Watashi Ga Betsu No Sekai De Umarekawatta Hi

Watashi Ga Betsu No Sekai De Umarekawatta Hi
Rencana Perdana Menteri


__ADS_3

Merasa rencananya berhasil, perdana menteri pun langsung menunjukkan ekspresi yang bahagia setelah menangkap Secilia dan berencana untuk mengeksekusi nya di depan seluruh rakyat Sakura Empire, yang menurutnya Secilia adalah pemberontak yang mencoba menghancurkan Kekaisaran, dan dia kemudian menyebarkan berita tentang hari eksekusi sang penghianat akan di laksanan.


seluruh penjuru kota, hingga kerajaan yang menjadi negara di bawah kekuasaan Kekaisaran di sebarkan bahwa sang pemberontak akan di eksekusi dalam 2 hari kedepan.


"rencana anda sangat bagus tuan ku."


"hahaha, Terima kasih, berkatmu rencana yang kita telah lama siapkan pada akhirnya berhasil. "


sang perdana menteri membicarakan tentang keberhasilan rencana mereka kepada rekan-rekannya yang saat ini sedang berada di aula Kekaisaran.


"tuanku, bagaimana kalau kita mengadakan pesta kemenangan kita atas keberhasilan rencana tuan yang sangat cerdas ini!"


"ide bagus Galius, kau memang sangat mengerti apa yang aku inginkan. "


"hahaha, anda bisa saja tuanku. "


perdana menteri memuji bawahannya yang mengetahui suasana tuanya yang sedang baik, dan Galius menanggapinya dengan senyuman bahagia, sementara itu dia pergi menyiapkan pesta yang akan dilaksanakan pada malam harinya.


di seluruh Kekaisaran bersuka ria karena pesta besar besaran yang diadakan oleh perdana menteri, semua orang bersenang-senang karena sang pemberontak itu telah ditangkap beserta para bawahan nya.


pada malam itu semua orang bebas melakukan apa saja, baik meminum minuman keras, dan bersenang-senang dengan para wanita, pada intinya semua orang bersenang-senang senang.


"hey, bagaimana menurut mu tentang sang pemberontak itu, apa kau tau siapa dia? "


beberapa pria sedang berbincang sembari minum membicarakan tentang Secilia, dan pria lain menanggapi nya.


"aku dengar dia ingin membunuh perdana menteri dan ingin menggulingkan Kekaisaran menjadi miliknya. "


"benarkah, berani sekali dia menantang perdana menteri, dan ingin menggulingkan Kekaisaran. "


"aku tidak percaya, wanita secantik itu melakukan hal seperti itu. "


"jangan tertipu dengan penampilan nya, walau dia cantik, bisa jadi sifatnya seperti iblis. "


"kau benar. "


para pria tersebut berbincang-bincang di sebuah bar yang biasa digunakan untuk tempat minum, dan mereka membicarakan hal tersebut.


rumor bahwa Secilia adalah seorang pemberontak terdengar hingga seluruh penjuru negri, beberapa orang menganggap bahwa ini hanya rumor belaka, namun disisi lain ada yang menganggap bahwa itu adalah cara agar perdana menteri dapat menjadi penguasa di Kekaisaran.

__ADS_1


"hey tuan, bisakan kau memberi tau lebih banyak tentang rumor 'Secilia si pemberontak"


"tidak masalah, namun kau harus memberikan 2 koin perak, baru aku akan memberikan informasi tentang rumor itu. "


"baik, aku Terima persyaratan yang kau berikan. "


seorang pria misterius tiba-tiba datang ke bar, dia terlihat seperti pria pada umumnya, tingginya setara dengan pria dewasa pada umumnya, namun yang membuat dia terlihat mencolok adalah jubah yang ia kenakan.


jubah yang ia kenakan agak terlihat mahal, dengan motif yang unik, serta kain yang tampak lembut, namun dia masih mengenakan jubahnya yang menutupi bagian rambutnya dan itu sedikit membuat wajahnya agak sulit untuk di lihat.


namun, dia berbicara dengan nada suara yang tegas, namun tidak bermaksud untuk mengintimidasi, mungkin latar belakang nya adalah orang yang berada di militer, tanpa menaru rasa curiga terhadap orang tersebut, pria tadi membicarakan tentang rumor yang sedang beredar.


di tempat ini suap menyuap adalah hal yang wajar, dan setiap orang mungkin pernah setidaknya satu kali melakukan suap atau disuap untuk memperoleh suatu kekuasaan atau informasi yang dinilai penting, mereka berpikir bahwa menolong orang lain berarti kau berhutang kepadanya, dan untuk melunasi hutang tersebut maka kau harus membayar sejumlah uang atau membalas tindakan orang tersebut.


hal ini sangat sering terjadi karena sudah menjadi budaya yang terus dilakukan, sebab itu dapat mempermudah seseorang untuk mendapatkan sesuatu hal yang diinginkannya secara cepat, dan mudah.


