
*Real life 25 Maret 2020
01.11 WIB
Wulan keluar!
hah?kenapa ni anak keluar, group sudah tinggal seupil orang-orangnya dia malah keluar. dan......ternyata......gara-gara novel ini. aku sedikit shock dengan kejadian malam itu, lama aku berpikir, aku hubungi Ira berkonsultasi dengannya tentang hal ini.
"gua jg g tau Ren, mungkin maksud dia bercanda cuma keterlaluan juga sih kalo gua pikir-pikir"
aku kembali membaca chat group, disana dewi salah satu anggota group menulis bahwa dia memiliki gejala terkena wabah covid-19, tapi Wulan mengganggap itu sebuah candaan karena melihat emoticon ketawa dari chat dewi. tapi aku dan Ira mengganggap ini hal serius, sampai-sampai kami berdua marah dengan kelakuan Wulan. saat itu lah dia keluar dari group.
Aku berniat japri Wulan namun hanya checklist aku coba hubungi ternyata tidak bisa. dia sudah mem-block kontakku. hadeh!
Kutanyakan Ira ternyata dia juga mengalami hal yang sama denganku. Lama aku berpikir, mencoba mengingat-ingat kejadian sebelumnya. saat kami bertiga chat di group membahas masalah novel ini. bagaimana tentang alur ceritanya bagaimana tentang karakter-karakter di novel ini hingga apa saja kejadian yang harus dan tidak harus diceritakan. tidak ada masalah sebenarnya. cuma aku merasa hal ini bakal terjadi. setelah aku melihat efek novel ini terhadap mereka berdua (Wulan dan Ira). mereka seperti kembali ke masa itu. aku pikir ini akan jadi sebuah kenangan saat ingin bernostalgia dengan persahabatan kami dulu. yaaah walau sampai saat ini pun kami masih tetap bersahabat.
Aku ingat-ingat lagi kejadian dimana kami telponan bertiga, saat itu aku dan Ira tertawa dengan kelakuan Wulan, mungkin kami keterlaluan waktu itu, memang aku rasakan Wulan agak kesal dengan kami karena menjadikannya objek tertawaan. tapi tidak ada maksud apa-apa selain hanya ingin tertawa bersama.
Sejak saat itu aku berniat tidak melanjutkan menulis novel ini lagi. aku pikir gara-gara novel ini aku kehilangan kontak dengan Wulan jadi buat apa. semakin aku ceritakan bisa jadi semakin membuat aku kehilangan kontak dengan mereka semua. makanya sudah lama tidak ada update novel ini.
Ira dan Dewi yang masih sering komunikasi denganku selalu memberikan semangat agar aku melanjutkan novel ini. tapi aku tidak punya alasan untuk melanjutkannya. semua yang mereka katakan seolah terbantahkan dengan kejadian Wulan mem-block kontakku. aku bingung, ada keinginan untuk terus menulis, melanjutkan cerita dari kisah kami dulu. tapi kejadian ini benar-benar mematahkan semangatku untuk menulis lagi. sampai aku berpikir ingin menulis novel lain saja dengan genre fantasi action dengan begitu tidak perlu kehilangan teman-temanku.
__ADS_1
Namun, seseorang berkata padaku. "tulis lah apa yang ingin kau tulis, biarkan saja alam ingin menilai seperti apa. karena teman tidak akan meninggalkanmu hanya karena kau bercerita dan musuh tidak akan mendekat hanya karena sebuah cerita. anggap saja apa yang kau tulis adalah bentuk imajinasimu yang kau nyatakan dalam dunia. entah akan ada yang membaca atau tidak tetap lah menulis. karena setiap manusia suka mendengar cerita. setidaknya saat kau nanti sudah tidak di dunia, akan ada orang-orang yang menceritakan ceritamu kepada generasi selanjutnya.
Tetaplah menulis walau kau harus dimusuhi.
Tetaplah menulis walau tak ada yang membacanya.
Tetaplah menulis walau kau lelah dengan caci maki mereka.
Tetaplah menulis!!!
Lama aku terdiam, lama aku merenungkan semua itu. masih saja ada perang dalam hatiku membantah namun bantahanku seolah tak berdaya dengan sebuah alasan "aku akan tetap menulis" sederhana simple dan masuk akal pikirku. aku tidak butuh alasan lain.
Untuk Wulan :
Maaf bila nanti karaktermu dalam cerita ini tidak kau suka. aku hanya memandang dari sudut pandangku.
Maaf bila apa yang aku ceritakan nantinya membuatmu semakin menjauh, aku tidak bisa berbuat apa-apa. semua kembali kepada pribadi masing-masing.
Aku harap kamu bisa kembali seperti saat kita bisa tertawa bersama. kau tau kan Nina sudah susah dihubungi, Rio pun sibuk dengan kehidupan barunya. hanya tinggal kita.
--
__ADS_1
Aku pernah bertanya kepada Ira, "**apakah lu bakal ngilang juga Ra?".
"Gua masih penasaran dengan lu yang sebenernya Ren, apa bener lu seperti yang diceritakan temen-temen, tapi gua g bakal ninggalin lu kalo lu mau jawab jujur pertanyaan gua**".
aku sudah tau apa yang ingin ditanyakannya, bukan aku tak ingin jujur, tapi aku membiarkan dia menilai sendiri bagaimana aku dimatanya. aku pikir seorang sahabat tidak akan pergi hanya karena sebuah cerita.
"**gua tau apa yg mau lu tanya Ra, langsung aja gua jawab ya. anggap aja semua yg lu dengar adalah kebenaran, itu kesalahan gua".
"jadi jawabannya 'iya' ?"
"iya Ra"
"OK lu tenang aja Ren gua g bakal ninggalin lu**"
Apa yang aku inginkan sebenarnya, seorang teman?seorang sahabat?atau cukup 1 orang? entahlah...jawaban Ira melegakan hatiku tapi tidak menutup kemungkinan dia pun akan pergi suatu hari nanti.
Hari ini aku putuskan untuk melanjukan novel ini, entah apa yang akan terjadi setelah ini aku serahkan saja kepada semesta, biar mereka bekerjasama untuk merekam semua dan menilainya.
Terimakasih buat Ira dan Dewi yang sudah support Novel ini. semangat kalian menggugah birahiku untuk terus menulis. hahaha
Terimakasih buat Wulan (pasti muncul di otak lu pertanyaan 'makasih buat apa?') pokoknya makasih aja lah.
__ADS_1
Ok semua selamat membaca kelanjutannya. gua usahakan update secepatnya. tetap jaga kesehatan* "Jangan lupa sholat".