Watashi Ga Betsu No Sekai De Umarekawatta Hi

Watashi Ga Betsu No Sekai De Umarekawatta Hi
Kembali Dari Masa Lalu


__ADS_3

Setelah aku yang bersama dengan Lina dan Tiane meninggalkan Arisa dan yang lainnya di masa lalu, kami kembali ke masa depan yang mana ini adalah masa dimana aku seharusnya berada.


Kami bergerak dengan kecepatan yang melampaui linier waktu yang membuat kami dapat pergi ke masa depan dan masa lalu hanya dengan kecepatan yang kami miliki.


Dan tidak memerlukan waktu yang lama, kami sampai di sebuah tempat yang tampak tidak asing bagiku.


"Kita sudah sampai Secilia sama." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Selamat datang kembali Yang Mulia Kaisar Yang Agung Secilia sama." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


Lina dan Tiane kemudian bersujud saat kami sampai disana.


"Baiklah, aku kembali." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Tempat yang aku maksud ini adalah sebuah taman yang penuh dengan pohon bunga sakura yang sedang bermekaran dan bunga sakura tersebut memiliki warna merah muda yang cantik sebagian terbang seakan mereka menyambut kedatanganku.


Dan saat aku menyadari bahwa ada beberapa orang lagi yang secara tiba-tiba bersujud didepanku dan mereka membentuk barisan di belakang Lina.


"Selamat datang kembali Yang Mulia Secilia sama." Ujar mereka dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang bersamaan yang terdengar keras.


"Ya, aku kembali." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Mereka semua bersujud dihadapanku dan aku melambaikan tanganku sebagai tanda bahwa mereka dapat berdiri.


"Baiklah kalian, perkenalkan nama kalian masing-masing." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Aku memerintahkan mereka untuk memperkenalkan nama mereka masing-masing.


"Saya Lina sebagai pemimpin dari pasukan khusus Secilia sama, memperkenalkan diri." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


Lina memperkenalkan dirinya dengan formal dan dengan suara yang tenang.


"Saya Tiane, sebagai wakil pemimpin dari pasukan khusus Secilia sama." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


Kemudia Lina memperkenalkan anggota yang lain dimulai dari Bellzebub yang penampilannya seperti seorang pria yang suram dan dengan pakaian serba hitam dan dengan gaya rambut yang sebagian menutupi matanya, dia terlihat dingin, namun aku lebih melihatnya seperti orang yang kesepian.


Selanjutnya adalah Luna, dia adalah seorang wanita manusia dengan wajah eropa dengan warna rambut pirang panjang sepanjang lututnya.


Selanjutnya adalah Azzazel, dia terlihat seperti pria pengangguran yang menumbuhkan jenggotnya, Lina berkata dia melakukan hal tersebut karena depresi tidak menemukan keberadaan diriku, jadi dia berdiam diri selama 216 tahun terakhir dan sekarang dia tampak lebih baik dengan penampilan pria usia 30an tahun.


Selanjutnya adalah Mila, dia adalah seorang manusia bertelinga rubah dengan warna rambutnya yang hitam panjang dan dia sedikit pendiam terhadapku, atau mungkin dia pada dasarnya adalah orang yang pemalu.


Dan setelah itu adalah Mio, dia adalah seorang wanita yang berusia 21 tahunan yang tampak seperti seorang ibu karena aura yang dia pancarkan serta cara bicaranya yang mirip ibu muda.


Dia memiliki boneka beruang di kantong bajunya yang terletak di bagian dadanya, penampilannya seperti wanita dewasa pada umumnya dengan warna rambut putih seperti Tiane.


Selanjutnya adalah Andromeda, aku sama sekali kurang paham dengan pria ini, dia tampak seperti seorang pria tampan yang ada didalam cerita manga shoujo, aku rasa dia memang salah satunya, dia memikiki warna rambut jingga kecoklatan dengan wajah yang tenang.


Selanjutnya adalah Sirius, dia adalah saudara dari Lina, dia memiliki penampilan yang ramping seperti Lina dengan pakaian yang agak terbuka di bagian dadanya, dan hanya dengan sebuah kain kecil untuk menutup bagian dadanya.


Selanjytnya adalah Charlotte, dia adalah seorang wanita dengan penampilan seperti Mio, namun lebih kekanak-kanakan dari anggota yang lain, yang membedakannya dengan Mio adalah rambutnya bewarna pirang sedangkan Mio putih.


