Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Racun Dalam Makanan!"


__ADS_3

Chapter 6 (Racun dalam makanan!)


Rombongan Dunza tiba di kerajaan Malona pada malam hari.Raja Kurgosul dengan sangat senang menyambut kedatangan mereka.Setelah mengamati para murid itu,Raja Kurgosul merasa aneh.Raja Kurgosul pun menanyakan kepada rombongan Dunza tentang keberadaan Sanvu.Dunza dan yang lainnya hanya terdiam mendengar pertanyaan tersebut.Raja Kurgosul pun mempersilahkan rombongan tersebut masuk terlebih dahulu ke istana nya.Raja Kurgosul masih penasaran mengapa mereka datang dengan muka yang sedikit sedih dan mengapa mereka tidak bersama Sanvu.Raja Kurgosul hanya bisa menahan pertanyaan tersebut sampai para murid itu bisa agak tenang sedikit.Raja Kurgosul juga mempersilahkan Dunza dan yang lain untuk makan bersama nya.


Turva awalnya menolak dengan alasan ia ingin istirahat saja.Namun,karena Turva belum makan dari siang begitupun dengan sahabat yang lain,maka Turva pun ikut makan bersama Raja Kurgosul.Raja Kurgosul memanggil pelayan supaya segera menyiapkan makanan nya.Pelayan itu pun datang membawakan makanan yang disajikan.


Setelah makanan tersebut dihidangkan,Raja Kurgosul pun mempersilahkan Dunza dan yang lain untuk makan.Tanpa berlama-lama lagi,para murid itu pun makan bersama Raja Kurgosul.

__ADS_1


Setelah makan,Emily mengatakan kepada Raja Kurgosul bahwa ia ingin istirahat di kamar nya sambil makanannya.Raja Kurgosul pun mengizinkan Emily untuk kembali ke ruangan nya.Setelah memperhatikan sikap Dunza yang sedikit aneh,Raja Kurgosul pun berkata kepada Dunza bahwa ia ingin berbicara berdua saja di tempat yang telah ditentukan.Dunza dengan tanpa rasa curiga menuruti keinginan Raja Kurgosul.


Setelah semua sahabat yang lain telah tertidur,Dunza yang saat itu sengaja terjaga pergi ke tempat yang telah ditentukan oleh Raja Kurgosul.Setelah sampai di tempat tersebut,Dunza belum melihat Raja Kurgosul.Beberapa lama Dunza menunggu,akhirnya Raja Kurgosul datang.Dunza menanyakan alasan Raja Kurgosul terlambat.Raja Kurgosul menjawab bahwa ia ada sedikit urusan.Setelah itu,Dunza menanyakan kepada Raja Kurgosul mengapa beliau memanggil nya.Raja Kurgosul pun mengatakan bahwa saat makan,ia melihat Dunza seperti terlihat sangat sedih karena sesuatu.Karena itulah,Raja Kurgosul ingin menanyakan masalah tersebut kepada Dunza.


Dunza sepertinya mengerti dengan kekhawatiran Raja Kurgosul.Dunza pun memberitahukan kepada Raja mengenai peristiwa yang terjadi di Kota Burd dan apa yang dialami oleh Sanvu.Setelah mendengar penjelasan Dunza,Raja Kurgosul pun mengerti dengan situasi nya.Raja pun mengatakan kepada Dunza bahwa ia harus tetap semangat dalam hidup dan terus semangat dalam memenuhi janji nya yang dibuat bersama sahabat-sahabatnya.


Dunza berterima kasih atas semangat yang diberikan oleh Raja Kurgosul.Setelah beberapa lama berbincang,Dunza tiba-tiba pingsan dan Raja Kurgosul pun panik serta memanggil prajurit untuk membawa Dunza ke ruang istirahat.Para Prajurit pun langsung membawa Dunza ke kamar nya.Raja Kurgosul penasaran mengapa Dunza bisa pingsan.

