URINE

URINE
Chapter 27 Godaan dari atas


__ADS_3

Dia lalu menceritakan bagaimana kemajuan hubungannya dengan gadis itu.


"Apa kado yang bagus buat ultah cewek y Bang?"


"Hmm...rencanamu mau ngasih apa?"


"Kamaren udah beli souvenir gitu Bang, tapi pengen ada tambahan yang lain. kalo cokelat gimana Bang?"


"Bagus juga sih, cuma kalo boleh ngasih saran kamu kasih dia bunga".


"Apa gak terlalu lebay Bang? soalnya keliatan banget kalo ngasih bunga kesannya tu ngarep banget bisa deket sama dia".


"Lah emang kamu g mau deketin dia?"


"Hehehe iya sih".


"Ya udah, lagian itu sebagai simbol bahwa kamu suka sama dia. pasti dia tau, soalnya bunga itu identik dengan perasaan terdalam..hahaha"


"Ah...malu aku Bang"

__ADS_1


"Kalo malu jadi cewek aja, giliran nanti udah dapat dia jangan-jangan kamu malah malu-maluin".


"hehehe..."


Kadang aneh kalo lihat orang jatuh cinta, seringkali logikanya terkapar tak berdaya.


aku bersiap pulang, saat akan absen aku bertemu dengan dia, gadis manis itu. 'sapa gak y sapa gak y'. aku bingung sampai akhirnya dia menyapaku duluan.


"Tumben cepat pulang, biasanya maghrib dulu" Dia berjalan ke arah musholla kantor. berdiri disana melepas sepatunya.


"Iya lagi ada urusan" aku terus berjalan ke arah mesin fingerprint tak jauh dari posisi dia berdiri.


"Sholat dulu yuk, udah masuk waktu nih" Gadis itu beranjak ke tempat wudhu. aku selesai absen menimbang-nimbang. iya juga y, mending sholat dulu.


"Mau jamaah gak?" aku bersiap setelah wudhu, dia pun sudah bersiap.


"Sendiri-sendiri aja ya, aku takut ntar jadi kebiasaan jadi ma'mum kamu" dia tersenyum sesaat lalu memulai sholatnya.


Degdeg degdeg....sialan ni cewek. kok ya pas banget sih. hilang sudah konsentrasiku.

__ADS_1


**


"Udah pulang sayang?"


"Lagi apa?"


Aku melihat chat dari Nina sambil berjalan keluar setelah selesai sholat.aku membalasnya lalu berjalan cepat keluar dari kantor. Aku lihat gadis itu di loby, sedang berbicara dengan kasir. Aku putuskan menyapanya lebih dulu.


"Hai mbak, aku pulang dulu ya" walaupun dia manajer tapi aku tidak memanggilnya ibu, karena ku pikir dia masih muda dan dia tidak keberatan dengan itu.


"Oh y...hati-hati ya"


"Bang...sekalian antar ibu, dia juga mau pulang nih" Aku melirik kepadanya.


"Gak usah, kamu kan ada urusan tadi nanti kamu terlambat. aku nanti bisa minta antar sama yang lain" dia tersenyum manis sekali.


"Antar aja Bang, mau ibu itu. dekat juga kok lagian kan searah pulangnya". lagi-lagi kasir itu mendesakku. aku memandangnya bingung saat bersamaan temanku datang.


"Eh, maaf bu" Ardi salah satu teman kerjaku menyapanya. "Ibu udah mau pulang y, biar saya antar" Gadis itu tersenyum menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar. aku bengong. sialan bener si ardi lewat dah kesempatan deketin gadis itu.

__ADS_1


"Yaaahhh...Abang sih kelamaan". Gadis kasir itu menepuk pundakku. aku hanya tersenyum lalu melangkah menuju motorku. melihat motorku baru aku sadar kenapa dia tidak mau kuantar. dia menggunakan rok pasti kalo aku bonceng akan sulit untuknya duduk manis, karena bagian belakangnya tinggi.


Hadeh!!! Belum rezekimu bro bawa gadis manis itu. aku mengelus tangki motor merahku dan mulai melaju.


__ADS_2