
"Bruakakakak.....lu kira-kira donk Nin kalo becanda"
Lama Nina terdiam, aku masih tertawa saat terdengar Nina berkata perlahan.
"Aku serius Ren, awalnya aku rasa hanya sekedar kekaguman. waktu kamu bilang aku ganjen, aku benar-benar malu, sedih dan merasa rendah di matamu".
Aku menangkap suara hatinya, ini benar-benar kejujuran. setiap kata dan nada yg kudengar merasuk ke hati dan menggetarkan. tawaku terhenti, senyumku menghilang.
"Aku ingat janji kita tidak boleh ada yang terbawa perasaan, pertemanan kita murni bahkan kita benar-benar seperti keluarga. tapi aku g tau kenapa merasa kekgini Ren. Aku sadar dengan aku bilang ini ke kamu bakal berpengaruh dengan suasana di lapak. tapi aku g tau lagi mesti gimana".
Aku masih diam, membiarkan Nina mengungkapkan apa yg dirasakannya. sambil mulai berpikir apa kata-kata terbaik yg akan aku ucapkan.
"Aku tau Ren, aku bukan type kamu. kamu pernah bilang ke aku waktu itu. dan lagi kayaknya kamu suka sama Wulan. dia lebih cantik dari aku".
"Ah ntah lah Ren kenapa aku bisa suka sih sama kamu".
Nina mulai terisak, aku merasakan dalamnya perasaan yang kini dia ungkapkan. hatiku seperti kegirangan mendengar semua ini. ada kelegaan juga disana. namun perlahan bayangan Rio muncul. Tidak! aku tidak akan menyakitinya. aku tidak akan membiarkan semua kedekatan ini hancur hanya karena keegoisanku saja. aku akan membuat semuanya baik-baik saja.
Aku mulai bisa mengendalikan diri. walau suaranya berubah sedikit serak tapi sudah tidak ada lagi isak tangis. sepertinya Nina berusaha mengendalikan dirinya.
"Ren...kenapa kamu diam aja?"
"Nina..."
"Saya!"
"Boleh nanya gak?"
"Nanya apa Ren?"
"Boleh tau gak apa yg kamu inginkan sekarang?"
Nina terdiam, lama aku menunggu tidak ada jawaban darinya.
"Ok g usah dijawab kalo kamu g nyaman, sekarang gini aja Nin. kamu balik ke lapak jangan keluar-keluar lagi. jangan membuat mereka curiga. kita harus tetap bersama. Rio khawatir banget sama kamu Nin. Bisa?"
"Tapi Ren....?"
"Gak ada kompromi Nin, ini demi kita semua".
Lagi-lagi Nina diam. aku berusaha terus membujuknya, walau sebenarnya sebuah paksaan.
"Kamu harus tetap disana Nin, kalo kamu lagi g mood g usah chat, setidaknya kamu masih bisa baca chat kita semua".
"Ren..."
"Hmmmm"
"G usah gitu jawabnya, aku g tahan"
"Hah?OK..OK..."
"Iya Nina"
"Nah gitu aja"
"Aku boleh nanya g?"
"Sebenarnya sih g boleh Nin, tapi berhubung lu lagi sedih, ok deh gua bolehin".
"Ren kalo lagi berdua gini jangan pake lu lu gua gua donk...boleh kan?"
"Oh...Ok deh"
"Jadi lu mau nanya apa Nin"
"Tuh...kan"
__ADS_1
"Oops...hehehe sorry sorry"
"Iya Nina kamu mau nanya apa?"
"Kamu beneran suka sama Wulan?"
"Lah...kok lu malah bawa-bawa Wulan?"
"Eren!"
"Eh iya-iya maaf hehehe"
"Kamu g bisa y kalo g pake lu gua?"
"Bisa-bisa, apa sih yg aku g bisa. sengaja sih pengen godain kamu hehehe..."
"jawab donk!"
"jawab jujur atau bohong nih?"
"Serius donk Ren"
"Ok Ok...sebenarnya aku suka sama kamu Nin".
"Suka?kok bisa, kamu bilang aku bukan type kamu".
"Hehehe sengaja Nin, wanita secantik kamu itu pasti sudah biasa banget kan di godain cowok-cowok. jadi aku bilang gitu buat narik perhatian kamu. aku juga sengaja usilin Wulan, kadang aku godain dia pas kamu lagi di lapak. biar kamu ngerasa aku naksir dia, dengan begitu aku pengen kamu merasa kalah dari dia. dan kayaknya aku berhasil. hehehe..."
