
"Dateng." Ujar Tama dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.
"Selamat datang kembali, nanodesu!" Ujar Pochi dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.
Tama dan Pochi melompat ke arahku, jadi aku cepat-cepat memakai mask, menghentikan mereka dengan kedua lenganku dan kemudian kami turun ke tanah bersamaan.
Tampaknya keduanya melihatku ketika aku turun dari langit bersama dengan Lina dan Tiane.
Mia juga memainkan BGM dengan kedatanganku, dia pasti telah menemukanku dari spirit light dan spirit darkness.
Arisa berlari seolah-olah berguling ke arah kami yang mendarat di tanah.
"Mou, dari mana saja kamu!"
"Aku tidak bisa menghubungimu bahkan dengan World Phone!" Ujar Arisa dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang keras.
"Aku habis dari melenyapkan space kaiju di langit hampa dan aku sempat minum teh tadi di atas langit bersema dengan Lina dan Tiane, sampai sebuah batu kerikil mengganggu acara minum tehku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Melihatmu bertarung dengan keronco itu sampai mengerahkan semua kemampuanmu itu hingga akan berubah menjadi demon lord karena fragmen Demon God yang ada dijiwamu menjadi retak itu sangat membuatku terhibur, kau tau." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
"Pfft."
"Ehem, kau sungguh tidak memiliki ahlak rupanya Tiane, dia sudah berusaha tapi kau malah menertawakannya, sungguh ironi." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Yah, walau memang itu sedikit menghibur sih." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Buahahaha, benar kan, sudah aku duga kalau itu sangat lucu kau tau." Ujar Tiane dengan nada bicara yang senang sembari tertawa dan dengan suara yang tegas.
"Pfft." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Baiklah, jangan membullynya lebih dari ini, lihat dia tampak akan menangis." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku menahan diri agar tidak tertawa, namun itu sangat sulit.
"Lihat, Secilia sama saja hampir tertawa melihat situasi ini." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Hey, dengarkan aku." Ujar Lina dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang tenang.
"Jika kau ingin diakui oleh Secilia sama sebagai bawahannya, maka kau harus melakukan hal terbaik yang dapat kau lakukan, camkan itu." Ujar Lina dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang tenang.
"Ahh, sepertinya kau terlalu keras padanya Lina, biar aku yang menanganinya." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Hey, kau jangan pernah sekalipun mencoba membangakan diri sebagai bawahan Secilia sama, beliau sama sekali tidak pernah mengakui orang yang tidak ada hubungannya dengan beliau, kau tau." Ujar Tiane dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang tenang.
"Baiklah, aku akan berusaha agar aku dapat diakui oleh master." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.
"Hoho, aku Arisa chan pasti akan menjadi bawahan master yang paling dia cintai." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.
"Berusaha keraslah dan itu semua akan sia-sia ketika kau mengetahui siapa Secilia sama yang sebenarnya dan bagaimana beliau yang sebenarnya." Ujar Tiane dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang tenang.
"Apa maksudmu?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"Kau akan mengetahuinya sendiri, jadi jangan bertanya padaku." Ujar Tiane dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang tenang.
"Baiklah, semuanya maaf, aku membuat kalian khawatir karena aku tidak dapat dihubungi, tapi aku sekarang sampai disini, jadi kalian semua sudah a-m-a-n." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku menepuk kedua tanganku untuk memperbaiki suasananya.
Mengesampingkan itu, karena Liza dan Nana bergegas ke sini, aku berpaling kepada mereka.
"Master, terima kasih atas pertolongan Anda." Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.
"Master, apakah ini hasil dari magic chant baru, jadi saya bertanya." Ujar Nana dengan nada bicara yang datar dan dengan suara yang tenang.
"Itu benar." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Boom."
Aku menahan serangan keronco yang mengaku sebagai demon lord dengan satu tanganku.
Aku menyerahkan Tama dan Pochi kepada Liza, dan memperagakan sebuah pemntasan yang menarik.
Lulu dan Mia yang ditinggalkan sendirian di luar pohon melambaikan tangan mereka, jadi aku membawa mereka dengan Magic Hand.
