URINE

URINE
Chapter 23 Masalah bertemu masalah


__ADS_3

"Udah pada japri lu semua y?"


"Keknya gua yg terakhir"


Aku hanya membacanya lalu melanjutkan pertarunganku. ah malah mati. sial mood ku benar-benar mempengaruhi performa bertarungku.


"Jadi kekgini y kalo lu ngambek?"


"Bisa juga y lu tu ngambek Ren, gua kira lu g punya hati".


Bikin nambah emosi aja ini anak. apa sih maunya?. Ira sedang menulis. Lama bener.


"Nungguin gua y?wkwkwk.


Sialan...kayak dukun aja bisa baca pikiran. makin menjadi emosiku. tak kuperdulikan lagi inbox dari Ira. saat temanku masuk ke ruangan dengan wajah gelisahnya.


"Bang...apa sih sebenarnya mau cewek tu?"


Aku diam mencerna kemana arah pembicaraannya lalu menghela nafas mengatur suasana hatiku.

__ADS_1


"cewek yang mana?"


Dia menceritakan masalah yg dihadapinya. bagaimana sikap wanita yang sedang didekatinya. terkadang baik, manis lalu tiba-tiba berubah marah seolah tak perduli. aku mendengarkan sambil tersenyum.


"Jadi, gagal dengan caramu?"


"Bukan gagal bang, aku memang belum maksimal. tapi kalo aku benar-benar berusaha ternyata dia g bisa serius. kan percuma bang. dia bilang dia g mau pacaran, kalo aku benar-benar suka dengannya katanya lamar aja. kan g mungkin langsung begitu. sedangkan aku belum mengenal keluarganya. dia pun jg begitu. dia juga g menunjukkan tanda-tanda keseriusan. masih aja chat sama cowok lain".


"Emang kamu tau dari mana dia chat sama cowok lain?"


"Aku lihat HP nya bang".


"Dia ngasih lihat HP nya sama kamu?"


"Hahaha....terus-terus".


Dia melanjutkan ceritanya. aku melihat wajah lesunya, ada kegelisahan disana. kerutan-kerutan dikeningnya seolah menambah usianya sepuluh tahun.


"Y udah sekarang kamu coba aja semaksimal mungkin. jangan takut sia-sia. karena g ada usaha yg sia-sia. tapi nanti kalo kamu sudah nyerah dengan caramu, g ada salahnya kamu ikutin cara Abang".

__ADS_1


Aku tersenyum, dia seperti sudah ingin menyerah tapi mungkin dia masih yakin dengan caranya sendiri. akhirnya dia diam dan merebahkan badannya.


"Tidur bentar bang"


"Hahaha lanjut-lanjut"


Aku cek HP, beberapa inbox dari Ira. emosiku sudah sedikit stabil. memang benar ada yang bilang jika kamu sedang punya masalah coba lah untuk membantu masalah orang lain, dengan begitu kamu bisa melihat masalahmu sendiri dari sudut pandang yang lain sehingga akan mudah mendapatkan solusi. setidaknya dengan mendengarkan orang lain kamu bisa mengerti bahwa bukan kamu saja yang punya masalah didunia ini bahkan mungkin jauh lebih berat dari masalah yg kamu hadapi.


"Lu tu lucu y Ren kalo ngambek"


"Ternyata gua salah nilai lu Ren, gua kira lu paling bijaksana diantara kita semua tapi ternyata lu juga manusia biasa. Gua jd g ragu lagi sama lu Ren. gua percaya sekarang lu tu bener-bener manusia".


"Ren...baca lah chat gua"


"Oi Ren, jangan bikin gua terpojok. yang lain pada nuduh gua nih. katanya gua g bujuk lu"


Aku membacanya sambil senyum-senyum. ni anak emang kayaknya paling ngerti gua.


"Ren...balas lah jangan cuma dibaca, telpon juga g diangkat. padahal disini Online. lu mau minta apa sama gua?ngomong aja ntar kalo bisa g gua penuhi".

__ADS_1


Sialan aku jadi tertawa membacanya. akhirnya aku membalasnya setelah beberapa kali Ira mencoba menghubungiku tapi tidak kuangkat.


"sebanyak itu inbox lu, g ada satupun permintaan maaf".


__ADS_2