sementara itu Secilia yang di penjara di ruang bawah tanah yang di bangun khusus untuk tahanan yang paling berbahaya, letaknya di bawah tanah dan di letakan di ujung penjara yang merupakan tempat khusus yang kebal akan sihir maupun senjata.


karena dianggap tahanan berbahaya, dia di jaga oleh golem yang berlevel sangat tinggi sekitar level 1000 yang merupakan senjata taktis yang dimiliki oleh Kekaisaran yang menjadi senjata pamungkas pemusnah masal yang ditempatkan sebagai penjaga.


karena dirasa kurang cukup kuat, sepanjang penjara hanya di berikan sedikit penerangan saja, dan setiap 100 meter di beri penjaga yang berupa golem dengan level sedikit lebih rendah yaitu level 910 yang berjaga disana, dan baru ada penjaga Kekaisaran yang berjaga di bagian paling aman.


letak penjara itu berada tepat di bawah Kekaisaran yang hanya keluarga Kekaisaran dan beberapa orang penting lainnya saja yang mengetahui penjara tersebut, maka masyarakat awam hanya mendengar rumor saja, tanpa mengetahui kebenarannya.


pria itu setelah menerima informasi yang diberikan oleh lelaki yang dia temui tadi, dia menyerukan suara yang lumayan bersemangat dan tak lama kemudian muncul seorang wanita yang tidak asing di sampingnya.


"bagaimana Azazel, kau menemukan suatu informasi tentang Yang Mulia?" ujar wanita itu dengan suara yang tenang.


"yah, walau sedikit, kita harus segera menghentikan hal ini terjadi. "


"benar, kalau hal ini sampai terjadi, entah apa yang akan kita lakukan sebagai bawahan nya."


seorang wanita lain ikut menyela pembicaraan kedua orang tersebut dan mereka adalah Lina dan Tiane yang sedang menyamar.


"aku sudah memberi tau yang lain untuk bersiaga."


"baguslah kalau begitu, aku tidak mengharapkan bahwa mereka akan mengamuk jika di biarkan begitu saja. "


"yah, kalian juga jangan gegabah, jika kita salah langkah, maka semua akan berakhir. "

__ADS_1


ketiga orang tersebut mendiskusikan rencana yang akan dilakukan sementara anggota yang lain berjaga di sekitar istana Kekaisaran untuk berjaga.


malam itu seluruh Kekaisaran bersuka ria karena pesta yang sedang dilaksanakan, namum Lina dan yang lain nya hanya mengamati dari kegelapan malam yang berselimut kan pancaran kembang api yang menerangi langit malam Kekaisaran.


"cih, melihat mahluk bodoh ini bersenang-senang, sedangkan tuan kita sedang di penjara ini sangat membuatku muak. "


gunaman Aurora yang berbisik di samping Lina semakin memperkeruh suasana, namun Lina cepat membaca suasana dan menegur Aurora.


"yah, aku tidak bisa menyalahkan kalau kau kesal dengan ini, namun kita tidak bisa berbuat banyak."


"benar yang dikatakan Lina, jika kita gegabah maka rencana kita akan gagal, kau tau!"


"tapi, tuan kita akan di bunuh, kenapa kalian hanya diam saja. "


Aurora yang emosinya tak terkendali, kemudian di tenangkan oleh Diablo.


"aku tau kita semua sedang menghadapi keadaan ini, namun jika kita menghancurkan Kekaisaran, maka itu akan membuat Secilia sama sedih. "


"kau benar. "


Aurora yang emosinya memuncak tadi, kemudian perlahan meredam dan kembali tenang.


"huh, kita akan melaksanakan penyelamatan Secilia sama besok pagi, dan kita akan melakukan semua sesuai dengan rencana. "


"baiklah, semuanya bubar. "


Lina yang selesai memberikan tugas kepada anggota yang lain memantau Istana Kekaisaran yang dulu menjadi tempat mereka berkumpul bersama dengan Tuan mereka dan kini tempat itu menjadi milik orang lain dan merasa asing dengan istana tersebut.


"kenapa kau masih disini Lina?"


tanya Tiane kepada Lina yang menatap Istana Kekaisaran dengan pandangan yang sedih.


"kau pasti merindukan saat-saat bersama Secilia sama bukan?"


"yah, kini Istana itu menjadi milik orang lain dan kenangan kita semua dengan Istana itu terasa hilang, seperti ada yang hilang dari diriku. "


"kita semua merasakan hal yang sama dengan yang kau rasakan, namun ini menjadi pilihan yang terbaik dan kita tidak bisa menyelamatkan Secilia sama sekarang. "


kemudian Tiane memeluk saudarinya tersebut dan kemudian Lina menangis di pelukan Tiane yang mengelus kepala adiknya tersebut dengan lembut.

__ADS_1


"kau sudah melakukan yang terbaik, sekarang kau bisa menagis dengan puas di pelukan kakak mh ini. "


Lina terus menangis di bawah gelapnya langit malam yang disinari dengan cahaya dari kembang api.


__ADS_2