Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Pertempuran Terakhir!"


__ADS_3

Chapter 16 (Pertempuran Terakhir!)


Bertemulah kedua pasukan besar itu.Sebelum mereka memulai pertempuran Turgam secara tiba-tiba kembali mengingat masa lalu dari para muridnya.Ingatan bahwa Tigra dan Delta adalah muridnya masih sulit untuk ia hilangkan,Turgam mengingat juga bagaimana di waktu dulu,Tigra sempat menangis karena menginjak batu lalu ia yang menyembuhkannya.Ia juga mengingat waktu dimana Delta hampir saja diculik oleh para prajurit Barema namun berhasil diselamatkan olehnya.Turva yang melihat gurunya melamun segera menanyakan apa yang Turgam fikirkan.Ia merasa khawatir bahwa nanti mereka akan berpisah.Turgam langsung berkata dengan percaya diri agar semangat Turva kembali dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.Turva pun hanya bisa percaya dengan perkataan gurunya itu.


Kemudian Raja Mesune berkata dengan suara yang lantang kepada seluruh pasukannya bahwa ini adalah pertempuran yang besar.Mereka harus berusaha agar bisa menang dari pasukan Malona,Raja Mesune juga menambahkan bahwa mereka harus tetap di posisi mereka masing-masing dan ia juga tidak akan memaafkan siapapun yang kabur dari pertempuran.Raja Kurgosul juga berkata dengan sangat keras kepada seluruh pasukannya agar mereka selalu bisa bersama serta kompak dalam berperang sesuai dengan latihan yang mereka lakukan selama dua tahun ini,ia juga mengatakan bahwa mereka harus mengikuti beberapa pemimpin yang ia tunjuk di beberapa posisi agar mereka tidak akan kehilangan arah jika berada jauh darinya.Seluruh pasukan Malona mengatakan baik secara bersamaan yang membuat mereka semakin bersemangat.Sebelum memulai pertempuran,Raja Mesune memberikan tiga prajurit yang terbilang cukup kuat untuk maju melawan tiga prajurit yang nantinya akan diberikan oleh lawannya.Raja Kurgosul yang mengerti dengan yang dilakukan oleh Raja Mesune lalu memerintahkan kepada tiga prajurit yang ia rasa sepadan dengan mereka untuk maju melakukan duel tiga melawan tiga.Setelah keenam prajurit itu bertemu,mereka pun bertarung satu lawan satu antar prajurit.Dua prajurit pertama kini sedang bertarung,mereka berduel dengan sangat sengit sehingga sulit menemukan celah di antara mereka.Duel itu memakan waktu selama 7 menit dan disaat itulah tiba-tiba prajurit Malona lengah dan ia terkena tebasan pedang di pinggang dan akhirnya jatuh ke tanah.Pasukan Barema lalu berteriak tanda kesenangan dan Pasukan Malona sebaliknya.Dua prajurit yang kedua pun melakukan duel juga.Nampaknya,tubuh prajurit Malona ini lebih besar dibandingkan lawannya.Duel ini hanya memakan waktu 2 menit dan akhirnya prajurit Barema tewas setelah dijatuhkan lalu ditancapkan pedang ke perutnya.Kini,Pasukan yang Malona yang bersorak dan Pasukan Barema yang sebaliknya.Dua prajurit yang terakhir juga melakukan duel.Dari awal mereka masih sama kuat dan tidak ada satupun yang terlihat lelah,hingga akhirnya setelah 10 menit,prajurit Malona terjatuh dan lawannya sudah siap untuk menyerangnya,namun ia segera bangun dan segera menebaskan pedangnya ke kepala musuhnya dan tepat berada di lehernya.Itu membuat lawannya jatuh dengan kepala terputus,prajurit Barema yang sempat melakukan pergerakan akhirnya berhasil mengenai dada dari lawannya dan akhirnya duel mereka dianggap seri.Tidak ada satupun yang bersorak karena tidak ada yang menenangkan duel itu.Dan akhirnya duel tiga lawan tiga itu menghasilkan angka seri dari kedua belah pihak.Setelah prajurit yang masih hidup mundur,Raja Mesune lalu memerintahkan kepada pasukan sebelah kanan yang dipimpin oleh Turva untuk menyerang pasukan terlebih dahulu,mereka pun maju dengan bersamaan menyerang pasukan Malona.Raja Kurgosul yang melihat prajurit Barema telah memulai pertempuran lalu memerintahkan kepada para pemanah agar melepaskan panah-panah mereka.Dilepaskanlah panah yang berjumlah ribuan itu menuju ke pasukan Turva,secara refleks Turva berhasil menghindari panah yang sangat banyak itu sementara di pasukannya sangat banyak prajurit yang terkena panah dan terjatuh.Mereka lalu dikejutkan dengan Pasukan sebelah kiri lawan yang dipimpin oleh Tigra menyerang mereka setelah panah telah dilepaskan.Pasukan Turva merasa tidak siap dengan serangan itu dan mereka pun mau tidak mau menyerang mereka dengan kekuatan dan semangat yang sempat menurun.Pasukan Barema juga tidak ingin kalah,Raja Mesune memberikan arahan kepada Turgam untuk memerintah kapada para pasukan pemanah untuk melepaskan panah-panah mereka.Pasukan Tigra banyak yang berguguran terkena ribuan panah,namun Yunus memerintahkan kepada para murid yang menguasai sihir tanah agar memasang tembok pelindung bagi pasukan Tigra dan serangan panah tersebut sehingga prajurit yang berguguran tidak akan terlalu banyak.Pasukan Tigra lalu menyerang pasukan Turva dengan semangat yang masing membara.Turva pun berusaha menaikkan semangat pasukannya dengan berteriak bahwa mereka pasti akan mencapai kemenangan mereka.Para pasukan yang berusaha untuk menaikkan semangat mereka akhirnya menggempur pasukan Tigra dan akhirnya bertemulah kedua pasukan itu,pasukan Malona mendominasi jalannya pertempuran dengan kemenangan di pihak sebelah kiri,Raja Mesune merasa sangat geram dengan hal tersebut,kemudian ia mengirimkan pasukan sebelah kiri yang dipimpin Nirbavo untuk membantu pasukan sebelah kanan.