"Eh?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang bingung dan dengan suara yang keras.
"Bukankah ada yang aneh barusan?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"Bagaimana master dapat berhasil menahan serangan seorang demon lord." Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"T-tunggu." Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"Daripada itu, kenapa kau dapat menahan serangan demon lord tersebut?" Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
Hikaru mengajukan beberapa pertanyaan aneh.
Kalau dipikir-pikir, aku merasa bahwa efek dari serangan keronco ini sama sekali tidak berdampak apa-apa bagiku.
Aku mencoba membuat beberapa magic arrow, dan kemudian mereka mulai patah setelah beberapa detik.
Setelah mengkonfirmasikan Skill Unik demon lord, aku menemukan alasannya mengapa Mito tidak bisa mengalahkan demon lord.
Tampaknya, ia memiliki Skill Unik dengan afinitas buruk untuk Hikaru yang mengkhususkan diri dalam magic battle.
Hmm.
Aku melihat sesuatu yang tidak biasa ketika aku melihat nama Demon lord ketika aku memeriksa statusnya.
"Bukankah ini anak laki-laki Shin." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Mengapa seorang pahlawan seperti dia berubah menjadi demon lord?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Itu, kamu tahu ~ Kami juga tidak tahu." Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
Baik Arisa dan Hikaru menggelengkan kepala mereka pada pertanyaanku.
Title Anak laki-laki Shin telah berubah menjadi Demon Lord, title Hero miliknya telah menjadi hidden title.
Ada juga hidden title lainnya, Artificial Demon Lord, False King.
Setelah mendapatkan bisikan dari Tiane, aku tau alasan kenapa dia bisa menjadi seperti itu.
Aku tidak akan keberatan dengan levelnya berubah menjadi 500 dari angka satu digit.
"Dua pahlawan Nanashi?" Ujar Heim shi tersebut dengan nada bicara yang agak tidak jelas dan dengan suara yang sangat pelan.
Melihat suara yang didengar dengan skill Attentive Earsku, aku melihat Heim shi yang sekarat dari Shiga Eight Sword mengangkat kepalanya.
Untuk beberapa alasan, Putri Menea dan anak laki-laki Souya yang tidak sadarkan diri berada di dekatnya.
Aku tidak mengerti situasinya, tetapi aku membuatnya tidur dengan magic [
Anesthetic Sleep, dan menyembuhkan luka-lukanya dengan healing magic.
"Kalau begitu, aku akan menanyakan situasinya sedikit pada Shin kun." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Akan buruk jika ada kerusakan yang terjadi di sini di Ibukota Kerajaan, jadi aku akan pergi ke tempat yang aman." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Sebelum itu, aku akan mengalahkan greater demon.
Aku berpikir untuk menggunakan mereka untuk power leveling gadis-gadis kami, tetapi kami dapat menemukan banyak monster kuat yang kami mau, jadi tidak diperlukan untuk beberapa kemiringan salah tempat di sini.
Aku memerintahkan Tiane untuk menghabisi semua greater demon tanpa rasa sakit dan dia menyetujuinya.
"Baiklah para keronco rendahan, kalian akan merasakan kematian yang sangat menyenangkan hingga tubuh asli kalian juga terbunuh di After Life domanin." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Tiane menggunakan sebuah mantra yang aku yakini sebagai sebuah mantra dasar yaitu Divine Ash yang merupakan mantra penghapusan hinga tingkat konseptual yang dapat membunuh tubuh utama greater demon yang eksistensinya lebih tinggi yang berada di After Life Domanin.
Dalam seketika semua greater demon yang ada dihadapan Tiane seketika menghilang karena konsep greater demon yang ada pada mereka sudah di hancurkan bersamaan dengn tubuh utama mereka.
"Tidak mungkin, bukankah barusan mantra terlarang?" Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"Tidak, menurutku itu hanya sebuah mantra dasar saja, jadi tidak perlu dipikirkan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku menjelaskan pada Hikaru yang terkejut.
Ini single object magic dan juga bisa diubah menjadi multi object magic jadi ini sangat fleksibel jika digunakan.
