
Setelah aku membeli mansion dikota labirin kemarin dan bertemu dengan Flugel sang sage sekaligus pemilik dari mansion tersebut, aku langsung membelinya dengan harga 2 kali lipat dari harga pasar, supaya buku-buku tentang pembuatan homoculus dan bahan-bahan pembuatan pedang suci tidak jatuh ke tangan orang yang salah...
"Sepertinya sudah pagi, aku harus bergegas untuk bangun dan menyapa para pelayanku... "
Sfx: tap... tap...
"Secilia sama... dimohon untuk bangun, karena hari sudah pagi... "
"Ada apa Meteruna san, aku sudah bangun kok... "
"Ternyata Secilia sama sudah bangun, kalau begitu silahkan sarapan dibawah, makanannya sudah saya siapkan... "
"Baik... "
"Mohon ikuti saya.... "
Setelah bangun pagi, aku diantar oleh Meteruna san untuk sarapan dibawah dan seperti biasa dia adalah orang yang cekatan dan juga rajin, bahkan mansion yang sudah aku bersihkan kemarin saja sudah dibersihkannya lagi...
"Silahkan dinikmati hidangan yang saya siapkan, walaupun itu tidak sesuai dengan selera Secilia sama... "
"Tidak, aku adalah tipe orang yang tidak pilih-pilih soal makanan... "
"Kenapa kau hanya berdiri saja...? "
"Karena saya adalah pelayan Anda, jadi saya tidak berhak untuk duduk dan makan dimeja yang sama dengan tuan saya... "
"Hoo... jadi masalah status sosial saja ya... ?"
"Benar, karna itu bisa mempengaruhi status sosial dari Secilia sama... "
"Yah.. aku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut... "
"Jadi kau bisa saja duduk makan bersama denganku dalam 1 meja yang sama... "
"Jadi tolong duduklah dikursi itu dan makanlah bersama denganku disini... "
"Tapi Secilia sama..."
"Apa kau menentang perintahku... "
"Tidak Secilia sama, saya akan duduk... "
"Nah, jika seperti ini baru aku merasa lebih nyaman "
"Jangan sungkan... makan saja... "
"Baik... saya akan makan... "
"Sudah kuduga kalau masakan Meteruna san itu enak sekali... "
"Anda terlalu memuji saya, masakan saya itu biasa saja... "
"Kau terlalu merendah Meteruna san, itu memang fakta dan dimana kau bisa belajar memasak seenak ini... "
"Aku belajar dari pengalamanku saat aku masih kecil... "
"Hoo... menarik, jadi bagaimana dengan keadaan 3 anak yang ada di kamar atas... "
"Keadaan mereka sudah membaik dan hanya menunggu mereka bangun saja... "
Kemarin saat Meteruna san menjadi pelayanku, aku sudah memerintahkannya untuk merawat 3 anak tersebut dan dia dengan senyum menerima perintah yang kuberikan kepadanya...
"Kalau begitu aku akan kembali berpetualang di labirin... "
"Memangnya Secilia sama adalah seorang petualang... "
"Ohh... aku lupa memberi tahumu, kalau aku adalah seorang petualang dan terlebih, aku adalah seorang petualang tingkat tinggi lho... "
"Wah... luar biasa, tidak kusangka kalau majikanku adalah seorang petualang... "
"Dan dimana perlengkapan Anda...?"
"Yah... itu, aku memang tidak membelinya dan itu memang aku sengaja..."
"Anda sangat berlebihan kadang-kadang... "
"Dan aku ingin bertanya, di manakah budak yang kau beli kemarin... "
"Mereka sedang membersihkan bagian belakang mansion "
"Hoo... ternyata mereka cukup rajin juga... "
"Apakah Secilia sama ingin melihat mereka dulu... "
"Tidak usah, biarkan mereka melakukan pekerjaannya..."
"Kalau begitu aku berangkat dulu... "
"Hati-hati di jalan Secilia sama... "
(Melambaikan tangan)
Beberapa menit setelah berjalan dari mansionku, akupun sampai didepan gerbang labirin...
