
Setelah mengalahkan Arch Licht di reruntuhan kuno, Secilia memutuskan untuk menjelajahi labirin sendirian, karena akan sangat merepotkan bila bersama party yang hanya mementingkan dirinya sendiri...
"Baiklah... apa yang akan aku lakukan hari ini... "
"Jawab: meratakan multiverse lagi... "
"Kau ini ya, sepertinya kau mulai menemukan hobi baru ya... "
"Jawab: tidak..."
"Huh..."
"Bagimana kalau aku menjelajahi labirin ini saja...?"
"Jawab: akan lebih efisien bila menghancurkan labirin ini saja... "
"Hah... kau seperti biasa sungguh gila ya Ciel san... "
...
"Ah... jangan diam secara mendadak... "
"Ya sudahlah, kalau begitu, aku akan menjelajahi labirin ini sendirian dan menemukan sarang makhluk raksasa dan aku seperti biasa akan mengalahkannya dengan mudah... "
"Sungguh membosankan... "
Setelah berpikir sejenak, aku pun memutuskan untuk langung masuk kedalam labirin tanpa harus masuk melalui pintu gerbangnya...
Seketika Secilia sampai di dalam labirin yang besar dan gelap ini...
"Walaupun ini tampak gelap, sebenarnya ini sangat terang dan seperti siang saja... "
"Yah... karena aku mencipltakan sebuah matahari buatan yang massanya jauh lebih berat dari aslinya dan pacncaran cahayanya bisa di atur sesuai dengan keinginanku saja... "
"Hmm... sepertinya ini malah membuat para monster melarikan diri karena cahanya terlalu terang dan beberapa makhluk yang kecil ada yang langung mati dan ada juga yang masih bertahan karena berlindung di dinding labirin... "
"Jadi begitu... "
"Baiklah kalau begitu... "
"Remote Arrow"
Seketika ada anak panah yang berkumpul di sekelilingku dan mereka jumlahnya tak terhitung...
"Ahh... aku lupa mengatur berapa jumlah Remote Arrow yang akan aku gunakan... "
"Baiklah, akan aku ulang lagi... "
"Remote arrow, 120 Arrow "
"Nah kan sekarang baru benar... "
"Jika Aku menembakan Remote Arrow dengan jumlah yang tak terhitung, maka akan menjadi bencana yang lumayan besar... "
"Baiklah. mari lihat apakah efektif mengunakan nature magic tingkat dasar... "
Sfx: crack...
"Yah... rupanya efektif untuk membunuh para keronco berlevel 25 kebawah dan untuk level 25 keatas memerlukan lebih banyak Remote Arrow... "
"Nah, saatnya menggunakan sihir baru yang aku ciptakan... "
"Magic hand, menyebar... "
Seketika sebuah tangan semu berwarna hitam dan menyerupai tangan manusia mulai mengumpulkan mayat-mayat monster yang sudah aku bunuh dengan magic arrow tadi...
"Wah-wah ternyata sihir ini cukup berguna juga, walaupun nampaknya tidak berguna... "
Sfx: roar...
"Hmm, apakah yang dilakukan Minotaurus di sini, padahal ini adalah lantai 15 dan minotaurus muncul di lantai 25... "
"Menarik... mari lihat apa yang terjadi... "
Sfx: swosh...
"Ara-ara, Apakah kalian sedang kesusahan...?"
"Apa kau buta?, kami sedang kesusahan, jadi cepat tolong kami... "
"Ara... apa kau tidak pernah diajarkan soal sopan santun saat meminta tolong pada orang lain... "
"Berisik, cepatlah menolong kami mengalahkan Minotaurus itu... "
"Ahh.. sepertinya Minotaurus itu sudah mati, coba kau lihat sendiri... "
"Mana ada, buktinya Minotaurus itu masih tegak dan... "
"Ehh...bagaimana... bisa...? "
"Ara... kau ingin tau...? "
"Ya, cepat beri tau aku caranya...!! "
"Huh... coba kau perhatikan tingkahmu itu sangat menjengkelkan dan teman partymu sendiri bicara seperti itu... "
"Ya... kan... "
"Betul sekali..."
"Jadi, bila kau tidak mengubah sifat keras kepalamu dan sikap egois itu, maka akan menjadi dampak buruk kepada dirimu dan orang lain... "
"Yah... bila kau tidak mau mendengar, ya tidak apa-apa, tapi kalian semua akan terbunuh lho gara-gara orang ini... "
"Mau percaya ataupun tidak, itu adalah keputusan kalian... "
"Aku tidak bisa memaksakan kehendak ku kepada orang lain, jadi apapun keputusan kalian, itu adalah jalan yang kalian pilih... "
"Kalau begitu, sampai jumpa... "
__ADS_1
"Siapakah wanita itu...?"