Sihir membutuhkan 300MP untuk satu tembakan, jadi itu tidak boros sama sekali bila melihat dari efeknya dan kapasitas mana yang dimiliki oleh kami bertiga.
"M-mantra terlarang, tanpa chanting?" Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
Hikaru mengeluarkan suara kejutan, tapi untuk beberapa alasan, aku memerintahkan Tiane karena itu akan meminimalisir efek yang akan ditimbukkan.
Mampu langsung menggunakan mantra terlarang yang biasanya membutuhkan beberapa menit untuk beberapa lusinan menit chanting, aku pikir ini cukup cheat.
Aku menahan Arisa dan yang lainnya yang akan mengikuti dengan tanganku.
"A-aku juga ingin pergi." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.
"Kamu tidak boleh."
"Demon lord bisa menggunakan serangan yang tidak biasa dalam berbagai cara, jadi semuanya harus menunggu di sini di ibukota kerajaan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Terlebih lagi, keadaan darurat terjadi di sini, jadi ada banyak hal yang perlu dirawat, benarkan?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Ketika aku mengatakan demikian, semua orang selain Mito mundur.
Membawa Mito yang seorang pahlawan seharusnya baik-baik saja, tapi aku ingin dia melakukan sesuatu, jadi aku memintanya sebelum dia bisa bicara.
"Mito, tolong pergi ke ibukota kerajaan dan katakan pada mereka bahwa demon lord telah dilenyapkan." Ujar Mito dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Aku bisa melakukan itu setelah dia..." Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"Master!" Ujar Arisa dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang keras.
"Bisakah Anda mengubahnya menjadi manusia lagi seperti yang Anda lakukan dengan Hisui terakhir kali?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang keras.
"Apakah tidak mungkin untuk mengembalikannya, bukannya membunuhnya?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang keras.
Arisa putus asa berbicara, menyela Mito.
__ADS_1
Mito yang melihat bahwa Arisa memiliki ekspresi yang rumit dengan pengunduran diri tercampur didalamnya.
Dia mungkin melihat banyak hal selama waktunya sebagai Raja Kuno Yamato.
Lain kali aku akan mendengarkan keluhan dan kesulitannya bersama dengan minuman keras.
"Hmm, aku rasa aku akan melakukan yang ingin aku lakukan, jadi aku akan menghabisinya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Tidak mungkin..." Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang pelan.
"Apa yang akan master lakukan pada Shin kun?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang pelan.
"Apakah master akan membuatnya kembali menjadi manusia kan, benar kan master." Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.
"Tidak, aku tidak pernah sekalipun mengampuni musuh-musuhku, bila siapa saja yang berani menghadapiku, maka dia harus aku habisi tanpa ampun." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Tidak mungkin... apakah master akan benar-benar menghabisinya?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang keras.
"Jangan buat aku mengulangi kata-kataku lagi." Ujar diriku dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang santai.
Aku melihat Arisa yang mengeluarkan air mata di sudut matanya.
"Tidak..." Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang pelan.
"Kau bukan master yang kami kenal." Ujar Arisa dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keraa.
"Master yang kami kenal adalah master yang baik dan lembut, baik dengan rekannya ataupun lawannya, dan master yang kami kenal tidak pernah menghabisi lawannya." Ujar Arisa dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
"Siapa kau sebenarnya?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
"Huh, sepertinya topengku sudah rusak ya." Ujar diriku dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang santai.
"Aku adalah master yang kalian kenal yang lembut dan baik itu, dan semua itu hanya sebuah topeng penyamaran yang aku gunakan, jadi jangan terlalu serius." Ujar diriku dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang santai.
"Inilah sifatku yang sebenarnya, dingin, kejam, dan tak kenal ampun, itulah aku." Ujar diriku dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang santai.
"Jadi buang saja semua ekspetasimu pada master yang menurutmu baik dan lembut itu, inilah aku yang sebenarnya yang ditekan oleh topeng palsu itu." Ujar diriku dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang santai.
Arisa dan yang lainnya hanya diam saja saat mengetahui sifatku yang sebenarnya dan tidak ada memberikan tangapan apa-apa.
