
Aku fokus memperhatikan gerakan Boss monster, ketika salah satu teman party melakukan kesalahan dan berakibat semua anggota party tewas. ah sial..aku menggebrak meja. ini sudah 2x terjadi dan masih tetap gagal. kekesalanku bukan tidak beralasan, untuk masuk ke nest ini dibutuhkan tiket yang sulit dicari. hanya karena satu orang yang tidak memahami stage akhirnya gagal lagi. Aku merasakan getaran dimeja, itu HP ku yang sudah sejak tadi bergetar karena notifikasi dari chat group. masih dengan perasaan kesal aku buka chat group.
Rio Online
Ira Online
Wulan Online
Nina Online
wah lagi pada ngumpul nih pasukan haha-hihi. terlihat ada 99+ chat yang belum kubaca. gila sebanyak ni. aku mulai mengetik.
"Met malam para fans...bentar manjat dulu"
"Pasti lagi main game tadi si eren ini" tulis Wulan.
"pasti itu, mana bisa dia g main game sedetik aja" tulis Nina mengompori.
__ADS_1
"Padahal adek sudah nunggu dari tadi bang, sia-sia dandan malam ini" tulis Ira
"Hahaha untung lu dateng ren, gua dari tadi habis dibully sama bidadari-bidadari ini" tulis Rio
"Hati-hati kalo manjat ren, biji salak lu ntar kesangkut" lanjut Rio
Mulai bermunculan lagi emoticon dan sticker ketawa. sepertinya bahagia sekali mereka bila sudah masuk dalam chat room ini. seolah masalah hidup yang mereka alami menguap begitu saja.
Cukup lama aku membaca isi chat dari atas, seperti biasa banyak hal g penting yang menjadi bahasan mereka. terlihat dari isi chat Rio tidak berubah, masih tetap seperti biasa walau kadang-kadang terselip juga bentuk perhatian khusus terhadap Nina.
"Wulan...geser dikit gua mau duduk" tulis ku kemudian setelah selesai membaca isi chat yang sebenarnya g perlu kubaca. tapi lagi-lagi anehnya tetap saja aku baca.
"Rio tuh ndesel-ndesel" jawab Ira tidak mau kalah.
"apaan sih gel?pantat lu aja kegedean menuhin tempat" balas Rio sengit.
"Udah-udah sini ren duduk deket gua" tulis Nina menengahi.
__ADS_1
Dalam chat group itu kami seolah berada dalam sebuah ruangan. ruang hayal kami sendiri. tapi hebatnya masing-masing dari anggota seolah benar-benar menghayati keadaan ruang hayal tersebut. sehingga pertengkaran bisa benar-benar terjadi walau pada akhirnya tetap saja haha-hihi ketawa.
"Gak ah nin ntar ada yg cemburu" tulisku mulai memancing reaksi Nina dan Rio.
"Emang siapa yg cemburu?" Tanya Nina seolah tidak terjadi apa-apa. Ira cepat tanggap dan mulai merasakan ada hal yang tidak biasa.
"Iya gua cemburu kalo eren deket-deket sama lu nin" tulis Ira melindungi.
"Katanya g pake baper-baper an woy" Wulan dengan bijak mengingatkan. Rio sedang menulis.
"Eh ada yg punya kartu paket gak, biar gua isi pulsa ntr kita telponan" Rio mengalihkan pembicaraan. dan sepertinya memang teralihkan.
"kirim ke gua aja yo, gua bisa beli paket nelpon" jawab Wulan cepat.
"adek juga bisa beli paket kalo bang yo isiin pulsa" balas Ira tidak mau kalah.
"hahaha...sabar-sabar, gua isiin kalian semua pulsa. gua lagi baik nih" tulis Rio.
__ADS_1
Mulai lah bermunculan kata-kata manis dari semua anggota group. biasa lah namanya juga gratis pasti jadi manis semua termasuk aku sendiri.
Tak butuh waktu lama akhirnya panggilan konferensi terjadi. dan yang paling tidak menyenangkan aku jadi orang paling terakhir di hubungi. Kampret kan!.