
Baiklah, bagaimana cara menghilangkan pengaruh dari Demon Lord Orb dari Anak laki-laki Shin?
Sementara aku berpikir begitu didalam pikiranku, orang bodoh datang mengganggu.
"Yang Mulia, saya datang untuk menyelamatkan Anda dengan para pengikut saya, zamasu!" Ujar green demon dengan nada bicara yang penuh kebanggan dan dengan suara yang keras.
Green demon dalam bentuk green dragon dan mid demon serta lower demon dalam berbagai bentuk melonjak masuk.
Melihat pada mid demon dengan lengan bor, yang satu itu mungkin memiliki kemampuan menembus ruang dan waktu.
"K-kerja bagus." Ujar anak laki-laki dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
Anak laki-laki Shin akan mengatakan sesuatu, tapi suaranya terhapus oleh kibasan tanganku.
Seperti yang diharapkan dari sihir tingkat lanjut.
Para demon dengan senang hati muncul.
Ini agak terlalu berisik, dan suhu di sekitarnya meningkat sangat drastis, tapi kurasa ini tidak bisa dihindari dengan fire power ini.
Hanya satu mid demon yang memiliki skill Light Resistance yang tersisa, tapi aku dengan cepat memusnahkannya dengan kibasan tangan saja.
"Gugaaagagaga" Teriak anak laki-laki dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.
Aku berpikir bahwa pertempuran sepihak yang berlebihan memiliki pengaruh buruk pada mental Anak laki-laki Shin, jadi aku berbalik ke arahnya terburu-buru.
"Perampasan, zamasu." Ujar green demon dengan nada bicara yang penuh kebanggan dan dengan suara yang keras.
"Dengan kekuatan untuk menguasai sihir, aku juga bisa menjadi demon lord, zamasu!" Ujar green demon dengan nada bicara yang penuh kebanggan dan dengan suara yang keras.
Aku melihat green demon yang mencoba menguasai Anak laki-laki Shin hanya untuk sesaat.
Status Anak laki-laki Shin menjadi Posessed.
Dia mudah dikuasai meskipun dia demon lord, aku bertanya-tanya apakah itu karena perbedaan level?
Namun, dikhianati di antara teman, ya.
Dalam arti, ini sangat mirip dengan demon.
Uups, ini akan terlambat jika aku terlalu tanpa khawatir.
Aku harus melakukan sesuatu.
Ini buruk.
Anak laki-laki Shin akan menyatu dengan green demon jika aku chanting terlalu lama.
Ini dari sebuah peti harta karun di POP.
Sambil mengeluarkan teriakan keras, green demon yang telah bergabung dengan Anak laki-laki Shin keluar darinya.
Aku mendekatinya dengan reflek yang aku miliki, dan melihat tubuh halus semi transparan dari green demon, dan merobeknya dari Anak laki-laki Shin sepenuhnya.
Aku memotong green demon menjadi beberapa bagian dengan Sword selagi masih di udara.
Tepat sebelum green demon menghilang, aku melacak garis magic essence yang menghubungkan avatar green demon ke tubuh utamanya.
Menilai dari tindakannya, avatar green demon tidak bisa berdiri sendiri melainkan dikendalikan oleh remote control.
Terasa seperti mencoba menemukan pancing yang tenggelam di lautan luas, aku memperluas pendeteksian magic essence.
Aku menemukannya!
Saat berikutnya, aku muncul di markas dari green demon di luar.
Aku sendiri tidak tahu bagaimana pindah ke sini.
Apakah ini magic atau skill.
Aku akan memikirkannya nanti.
Uups, aku tidak bisa membiarkanku lengah di sini.
Tampaknya sebuah tubuh terpisah dari green demon yang telah memasuki seekor tikus.
Ya ampun, betapa menyebalkannya untuk mati green demon ini.
Karena tidak akan ada makhluk apapun di labirin layu, aku menggunakan laser dari sebelumnya sekali lagi, benar-benar memusnahkan fragmen terakhir dari green demon melalui dinding labirin.
