
Chapter 17 (Berkumpul Kembali)
Seluruh prajurit tertuju kepada Raja Mesune.Ternyata yang menyerangnya adalah Turva.Raja Mesune bertanya kepada Turva mengapa ia menyerangnya.Turva menjawab bahwa mana mungkin ia mengikuti Raja yang tidak bisa memperlakukan manusia lain dengan selayaknya.Di saat-saat kritis itu,Turgam juga ikut menyerang Raja Mesune dengan melepaskan panah.Namun saat itu Namagun,istri Raja Mesune langsung memasang badan nya yang membuatnya terkena panah dari Turgam.Panah itu menembus langsung ke dadanya dan ia terjatuh dan tewas seketika.Raja Mesune yang melihat istrinya telah tak bernyawa langsung menghampirinya.Raja Mesune berteriak kepada seluruh pasukannya agar melindunginya dan istrinya.Para prajurit Barema lalu memasang pertahanan guna melindungi Raja mereka dari segala macam serangan dari pasukan Malona.Saat itu Raja Kurgosul masih kebingungan dengan apa yang terjadi.Di saat ia bingung,ia merasakan seseorang menepuk pundaknya.Raja lalu menoleh ke orang yang menepuk pundaknya itu.Ia melihat Turva yang kini kembali ke pihaknya.Raja Kurgosul berusaha untuk menjauhi Turgam dan Turva karena ia masih ragu akan mereka dikarenakan pengkhianatan mereka tempo hari.Turva menjelaskan bahwa ia hanya berpura-pura mengikuti Raja Mesune atas dasar rencana gurunya.Turgam melanjutkan perkataan Turva seraya tersenyum.Turgam berkata bahwa Raja Kurgosul tidak perlu takut kepada mereka karena tidak mungkin Turva melupakan janji yang pernah ia buat kepada para sahabatnya.Raja Kurgosul berusaha untuk memberanikan diri berdiri dan berusaha mempercayai mereka.Ia bertanya kepada mereka apa yang membuatnya harus percaya kepada mereka.Turgam lalu berkata bahwa Raja boleh memerintahkan apa saja kepada mereka agar bisa dipercayai oleh Raja.Lalu Raja Kurgosul memerintahkan kepada Turva dan Turgam agar segera menyerang dan membunuh Raja Mesune.
Dan kini,pemimpin pasukan Malona beralih kepada Turva.Ia lalu memasang strategi agar pasukan sayap kanan terlebih dahulu menyerang dan memenuhi barisan pasukan depan.Turva lalu memerintahkan kepada pasukan sayap kiri untuk menyerang dari belakang pasukan Barema dan berusaha untuk lewat di belakang pasukan sayap kanan agar pergerakan mereka tidak diketahui.Dan masing-masing pasukan pun melaksanakan perintah Turva dengan hati-hati.Raja Mesune yang melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari pasukan sayap kanan Malona yang tiba-tiba maju dan segera memenuhi pasukan baris depan membelakangi pasukan sayap kiri.Turgam saat itu juga telah berada di posisi para menyihir menggantikan Yunus untuk memimpin para muridnya.Sementara itu,Turva meminta kepada Raja Kurgosul agar tetap memperhatikan para prajurit Barema yang melindungi Raja Mesune.Turva saat itu tengah bersiap-siap menyerang dengan menggunakan tombak.Turva mengambil ancang-ancang dan menunggu dari Raja Kurgosul jika terdapat celah dari pasukan itu.Sementara itu,keadaan peperangan berpihak kepada pasukan Malona.Pasukan Barema saat ini hanya menyisakan Raja Mesune sebagai pemimpin mereka.Sementara pasukan Malona masih tersisa Raja Kurgosul,Turgam dan Turva.Prajurit Barema melindungi mati-matian Raja Mesune agar mereka tidak kehilangan arah karena kehilangan pemimpin.Mereka terus didesak mundur oleh pasukan Malona sayap kanan yang sudah berhasil membentuk barisan di bagian depan serta menutup penglihatan lawan atas pergerakan dari pasukan sayap kiri.Raja Mesune yang menyadari bahwa terdapat pasukan yang menyerang dari belakang segera memerintahkan kepada beberapa pasukan agar memasang juga pertahanan di bagian belakang.Pasukan sayap kanan kini berpencar ke tiga arah,depan,kiri dan kanan untuk mematikan pergerakan pasukan Barema.