__ADS_1


Nirbavo lalu memerintah kepada seluruh pasukan agar bergerak membantu Pasukan Turva yang sedang kewalahan,namun mereka malah dihadang oleh pasukan sayap kanan Malona yang dipimpin oleh Delta.Akhirnya kedua pasukan itu terlibat dalam pertempuran yang besar.Raja Mesune masih mencari momen yang tepat untuk menyerang.Ia mencari keberadaan Tirgas yang ia rasa orang itu akan memimpin di bagian depan pasukan.Tiba-tiba,ia dikejutkan dengan suara pedang yang berasal dari belakang pasukannya.Rupanya itu adalah pasukan yang dipimpin oleh Tirgas sebagai pemimpin bagian depan.Ternyata,Tirgas mengambil waktu yang tepat dimana ketika pasukan sayap masing-masing telah bertarung,mereka akan menutup penglihatan pasukan Barema mengenai mereka sehingga mereka bisa mengambil jalan menuju ke bagian belakang pasukan Barema.Raja Mesune yang terkejut pun memerintahkan kepada Turgam agar melepaskan panah dari beberapa pasukan untuk mengatasi pasukan Tirgas tersebut.Yunus yang masih tetap membantu dari belakang memerintah kepada para murid yang menguasai sihir angin agar menerbangkan panah yang dilepaskan oleh lawan itu berbalik ke arah mereka sendiri.Panah itu pun berhasil diputar arah oleh mereka dan menuju ke arah pasukan pemanah dari Turgam.Mereka terkejut dan akhirnya banyak dari mereka terkena panah yang mereka lepaskan sendiri.Turgam merasa kesal dengan Yunus yang ikut campur dalam pertarungan, kemudian ia memerintahkan kepada beberapa pemanah agar memanah menuju ke bagian belakang tepat kepada pasukan pemanah dari Raja Kurgosul.Ia juga memberikan panah itu beberapa sihir yang membuat panah itu tidak akan berubah arah dan tidak bisa terganggu.Yunus dan para juniornya berusaha untuk menyelamatkan Raja Kurgosul dengan memasang sihir tanah, namun panah itu ternyata cukup kuat untuk menembus tanahnya akibat Turgam telah memastikan panah itu menjadi bisa menembus apapun,beberapa panah telah tembus dan akhirnya mengenai beberapa pasukan pemanah yang dipimpin oleh Raja Kurgosul.Yunus lalu memerintah kepada para murid agar memasang dinding tanah secara berlapis-lapis agar mengurangi jumlah panah yang bisa membahayakan mereka.Rencana itu berhasil,banyak panah lawan yang tidak bisa menuju ke arah mereka.Turgam dengan segera memerintahkan kepada pemanah agar melepaskan panah kepada pasukan Malona yang ada di sebelah kiri.Di situ terdapat Tigra yang memimpinnya.Tigra pun terkejut dengan serangan panah itu dan hampir saja ia terkena panah,namun ia segera dilindungi oleh beberapa prajurit yang memasang tameng.Cukup sedikit prajurit Tigra yang gugur terkena panah.Pasukan Turva yang telah kembali semangatnya pun lalu menyerang pasukan Tigra secara membabi buta,pasukan Tigra merasa sangat kewalahan dengan pergerakan lawan yang menyulitkan,Turva juga kini berhasil membunuh beberapa prajurit yang paling kuat di antara mereka.Tigra juga demikian,mereka masih berada di posisi yang berjauhan dan belum sadar bahwa mereka tidak lama lagi akan bertemu.