"Saatnya memulai pembersihan Floor Master... "
Beberapa saat setelah itu aku langsung menuju gerbang lantai 60...
"Wah... ini rupanya lantai 60 yang menurut rumor di sini dijaga oleh Gehena lord dan 2 bawahannya... "
"Sepertinya menarik, bisa melihat makhluk yang bisa menggunakan instant death... "
"Saatnya bermain... "
Aku membuka pintu gerbang lantai 60 dan terlihat seorang dengan tubuh dengan rangka tulang saja dan membawa tongkat serta bawahannya yang menggunakan pedang dan perisai...
"Selamat datang dineraka... "
"Salamku kepadamu... "
"Ohh... orang yang berani masuk kedalam neraka ini... "
"Hoo... jadi kau menyebut tempatmu ini sebagai sebuah neraka, menarik... "
"Jadi hanya kau saja yang bisa berbicara dan bawahanmu hanya diam saja... "
"Hoho... mereka adalah bawahanku dan sekaligus ciptaanku yang terhebat... "
"Ara... kalau begitu coba kau buktikan bahwa itu adalah sesuatu yang kuat melawanku... "
"Kau meremehkanku ya... "
"Ara... apakah aku membuatmu menjadi emosi... "
"Kalau begitu, pasukanku serang manusia yang berani menentangku ini..."
__ADS_1
"Ara... sepertinya aku disuru melawan sekumpulan tulang ini yang berlevel 60 ini... "
"Kalau begitu... "
Sfx: buk...
Aku langsung menebasnya dengan tangan kosong dan mereka langsung menjadi potongan kecil dan aku menginjaknya...
"Jadi begini saja kemapuanmu... "
"Cih... "
"Apa kau kehabisan cara untuk melawanku ya... "
"Haha... kau sudah terjebak dalam jebakanku, sekarang rasakanlah hukuman karena telah meremehkan diriku... "
"Fire strom... "
Sebuah badai api segera melahapku dengan cepat... "
"Akh... panas... "
"Hehe... "
"Panas... ampuni aku... "
"Haha... sekarang kau tau bagaimana kekuatanku... "
"Ya... tapi bohong... "
"Aduh-aduh kau kira aku bakal terbakar oleh apimu yang dingin itu... "
"Kau sampai kapan pun tidak akan bisa membunuhku... "
"Hahaha... memang kalau apiku tidak bisa membunuhmu tapi kau tidak mungkin bisa lolos dari yang satu ini... "
"Instant Death... "
"Matilah kau... "
"Kenapa kau tidak mati... "
"Mati...! "
"Mati...!! "
"Mati...!!! "
"Ara... sepertinya kau sudah kehabisan mana, apa kau sudah puas sekarang... "
"Bagaimana kau mau membunuh yang tidak berawal dan berakhir, yang tidak terikat waktu, ruang, kelahiran atau kematian, semua adalah diriku, jadi sia-sia saja kau menggunakan Instan Death berkali-kali pun tidak akan bisa membunuhku... "
"Urungkan saja niatmu itu dan jadilah mangsa yang mudah untuk dibunuh..."
Sfx: slash...
Dengan kecepatan yang tidak diketahui sebuah pedang mithril dan memancarkan cahaya kehijauan menebas Gehena Lord tersebut dengan sangat mudah dan menjadi potongan-potongan yang sangat kecil...
"Huh... dasar padahal hanya sekumpuan tulang saja ingin melawanku... "
Pada saat yang bersamaan, aku mengumpulkan semua barang-barang yang bisa dijual dengan magic hand dan memasukannya kedalam storage...
"Nah mari buru Floor Master dilantai selanjutnya... "
Setelah mengalahkan Gehena lord di lantai 60, aku menuruni akan tangga menuju lantai selanjutnya yaitu dilantai 70...
Nampak dari banyaknya debu dan lumut-lumut yang tumbuh disekitarnya...
"Baiklah... mari berburu... "
Pada saat aku membuka pintu, terlihat seekor hewan yang berukuran sangat besar, sekitar 50 meter, dan berlevel sekitar 110...