Kini,Raja Mesune dan pasukannya terkepung dari segala arah dan tidak mempunyai jalan keluar untuk lari.Raja Mesune masih mencari cara untuk keluar dari masalah ini.Dan secara tiba² ia dikejutkan oleh serangan tombak dari Turva.Saat itu,Raja Kurgosul telah melihat celah dari pasukan Barema yang sempat berubah posisi.Ia lalu memberitahu Turva adanya celah tersebut.Turva lalu segera maju ke depan kemudian melompat langsung ke barisan pertahanan Raja Mesune.Ia lalu melempar tombak yang ia pegang serta berkata kepada Raja Mesune dengan sangat keras bahwa ia lengah dua kali dan ia pastinya akan dua kali diserang oleh nya.Raja Mesune lalu memerintahkan kepada pasukannya untuk memasang pertahanan di celah itu.Namun,Turva telah lebih dulu melepaskan tombaknya dan tombak itu menancap tepat di dada Raja Mesune.Karena sudah sekarat dari awal karena serangan pedang dari belakang oleh Turva,ia lalu jatuh dan berada dalam keadaan sekarat.Para pasukan Barema kebingungan melihat pemimpin mereka sekarat dan tidak tahu harus berbuat apa.Mereka tidak bisa lari dikarenakan dikepung dari empat arah.Di saat terakhirnya,Raja Mesune berkata kepada pasukannya agar menyerah saja agar nyawa mereka selamat.Seluruh pasukan Barema berkata bahwa mereka tidak akan menyerah segampang itu kepada musuh.Raja Mesune lalu berkata bahwa ia sangat peduli kepada mereka semua.Ia tidak ingin melihat pasukannya tetap bertahan untuk melindunginya yang memang sudah tidak bisa diharapkan lagi.Dan akhirnya,Raja Mesune tewas dan seluruh pasukan Barema memilih untuk menyerah diakibatkan perintah terakhir dari Raja mereka.Dan selesailah peperangan antara Kerajaan Barema dan Malona.
Turva yang melihat Raja Mesune tewas merasa sangat lega dan ia berniat untuk beristirahat.Namun,saat ia akan duduk sebentar,ia melihat benda yang bercahaya serta berwarna gelap keluar dari dada Raja Mesune.Ia melihat hal yang membuatnya tidak percaya itu,begitupun dengan seluruh orang yang melihat itu.Turgam segera menuju ke Raja Mesune dan segera mengambil benda itu.Ia terkejut karena ia melihat benda berbahaya seperti itu.Turva yang melihat gurunya ketakutan lalu menanyakan kepadanya mengapa ia merasa takut kepada benda "itu".Turgam menjawab bahwa benda yang ia pegang ini merupakan benda dari Raja iblis yang berada di negara Bazhul.Ia mengatakan bahwa benda yang ia pegang itu adalah benda yang bisa membuat penggunanya menjadi jahat serta memiliki sifat yang tidak belas kasih.Raja Kurgosul lalu berkata kepada Turva bahwa dulu Raja Mesune adalah raja yang baik dan berteman baik dengannya.Namun,entah kenapa,tiba-tiba Raja Mesune berubah menjadi jahat dan menyerang Kerajaan Malona yang saat itu tengah melakukan perdamaian dengan mereka.Raja Mesune juga menyerang Kota Burd,tempat kelahiran Turva.Raja Kurgosul akhirnya mengetahui bahwa penyebab Raja Mesune memakai jahat yaitu karena benda yang dipegang oleh Turgam.
Setelah peperangan telah mereda sepenuhnya,mayat Raja Mesune dimakamkan dengan selayaknya.Raja Kurgosul berkata di dekat kuburan Raja Mesune bahwa ia tidak memusuhi nya.Ia juga tidak berniat memerangi nya.Namun karena Raja Mesune yang memulainya,ia juga harus melindungi rakyat nya meskipun ia sendiri masih belum sanggup melindungi dirinya sendiri.Sementara itu,Turgam segera berkata kepada Turva agar segera melaksanakan rencana terakhir.Raja Kurgosul heran dengan apa yang dibicarakan oleh Turgam dan Turva.Turva lalu menuju ke Kota Burd dan segera melaksanakan perintah gurunya,yaitu membawa seluruh mayat sahabatnya yang telah mati.Turgam juga menambahkan bahwa Turva juga boleh membawa mayat Yunus dan Tirgas.Sebenarnya rencana Turgam adalah berpura-pura mengikuti Raja Mesune dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya.Dan di saat Raja Mesune telah tewas dan perdamaian telah dicapai,ia akan menyuruh Turva untuk mengumpulkan seluruh sahabat yang telah mati untuk ia hidupkan kembali.Turgam memiliki kekuatan terlarang yaitu mampu menghidupkan seluruh manusia yang berada dalam jangkauannya.Namun ia hanya bisa menggunakan nya sekali dalam seumur hidup.Karena jika ia telah memakainya,maka ia harus membayarnya dengan nyawa nya.Turva sebenarnya masih ragu-ragu akan keputusan Turgam.Namun ia telah memantapkan tekadnya untuk berkumpul kembali dengan seluruh sahabatnya.
