
Chapter 5 (Hukuman!)
Pada saat siang hari,Sanvu dan sahabat yang lain menuju ke Kota Burd dan berniat untuk memakamkan Limzy.Mereka pun ditemani oleh para prajurit kepercayaan Raja Kurgosul.Setibanya di Kota Burd,Turgam lalu menyambut mereka dengan sukacita.Namun,setelah melihat mayat Limzy,Turgam merasa sedih kepada murid nya itu.Turgam lalu menanyakan alasan meninggalnya Limzy.Sanvu lalu menjelaskan secara panjang lebar mengenai peristiwa yang menimpa dirinya serta Limzy.Setelah mendengar penjelasan Sanvu,Turgam pun dengan berat hati bertanya kepada seluruh muridnya.Apakah hukuman bagi seorang murid yang ada di sekolah sihir Burd jika ia membunuh salah satu rekan sekolah nya sendiri?.
Seluruh Murid tersebut menjawab bahwa pelaku tersebut harus dibunuh juga.Sanvu yang sudah mengetahui hal itu hanya bisa pasrah menerima hukuman dari gurunya.Tigra dan Emily meminta kepada Turgam agar mengganti hukuman Sanvu tersebut.Namun,peraturan tetap peraturan.Sanvu harus diberikan hukuman sesuai perbuatannya.Sanvu lalu mematuhi peraturan tersebut dengan sepenuh hati.Sebelum itu,mayat Limzy di makamkan tepat di sebelah makam kedua orang tuanya pada sore harinya.
__ADS_1
Pada malam hari,Sanvu dan sahabat yang lain tengah mengingat-ingat momen saat mereka masih bersama dengan Limzy,Sepurga dan Seberma.Mereka sangat terpukul mengingat bahwa mereka bertiga kini sudah tidak ada bersama mereka.Saat mereka tengah bersedihnya,Turgam pun datang ke para muridnya dan mengingatkan mereka agar mereka terus bersemangat dalam hidup agar Limzy, Sepurga dan Seberma merasa senang melihat mereka.Sanvu dan yang lainnya pun berusaha untuk tetap semangat menjalani hidup mereka dan berusaha untuk meruntuhkan Kerajaan Barema dan Membunuh Raja Mesune.Turgam pun juga mengingatkan kepada para muridnya mengenai hukuman yang akan diberikan kepada Sanvu.Mereka pun kembali merasa terpukul mengingat hukuman yang akan diberikan kepada Sanvu.Sanvu pun dengan sepenuh hati menerima hukuman tersebut.
Pada saat keesokan hari nya,tepatnya pada saat siang hari,seluruh murid Turgam berkumpul di ruangan yang telah ditentukan oleh Turgam dan setelah semua murid berkumpul,Turgam menjelaskan bahwa ia akan memberikan hukuman mati kepada Sanvu.Seluruh murid yang ada di sekolah itu merasa terkejut karena mereka mengira bahwa Sanvu adalah orang yang baik.Turgam pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada seluruh muridnya mengenai alasan Sanvu membunuh rekan satu sekolah nya.Sanvu merasa sangat bersalah mengingat kematian ketiga sahabatnya karena ia tidak bisa menjaga mereka.Sanvu berfikir bahwa hukuman ini pantas untuk dirinya.Turgam lalu memanggil algojo yang bertugas untuk menjalankan hukuman tersebut.Seluruh isi ruangan yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bisa melihat Sanvu yang terlihat pasrah menerima hukumannya.Dunza dan 7 sahabat yang lain ingin menghalang algojo tersebut agar membatalkan hukuman Sanvu.Bahkan,Sema memberikan usul kepada Turgam bahwa ia akan menggantikan posisi Sanvu.
Turgam lalu menyuruh agar seluruh murid bubar.Para murid pun bubar dan meninggalkan mayat Sanvu yang dari lehernya masih mengalir darah.Dunza dan yang lainnya pun menghampiri Sanvu yang telah tewas.Mereka lalu mengatakan bahwa mereka akan selalu mengingat janji yang pernah mereka buat,yaitu meruntuhkan Kerajaan Barema dan membunuh Raja Mesune.
__ADS_1
Setelah selesai dengan hukuman Sanvu,Sanvu lalu dimakamkan di sebelah makam kedua orang tuanya pada saat malam hari.Keesokan harinya,mereka lalu berangkat menuju Kerajaan Malona untuk kembali menetap di sana.Turgam menyarankan agar mereka tidak kembali ke sana karena jika mereka kembali ke sana,yang mereka dapat hanyalah kematian.Tapi,Dunza dan yang lainnya tetap memegang teguh janji mereka bahwa mereka akan tetap di Kerajaan Malona dan tidak akan ke Kota Burd sampai Kerajaan Barema runtuh dan Raja Mesune tewas.Setelah berfikir cukup lama,akhirnya Turgam mengizinkan 8 murid terbaiknya itu untuk pergi lagi menuju ke Kerajaan Malona.
Setelah merasa cukup dengan persiapan mereka,Dunza dan sahabat yang lain pergi menuju ke kerajaan Malona dan berpamitan kepada Turgam.Mereka pun berangkat di siang hari nya.
Berlanjut Ke Chapter 6!
__ADS_1