"Oii... bangun tukang tidur... "
Aku melemparkan kerikil seukuran bola tenis dan mengarahkannya kearah tembok dan menciptakan sebuah ledakan dan menghancurkan sebagian tembok di dekat hewan tersebut...
Sfx: roar...
"Ara... sepertinya kau sudah bangun rupanya... "
Sfx: tap... tap...
"Hoo... menarik, kau adalah musuh paling besar dan dengan level tertinggi yang pernah aku temui... "
"Coba aku check statusmu... "
Name; Hydra Lord
Race: High Hydra
Age: 10.000
Mp: 5000000
Hp: 10000000
Str: 200000
Agl: 300000
Int: 1900
Dex: 20000
Mnd: 40000
"Hoo... sungguh menarik, melihat statusmu itu... "
"Coba serang aku dengan serangan terkuatmu... "
"Are... kau tidak bisa bicara ya..."
"Padahal kukira karena statusmu tinggi, tapi kau tidak bisa berbicara... "
Beberapa saat setelah aku berbicara, Hydra tersebut langsung menyerang dengan kecepatan yang sangat cepat dan menyerangku dengan taringnya yang besar...
Sfx: rarr...
"Hoo... taring yang besar ya... "
Aku menahan taringnya yang berukuran 1 meter dengan 1 jari telunjukku...
"Baiklah saatnya aku menyerang... "
"Sepertinya aku akan berganti senjata sebentar... "
__ADS_1
Aku membuka menu storage dan mengeluarkan sebuah tombak berwarna merah...
"Coba kau tahan serangan dariku... "
"Gae... Bolg... "
Sebuah kilatan merah menyerang Hydra tersebut dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya dan menembus dan membuat lubang didaerah perut Hydra tersebut...
"Lihat... perutmu berlubang dan darahmu berceceran... "
"Ara... tidak mungkin kau tidak punya skill regenerasikan... "
Beberapa saat lubang di perut Hydra tersebut menutup dan seperti tidak terjadi apa-apa...
"Ara... sudah kuduga kalau kau memilikinya... "
"Seranglah dengan skill terkuatmu... "
Setelah itu Hydra itu menyerang dengan semburan racun yang sangat kuat dan dapat membuat lingkungan menjadi berlubang dan menimbulkan asap dimana racun tersebut disemburkan...
"Hoo... menarik... "
"Baiklah aku akan menggunakan salah satu skill terlemahku... "
"Thunder hell... "
"Sebuah petir hitam yang sangat besar menyambar Hydra tersebut dan menghancurkan Hydra tersebut sampai partikel dan bahkan jiwanya sampai hancur...
"Ara... sepertinya kau begitu lemah, padahal kau sudah berlevel 110... "
"Baiklah saatnya menyimpan magic core dan barang-barang lainnya... "
"Selanjutnya adalah lantai 80, yang peghuninya adalah... "
Setelah mengalahkan Floor Master di lantai 70, selanjutnya aku menuju lantai 80 dengan berjalan kaki, karena langsung kesana akan menurunkan sensasi dari berburu...
Setelah sampai, aku melihat gerbangnya sangat besar dan memancarkan aura membunuh yang begitu kuat dan, jika orang biasa atau petualang dengan resestasi aura rendah, maka akan langung mati ketakutan karena aura yang dipancarkan makhluk ini...
"Menarik... kau adalah makhluk yang memancarkan aura sebesar ini sejauh yang aku temui... "
"Saatnya berburu... "
Saat aku membuka pintu gerbangnya, aura besar yang seakan mencekik memancar lebih kuat dibandingkan dari yang tadi...
"Hoo... ternyata kau... "
Sebuah Naga yang besarnya 120 meter dengan warna agak kehijauan sedang menungguku...
"Hoo... kau sudah menungguku ya... "
Dia melihatku dengan mata yang seakan-akan memandangiku seperti seekor seranga...
"Ara... tatapanmu itu sungguh menarik dan akan kucongkel matamu sebelum kau menyadarinya...
Sfx: swosh...