Selanjutnya adalah Ashborn, aku kurang paham dengan pria ini, dia mengenakan seragam pelayan pria yang sangat rapi dengan penampilan seperti Bellzebub, namun dengan pakaian yang berbeda.


Selanjutnya adalah Raphael, dia adalah seorang wanita kecil, mungkin seusiaku, dengan penampilan seperti anak kecil dengan rambut biru muda yang lumayan panjang.

__ADS_1


Selanjutnya adalah Akahsi, dia adalah seorang wanita dengan pakaian miko (gadis kuil) dengan rambut hijau muda yang terurai panjang.


Selanjutnya Samael dan Muzan, mereka sama seperti Bellzebub, namun yang membedakan mereka adalah Samael dan Muzan lebih terlihat tampan seperti Andormeda dan yang membedakan mereka hanya warna rambutnya saja, Samael dengan rambut perak dan Muzan dengan rambut hitam.


"Ohh ya, apakah diantara kalian ada yang melihat dimana Lily?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Saat aku bertanya kepada mereka tentang keberadaan dari Lily yang merupakan perdana menteri, namun mereka semua tidak mengetahuinya sampai salah satu dari mereka mulai berbicara.


"Umm... Secilia sama, tentang Lily dia saat ini ada didalam penjara." Ujar Luna dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Hah, kenapa hal tersebut dapat terjadi?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Bukankah dia yang mengatur segala hal yang berkaitan dengan pemerintahan, kenapa bisa dia masuk kedalam penjara?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Biarkan saya menjelaskannya Secilia sama." Ujar Bellzebub dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Perdana Menteri Lily dapat masuk kedalam penjara itu karena ulah dari Kaisar pengganti setelah Secilia sama menghilang 216 tahun yang lalu." Ujar Bellzebub dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Yang mana tidak lain dan tidak bukan adalah anak angkat Secilia sama, Rio." Ujar Bellzebub dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Hmm... sudah aku duga kalau anak itu akan melakukan hal merepotkan seperti ini, dan sekarang siapa Kiasar yang memimpin dan siapa Perdana Menterinya?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Kaisar sekarang adalah cucu dari Kaisar sebelumnya yaitu Ren dan Perdana Menterinya adalah Douma." Ujar Bellzebub dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Hmm... sepertinya aku harus membereskan kekacauan yang telah aku tinggalkan selama ini." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Saat ini sekitar 15 orang pengawalku, 8 Apostle dan 8 juta pasukan yang aku bentuk sendiri yang memiliki loyalitas sangat tinggi pada diriku, mereka semua bersujud dihadapanku dan tak lama terdengar sebuah suara kendaraan yang jumlahnya sangat banyak mencoba mendekatiku.


"Ahh mereka seperti rombogan pemimpin negara besar atau semacamnya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Umm, Secilia sama." Ujar Sirius dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Mereka sebenarnya adalah pengawal dari Kaisar." Ujar Sirius dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Karena kami melarikan diri dari penjara secara paksa karena hawa keberadaan Secilia sama yang sangat kuat, kami dengan cepat harus menghampiri Secilia sama, dan alhasil penjara tempat kami semua di tahan, sudah hancur." Ujar Sirius dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Hmm... menarik juga." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Aku mengelus kepala Sirius dan dia menerimanya dengan senyuman seakan dia menikmati elusanku tersebut.


Setelah iring-iringan kendaraan yang sangat banyak dan parade tentara serta banyak senjata yang langsung dikeluarkan seperti bom temonuklir berbasis sihir yang membuatnya menjadi lebih berbahaya dan senjata pemusnah massal yang ukurannya sangat besar dan seperti sebuah meriam.


Serta berbagai pesawat tempur yang mulai terbang diatas kami.


"Hey, kau kira aku ini seorang buronan atau apa?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Namun ujarku tersebut hanya diabaikan saja oleh para pengawalnya tersebut.


Dibelakangku, ada sejumlah aura membunuh yang sangat besar yang dipancarkan oleh mereka semua secara bersaaman, dan pengawal tadi langsung terbunuh dan seluruh tubuhnya menghilang bersaaman dengan semua senjata yang dia miliki.


"Siapa berani melakukan hal seperti ini pada bawahanku!" Ujar seorang anak laki-laki remaja dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.