__ADS_1


Tak lama setelah Dunza terlihat tak bernafas,sejenis cairan keluar dari mulutnya.Turgam yang melihat itu segera memeriksa cairan itu.Turgam pun mengetahui bahwa cairan tersebut adalah racun.Turgam dengan nada yang sangat tinggi menanyakan kepada Raja Kurgosul mengapa Dunza bisa teracuni,Raja pun menjawab bahwa ia tidak tahu mengenai racun tersebut.Turgam merasa sangat kecewa dengan keamanan yang diberikan oleh Raja Kurgosul.Raja Kurgosul meminta maaf kepada Turgam dan ia juga mengulangi perkataan nya bahwa ia sama sekali tidak tau mengenai racun tersebut.Turgam pun dengan nada yang menurun menanyakan kepada Raja bahwa apakah Dunza memakan sesuatu atau meminum sesuatu.Raja menjelaskan bahwa Dunza dan yang lainnya makan bersama pada saat malam hari kemarin.Turgam kembali bertanya kepada Raja mengenai siapa yang menghidangkan makanan tersebut.Raja Kurgosul menjawab bahwa makanan yang dimakan oleh Dunza dan yang lainnya dihidangkan oleh pelayan nya.Turgam pun segera memerintahkan Raja agar memanggil pelayan yang menghidangkan makanan tersebut.Raja pun memanggil pelayan itu,tapi yang datang adalah pelayan yang lain.Raja dan yang lainnya merasa heran mengapa yang datang bukanlah pelayan yang kemarin.Pelayan itu menjelaskan bahwa pelayan yang menghidangkan makanan kemarin malam bukanlah pelayan dari istana ini.


Raja Kurgosul terkejut dengan perkataan pelayan itu.Raja Kurgosul menanyakan tentang identitas sebenarnya pelayan yang kemarin malam itu.Pelayan itupun menjelaskan bahwa ia adalah Duman,istri dari Tirgas,pemimpin tertinggi pasukan Barema.Raja Kurgosul merasa tidak percaya dengan perkataan pelayan tersebut.Pelayan itu menjawab bahwa saat itu Duman dengan sengaja membuat semua pelayan yang ada di ruangan masak tertidur sehingga Duman dengan mudah mengerjakan tugasnya.Awalnya Duman memasukkan racun ke dalam makanan tersebut agar dimakan oleh Raja Kurgosul,namun Duman malah lupa dengan piring yang ia sudah tentukan dimakan oleh Raja dan ia malah menghidangkannya untuk Dunza.


Raja pun mempersilahkan pelayan tersebut untuk kembali ke tempatnya.Setelah pelayan tersebut kembali,Turgam marah kepada Raja Kurgosul.Turgam menanyakan kepada Raja mengapa ia tidak menjaga para muridnya dengan baik.Raja pun menjawab bawa ia sama sekali tidak tahu mengapa keamanan di kerajaan nya kurang padahal para prajurit nya adalah orang yang sangat kuat dan sangat teliti mengamati orang yang keluar masuk pintu gerbang Kerajaan Malona.Raja meminta maaf kepada Turgam dan Raja memohon kepada Turgam bahwa ia akan lebih berhati-hati menjaga para muridnya.Turgam awalnya menolak,namun Tigra dan sahabat yang lain mengatakan bahwa mereka akan terus di Manila hingga Barema hancur dan Raja Mesune terbunuh.Turgam hanya bisa pasrah mendengar keputusan para muridnya.


Keesokan harinya,Turgam membawa Dunza ke Kota Burd dengan alasan bahwa Dunza pernah berkata kepadanya bahwa jika ia meninggal,ia ingin dikuburkan di sebelah Sekolah Sihir Burd.Raja pun mengizinkannya.Tigra dan yang lainnya pun mengucapkan selamat jalan kepada Turgam dan mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Dunza.

__ADS_1


Setelah Turgam sudah sangat jauh dari pintu gerbang Kerajaan Malona dan sudah tidak terlihat oleh Tigra dan yang lainnya,Raja pun mempersilahkan 7 sahabat tersebut untuk masuk terlebih dahulu.Tigra dan yang lainnya merasa sangat dendam kepada Raja Kurgosul.Mereka pun semakin berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam hal berperang maupun sihir mereka.Mereka akan terus berlatih seperti itu untuk terus melindungi Kerajaan Malona dan berniat menghancurkan Kerajaan Barema hingga hancur sehancur-hancurnya!


Berlanjut Ke Chapter 7!


__ADS_2