
Aku menyelesaikan bacaan Surat Yasin kemudian berdoa aku fokuskan kepada Wulan dan keluarganya. Terbayang seandainya aku yang berada di posisinya membuat dadaku sesak. aku mengusap air mata yang jatuh tanpa ku sadari.
Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah kejadian. kita sebagai umat beragama haruslah bisa mengambil i'tibar dari musibah. ada orang-orang yang diberikan ujian seperti Wulan. bagaimana harta yang sudah dikumpulkan dengan susah payah lenyap dalam sekejap. itu membuktikan bahwa segala yang kita miliki adalah titipan jadi bersedekahlah, karena apa yang disedekahkan itulah yang sebenarnya menjadi milik kita.
Aku masih merenung diatas sajadahku, saat ku dengar getaran HP ku. Ada notifikasi dari chat group, inbox dari Ira dan panggilan tak terjawab dari Nina. sudah berapa lama y HP ku bergetar?Aku putuskan menelpon Nina.
"Hallo..."
"Hallo assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam...eh tumben nih pake salam yank. hehehe..."
"Hehehe...iya soalnya kamu ingetin terus akhirnya aku g lupa lagi Nin"
"Kenapa tadi nelpon?"
"Syukurlah, aku seneng dengernya. gak ada sih cuma mau dengar kabar kamu aja"
"Ooh. kamu kangen ya?hehehe
alhamdulillah aku sehat. kamu lagi apa?"
"Lagi mikirin kamu"
"Itu mah kangen namanya sayang hahaha ngaku aja"
"iya ya? iya deh hehe"
"Nina...."
"Hmmmm"
"aduh enak banget dengernya, lagi donk yank"
"Hmmm..."
__ADS_1
" lagi"
"Hmmmm"
"Duuuh aku jadi mikir yang enak-enak nih yank"
"Mikir apah sayanghh....?"
"Mikirin kamu lagi gak pake apa-apa..."
"Hmmm...ssshhh aaahh"
"Hhmmm...plis jangan siksa aku yank"
"siksah apah sayanghhh?"
"Suaramu itu bikin aku....."
"Bikin apah sayanghh...hmmm?"
**
Sebuah notifikasi menggetarkan HP ku membangunkanku dari mimpi indah pagi itu.
aku melihatnya chat dari Ira.
"Ren kemana semalam kenapa gak masuk lapak?"
"Sorry Ra habis ngaji semalam gua tidur"
setelah membalas pesan Ira aku chat Nina.
"Selamat pagi cantik, makasih y buat semalam.." emo love aku sematkan dalam chat itu.
aku bersiap berangkat kerja. sepertinya hari ini begitu cerah, secerah senyuman yg selalu menghias bibirku dari sejak bangun tidur tadi. entah kenapa rasanya aku bahagia.
__ADS_1
**
"Ren lu ada hubungan apa sama Nina?"
Aku baca chat Ira yang sudah masuk beberapa jam yang lalu. karen kesibukan pekerjaan aku baru bisa melihat HP ku. beberapa chat dari Ira menyusul seperti air bah, banyak banget. tapi intinya cuma satu pertanyaan itu.
"Kami dekat Ra" sengaja aku hanya menggantung jawabanku. biar dia semakin penasaran. tak lama kemudian ada balasan dari Ira.
"Ren...lu kan tau, kita udah janji g bakal baper-baperan. kenapa lu melanggar itu?"
"Melanggar gimana, kami emang dekat. emang g boleh y?keknya g melanggar deh. sama lu n yang lain gua juga dekat".
"Kalian pacaran kan?"pertanyaan Ira langsung pada intinya. sepertinya dia tau bagaimana watakku. sehingga tidak ingin terjebak oleh jawabanku.
"Hmmm...anggap aja begitu?hehehe..."aku masih menggantung jawaban. aku ingin tau kenapa Ira bisa bertanya seperti ini.
"Jujur aja Ren"
"Lu tu dapat informasi darimana Ra?kok sampe berpikir gitu?"
"Nina yang cerita"
"Hah?masa sih? kalo Nina yang cerita berarti bener lah Ra"sambil aku berpikir apa benar Nina cerita ke Ira. aku langsung buka chat dari Nina. ku lihat ada balasan dari chatku tadi pagi.
"Pagi juga sayang....udah siap mau berangkat kerja ya?" balasan chat Nina.
"Maaf baru balas, td lagi ada kerjaan"
"Yank kamu kasih tau ke Ira ya kita pacaran?"
aku menunggu jawaban Nina, sepertinya dia sedang tidak online. balasan chat Ira masuk.
"Gua pengen jawaban dari lu Ren, bener gak?"
Aku bingung mau jawab apa, aku harus dapat konfirmasi dulu dari Nina.
__ADS_1