Turva akhirnya berhasil membawa seluruh mayat sahabatnya terkecuali Dubas.Sejak insiden penyerangan Tirgas di waktu itu,Dubas sama sekali tak ditemukan.Turva merasa sangat kecewa karena ia tidak mendapatkan Dubas di satu tempat mana pun.Ia lalu menuju ke kamar Tirgas untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.Ia lalu terkejut melihat ada sebuah kertas yang berada di gagang pintu kamar Tirgas.Ia segera mengambil kertas itu dan membacanya.Ternyata isi kertas itu memberitahu bahwa sebenarnya Dubas telah dibunuh oleh Tirgas dan mayatnya dikubur di belakang rumahnya.Di surat itu juga dijelaskan bahwa Tirgas merasa sangat terganggu karena telah membunuh Dubas.Ia lalu memutuskan untuk berkhianat kepada Raja Mesune agar ia bisa jauh dari mayat Dubas yang telah ia kubur.Di akhir surat,Tirgas menulis bahwa jika ada seseorang yang membaca kertas nya ini,maka saat itu pasti ia telah tiada.Ia memohon kepada yang membaca kertas nya agar segera mengambil mayat Dubas dan mengembalikannya kepada para sahabatnya dan dikuburkan dengan layak sesuai keinginan Dubas.Yaitu saat Raja Mesune tewas dan Dubas juga ingin dikuburkan di sebelah kuburan neneknya.Turva yang membaca kertas itu berteriak dan menangis membayangkan apa yang terjadi kepada Dubas.Ia lalu segera menuju ke Kerajaan Barema untuk mengambil mayat Dubas.
__ADS_1
Ternyata benar,ia mendapati mayat Dubas berada di belakang rumah Tirgas.Ia lalu membawa mayat sahabatnya itu menuju ke tempat yang dijanjikan oleh Turgam.Turgam saat itu telah bersiap-siap untuk menggunakan kekuatan pembangkit nyawa nya.Turva saat itu telah sampai di tempat Turgam dan ia juga telah mendapatkan mayat Dubas.Turgam lalu menyuruh Turva agar meletakkan mayat Dubas berada di sekitar mayat sahabat yang lain serta Yunus dan Tirgas.Turgam juga menyuruh kepada Turva agar menjauh dari jangkauannya agar ia tidak terkena dampak dari kekuatannya.Turva lalu memeluk Turgam untuk terakhir kalinya dan mengatakan bahwa ia tidak akan melupakan jasa Turgam untuk selama-lamanya.Turgam juga berkata bahwa ia akan selalu mengingat para muridnya di dunia sana.
Raja Kurgosul yang melihat itu merasa bahwa ikatan antara Turgam dan Turva telah melebihi hubungan antara guru dan murid.Ia merasa bahwa hubungan Turgam dan para muridnya adalah ayah dan anak.Raja Kurgosul lalu segera menjauh dari jangkauan Turgam karena ia telah bersiap-siap untuk menghidupkan kembali sanvu dan sahabatnya serta Yunus dan Tirgas.Turva lalu mengikuti Raja Kurgosul menjauhi Turgam.
Turgam lalu membaca mantra pembangkit nyawa yang telah ia pelajari.Satu-persatu,seluruh orang yang berada dalam jangkauan Turgam kembali hidup dan kembali mendapatkan kesempatan agar menggunakan nyawa mereka dengan baik.Saat itu,Limzy adalah orang yang paling pertama bangkit dari kematiannya.Limzy saat itu yang telah hidup kembali merasa bingung karena ia melihat Turgam melakukan sesuatu yang aneh.Ia juga melihat seluruh sahabatnya serta Yunus dan Tirgas berada di sekitarnya.