Dengan ini, saya tidak perlu khawatir tentang zamasu zamasu dan green demon lagi.
Auto Loot dari rampasan dimulai, Logku mengalir dengan sangat cepat.
Menyortir ruangan yang penuh dari junk, hanya ada beberapa globe berwarna hijau yang tersisa di sudut ruangan.
Apa itu?
Aku mendekati mereka dan pembacaan AR memberi tahuku apa itu.
__ADS_1
Tampaknya, mereka spesimen dari green demon yang telah digunakan untuk membuat mock body (avatar).
Green globe retak ketika aku menyentuhnya dengan tanganku, dan makhluk di dalamnya menunjukkan dirinya.
KYEWWROUUUN.
Bayi green dragon memiringkan kepalanya.
Tidak seperti mock body green demon, ia benar-benar menggemaskan.
Sambil memberi makan bayi green dragon berukuran truk dengan beberapa daging ikan paus, aku membuka Gate dari space magic dan membiarkannya keluar dari sini.
Setelah bayi green dragon, aku juga membantu mythical beast dan hewan lainnya dari globe dan membiarkan mereka keluar dari sini.
Maaf atas diskriminasi, tapi aku memusnahkan salah satu monster seperti wyvern dengan cepat.
Masalahnya adalah manusia.
Untuk saat ini, setelah membantu mereka keluar dari globe, aku membuat mereka tidur dengan water magic Anesthetic Sleep, dan kemudian mengirim mereka ke Perusahaan Echigoya dengan Unit Arrangement.
Aku sudah memerintahkan salah satu gadis eksekutif untuk merawat mereka, jadi menyerahkan mereka seharusnya baik-baik saja.
Tentu saja aku mengirim orang-orang yang melakukan kejahatan atas Reward & Punishment mereka ke penjara Ibukota Kerajaan dengan Unit Arrangement.
Ini bukan pertama kalinya aku mengirim orang-orang ke sana secara paksa, dan para sipir di sana fleksibel, jadi tidak ada keraguan bahwa mereka akan dijaga dengan baik.
Aku kembali ke tempat pertarunganku di tempat aku meninggalkan Anak laki-laki Shin.
Meskipun dia dalam kondisi kritis, life force demon lord mengikatnya tetap hidup.
Aku pikir dia akan baik-baik saja karena dia demon lord, tetapi tampaknya perkiraanku salah.
Anak laki-laki Shin akan mati jika aku menyamakannya dengan Wild Boar King dan Demon Lord Dog Head.
Aku memaksa membangkitkan fragmen Dewa yang ada didalam jiwa Shin dan itu memicu Demon Lord orb yang masih tersisa didalam jiwa Shin untuk mebuatnya bangkit kembali menjadi Demon Lord untuk kedua kalianya.
Saat aku memaksa pembangkitan fragmen Dewa, itu terasa seperti ada perlawanan dari jiwa Shin sampai pada akhirnya fragmen Dewa, jiwa Shin dan Orb Demon Lord menjadi suatu kesatuan yang membentuk eksistensi baru, namun wujudnya sama sekali tidak berubah dari bentuk wadah asalnya sebelumnya.
"Hoho, sepertinya aku akan menemukan lawan yang lebih menarik dari pada yang tadi." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Namun sebelum kebangkitannya sempurna, aku menambahkan beberapa tetes cairan hitam kental yang merupakan aura yang selama ini aku tekan dan menanamkan sedikit kristalisasi dari kekuatanku kedalam jiwanya yang aku dapat dari storage.
"Setelah aku menambahkan beberapa bahan tambahan, akhirnya Demon Lord Shin bangkit untuk kedua kalinya dengan sebagian kecil dari kekuatanku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku hanya memberikan kristal yang seukuran atom dan itu membuat perbedaan kekuatan yang sangat besar hingga tidak dapat dibandingkan dengan Demon Lord Shin yang sebelumnya.
