
Siapa nina?aku melihat isi chat mereka. serentak mereka berdua menyapa saat menyadari aku sudah masuk dalam chat group.
"hai eren" tulis nina
"oi ren" tulis rio
aku masih diam sejenak berpikir, chat group biasanya kan rame membernya, lah ini cuma berdua. mencurigakan.
"ren jangan diem aja, kenalin nih temen gua"
"maksud lu apa yo?" tulisku di chat group itu
beberapa saat tidak ada respon. 1 menit kemudian rio menulis.
"gak ada ren, gua cuma mau ngenalin temen gua tu si nina"
sepertinya rio terpancing dengan chatku tadi. dia sedikit serius menanggapinya. mungkin dia mengira aku tidak suka.
"lu chat berdua gini, terus tiba-tiba narik gua kesini. lu pikir gua setan?"
"hahahaha (emot ketawa ngakak) " nina dan rio. lalu chat itu mengalir begitu saja. saling bertanya dan memunculkan candaan dan gurauan membuatku senyum-senyum sendiri. gokil juga cewek ini pikirku.
setelah 1 jam chat, ber haha-hihi ketawa tiba-tiba rio ngajak telponan.
__ADS_1
"mau gak nin?" tanya rio di chat itu.
"GeCe amat lu yo" tulis nina
"apaan tuh?" tulisku
"Gerak cepat lho ren" balas nina
"ooh...maklum nin gua udah lama g turun gunung jadi kurang ngerti bahasa baru" balasku
"Kerjaan lu sih main gunung aja ren" tulis rio di iringi emot ketawa.
"hahaha" tulis nina
"kirim no lu nin" tulis rio lagi setelah selesai membahas tentang gunung
"gila lu yo masa nanya no gunungnya nina"
"ntah rio ni, ntah apa-apa aja. g sopan kali" tulis nina
"oi...kampret gua nanya no hp". balas rio.
chat group itu kembali dipenuhi emot ketawa kami. akhirnya nina menuliskan no hp nya. tak lama hp ku berdering, panggilan dari rio.
__ADS_1
"hallo...mabes polri disini" terdengar gelak tawa mereka berdua, ternyata mereka berdua sudah terhubung. terjadilah panggilan konferensi. ku dengar suara wanita itu merdu. sambil terus mengobrol tentang hal-hal g jelas dan g penting banget aku berpikir dimana lah anak ini kenal sama nina ya. atau jangan-jangan mereka pacaran. tapi dilihat dari chat tadi dan obrolan sekarang sepertinya mereka baru kali ini ngobrol panjang. insting detektifku mulai bekerja. menggabungkan peristiwa-peristiwa kata-kata lalu menaburkan sedikit micin dan mulai melahapnya menjadi sebuah kesimpulan.
Kata-kata manis, nada yang sopan seperti berusaha untuk tidak menyinggung wanita itu terdengar dari mulut baunya rio (rokoknya rokok murah, batangan pula).
Candaan yang rio keluarkan jelas banget ingin menarik perhatian wanita ini, insting detektifku bekerja terus tanpa henti. tapi sepertinya hanya aku yang menyadari bahwa sebenarnya.....ah aku tidak ingin cepat menyimpulkan. belum tentu juga benar apa yang aku pikirkan. walau seringkali kesimpulan dari hasil penyelidikan awalku jarang meleset.
"gimana kalau tambah anggota group chat kita ini, biar lebih rame. kan seru tuh bisa ketawa sama-sama" nina memunculkan ide yang langsung ditanggapi oleh rio. bener-bener GeCe si rio pikirku.
"bagus tu nin, lu punya temen gak yang asik. yang gokil gitu?"
"ada sih, tapi belum tau nih mereka mau apa gak kalo diajak gabung ke group chat".
"coba aja dulu nin, kalo bisa sih cewek biar lu g kewalahan melayani kami berdua" jawabku menimpali.
mereka berdua tertawa.
"lu tu rada-rada geser ya ren" nina masih berbicara di sela tawanya.
"Ya udah ntar gua tanya dulu sama mereka, kalau mereka mau dan kayaknya sih mau, ntar gua tarik ke group. yang pasti cantik". lanjut nina
"gua rasa g secantik lu nin" rio melancarkan pujiannya.
"jelekpun gpp nin, yang penting berlubang" balasku sambil tertawa.
__ADS_1
"hahahaha......" kami semua tertawa. lalu panggilan telepon itu pun berakhir dengan saling mengucapkan salam.