Setelah itu aku memindahkan semua orang ke tempat-tempat yang mereka inginkan.
Aku menggunakan Flat People dari mind magic terhadap orang-orang di ibukota kerajaan.
Ini adalah mantra original yang aku buat dari mind magic Shepperd
dan Brain Wash untuk menekan kepanikan dan keresahan orang-orang.
Setelah mengkonfirmasikan efeknya pada peta, aku pindah ke sebuah multiverse lain dengan Shin kun, Lina dan Tiane.
Kami berpindah ke suatu dunia yang semuanya adalah padang pasir yang sangat kering dan tidak ada kehidupan sama sekali.
Shield coffin di mana Anak laki-laki Shin dikurung sedang menunggu di antara udara kering tempat matahari bersinar.
Ini adalah gabungan antara space magic dan ice magic sehingga tidak begitu rapuh yang bisa meleleh dari panas.
Namun demikian, aku dapat mendengar suara es berderak dari dalam shield coffin.
Keronco ini benar-benar tidak bisa dikurung hanya dengan sebanyak ini.
Ketika aku melihat lebih teliti, kabut ungu mulai keluar dari dalam.
Aku mengarahkan tanganku untuk melihat apakah aku dapat menyentuhnya seperti dengan magic dan barrier, tetapi tanganku hanya melewatinya.
Entah bagaimana terlihat seperti ketika aku mencoba memotong Fragmen Dewa dengan Sword.
Ini akan merepotkan jika dia memaksakan dirinya dan membuat demon lord ficationnya berkembang, jadi aku sendiri memutuskan untuk melepaskan magic shield coffin.
Uups, sebelum itu mari pindah ke tempat yang lebih baik di mana aku tidak perlu khawatir tentang kerusakan lingkungan.
Setelah menutup pintu masuk ke dunia sebelumnya, aku melepaskan shield coffin yang mengurung Anak laki-laki Shin.
Aku memasukan recovery item yang terlihat merepotkan bernama Magic Crystal Pillar, yang telah dikurung bersama dengannya ke dalam storageku.
Anak laki-laki Shin muncul sambil menghamburkan potongan es putih.
Sementara itu Lina dan Tiane hanya menonton pertarunganku dari kejauhan, karena aku yakin jika mereka berdua ikut berpartisipasi maka kerusakannya tidak akan sedikit.
"D-di mana ini?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang tegas.
"Apakah sihirku mengubah ibukota kerajaan menjadi padang pasir?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Anak laki-laki Shin menebak-nebak sambil menatapku.
"Yah, kurang lebih seperti yang kau lihat." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Muahahaha, sudah aku duga kalau aku memanglah yang terkuat." Ujar anak laki-laki tersebut dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.
Sepertinya ini adalah tahap awal dari wadah jiwa yang rusak, jadi aku harus membuatnya terus menggunakan kekuatannya
Melihat nama Skill Uniknya, ini seharusnya menjadi tipe pasif, jadi efeknya pada Soul Vessel (wadah jiwa) seharusnya lebih rendah dibandingkan dengan tipe aktif yang memiliki jumlah batas penggunaan.
"Apakah kamu ingin tahu di mana ini?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Untuk mengintimidasi dia, aku menghancurkan magic Sand Spear yang digunakan anak laki-laki Shin dengan 1 butiran pasir.
"Mustahil!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang tegas.
"Melenyapkan sihir yang digunakan olehku, penguasa dari sihir?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang tegas.
"Huh, bualanmu itu menjijikan kau tau." Ujar diriku dengan nada bicara yang dingin dan dengan suara yang santai.
"Apa kau bilang?!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang tegas.
"Yah, itu memang fakta bukan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku sedikit melepaskan aura yang sudah lama aku tekan dan aura itu sangat kental seakan itu adalah sebuah lumpur yang berwarna campuran hitam dan unggu dengan warna pekat.
Selanjutnya, dia mulai summon greater demon dan aku membiarkannya melakukan summon agar pertarungan menjadi lebih menarik lagi.