"Tenang Yang Mulia Kaisar, saya akan menangani mereka." Ujar seorang pria gemuk yang keluar dari dalam mobil dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


Pria itu sangat gemuk dan dia banyak memiliki perhiasan emas seperti kalung emas, cincin emas dan gelang emas yang ada di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Dia adalah Perdana Menteri yang mengenakan seragam militer, namun seragam itu tampak seperti tidak muat, karena ukuran tubuhnya yang sangat besar.


Bila dibandingkan dengan pria pada umumnya, dia hampir sebesar 2 pria dewasa yang disatukan dalam 1 tubuh.


Banyak dari tentaranya yang sudah menyiapkan senjata mereka kearahku.


Senjata mereka berupa senjata api seperti yang ada dibumi, namun dengan kinerja yang jauh atau bahkan sangat jauh lebih baik daripada senjata api pada umumnya.


Dan setiap tentara memikiki penyimpanan seperti item box, namun dengan kapasitas dan kualitas yang jauh lebih baik dari item box.


Itu biasanya digunakan untuk menyimpan amunisi yang tercipta dari perpaduan sihir dan teknologi yang digunakan dalam semua senjata yang ada disini.


"Turunkan senjata kalian, kita saat ini sedang menerima tamu." Ujar Perdana Menteri dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Hoo, ramah juga kau rupanya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Memang benar, saya itu sangat ramah terhadap tamu." Ujar Perdana Menteri dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Perkenalkan saya Douma, Perdana Menteri Sakura Empire." Ujar Perdana Menteri dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Aku Secilia, salam kenal." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Beberapa saat setelah aku menyebutkan siapa namaku, Perdana Menteri terdiam beberapa saat dan kemudian melanjutkan kata-katanya.


"Nama yang indah, saya harapkan anda dapat nyaman di sini." Ujar Perdana Menteri dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


Sepertinya Perdana Menteri agak terguncang karena namaku, namun aku hanya mengabaikannya.


"Karena disini tidak nyaman untuk kita mengobrol, mari saya undang anda menuju istana." Ujar Perdana Menteri dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Baiklah." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Setelah itu Perdana Menteri mengajakku untuk makan di istana Kekaisaran yang seharusnya milikku, namun aku akan mengikuti saja apa yang akan dia lakukan dan melihat apakah rencana yang dia siapkan berhasil.


"Secilia sama, apakah tidak apa-apa anda makan dengan serangga rendahan itu." Ujar Bellzebub dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Benar apa yang dikatakan oleh Bellzebub, makanan yang akan Secilia sama makan sangat tidak baik." Ujar Luna dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Benar apa yang dikatakan mereka berdua, Secilia sama sebaiknya anda tidak mengikuti kotoran rendahan itu." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Benar apa yang dikatakan oleh Lina, dia adalah mahluk rendahan yang melanggar peraturan tak tertulis yang Secilia sama buat." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


Memang benar, aku pernah membuat peraturan itu yang berisi larangan untuk seluruh rakyat maupun pejabat Kekaisaran untuk melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, tidak melakukan diskriminasi terhadap sesama, tidak adanya perbudakan dan semua orang memiliki derajat yang sama dan aku juga membuat peraturan agar tidak menyakiti orang lain yang merupakan rakyat Sakura Empire tanpa alasan yang masuk akal dan logis serta aku melarang adanya tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan secara sepihak dan kekerasan terhadap orang lain.


Jika ada yang melanggar peraturan yang aku buat, maka mereka akan mendapatkan hadiah dariku.


Hingga saat kepemimpinanku, semua rakyat dari Kekaisaranku mempunyai pekerjaan yang sangat layak dan tidak ada yang mananya kesenjangan sosial antara sesama, semua orang mendapatkan akses baik yang ada dipegunungan maupun pedesaan dan pesisir, semua makmur dan sejahtera.


Semua pekerjaan yang berat dibantu oleh teknologi, jadi semua orang tidak ada yang susah dan semua orang senang.


Namun aku rasa apa yang dikatakan oleh mereka mungkin benar, namun aku akan menghukumnya saat aku sudah menemukan waktu yang pas, karena saat ini moodku sedang tidak enak.


"Baiklah, aku akan pergi bersama dengan Perdana Menteri dan jangan lupa untuk membebaskan Lily, aku kasihan dia berada dipenjara yang gelap itu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Baik."

__ADS_1


Mereka semua menjawab perintahku tadi dengan suara mereka yang serempak.


"Baiklah apa yang akan menatiku disana." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


__ADS_2