Di sisi kanan Malona yang dipimpin oleh Delta,mereka tidak mendapatkan bahaya apapun menghadapi pasukan Nirbavo,Delta juga telah cukup banyak membantai beberapa musuh.Tak lama kemudian,ia dikejutkan dengan serangan pedang dari arah samping.Rupanya orang yang menyerangnya adalah Nirbavo.Tanpa berbasa-basi lagi,mereka pun melakukan duel satu lawan satu.


Saat itu,jumlah pasukan Barema tersisa 590.800 pasukan sementara pasukan Malona tersisa 600.010 pasukan.Setelah pertarungan Tigra dan Turva berakhir,mereka pun melakukan pertempuran secara besar-besaran dengan kekuatan penuh.Raja Mesune dengan rasa percaya diri berada di posisi paling terdepan memimpin pasukannya,ia ditemani oleh Turgam dan Turva dalam memerangi pasukan Malona.Sementara di pihak lain,karena Tirgas telah gugur,maka yang menggantikannya adalah Delta.Raja Kurgosul masih berada di bagian belakang pasukan untuk menjaga-jaga jika ada yang menyerang dari belakang.Dan akhirnya pertempuran sekali lagi memanas.Kini,pasukan Barema yang mendominasi pertempuran dan pasukan Malona semakin terdesak.Mereka merasa kesulitan untuk menembus barisan pertahanan lawan.Raja Mesune juga dikawal dari depan oleh Turgam dan Turva dari belakang.Delta yang kini menjadi pemimpin berusaha untuk menaikkan semangat pasukannya.Meski tidak sebaik Sanvu,Tigra maupun Tirgas,ia berusaha agar bisa memimpin pasukannya dengan sangat baik.Ia juga merasa bahwa ia akan menyusul Tigra di pertempuran terakhir ini.Dan semangat pasukan Malona pun naik meskipun sedikit.Mereka berusaha untuk memikirkan cara yang terbaik untuk mengalahkan lawan.Mereka akhirnya menemukan ide,pasukan bagian depan bertukar posisi dengan pasukan belakang.Itu akan membuat pasukan yang berada di belakang bisa mengumpulkan kembali tenaganya dan jika pasukan depan telah kehilangan tenaga.Maka mereka lagi yang akan maju dan berada di depan,rencana ini mereka dapatkan tanpa dari satu pemimpin manapun.Dan akhirnya rencana ini membuat pasukan Malona bisa bertarung dengan baik karena tenaga mereka tidak akan terkuras habis dan bisa kembali mengisi tenaga nya.Meskipun rencana ini berhasil dan banyak juga pasukan Barema yang tewas,mereka juga banyak kehilangan beberapa pasukan terutama di saat mengganti posisi.Ini juga bisa membuat mereka menjadi repot karena harus berpindah posisi terus menerus.Delta juga memikirkan rencana yang dianggap terbaik untuk menghadapi mereka.Di saat ia bertempur selagi memikirkan rencana,ia dikejutkan dengan kedatangan gurunya yang tiba-tiba menyerangnya.Delta merasa tidak siap dan hampir saja ia terkena serangan pedang dari Turgam.Turgam sebenarnya tidak terlalu mengetahui teknik berpedang,namun ia bisa menambahkan kekuatan sihir ke pedangnya agar tidak mudah patah.Turgam dan Delta akhirnya melakukan duel satu lawan satu.Delta sebenarnya masih tidak percaya dengan jalan yang diambil oleh gurunya.Ia kemudian bertanya kepadanya mengapa ia dengan mudahnya mengkhianati Raja Kurgosul.Turgam menjawab bahwa ia sudah mengatakan sebelumnya,bahwa ia tidak suka dengan pemimpin yang lemah.Ia ingin pemimpin yang kuat agar bisa melindunginya dan ia juga bisa merasa tidak ragu untuk mendukungnya.Delta terkejut dengan penjelasan Turgam.Ia pun hanya bisa menyerang gurunya itu dengan hati-hati.