Dan saat beberapa greater demon tersebut mulai bangkit, aku langsung menebas mereka semua dengan ayunan tanganku dan demon tersebut menjadi kabut hitam karena tubuhnya hancur.
"Sialaaan, kamu keluar dari batas orang bereinkarnasi" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
Anak laki-laki Shin mengaum, tetapi kekuatan sihirnya sudah habis, jadi aku hanya bisa mendengarnya sebagai ocehan.
Jauh dari bahkan bertarung, dia mungkin bahkan tidak bisa menggunakan reinforcement magic.
Anak laki-laki Shin sadar bahwa Magic crystal pillar menghilang ketika dia mencoba untuk memulihkan kekuatan sihirnya, dia melihat sekeliling dengan gelisah.
Aku meletakan tanganku di pipiku dan mengamatinya seperti melihat kotoran.
Dia tampaknya anak tanpa rasa kesabaran, aku akan menjawabnya sekali sebagai umpan untuk menarik informasi darinya.
"Aku akan berbicara denganmu jadi tenanglah."Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Kita berada di multiverse lain." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Multiverse lain?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
"Apa maksudmu?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
Anak laki-laki Shin menanyakan pertanyaan lain pada jawaban samar-samarku.
"Yang disebut kumpulan alam semesta lain, lihat." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku menunjukan kepada anak laki-laki tersebut proyeksi dari multiverse tersebut.
"Apa-apaan gelembung-gelembung ini?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang tegas.
"Dan kenapa jumlahnya sangat banyak." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang tegas.
"Dalam gelembung tersebut terdapat alam semesta (Universes) yang jumlahnya tak terbatas dan jumlah semua gelembung yang menapung alam semesta (Universes) tersebut juga tak terbatas." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Ini disebut dengan multiverse." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Aku tidak paham apa yang kau katakan barusan." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang tegas.
"Kau tidak perlu memahaminya, bodoh." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Semua pertanyaanmu, huh." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Aku juga ingin kamu menjawab beberapa pertanyaanku juga." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Hmph, apa yang ingin kamu ketahui." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Hah?
Dia sangat patuh.
"Siapa yang membuatmu menjadi demon lord?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Aku sendiri yang ingin menjadi demon lord." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Dia tidak dipaksa oleh siapapun, ya?
"Bukan itu, maksudku orang-orang yang bekerja sama denganmu untuk mengubahmu menjadi demon lord." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Orang yang memberiku Demon Lord Orb adalah ayahku yang menyebalkan." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Hmm Demon Lord Orb?
Tampaknya gangguan pencurian di Ibukota Kerajaan sebenarnya bertujuan untuk Demon Lord Orb itu.
Aku mencoba mencari di peta, tetapi barang yang bernama Demon Lord Orb tidak ada di sekitarnya atau di area yang diketahui.
Namun, item yang mengubah seseorang menjadi demon lord, ya.
Jangan bilang, ayah yang menyebalkan yang dibicarakannya adalah Demon God?
"Kamu tidak seharusnya memanggil ayahmu menyebalkan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
__ADS_1
"Aku tidak peduli dengan seseorang yang benar-benar menyebabkan masalah bagiku dan ibuku, dan kemudian menjadi demon lord di dunia lain setelah sekarat." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Baguslah.
Ternyata dia bukan Demon God.
Meskipun ini akan menjadi buruk jika ayahnya adalah tipe dari demon lord yang dapat menghasilkan secara massal demon lord seperti dirinya, menebak dari title False King seperti anak laki-laki Shin dan apa yang aku dengar dari Demon Lord Dog Head, ayahnya mungkin mengubah Fragmen Dewa memilikinya ke dalam bentuk apa yang disebut Demon Lord Orb dan memberikannya kepada Shin kun.
Namun demikian, meskipun Shin kun mengatakan apa pun, dia masih menjelaskannya dengan benar, tampaknya kesadarannya masih bagus.
Menginterogasinya dengan mudah benar-benar bagus.
Aku harus mengunjungi ayahnya setelah aku menyelesaikan pembicaraan dengannya.
"Jawab pertanyaanku kali ini." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Gilirannya berakhir, ya.
Yah, tidak apa-apa.
