
Setelah membantu mengalahkan Floor Master, aku diajak oleh Belt dan partynya untuk pesta atas kemenangan perdananya melawan Floor Master dan aku di ajaknya, pesta akan diselengarakan malam nanti dan aku masih memiliki banyak waktu senggang...
"Hmm... jika tidak ada yang bisa dilakukan, bagaimana kalau menghancurkan banyak multiverse..?"
"Pendapatmu Ciel san...?"
"Jawab: tindakan tadi tidak disarankan, karena akan menggangu keseimbangan dunia ini... "
"Bagaimana kalau didunia yang lain...?"
"Jawab: itu bisa dilakukan tapi, apa harus membuka limiter pembatas kekuatan...?"
"Tentu saja tidak, karena ini hanya untuk bersenang-senang saja, jadi tidak perlu menggunakan kekuatan sejatiku... "
"Jawab: akan sangat direkomendasikan agar menggunakan kekuatan yang besar untuk melakukan itu... "
"Seperti yang aku bicarakan tadi, aku tidak perlu menggunakan kekuatan sejatiku... "
"Jawab: diterima... "
"Nah... mari bermain... "
...
"Aduh.... seperti biasa menggunakan kekuatanku akan sangat membosankan, karena hanya perlu berpindah saja langsung sampai..."
Sfx: huh...
"Are...?"
"Ada banyak bola bola kecil yang menyerupai gelembung dan jumlahnya ada banyak... "
"Baiklah... mari kita mulai... "
Saat tiba di kekosongan Secilia hanya bisa terheran karena multivers hanya sebuah gelembung yang jumlahnya tak terbatas dan Secilia merasa kalau apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan apa yang di dapat, karna merasa kecewa Secilia menjentikan jarinya dan dalam sekejap kumpulan gelembung tadi hancur tanpa sisa dan bahkan energi yang dihasilkan dari ledakan hancurnya multiverse tadi hanya bagaikan tiupan angin yang bahkan tidak bisa menyentuh pakian yang dikenakan Secilia...
"Aduh...sepertinya ini sangat membosankan dan sungguh buang-buang waktu saja,yah walaupun aku tidak terikat waktu dan ruang, tetapi tetap saja ini membosankan..."
"Kalau begitu aku kembali saja..."
Karena membosankan Secilia kembali kedunianya dan dia menghancurkan 1 hyperverse hanya dengan jentikan jarinya saja...
"Huh... sungguh membosankan... "
"Ohh ya sekarang sudah pukul 19.00 malam dan waktunya makan malam... "
Saat Secilia kembali dia langung berada di kamarnya dan memutuskan untuk makan malam, karena sudah waktunya makan malam...
"Ohh.. ternyata kau Secilia, ternyata di sini kau tinggal rupanya... "
"Ohh... ternyata kau Belt, kan sekarang belum waktunya pesta, tapi kenapa kau dan yang lain sudah mulai...?"
"Karena ini adalah saat yang tepat untuk berpesta... "
"Ahh... rupanya begitu... sungguh pemikiran yang sangat dangkal... "
"Haha... kau seperti biasa memang suka bercanda... "
"Aku tidak bercanda lho... "
"Sudah-sudah jangan bertengkar dan kau juga Belt bukan seperti itu cara berbicara yang baik kepada perempuan... "
"Ya... ya... baiklah, aku minta maaf... "
"Hah... serangga busuk sepertimu ingin menyentuh tanganku... "
"Coba kau pikir lagi... dasar kotoran... "
"Kau... akan kubunuh kau, karena sudah mengejeku...!! "
"Hoou... apa kau bisa menyentuhku dengan tangan kotormu itu... "
"Sudah hentikan...kau membuat makanan dan minuman disini menjadi tidak enak... "
"Jadi begitu... "
"Baiklah, aku akan pergi dan jangan lupa kalau kalian akan mati terbunuh oleh orc atau kalian semua akan terbunuh olehku... "
"Hah...karena kau kuat bukan berarti kau tau segalanya... "
"Sudah... hentikan Navy san... "
...
Setelah berpisah dengan party Belt, Secilia memutuskan untuk menyelesaikan misi untuk mengalahkan Arch Licht...
Dan Secilia memutuskan untuk pergi ke reruntuhan tempat Arch Licht berada...
"Tempat ini sangat menjijikan, ada banyak lumpur dan tulang berserakan serta akar-akar merambat dan tetesan air yang menetes dari dinding reruntuhan... "
Karena tempatnya sangat kotor dan berlumpur, Secilia memutuskan untuk melayang agar alas kakinya tidak terkena kotoran...