__ADS_1


Turgam yang melihat Delta bertarung dengan tidak serius segera berteriak kepadanya bahwa ia tidak suka jika Delta berduel dengan sangat tidak serius.Ia juga menambahkan bahwa ia harus membunuhnya jika ia ingin menuju ke Raja Mesune dan Turva serta menambahkan bahwa semuanya akan baik-baik saja sambil tersenyum sedikit.Delta tidak mengetahui apa yang sebenarnya gurunya maksud.Delta pun sudah merasa tidak sanggup untuk melawan gurunya.Raja Mesune yang melihat duel mereka yang membosankan pun akhirnya ikut serta melawan Delta.Raja Mesune memerintahkan kepada Turgam untuk mundur.Dan akhirnya,Delta melawan Raja Mesune.Di samping itu,Turva sedang sibuk menghabisi beberapa pasukan Barema.Sementara,Raja Kurgosul sedang memerintahkan pasukan pemanah serta para murid Turgam agar menyerang dari kejauhan untuk membantu pasukan Malona.Serangan jarak jauh ini membuat beberapa pasukan Barema tewas terkena panah dan sihir.Raja Kurgosul lalu memerintahkan kepada murid penguasa elemen air dan petir untuk menyerang lawan mereka dari arah atas dan bawah.Ia juga memerintahkan kepada murid penguasa elemen api dan angin agar menggabungkan sihir mereka supaya menjadi lebih kuat dan menggunakan sihir itu untuk menyerang pasukan Barema.Tak lupa juga Raja memerintahkan kepada murid penguasa elemen tanah agar membuat dinding di belakang pasukan lawan agar membuat mereka tidak bisa melarikan diri.Hal ini menyulitkan untuk pasukan Barema.Banyak dari mereka satu-persatu tewas.Hal ini membuat Turgam sedikit kesal karena sihir dari para muridnya menggangu pergerakan pasukan.Ia lalu berusaha melawan sihir itu semua seorang diri.Ia juga memerintahkan kepada Turva agar selalu dekat kepada Raja Mesune agar rencana mereka berjalan baik.Turva pun menjalankan apa yang diperintahkan oleh gurunya itu.


Sementara itu,Delta masih saja bertarung dengan Raja Mesune.Bisa dikatakan Raja Mesune memiliki kemampuan berpedang setara dengan Tirgas.Ia juga memiliki tubuh yang hampir sama dengan panglima nya itu.Delta masih berusaha untuk menahan gempuran dari Raja Mesune.Namun,karena merasa bahwa ia tidak mendapatkan serangan yang berarti,Raja Mesune pun segera menendang Delta hingga jatuh ke tanah.Delta sudah tidak bisa menahan serangan dari Raja Mesune dan hanya bisa menunggu saat-saat terakhir nya.Raja Mesune yang melihat Delta telah siap langsung tertawa dan menebaskan pedangnya ke kepala Delta.Akhirnya,Delta juga gugur menyusul Tigra.Hal ini membuat semangat pasukan Barema menjadi lebih tinggi meskipun diserang panah dan sihir.Mereka menjadi lebih menekan pasukan Malona yang saat itu hanya tersisa Raja Kurgosul saja sebagai pemimpin mereka.Raja Mesune lalu memerintahkan kepada seluruh pasukan agar segera mencari keberadaan Raja Kurgosul dan segera membawanya kepadanya dalam keadaan hidup maupun mati.Para pasukan Barema pun segera mencari Raja Kurgosul sambil terus memerangi pasukan lawan.Dan akhirnya,beberapa pasukan melihat keberadaan Raja Kurgosul.Mereka lalu berusaha untuk menuju kepadanya.Namun,tidak mudah untuk menangkap Raja Kurgosul karena banyak prajurit yang bersedia menjadi penghalang bagi lawan.Karena sudah merasa keadaan menjadi sangat sulit,akhirnya Raja Mesune sendiri yang turun tangan menembus pelindung Raja Kurgosul.Ia dengan sangat mudahnya menembus pelindung itu dan akhirnya ia bertemu dengan Raja Kurgosul yang tengah memiliki para pemanah dan penyihir.Raja Mesune lalu mendorong Raja Kurgosul hingga terjatuh ke tanah,ia sudah bersiap-siap untuk mengayunkan pedangnya kepada Raja Kurgosul.Namun tiba-tiba,terjadi sesuatu yang membuat seluruh pertempuran berhenti dan tertuju kepada Raja Mesune.Ternyata,Raja Mesune tertusuk dari belakang oleh pedang yang digunakan oleh Turva.Apa yang sebenarnya terjadi?


Berlanjut Ke Chapter 17!

__ADS_1


__ADS_2