Setelah beberapa lama Turgam menggunakan seluruh kekuatannya,akhirnya semua sahabat Turva kembali mendapatkan kesempatan untuk hidup.Begitupun dengan Yunus dan Tirgas.Turgam yang melihat seluruh orang yang ia telah hidupkan telah melihatnya.Ia lalu berkata kepada mereka sambil tersenyum bahwa mereka harus menggunakan nyawa mereka dengan baik-baik karena ia telah kembali menghidupkan mereka semua.Turgam juga berpesan kepada mereka agar selalu bersama Turva disaat sedih maupun senang.Turgam juga berkata bahwa ia telah menulis 7 surat yang ia tulis terpisah di rumahnya.Ia meminta kepada mereka agar membukanya sesuai urutan dan membacanya guna menjadi petunjuk agar mereka bisa tahu akan langkah yang mereka harus ambil.Tigra dan Delta yang saat itu masih mengira Turgam berbohong langsung membantah perkataan guru mereka.Turgam lalu menjawab mereka bahwa sebenarnya ia tidak memihak Raja Mesune.Ia dan Turva sebenarnya masih memihak kepada Raja Kurgosul namun mereka harus mengambil rencana yang berbahaya ini agar perdamaian bisa tercapai.Tigra dan Delta sedih mendengar perkataan Turgam dan mereka meminta maaf kepada guru mereka itu.
Yunus lalu berkata bahwa mereka harus menghadap kepada Raja Kurgosul untuk meminta saran untuk apa yang harus dilakukan sekarang.Tirgas pun berkata demikian juga.Turva dengan cepat menuju ke Raja Kurgosul dan meminta sesuatu kepadanya.Raja Kurgosul menyetujuinya.Turva lalu memanggil Tirgas dan Yunus untuk menghadap kepada Raja Kurgosul dan menerima hadiah yang menguntungkan.Hadiah itu adalah Tirgas akan diberikan gelar Raja dari kerajaan Barema menggantikan Raja Mesune.Sementara itu,Yunus diberikan kekuasan berupa menjadi pemimpin Kota Burd.Tigra juga merasa Yunus lebih baik memimpin Kota Burd daripada nya.Tirgas dan Yunus awalnya menolak keputusan tersebut.Namun,karena seluruh masyarakat Barema dan Kota Burd menyetujuinya,akhirnya mereka mau menjadi Raja Barema dan Pemimpin Kota Burd.
Sementara itu,Turva meminta kepada Raja Kurgosul agar ia tetap bersama para sahabatnya melindungi Kerajaan Barema,Kerajaan Malona dan Kota Burd sekaligus dari serangan luar yang bisa saja menyerang secara tiba-tiba.Raja menyanggupi permintaan Turva.Turva dan sahabatnya merasa sangat senang karena mereka bisa berkumpul kembali.
Keesokan harinya,Turva mengajak kepada seluruh sahabatnya agar menuju ke rumah Turgam dan kembali mengenang masa kecil mereka.Turva juga mengingat akan perkataan Turgam bahwa ia menulis tujuh kertas yang akan dijadikan petunjuk oleh mereka.Turva dan sahabatnya lalu mencari tujuh kertas tersebut.Setelah semuanya terkumpul,mereka lalu membuka surat pertama.Surat itu berisi tentang berlian yang merupakan kutukan dari Raja Iblis dari negara Bazhul,siapapun yang diberikan berlian tersebut oleh Raja Iblis,maka ia akan menjadi jahat sepenuhnya dan tidak akan kembali lagi menjadi manusia sepenuhnya kecuali ia dalam keadaan lelah dan lemah atau dibunuh.
__ADS_1
Di surat pertama itu juga tertulis bahwa jumlah berlian yang ditebarkan oleh Raja Iblis itu berjumlah enam berlian dan salah satunya telah diberikan kepada Raja Mesune.Turgam meminta tolong kepada seluruh muridnya agar segera menghancurkan lima berlian tersisa yang telah ditebar oleh Raja Iblis.Katanya,letak dari masing-masing berlian itu berada sangat berjauhan satu sama lain dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa menghancurkan semuanya.
Turva lalu tersenyum kepada seluruh sahabatnya,begitupun sebaliknya.Mereka senang karena mereka akan kembali melakukan petualangan bersama-sama lagi.Turva berkata kepada seluruh sahabatnya bahwa mereka harus terus bersama meskipun musuh yang dihadapi sangatlah kuat.Mereka tidak boleh lagi terpencar seperti dulu dan harus tetap bersama apapun keadaannya.Dan mereka pun menyatukan tangan mereka dan bersumpah untuk selalu bersama dan saling melindungi.Dari sini,petualangan Turva dan sahabatnya untuk mencari pengguna dari lima berlian tersebut pun dimulai!
*Tamat!*
CERITA INI AKAN BERLANJUT KE "TURVA DAN SAHABATNYA (BAGIAN 2!)"
CERITANYA AKAN BERLANJUT DI AKUN YANG BERNAMA { MUSYIZIK 2 }
CERITANYA AKAN DIMULAI PADA TANGGAL 17 AGUSTUS 2021!
DITUNGGU YA!
__ADS_1