Sepertinya kami bisa berdiskusi untuk saat ini.
"Aku ingin cukup kuat untuk mengalahkan ayah menyebalkan itu." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Setelah beberapa percakapan panjang, alasan mengapa Anak laki-laki Shin menggunakan Demon Lord Orb adalah ini.
Ada juga keinginan lain seperti menginginkan kekuatan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini, tetapi yang terbesar tampaknya itu.
Garis pemikirannya dari menginginkan hasil segera sangat mirip anak laki-laki, tetapi ada hal yang tidak boleh kamu pilih untuk memperoleh hasilnya.
"Kalau begitu kamu bisa saja menjadi seorang pahlawan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Hmph, hanya para elit yang terpilih dan di summoned oleh Dewa Parion bisa menjadi seorang pahlawan." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
"Seorang manusia yang hanya bisa merendahkan diri di tanah seperti aku hanya bisa menjadi demon lord." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
"Hoo karena keronco itu ya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Terima kasih atas informasi yang kau berikan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Parion atau yang aku sebut dengan keronco adalah salah satu dari 8 pilar utama Dewa di God Domain di lapisan paling rendah, atau bisa dikatakan sebagai mereka adalah keronco di God Domain.
Tidak tidak, normalnya juga kamu tidak akan menjadi demon lord.
Namun, ini kegagalan.
Sudah terlambat sekarang, tapi jika aku membicarakan tentang title hero ketika aku bertemu dengannya, dia tidak akan menjadi demon lord.
Yah, sekarang sudah sangat terlambat.
Tidak mungkin ada yang mengetahui itu kecuali mereka memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.
Benar!
Aku ingin tahu apakah dia akan setuju untuk kembali menjadi manusia jika aku memberitahunya tentang title hero, membuatnya kehilangan keterikatannya dengan demon lord?
Aku harus mencoba membujuknya agar dapat mengeluarkan kemampuan sebenarnya.
"Kamu memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang pahlawan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Nenekku pernah bilang bahwa para bajingan membisikkan hal yang ingin kamu dengar untuk bermain-main dengan hati orang-orang." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang tegas.
Apa yang dikatakan si neneknya benar, tetapi ini adalah kebenaran dalam kasus ini.
"Kalau begitu kamu harus memeriksanya sendiri dan melihatnya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Kamu bisa menggunakan sihir untuk memeriksa titlemu sendiri, kan?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Ah, itu benar." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Anak laki-laki Shin mulai chanting, aku menyalinnya melalui telingaku.
Chanting ini dari versi sihir dari skill appraisal.
> Skill [Mimic: Magic] Diperoleh.
Oh, ini kelihatannya skill yang cukup bermanfaat.
Aku harus mengaktifkannya.
".... Aku benar-benar memiliki title hero." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang tegas.
"Apakah kamu tidak mengingat apapun?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Sepertinya kamu telah mengalahkan musuh yang sangat kuat dan mendapatkannya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Ini tentang apa yang Zen si No-Life King bicarakan saat itu.
"Aku ingat .... Ketika banyak monster muncul di Ibukota Kerajaan, aku melawan monster sambil melindungi anak-anak panti asuhan .... Ketika aku mengayunkan hatchet-ku dan hampir terbunuh .... Aku mungkin telah mati jika light arrow dan invisible cannonball jika tidak jatuh dari langit dan mengalahkan monster." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Ah, saat monster red rope muncul secara massal, ya.
Anak laki-laki Shin mungkin berbicara tentang Remote Arrow dan magic Remote Stun yang aku gunakan.
"Namun, aku saat ini demon lord." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang menyesal dan dengan suara yang pelan.
Terdengar menyesal dalam-dalam dari suara Anak laki-laki Shin.
Kurasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membunuhnya?
"Kamu bisa mulai dari awal." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Aku telah mengubah makhluk yang telah berubah menjadi monster kembali menjadi burung normal." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Aku yakin bahwa aku juga bisa mengubah demon lord kembali menjadi normal." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Karena Hisui berubah menjadi God Bird, anak laki-laki Shin mungkin akan berubah menjadi High Human atau sesuatu, tapi karena dia akan mengoreksi diri di kemudian, lakukan pengampunan untukku.
