URINE

URINE
chapter 26 Ira II


__ADS_3

Aku buka chat group, sepertinya memang baru online mereka semua. terlihat dari chat yang belum seberapa. aku pun bergabung.


"Hai....assalamualaikum"


"Hai Eren, waalaikumsalam, anyong aseo". Nina


"Waalaikumsalam kuncir". Wulan


"Waalaikumsalam wr wb". Rio


"Waalaikumsalam". Ira


Mereka selalu begitu ingin beda dari yang lain tapi pernah suatu kali mereka semua kompak masalah jempol...beuh ngeri mulai dari jempol paling besar sampe paling kecil. jadi itu aja yang muncul dalam chatnya. seperti gak ada kerjaan aja, padahal udah dewasa semua tapi giliran ngumpul begini jiwa-jiwa masa kecil yang kurang bahagia itu seolah berontak keluar dari kandangnya. Ngeri!!!


Benar kata orang saat hati telah damai ikatannya semakin kuat, begitu lah yang terjadi malam ini, obrolan terasa hangat canda tawa yang kembali lepas seperti biasa bahkan keakraban diantara kami semua terasa lebih kuat.


Ada kesejukan ketika bersama-sama seperti ini, memang percikan-percikan kecil itu diperlukan untuk mempererat tali persahabatan. bila hal itu muncul cobalah untuk cepat meminta maaf dan menenangkannya. agar tidak berlarut-larut yang mengakibatkan hubungan semakin renggang dan akan terasa canggung saat memulai kembali.


Namun terkadang perlu juga memberikan kesempatan menyendiri kepada teman yang sedang marah. karena ada beberapa tipe orang yang butuh hal itu.


**


"Ya udah aku tutup telponnya ya Ren"

__ADS_1


"Iya, eh mana Nin?"


"Apanya"


"Biasa...hehehehe".


"Mmmuach....udah ya Assalamualaikum".


"G minta balasan nih?"


"hmmm mauuu..."


"Ntar malam aja ya, soalnya kamu belum mandi...bau hahaha".


"Mmuach...mmuach mmuach....gpp lah belum mandi, tetep wangi gini hehe"


"hahaha iya donk, aku wangi terus lho Ren, kamu aja yg g tau"


"Tau lah....aku kan sering cium"


"Cium jauh mah mana tau wangi atau gaknya, lagian juga g terasa"


"hmmm...km mau yg beneran Nin?"

__ADS_1


"Gak...weeek...hahaha udah ah, ngobrol sama kamu tu suka lupa waktu. bye mmmuach"


Aku masih tersenyum, rasanya hubunganku dengan Nina semakin hari semakin dekat saja. Kadang aku berpikir apa disana dia benar-benar tidak menjalin hubungan dengan cowok lain?hampir setiap waktu luangnya dia pasti berkomunikasi denganku. aku percayakan saja lah. karena cuma itu yang bisa aku berikan, kepercayaan.


Aku buka chat group. ada obrolan Wulan dan Rio beberapa jam yang lalu. mereka membicarakan tentang Ira. sepertinya Ira sedang ada masalah.


Mereka mengatakan Ira ditipu, arisan bodong. Aku langsung chat Ira menanyakan berita tersebut. Tapi dia malah langsung menelpon ku.


"Bisa juga lu ditipu ya Ra?"


"Sialan, kalo cuma duit gua sih gak masalah Ren. ini tetangga sekitar gua juga, parahnya yg ngumpulin arisan gua. sampe berurusan sama polisi gua Ren, untung aja korban-korbannya g nuntut gua. tapi gimana pun juga gua ngerasa bersalah soalnya gua yg nawarin ke mereka".


"banyak Ra?"


"300/orang....eh Ren ntr sambung lagi ya ada yg nelpon".


Tut tut....kampret ni anak main matiin aja. kebiasaan. mudah-mudahan aja lah masalahnya cepat selesai.


Aku melirik jam di dinding, sebentar lagi jam kerja ku habis. aku bersiap. tiba-tiba temanku masuk ruangan sambil senyum-senyum.


"Keknya ada yg jadian nih..."


"Hahaha....gak juga Bang cuma ada peningkatan dikit".

__ADS_1


__ADS_2