Sfx: splast...
Dalam kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh siapapun, sekelas makhluk Nigh Omniscince saja tidak akan bisa melihat gerakan tersebut dan mata Naga tersebut telah hilang sebelah dan darah merah kehitaman mengalir dengan deras dari mata yang sudah diambil oleh Secilia...
"Ara... sepertinya kau tidak menyadari bahwa matamu sudah hilang... "
Sfx: roar...
Naga tersebut mengaum dengan suara kesakitan yang sangat luar biasa...
"Ara... teriakanmu terdengar sangat merdu... "
Dan aku meletakan mata Naga tersebut dibawah kakiku dan aku menginjaknya dan membuatnya hancur dan menjadi berceceran...
"Ups... aku sudah menginjaknya... "
Sfx: rar....
Suara amukan dari Naga begitu memekan telinga orang biasa bila mendengarnya, suara Naga tersebut berisi kemarahan yang sangat mendalam...
"Ara... kau marah ya... "
"Kalau ya seranglah aku dengan serangan terkuatmu itu... "
Tanpa berbasa-basi Naga tersebut mengumpulkan seluruh mana yang dia miliki dan membuat sebuah kumpulan energi yang sangat besar dan terus membesar dan akhirnya berukuran sekitar 20 meter , bentuknya seperti bola yang dipenuhi sejumlah besar energi dan Naga tersebut menembakan kumpulan energi tadi kearahku dengan kecepatan Tinggi dan Namanya adalah...
"Dragon Breath..."
Dragon Breath tersebut mengarah tepat didepanku dan mengenaiku dengan sangat telak dan menyebabkan ledakan yang sangat besar dan sampai-sampai bisa menghancurkan satu-dua kota bila terkena serangan tersebut...
Sfx: boom...
Setelah ledakan itu lantai labirin itu hampir hancur sepenuhnya, karena setiap labirin didesain agar bisa menahan kekuatan sebesar mungkin...
"Ara-ara... kau hampir saja membuat tempatku berdiri menjadi hancur... "
Naga tadi langsung terdiam, karena serangannya sekuat tenaga tidak berefek apa-apa pada lawannya...
"Ara... sisikmu itu keras dan taringmu itu juga bisa menembus apapun... "
"Akan kubuktikan kalau rumor itu salah... "
Segera Naga tersebut bergerak mendekatiku dan dengan taringnya dia mengigit tanganku dengan seluruh tenaga yang dia miliki dan...
Sfx: crack...
Suara hancurnya taring Naga tersebut menjadi berberapa serpihan kecil dan membuat Naga tersebut menjadi kehabisan tenaga dan itu adalah serangan terakhir yang bisa Naga itu lakukan...
"Ara... sepertinya kau sudah kehabisan tenaga ya... "
"Baiklah... aku akan mengambil siskmu saat kau kehabisan tenaga... "
Setelah itu aku mengeluarkan sebuah pisau yang terbuat dari sebuah logam Dewa Orichalcum dan membuang sisik Naga tersebut...
Suara raungan kesakitan Naga tersebut membuatku semakin senang untuk membuang sisiknya...
Terus... dan terus sampai semua sisiknya terlepas semua dan hanya menyisakan sisik terbaliknya...
Naga tersebut meraung tanda tidak ingin sisik terbaliknya dilepaskan...
"Ara... kau tidak ingin sisik terbalikmu dilepaskan, itu membuatku semakin ingin melepaskannya... "
Aku lansung mengarahkan pisau itu dan secara perlahan melepaskan sisiknya dan raungan Naga tersebut semakin keras dan akhirnya berhenti saat sisik terbaliknya dilepaskan...
"Yah... sepertinya kau sudah mati lemas, itu adalah hukuman karena telah memandang rendah diriku dan selamat tinggal... "
Setelah itu aku menusukan pisau itu dan membunuhnya...
Setelah itu seperti biasa mengumpulkan sisiknya dan tubuhnya dengan magic hand dam memasukannya kedalam storage...
__ADS_1
"Nah... saatnya membereskan yang lain kali saja... "