Turva Dan Sahabatnya.

Turva Dan Sahabatnya.
"Masa Lalu"


__ADS_3

Chapter 11 (Masa Lalu)


Seusai pertempuran agak mereda,kini kedua belah pihak memutuskan untuk mundur dan fokus untuk lebih menguatkan pasukannya masing-masing.Tigra,Emily,Turva dan Delta pamit kepada Raja Kurgosul untuk memakamkan mayat Sema.Raja Kurgosul mengizinkan mereka.Raja menjelaskan pula bahwa Tigra dan yang lainnya bisa beristirahat lebih lama terlebih dahulu di Burd karena Kerajaan Barema telah mengalami kekalahan yang besar jadi mereka pastinya akan mengatur strategi yang lebih baik lagi untuk waktu yang lama ke depannya.Tigra berterima kasih kepada Raja Kurgosul karena mengizinkan mereka untuk menetap dalam waktu yang lama di Burd.Para murid Turgam itu pun berangkat ke Burd sore harinya.Untuk berjaga-jaga saja,Raja Kurgosul memerintahkan 280 prajurit nya untuk bertugas melindungi keamanan dari Tigra dan sahabatnya.Tigra pun berangkat menuju ke Kota Burd.


Di Kerajaan Barema,Raja Mesune merasa sangat curiga kepada Tirgas karena ia tidak ada di tempat manapun setelah pertempuran usai.Raja Mesune juga telah mengerahkan beberapa pasukan untuk mencarinya di sekitar luar Kerajaannya,namun hasilnya tetap sama.Tirgas tidak ditemukan di satu tempat mana pun.Raja Mesune merasa cemas dengan tidak adanya Tirgas karena tidak ada yang lebih baik untuk memimpin perang daripada Tirgas.Raja Mesune lalu berfikir cukup lama untuk menduga-duga dimana keberadaan Tirgas.Sempat Raja Mesune berfikir bahwa Tirgas berkhianat kepadanya dan malah membela Raja Kurgosul.Raja Mesune berusaha untuk menghindari fikiran nya yang seperti itu.Ia pun lalu berusaha untuk menenangkan dirinya dan pergi ke kamarnya serta berisitirahat.


Di perjalanan menuju Kota Burd,Delta mengingat bagaimana Sema melindunginya dari serangan para prajurit Barema.Delta juga tidak melupakan bagaimana Sema memasang badannya agar tombak yang dilempar kepadanya tidak mengenai dirinya.Delta merasa bersalah karena membuat Sema harus kehilangan nyawa akibat dirinya.Emily berusaha untuk menenangkan Delta dan mencoba menjelaskan bahwa Sema berbuat seperti itu karena ia adalah sahabatnya.Jadi seharusnya Delta harus ikhlas dengan pengorbanan Sema dan tidak boleh menyesali nya.Delta pun berusaha agar merelakan kepergian Sema.

__ADS_1


Di Kerajaan Malona,Raja Kurgosul tengah duduk di taman belakang nya.Raja kembali mengingat bagaimana awal mula dia kedatangan 12 murid hebat yang pernah dibanggakan nya dulu.Raja Kurgosul juga merasa sangat bersalah kepada Turgam karena ia tidak dapat menepati janjinya.Raja berusaha agar sebisa mungkin menghindari berbicara dengan Turgam.Jika Raja Kurgosul ingin menyampaikan pesannya kepada Turgam,maka ia hanya menitipkannya kepada Tarlor.Turgam selama ini juga sudah mengetahui berita tentang kematian para muridnya setelah kematian Sanvu.Turgam kembali mengingat bagaimana para muridnya itu masih kecil dan belum bisa apa-apa.Turgam mengingat masa dimana para muridnya baru saja memasuki sekolah sihirnya dan ia terlihat sangat tertarik dengan mereka.Turgam paling tertarik dengan Sanvu dan Turva,karena mereka adalah dua murid nya yang paling peduli dengan para sahabat yang lain.Selain itu,Turgam juga mengingat bagaimana Sepurga,murid pertama nya yang gugur,berlatih sihir dan ia berada di paling belakang di antara sahabat yang lain.Sepurga adalah yang paling penakut di antara yang lainnya.Sementara Seberma dan Dubas adalah yang paling berani untuk maju menentang musuh yang bahkan lebih kuat dari mereka.Turgam juga mengingat dimana Limzy adalah murid nya yang paling pertama menguasai teknik sihir tingkat tinggi.Sementara Tigra menguasai teknik sihir itu yang paling terakhir,namun ia memiliki fisik yang paling kuat di antara yang lainnya.Turgam kembali mengingat semua masa-masa dimana ia masih mengajarkan ilmunya kepada Sanvu dan yang lainnya di saat mereka kecil.Turgam berusaha agar ia bisa merelakan muridnya yang telah gugur.


Keesokan harinya,rombongan Tigra telah sampai di pintu gerbang Kota Burd.Mereka disambut dengan sangat gembira oleh para penduduk karena mereka lah yang selama ini membuat mereka menjadi aman.Tarlor yang melihat Tigra dan yang lainnya pun segera menuju ke sana dan membawa mereka ke rumah Turgam.