"Tiba-tiba memberi peringatan dan bicara yang tidak jelas... "
"Dan... terlebih lagi soal kita akan terbunuh, kalau kita tetap mengikuti kapten... "
"Jangan percaya pada ucapan wanita tadi, dia hanya ingin membuat kita menjadi terpecah, jadi kalian semua akan aman bila bersama denganku... "
"Seperti yang diharapkan dari kapten... "
"Baiklah... kalian semua, kita akan mulai memburu monster lagi dan jangan lupa untuk waspada terhadap sekitar... "
"Baik..."
Beberapa jam setelahnya...
"Uaa... tolong aku... "
"Kapten... kita harus menyelamatkan mereka... "
"Benar... kapten bagaimana bisa kau mengabaikan anggota partymu yang sedang diserang olah mosnter..."
"Diam... aku sedang memikirkan bagaimana cara menyelamatkan mereka... "
(Terdiam)
"Baiklah... aku punya ide... "
"Ide apakah itu kapten...?"
"Bagaimana kalau kita membiarkan mereka jadi umpan dan itu akan membuat kita memiliki waktu untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan dari petualang lain... "
"Apa kau sudah gila...?"
"Kapten... mereka sudah menemani kita dari saat susah maupun senang, apakah kau mau meninggalkan mereka begitu saja, karena kau ingin menyelamatkan kita..."
"Kalau memang benar begitu, maka aku akan menyelamatkan mereka sendirian... "
"Aku juga akan menyelamatkan mereka... "
"Hah... kalian sungguh bodoh, mempercayai orang dengan begitu mudah... "
Pada saat anggota partynya pergi menyelamatkan teman-teman satu partynya, Sang Kapten bertemu dengan segerombolan Ware Wolf dan Sang kapten yang malang mati dimakan oleh gerombolan Ware Wolf...
Semetara itu para anggota yang ingin menolong teman-temannya juga mati terbunuh oleh Minotaurus yang memang dari awal menargetkan mereka...
"Kan sudah kuperigatkan, mereka masih saja tidak mau mendegarkan apa yang kukatakan dan inilah hasilnya... "
"Huh..."
"Dasar manusia bodoh, padahal sudah ada bahaya yang sedang mengintai , mereka masih saja memikirkan bagaimana keadaan orang lain dan cenderung menyelamatkan orang lain tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri... "
"Yah... dari pada memikirkan hal yang tidak perlu, lebih baik aku memusnahkan semua monster disini... "
"Jawab: bila membunuh semua monster disini, maka akan terjadi banyaknya para petualang yang kesulitan mencari uang karena mata pencaharian mereka sudah hilang, walaupun masih ada auto respawn didalam labirin ini tetap saja itu akan menurukan pebdapatan dan membuat para petualang menjadi banidit dan menjadi penjahat... "
"Hoo... jadi begitu ya, tapi akan menyenangkan memburu monster disini... "
"Bagaimana kalau aku mengakahkan Floor Master di setiap lantai di bagian menengah dan bawah... "
"Jawab: itu akan lebih baik... "
"Baiklah... aku akan membasmi para Floor Master disini... "
Pertama aku akan mulai dari level 30 dulu, Floor Master di sini adalah seekor Laba-laba berlevel 50 dan memiliki atribut api...
"Jadi, kau adalah Floor Master di lantai ini ya... "
"Kalau begitu, selamat menikmati kematianmu... "
Secilia mulai berjalan ke arah Laba-laba tersebut dan dia mengeluarkan senjata terlemahnya yang diambil dari storagenya, yaitu... sebuah pisau berwarna biru kehijauan dan begitu mengkilat saat dialirkan dengan MP kedalamnya...
"Hmm... rupanya sebuah pedang mithril ya... "
"Kurasa ini saja sudah cukup untuk membunuhmu... "
Sebelum itu, aku mulai mengalirkan mp kedalam pisau mithril itu dan pedang itu bersinar merah redup saat aku mengalirkan 50 MP kedalah pisau tersebut dan aku terus mengalirkan MP kedalam pisau itu sampai sekitar 1000 MP dan pisau itu memancarkan cahaya merah yang begitu terang, saat aku ingin menambahkan lagi mp kedalamnya, pisau itu mulai bergetar dan aku secara cepat menurunkan pasokan mp yang aku alirkan tadi dan pisaunya kembali seperti semula saat aku menambahkan 1000 MP tadi...
"Jadi, kapasitas mp yang dapat ditampung oleh bahan mithril yang bagus hanya 1000 MP saja, padahal aku lebih berharap banyak pada bahan mithril ini..."
"Yah... mau bagaimana lagi..."
Sfx: slash...
Seketika tubuh Laba-laba tadi menjadi potongan-potongan kecil dan hanya bagian yang bisa di jual saja yang masih di biarkan utuh...
"Are... sepertinya aku terlalu berlebihan, sampai memotong dinding labirinnya... "
"Yah... mau bagaimana lagi..."
"Akan kuperbaiki saja apa yang sudah aku perbuat... "
"Wall"
Sekumpulan tanah mulai mendekati dinding labirin yang sudah hancur tadi dan seketika dindingnya menjadi seperti semula lagi...