Mendengar-k, Anak laki-laki Shin melihat ke bawah dan mengulangi monolog dari mulutnya.
Dia benar-benar tidak bisa mempercayai itu, ya.
Aku mendengarkannya dengan seksama, menunggu jawabannya.
"B-bisakah aku benar-benar memulai dari awal?" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang pelan.
"Ya, tentu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku menjawab suara gemetar Anak laki-laki Shin dengan senyuman yang meragukan.
Ini tidak terlihat karena aku memakai topeng.
"Seperti yang telah aku katakan!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
"Kau orang munafik!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
Anak laki-laki Shin menyerangku dengan sword sparkling seperti diamond yang dibuat dari sihir.
Menurut pada pembacaan AR, ini bernama Dragon Rending Sword dengan kinerja yang melebihi Prototipe Pseudo Holy Sword Excalibur yang coba dikembangkan oleh salah satu ilmuan di Kekaisaran.
Chanting mantra yang dia chantingkan dengan suara pelan sejak beberapa saat yang lalu mungkin adalah mantra terlarang dari Dragon Rending Sword (Dragon Slayer).
Aku pikir Demon Lord Dog Head sebelumnya mengatakannya bahwa ini adalah pedang yang digunakan Demon God.
Aku tidak beruntung mendapatkan mantra ini, karena mantra ini sangat lemah.
Ia memiliki kinerja yang lumayan, tetapi tidak ada artinya jika penggunanya kikuk.
"M-Mustahil!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang keras.
"Menghentikan pedang hanya dengan satu jari?!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang keras.
Aku menyerang Dragon Rending Sword yang berhenti di jari telunjukku dan menghancurkannya dengan jentikan lembut.
Tampaknya daya tahannya bukan masalah besar.
Sepertinya masih ada ruang untuk perbaikan untuk sihir ini.
Aku berpikir untuk mengembangkannya dan tentu saja para ilmuanku yang akan melakukannya.
"Magic sword dengan atribut Indestructible dihancurkan?!" Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang keras.
Anak laki-laki Shin terkejut dengan berlebihan.
Pertama, tidak ada cara ini dapat dipatahkan jika ada atribut seperti itu.
Aku tertarik dengan God Dancing Armor yang dikatakan oleh Demon Lord Dog Head juga, tapi aku akan meletakkan kereta di depan kuda jika demon lord ficationnya berkembang karena dia memaksakan dirinya, jadi aku menahan diri.
Aku tidak menghentikannya chanting mantra Dragon Rending Sword karena aku pikir akan lebih mudah membujuknya jika aku menghancurkan kartu trufnya.
Bukan berarti itu karena aku tertarik dengan sebuah kode yang belum pernah aku dengar sebelumnya, lupa untuk menghentikannya.
Bukan seperti itu.
Kekuatan sihirnya pasti habis lagi setelah menggunakan Dragon Rending Sword, jadi dia tidak bisa menggunakan sihir untuk saat ini.
Waktunya untuk membujuknya sebelum terlambat.
"Baiklah, apakah kamu ingin berhenti menjadi demon lord dan atau berhenti menjadi manusia, pilih yang kamu mau." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Jika kau memilih tetap menjadi Demon Lord, maka aku akan menghabisimu dan kau tidak akan pernah ada dalam dunia ini, kau akan terhapus dari seluruh sejarah dan kau juga akan sepenuhnya hilang dari ide yang merupakan aspek fundamental dalam cerita ini." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Atau kau dapat menjadi manusia lagi, namun kau harus aku habisi, tentukan pilihanmu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku mengarahkan senyuman ceria ke arah Anak laki-laki Shin.
Tentu saja ini hanya ancaman kecil.
Anak laki-laki Shin putus asa memikirkan langkah selanjutnya sambil membocorkan suara “gununu”, tapi dia mungkin tidak mendapatkan ide yang bagus.
Baiklah, setelah ini aku hanya perlu menghabisinya , dan kemudian semuanya diselesaikan.
__ADS_1
Benar-benar happy end!