Di rumah Tirgas di kerajaan Barema,istri dari Tirgas,Duman mengalami beberapa musibah diantaranya ia harus bekerja dengan lebih keras agar ia bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari nya karena saat ini Tirgas tidak diketahui keberadaannya.Duman juga hanya bisa pasrah jika para pasukan Barema datang ke rumahnya setiap hari untuk mencari Tirgas di setiap sudut rumah.Perlengkapan Duman semakin sedikit,Duman pun harus rela mengambil lebih dari 3 pekerjaan agar ia mendapatkan uang yang cukup.


Setelah sampai di rumah Turgam,Tarlor mengetuk pintu rumah Turgam agar ia bisa masuk dan memperlihatkan Tigra dan yang lainnya.Turgam yang saat itu tengah bersedih berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya dan berjalan menuju pintu.Saat pintu dibuka,ia terkejut karena ia melihat Tigra dan yang lainnya datang ke rumahnya tanpa memberi tahu kabar apapun dari Raja Kurgosul.Turgam juga terkejut karena para muridnya hanya tersisa Tigra,Emily,Turva dan Delta saja.Ia bersedih melihat para muridnya itu hanya tersisa sedikit.Emily berusaha untuk menenangkan Turgam dan ia juga berkata bahwa ia dan yang lainnya akan menetap di Burd untuk waktu yang cukup lama karena Raja Mesune diduga tidak akan menyerang dalam waktu dekat.Turgam pun merasa senang dengan perkataan Emily,ia lalu mempersilahkan para muridnya itu masuk ke rumahnya dan mempersilahkan mereka untuk berisitirahat setelah berjalan panjang.

__ADS_1


Setelah masuk ke rumahnya,Turgam lalu mempersiapkan makanan untuk ke empat muridnya itu,ia juga banyak bertanya mengenai petualangan mereka di Malona.Turva menjawab bahwa selama berada di Malona,satu per satu sahabatnya gugur akibat ia tidak melindunginya saat itu.Turva juga meminta maaf kepada Turgam karena ia tidak bisa menjaga sahabatnya.Turgam tidak merasa kecewa dengan perbuatan Turva.Turgam menjelaskan bahwa jika nanti suatu saat konflik antara Barema dan Malona berakhir dan muridnya hanya tersisa satu saja,maka ia tidak akan merasa bersedih.Turgam berkata bahwa ia tidak akan bersedih jika banyak muridnya yang gugur.Justru ia akan merasa bangga karena para muridnya sangat berjasa bagi Raja Kurgosul dan Kerajaan Malona.Turgam juga berkata bahwa Turva harus selalu bersama dengan para sahabatnya yang masih ada sebelum ia nantinya akan berpisah dengan mereka semua.Turva tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Turgam.Ia hanya mengangguk tanda mengerti dengan perkataan gurunya itu.Delta juga menjelaskan bahwa ia akan memakamkan Sema di sebelah makam kedua orang tuanya.Turgam pun melihat mayat Sema yang terdapat lubang di dadanya akibat serangan tombak.Turgam menanyakan bagaimana lubang tersebut ada di tubuhnya.Setelah mendengar penjelasan Delta,Turgam pun mengerti dengan apa yang terjadi,ia lalu mempersilahkan para muridnya untuk berisitirahat terlebih dahulu di kamar yang ia sediakan.Tigra dan yang lainnya pun beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang.


Keesokan harinya,Sema pun dimakamkan di sebelah kedua makam orang tuanya.Seluruh penduduk Kota Burd merasa sangat kehilangan Sema.Mereka merasa kehilangan satu pelindung mereka lagi.Tigra dan yang lainnya sudah bisa menerima kepergian Sema.Setelah pemakaman Sema selesai,Emily izin untuk pergi ke sekolah sihir untuk mengenang masa kecil nya.Sementara Delta pergi ke tempat pamannya untuk sekedar bertemu dengannya.Tigra juga pergi ke laut dekat perbatasan Kota Burd dan kota sebelah.Turva berniat untuk mengunjungi makam dari Sanvu dan berniat untuk meminta maaf.Namun tiba-tiba Turgam datang dan ingin mengajaknya berbicara di tempat yang sepi.Setelah berada di tempat yang sangat sepi,Turva lalu menanyakan mengapa Turgam membawanya ke tempat yang seperti ini,Turgam menjawab bahwa ia ingin berkata sesuatu kepada Turva tentang bagaimana ia harus berbuat.Turgam lalu menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan oleh Turva.Turva memasang wajah takut dan kurang yakin dengan usulan Turgam tersebut.Turgam berusaha meyakinkan Turva agar menjalankan rencana yang ia usulkan,Turva merasa ia tidak berani melakukan hal gila yang diusulkan oleh Turgam.


Apa yang sebenarnya Turgam bicarakan dengan Turva?


Berlanjut Ke Chapter 12!

__ADS_1


__ADS_2