa dengan datangnya Raja Mesune.Tarlor berusaha untuk menyemangati para pasukan.Namun,Para pasukan Malona sudah merasa pasti tidak menang karena sudah merasa terkuras tenaganya.Raja Mesune lalu memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar menyerang pasukan Malona dari seluruh arah.Tarlor segera memerintahkan kepada para penyihir agar menyerang pasukan Barema dari arah atas.Banyak pasukan Barema yang tewas.Tidak sedikit pula pasukan Malona yang tewas akibat terkena serangan panah dari atas benteng dan ditambah pula pasukan dari Raja Mesune sendiri.Dan di saat putus asa itulah,Tigra dan para sahabatnya muncul dengan membawa pasukan yang tidak begitu banyak,280 pasukan dengan masing-masing 1 sahabat memerintah 70 pasukan.Tigra dan 70 pasukan pertama menyerang dari arah depan.Sementara Emily dan 70 pasukan kedua menyerang dibalik bukit-bukit kecil.Turva dan 70 pasukan yang ketiga menyerang dari arah belakang.Sementara Delta membagi pasukannya menjadi dua dan menyerang pasukan yang dipimpin Nirbavo dari arah kanan dan kiri.Semangat pasukan Malona pun naik akibat bantuan itu.Raja Kurgosul lalu bertanya kepada Tarlor,bagaimana bisa Tigra dan yang lainnya datang padahal ia sudah meminta agar Tarlor tidak memberitahu Turgam.Tarlor tersenyum dan mengatakan bahwa jika ia tidak mengatakan hal ini kepada Turgam,maka Tigra dan yang lainnya tidak akan datang dan pasti Raja Kurgosul juga akan terbunuh di perang itu.Raja Kurgosul merasa bersalah karena telah mengganggu waktu Turgam dan para muridnya.Tarlor melanjutkan perkataannya kepada Raja Kurgosul bahwa saat ini Turgam telah rela jika ia harus kehilangan seluruh murid kesayangannya,asalkan mereka semua gugur demi mengakhiri konflik ini dan membuat para penduduk Kota Burd aman.Raja Kurgosul pun merasa lega akibat perkataan Tarlor.Tigra yang memimpin 70 pasukan pertama masuk dan menerobos seluruh pasukan yang dipimpin oleh Puvi.Para pasukan Puvi panik dan saling membunuh satu sama lain dan berusaha kabur.Para pasukan Malona pun kembali bersemangat dan maju menyerang kembali pasukan Barema.Sementara 70 pasukan ketiga yang dipimpin oleh Turva,menyerang langsung 5.000 pasukan yang dipimpin oleh Raja Mesune.Pasukan Turva juga dibantu oleh para pemanah dan penyihir agar mereka bisa memenangkan pertempuran.Delta yang telah membagi pasukannya menjadi dua langsung memerintahkan kepada mereka agar mengincar adik Raja Mesune,Nirbavo agar Raja Mesune mulai menyuruh mundur para pasukannya.Dan pasukan Delta pun mengincar Nirbavo yang berada di posisi paling tengah di dalam pasukan.Pasukan Emily yang bersembunyi di balik bukit kecil menyerang dengan mengerahkan pasukan secara sedikit demi sedikit.Emily awalnya hanya membawa 10 pasukan bersamanya dan menyuruh pasukannya agar maju secara bergiliran dengan jumlah 10.Begitu seterusnya.Dengan demikian,para pasukan Barema akan ciut nyalinya karena mereka akan mengira bahwa jumlah pasukan Malona tidak ada habis-habisnya.


Rencana Emily berhasil,para pasukan Barema secara perlahan mundur akibat nyali mereka menjadi ciut dikarenakan pasukan Emily yang datang secara bergiliran dan mereka anggap pasukan Malona tidak ada habis-habisnya.Raja Mesune berusaha untuk membangkitkan semangat pasukannya,namun mereka malah kebanyakan lari dan memilih untuk kabur dari pertempuran sehingga jumlah mereka berkurang drastis menjadi hanya tersisa 3.000 saja dan pasukan Malona masih tersisa 8.000 pasukan.Raja Mesune lalu menyuruh pasukannya mundur,begitupun Nirbavo dan Puvi.Dan akhirnya,Pasukan Malona memperoleh kemenangan yang sangat besar.

__ADS_1


Berlanjut Ke Chapter 13!


__ADS_2