"Nah kan ini baru lebih baik, daripada berjalan diatas kotoran itu, lebih baik aku melayang saja... "
Setelah melayang beberapa menit, muncul sekumpulan undeath yang membawa senjata dan busur serta anak pahah...
"Ara-ara, sepertinya aku disambut disini rupanya... "
__ADS_1
"Are... kenapa kalian diam saja... "
"Ohh... aku lupa bahwa kalian memang tidak bisa berbicara, maafkan aku... "
"Aku kira Arch Lichtnya keluar, ternyata dia diam di singgahsananya dan membiarkan pasukannya menyerangku... "
"Rupanya hanya pasukan kecil berisi command undeath, 2 penyihir dan 5 pasukan pemanah dan 10 pasukan biasa... "
"Aduh... bagaimana ini, mereka sangat menakutkan... "
"Hehe..."
Seketika semua pasukan undeath menjadi debu dan menghilang begitu saja...
"Aduh... sepertinya aku sudah terlalu berlebihan... "
"Nah... selanjutnya tinggal bossnya lagi... "
...
"Selamat datang pejuang... "
"Hah... aku tidak berjuang apa-apa..."
"Kau adalah orang pertama yang bisa sampai kesini... "
"Ara, rupanya ada juga undeath yang bisa berbicara layaknya manusia biasa... "
"Karena aku dulunya adalah seorang manusia juga... "
"Ya...ya aku sudah tau, pasti dulu kau dibunuh kan oleh pasukan seorang bangsawan yang mengambil istrimu dan kau mencoba menyelamatkan istrimu dan pada akhirnya istrimu mati karena hancur mental dan tubuhnya perlahan membusuk dan hancur, begitukan ceritanya... "
"Dan juga nama istrimu adalah Emma dan namamu adalah Zen kan... "
"Tepat sekali, kenapa bisa kau mengetahui masa laluku yang kelam itu...?"
"Aku memang mengetahui segalanya... "
"Jadi, apa kau mau menghidupkan istrimu lagi kedunia ini dan aku akan mengubahmu lagi menjadi manusia lagi... "
"Bagaimana... "
"Ya atau tidak...? "
"Yah... tergantung bagaimana keputusanmu, bila kau ingin istrimu kembali dan kau kembali, aku bisa melakukannya... "
"Aku menolak... "
"Hoou, karena kau tidak enak dengan istrimu disurga kan...?"
"Ya, kau benar sekali, aku ingin istriku kembali dan kami menjalankan kehidupan seperti dulu lagi, membeli rumah di daerah pedesan, menikmati sore bersama dan damai selamanya... "
"Tidak... aku tidak ingin kepalsuan dan aku tidak ingin lagi menderita, jadi bisakah kau membantuku mengakhiri kehidupan yang sangat menyiksa ini... "
"Tentu, dengan senang hati, aku akan membunuhmu... "
"Haha... anak muda selalu saja bersemangat... "
"Baiklah kalau begitu, aku mulai... "
Seketika cahaya terang menyinari seluruh dunia dan karena terang cahayanya melebihi cahaya apa pun yang pernah ada, perlahan cahaya tersebut membuat tubuh arch Licht (Zen) hancur dan menjadi pertikel cahaya kecil dan terbang ke angkasa...
"Hanya ini yang bisa aku berikan kepadamu dan jangan menyesal, karena surga yang kau kenal tidak seperti yang kau bayangkan..."
"Yah... tinggal membawa barang-barang yang mungkin bisa dijual dan sebagai bukti bahwa aku sudah mengalahkan Arch Licht... "
...
Sfx: buk...
"Hah... rupanya hanya seorang yang memiliki dendam dan karena kebencian yang sangat mendalam membuat dia menjadi Licht... "
Sfx: huh...
"Baiklah... kalau begitu mari jual barang-barang ini... "
Sesampainya didepan Huild, Secilia di sambut dengan sorakan para petualang lain, karena berhasil mengalahkan Arch Licht yang sangat sulit dibunuh dan dia terkejud bahwa resepsionisnya berganti dari Elim menjadi Diana...
"Halo... kau Diana san kan si resepsionis baru kan... "
"Iya... dan bagaimana kau bisa tau namaku...?"
"Yah... karena suatu hal, aku bisa mengetahui segalanya... "
"Apakah seperti bisa membaca pikiran orang...?"
"Anda kurang tepat, lebih tepatnya bisa mengetahui segalanya, awal dan akhir, takdir, pikiran, isi hati, perasaan, masa lalu dan masa depan serta masa yang akan datang dan masa yang tidak pernah ada, semuanya aku mengetahuinya... "
"Dan aku tau bahwa kau adalah reingkarnasi dari siapa dan kapan kau meninggal, bagaimana kau diciptakan dan lain-lainya... "
"Apa kau sudah puas...?"