"Jadi...ah kamu Ren"
"Tapi Nin...kamu tau kan Rio suka sama kamu, malah kalo aku lihat-lihat dia beneran cinta sama kamu".
"Iya aku juga ngerasa gitu".
"Gak mungkin kan aku rebut kamu dari dia. sesama cowok aku g mau menghianati teman. dan lagi kita ini jauh-jauhan Nin. apa yang bisa kita dapatkan dari hubungan cinta jarak jauh. yang ada cuma nyiksa diri sendiri karna rindu, cemburu dan keinginan bertemu".
"Kamu g pengen ketemu aku?"
"Aku bisa nemuin kamu"
"Ok lah kita bisa ketemu, tapi kamu yakin udah kenal aku?setelah pertemuan pasti akan ada tuntutan lain, misalkan ingim hidup bersama. apa kamu udah siap untuk itu?"
"Aku siap!"
What?aduh kayaknya aku salah ngomong nih, orang kalo udah jatuh cinta emang g bisa mikir jernih.
"Seyakin itu?"
"Iya...aku ngerasa kamu bisa jadi pembimbingku, kamu bisa jadi imam untukku"
OMG!!!Kacau nih...aku belum ingin pensiun main game. aku belum kepikiran buat membangun rumah tangga.
"Nina..."
"Hmmm...."
"Jangan gitu jawabnya, kamu pikir cuma kamu yg g tahan dengernya?"
"Hahaha....Iya sayang"
"Aduh Nin....jangan manjakan telinga dan hatiku dengan panggilan itu"
"Biarin...g boleh y aku panggil sayang?atau jangan-jangan udah ada yg manggil gitu sama kamu?"
"Belum sih?"
"Jadi g boleh?"
__ADS_1
"Boleh tapi kamu harus tangung jawab, apapun yg terjadi panggilan itu g boleh berubah. sanggup g?"
"Sanggup..kenapa g?"
"Yakin?ntr kalo misalkan suatu saat kamu marah sama aku masih bisa manggil sayang?"
"Aku usahakan...tapi kamu juga bisa gitu g?"
"Insya Allah...justru aku ingin tetap begitu, jadi misalkan sedang ada masalah panggilan itu bisa sedikit meredam emosi kita".
"Ok...tapi Ren!"
"Kenapa sayang?"
"Duh manisnya...bisa juga y kamu kekgini, kayaknya hatiku g salah nilai kamu".
Salah banget Nin salah, harusnya tu g seperti ini. aduh gimana nih caranya ngomong sama Rio. kenapa aku malah larut kekgini sih. kan tadi rencananya g kekgini. Mati lah aku!
"hehehe...makin kamu kenal aku makin g mau kamu jauh dari aku Nin".
"Bagus donk kalo gitu, aku juga g punya rencana buat jauh dari kamu"
"bohong"
"kok bohong?beneran sayang!"
"Buktinya sekarang kita jauh...hahaha"
"Ish....kamu tu"
"Hehehe....jadi tadi kamu mau nanya apa?"
"hmm g nanya sih, cuma permintaan..."
"idih belum apa-apa udah ada permintaan"
"Y udah lah g jadi..."
"Hehehe....iya iya, makin cantik deh kalo ngambek, tapi jangan ngambek terus biar dibilang cantik y. hahaha"
"Ihhhh apa sih..."
"Y udah sebutin mau minta apa?"
"Bisa g kalo di lapak kamu g godain Wulan?aku cemburu sama sikap kamu ke dia"
"Lah...kok masih Wulan sih yg dibawa-bawa. aku g suka membicarakan orang lain kalo sedang berdua".
"Iya maaf, tapi aku g suka kamu usilin dia"
"Ok ok...y udah sekarang kita balik ke lapak y, kyaknya anak-anak udah nunggu dari tadi.
"Janji ya!"
"Iya sayang, aku cuma usilin dan godain kamu aja kok"
"jangan gitu juga...ntr mereka curiga"
"jadi gimana?"
"iya biasa aja kalo dilapak, tapi jangan godain Wulan"
"Ok siap bos"
"Mmmuach..."
"eeee.....bisa diulang g?g jelas tadi dengernya"
__ADS_1
"Hahaa g mau...weeek"
Entah bagaimana caraku menjelaskan kepada mereka nanti. terutama Rio. ah bodo amat lah, yang terpenting masih tetap bersama semuanya. masalah ini nanti aja dipikir lagi.