Ahh... aku baru ingat bahwa bagaimana keadaan linkungan sekitar karena seranganku tadi...
Aku melihat bahwa ada sebuah bekas potongan yang hampir membelah inti bumi dan potongan itu terus berlanjut dan memotong ruang yang dilewatinya dan menciptakan distorsi ruang yang menyebabkan tergangunya gravitasi diruang angkasa dan menyebabkan banyak lubang hitam yang sangat besar dan ledakan energi dari hancurnya bintang-bintang super besar...
"Aduh... sudah kuduga kalau akan terjadi suatu kejadian yang merepotkan... "
"Baiklah.... kalau begitu..."
Tatap...
Seketika lubang hitam yang sangat besar dan ledakan energi super besar tadi menghilang, seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa...
"Huh... "
__ADS_1
"Sepertinya aku akan memberikan batasan kekuatan pada saat aku sedang didunia ini, jika tidak dunia ini akan hancur... "
"Ciel... "
"Jawab: ada apa...?"
"Bisakah kau menberikan batasan pada kekuatan yang aku gunakan... "
"Jawab: bisa, tapi ada kemungkinan 90% kekuatanmu bisa lepas dari pembatasan itu... "
"Jadi... apa kau bisa membatasi kekuatanku sampai sedikit mungkin, hanya sampai bisa menghancurkan 1 universe saja atau mungkin lebih rendah lagi... "
"Jawab: kalau pada sampai titik itu, maka rasio kemungkinan berhasil adalah 0,1% saja dan menyegel kekuatan Maha Kuasa adalah hal yang mustahil, jadi hanya bisa menunda pasokan kekuatan yang dikeluarkan..."
"Jadi kemungkinanya sekecil itu... "
"Jawab: benar... "
"Pertanyaan: yes / no... "
"Yess... "
"Memulai prosedur pembatasan kekuatan... selesai... "
"Memulai menyiapkan wadah... selesai... "
"Memulai proses pembatasan kekuatan ... mulai... "
"Apakah masih lama...?"
"Jawab: proses sedang berlangsung, jadi harap tunggu 2-3 menit lagi... "
"Baiklah... "
Rupanya masih lama ya...
...
Ini... proses ini rasanya seperti ada sesuatu dari bagian tubuhku yang hilang dan entah kemana pergi...
...
Sesuatu yang sangat besar dan terpenting dariku hilang dan hanya sedikit saja yang tersisa...
...
Ahh... rupanya proses ini membuat kesadaranku menghilang dan...
"Pemberitahuan: proses pembatasan kekuatan berhasil di lalukan... "
"Auto mode: Active... "
...
"Ahh... dimana aku...? "
"Hey...diriku..."
"Hah... apa kau bilang, diriku, maksudmu diriku... "
"Dengar... kita adalah satu, aku adalah kau dan kau adalah aku... "
"Ohh... rupanya kau adalah suara yang pernah kudengar belum lama ini, ternyata itu adalah kau... "
"Ya... memang benar kalau aku adalah yang berbicara waktu itu... "
"Jadi... kenapa kau bisa datang kemari...?"
"Yah... karena aku menyegel semua kekuatanku, jadi aku kehilangan kesadaranku dan tiba-tiba bisa ada disini... "
"Hoo... rupanya diriku setelah mati, rupanya menjadi seorang wanita yang sangat cantik... "
"Memangnya kau yang dulu seperti apa...?"
"Yah... aku dulu hanya seorang otaku, neet yang hanya bisa makan, tidur, menonton anime, membaca manga dan membeli action figure... "
"Sepertinya dirimu yang dulu sangat menyedihkan... "
"Dan dimana orang tuamu dulu...?"
"..."
"Kenapa...?"
"Tidak... aku hanya saja tidak ingin membicarakan soal mereka... "
"Baiklah... kalau kau tidak mau membicarakannya, jadi siapa namamu...?"
"Okiawa... "
"Itu saja... "
""Ya... aku sudah membuang nama margaku... "
"Hey... bukankah kau tau segalanya... "
"Yah... walaupun aku tau segalanya, namun aku tidak mau melihat atau mengetahuinya..."
"Memang begitulah keadaanku saat itu, akupun tidak terlalu mempermasalahkannya...?"
"Kau memang baik ya... "
"Tidak juga... "
"Setelah ini jiwa kita akan bersatu dan kau akan mengendalikan tubuh ini sepenuhnya, jadi jaga dirimu baik-baik ya... "
Perlahan jiwa Oikawa (dirimu) berubah menjadi partikel cahaya yang masuk kedalam jiwa Secilia dan jiwa mereka bersatu setelahnya...
Catatan penulis
__ADS_1
Percakapan yang dicetak tebal dan miring adalah percakapan dari jiwa Oikawa dulu sebelum berengkarnasi menjadi Secilia...