URINE

URINE
Chapter 21 Koslap


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah bergabungnya Nina kembali kedalam group, seminggu setelah aku dan Nina jadian, chat group ramai seperti biasanya tidak ada yang curiga tentang hubunganku dengan Nina. Nina selalu tampak bersemangat dalam obrolan group, Wulan dan Ira semakin heboh, Rio masih seperti biasanya kadang online kadang tiba-tiba ngilang. keakraban semakin terasa kuat. gurauan dan canda tawa semakin brutal. begitu lah semakin dekat semakin ingin memberikan julukan khusus untuk setiap orang terdekat. tapi sayangnya julukan yang mereka sematkan sangat mengganggu hatiku.


Wulan tetap dengan panggilan Nomok nya, Ogel masih melekat kepada Ira. Sedangkan Nina diberi julukan Gembul, sedangkan aku dan Rio masih dalam tahap seleksi.


"Mbul apa y bagusnya panggilan buat Eren?"


"Iya apa lah ya Gel?Gua juga bingung ngasih julukan apa buat Eren".


"Kau biasanya pandai ngasih nama Gel, kau lah kasih dia nama"


"Gua bingung juga, dia ini kadang-kadang lurus banget sampai-sampai kyak ustadz, giliran mesumnya keluar udah kayak penjahat kelamin aja".


"Hahaa Iya kan Gel, ustadz nya sih bagus giliran mesumnya itu ampun dah"


"wkwkwk...iya juga ya, Aku juga suka kalo dia lagi lurus. adem gitu kurasa. nah Kau kasih lah nama buat dia Gel".


Aku lihat obrolan mereka sebentar namun tidak ikut bergabung karena sedang ada pekerjaan yang harus kuselesaikan. tampak Rio memasuki obrolan.


"Gimana kalo pantat kuali?"


"Oi...gua telpon ya"

__ADS_1


Tidak menunggu lama Rio sudah tersambung dengan Ira dan Wulan.


"Apalah abang ini, adek lagi ngobrolin nama sama si Mok. abang main ciduk aja".


"Iya gpp lho gel, jadi lebih enak ngobrolnya. g capek ngetik".


"Bentar y wei, ada yg isi pulsa biasa.."


Tak lama terdengar Rio berinteraksi dengan seseorang --kosong lapan-- suara Rio bertanya pada lawan bicaranya. Ira dan Nina sudah terbiasa mendengar hal ini.


"Nah mulai koslapnya keluar, gitu aja terus sampai ladang gandum dihujani cokelat"


"Dan jadilah coco crunch" Wulan sudah paham betul sambungan dari kata-kata Ira. lalu tawa mereka berdua pecah sampai Rio kembali masuk dalam obrolan.


"Hahaha iya Yo asik koslap aja lu"


"Hahaha iya kan Gel, kita panggil koslap aja lah dia. hahaha...."


"Iya juga ya Mok, bagus tuh..jadi udah ada panggilan kesayangan kita kan buat semua"


"Hahahaa....kalo gua koslap lu malika aja Gel, Si Wulan Nomok pas lah tu. Si Nina sama Eren apa?"

__ADS_1


"Si Nina Gembul yo, coz pipinya kan cabi"


"Hahahaa iya iya bagus tuh Mok setuju gua. trus Eren?"


"Karena lu manggil gua malika gua setuju banget Eren dipanggil pantat kuali, soalnya PD nya selangit cocok kali sama pantat kuali"


Tawa mereka berderai, seolah ada kebahagiaan tersendiri ketika sedang membicarakanku.


" Y udah kalo gtu fix y panggilan itu?"


"Iya Yo, tapi apa g marah si Eren ntar?"


"Kalo dia marah kita celupin aja ke got Mok, biar dia berenang sama kecebong"


"Njirrrr....Hahahaa kalian kek punya dendam aja sama Eren"


"G dendam lho Yo, cuma pengen tau aja kekgimana kalo Eren merajok. coz selama ini dia g pernah kan merajok?"


"Kami g ada dendam Yo, cuma keknya pantas aja pantat kuali tu buat dia. biar agak kurang dikit songongnya".


"Hahahaa...gpp lah, itu kan panggilan sayang kita buat dia".

__ADS_1


Kadang aku merasa aneh, kenapa mesti ada panggilan aneh-aneh kepada sahabat. apa biar selalu diingat? atau biar beda gitu. padahal panggilan itu berpengaruh sekali terhadap hubungan pertemanan. saat tiba-tiba ada masalah sahabat kita akan merasa bahwa panggilan itu terasa melecehkan dirinya.


__ADS_2