"Aku tidak mengerti tapi itu adalah sesuatu yang luar biasa... "
"Yah... itu hanya sebagian kecil dari diriku... "
"Jadi ada keperluan apa Anda datang kemari...?"
__ADS_1
"Aku disini ingin menjual barang dan magic core yang mungkin laku di jual... "
"Biaakah aku melihat barang dan magic corenya... "
Aku mengeluarkan barang-barang dan magic core yang aku simpan di storage tadi...
"Ini dia... hanya sebagian kecil dari bagian Arch Licht, magic core dan beberapa bagian undeath... "
"Baiklah.... kalau begitu bisakan anda duduk disana dulu, sambil menunggu proses penghitungan barang-barangnya... "
"Ya..."
Saat aku mau duduk, banyak petualang yang mendekatiku, ada yang bertanya tentang kisah aku mengalahkan Arch Licht yang sulit dibunuh, karena instant deathnya, ada yang mengajak masuk kedalam party, baik itu party besar yang berisi petualang veteran dan berpengalaman atau pun party kecil yang baru dibentuk dalam 1 atau 2 bulan yang lalu dan rata-rata mereka masih pemula dan ceroboh...
"Baiklah... aku malas mau menjelaskan panjang lebar, diam dan perhatikan... "
Aku membuat visual mirip dengan aslinya dan lengkap dengan suara dan animasi 4d yang begitu realistis...
Sfx: wah...
"Bagaimana kau membuat semua ini...?"
"Itu adalah ra-ha-si-a..."
"Cih... "
"Bila aku jelaskan juga kau tidak bakalan mengerti... "
Beberapa menit kemudian...
"Baiklah... ano... siapakah namamu...?"
"Panggil saja aku Secilia, Diana san... "
"... baik... "
"Jadi, ada berapa total yang aku dapatkan...?"
"Umm...etto... jadi bagian undeath tadi, tidak salah adalah barang tingkat menengah sampai tinggi, jadi harganya 5 koin emas dan untuk magic core tingkat tinggi berharga 3 koin emas dan yang lain hanya mendapat harga 2 koin perak, jadi semuanya adalah 8 koin emas dan 2 koin perak... "
"Baiklah, terima kasih dan ini dia... "
"Tung... tunggu Secilia san, apakah ini...?"
"Kenapa kau memberikanku uang sebanyak ini... "
"Ini adalah gajiku selama 1 bulan penuh... "
"Itu hanya 2 koin perak, jadi kau bisa memanfaatkanya untuk apapun yang kau mau... "
"Baiklah, kalau begitu terima kasih banyak Secilia san... "
"Ya... sama-sama... "
Setelah keluar dari dalam Guild, Secilia mematikan visual tadi dan segera keluar, sebelum kekacauan terjadi...
Memang agak kasihan mereka tiba-tiba kehilangan hiburannya, yah... mereka pasti melihat tubuhku...
Sfx: huh...
"Hmm... kemana enaknya ya... "
Saat aku sedang memutuskan mau kemana, aku melihat sebuah kereta yang membawa budak-budak yang terikat rantai, di tangan dan kaki mereka...
Yah... memang hal yang sanga biasa di dunia ini soal perbudakan, diskriminasi dan banyak lagi jenis kejahatan lainnya...
"Kalau begitu... aku akan makan sate saja dan makan parfait saja... "
...
"Ano... paman aku pesan satenya 3 tusuk saja... "
"Ohh... nona cantik yang kemarin, bagaimana kabarmu...? "
"Aku baik-baik saja dan selalu sehat... "
"Haha... anak muda selalu saja bersemangat... "
"Dan ini dia satemu... "
"Terima kasih, dan ini dia uangnya... "
"Terima kasih kembali, dan jangan lupa mampir lagi... "
....
"Nah...dimanakah pedagang yang menjual parfait... "
"Ohh... disana ada, baiklah parfait, aku datang... "
Seiring berjalannya waktu, lambat laun jiwaku mulai melebur dan hilang, digantikan oleh jiwa baru yang berkebalikan dari diriku...
Yah... mau bagaima lagi...biarlah aku didalam tubuh ini dan menyatu dengan jiwanya, selamat tinggal dunia
"A... apa barusan... "
"Ohh... aku tau jiwa kita sudah bersatu dan kau beristirahatlah dengan tenang didalam tubuh dan jiwa ini, biarkan aku yang mengambil alihnya sekarang... "
__ADS_1
Tersenyum dan perlahan menghilang...
Selamat tinggal dunia...