"Hey Lina, Tiane, apa kalian ingin mencoba mainan baruku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Benar apa yang dikatakan oleh Lina, mainan seperti ini sangat jarang kami dapatkan, jadi ini akan menarik." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
Lina dan Tiane bergerak dari tempat mereka berdiri sejauh 1km dan sampai disini dalam waktu kurang dari 0 detik, kecepatan mereka sudah melampaui linier waktu, jadi itu seperti mereka dapat pergi kemasa lalu dan kemasa depan hanya dengan kecepatan yang mereka miliki.
"Baiklah kalian berdua, silahkan menikmati mainan yang baru aku ciptakan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Dan jangan lupa untuk selalu menahan krkuatan kalian sebenarnya, atau aku akan menghukum kalian jika ada yang melanggarnya, ok." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Baik." Ujar mereka berdua dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
"Baiklah, saatnya bersantai." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku mengeluarkan satu set perlengkapan minum teh beserta tehnya dan beberapa potong kue yang sudah disiapkan oleh Lina dan Tiane.
Jadi sembari melihat pertarungan mereka, aku akan menikmati tehku dan kue karena ini sudah masuk waktu minum teh.
Sementara aku minun teh, Lina dan Tiane langsung menyerbu mainan yang baru saja aku buat.
"Baikalah keronco, bersiap untuk menghadapi kematianmu."
"Swosh."
Demon Lord Shin langsung menyerang Lina dengan kecepatan yang melampaui linier waktu, jadi kecepatan itu sudah dilakukan sebelum Lina berbicara dan dengan mudah pukulan itu dihindari oleh Lina.
"Apa-apaan pukulan lambat seperti itu, kau ingin melakukan serangan yang sangat lambat seperti membeku seperti itu akan menjadi tidak menarik kau tau." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Waa... Lina sama luar biasa." Ujar Tiane dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras sembari bertepuk tangan.
"Hoho akhirnya mengetahui siapa yang kuat sekarang." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Swosh."
Demon Lord Shin terus menyerang bertubi-tubi dengan kecepatan yang melampaui linier waktu, dan itu seperti serangan yang ditujukan dimasa lalu namun terjadi saat ini.
"Ara, sepertinya kau terlalu bersemangat." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
Tiane melancarkan pukulan tepat diperut Demon Lord Shin dan itu menyebabkan dia terlempar dari arena pertarungan dan menghancurkan 1 gelembung karena pukulannya tersebut.
"Hey Tiane, jangan buat debu saat Secilia sama sedang minum teh, itu akan mengganggu rasa tehnya kau tau." Ujar Lina dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
"Ahh tidak, aku lupa hal itu." Ujar Tiane dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang pelan.
__ADS_1
"Sekarang cepat minta maaf pada Secilia sama atau kita tidak akan selamat." Ujar Lina dengan nada bicara yang panik dan dengan suara yang keras.
Lina dan Tiane mendekatiku dengan perlahan yang mana Lina mendorong Tiane sembari bersembunyi dibelakang Tiane.
Aku meletakan cangkir teh dan bertanya pada Lina dan Tiane.
"Ada apa dengan kalian, kenapa kalian tidak suka dengan mainan yang aku berikan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Etto... Secilia sama." Ujar Tiane dengan nada bicara yang gugup dan dengan suara yang pelan.
"Hmm." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Maafkan kami telah membuat debu dan pasir berterbangan, kami takut jika iyu akan merusak rasa dari teh yang Secilia sama minum." Ujar Tiane dengan nada bicara yang gugup dan dengan suara yang pelan.
"Benar apa yang dikatakan Tiane, Secilia sama, kami mohon tolong maafkan perbuatan kami." Ujar Tiane dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.
"Hmm... kalian membicarakan apa." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Tidak masalah, selama kalian dapat memainkan mainan yang aku berikan dengan senang hati, maka aku juga senang." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Benarkah." Ujar Tiane dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.
"Tentu saja." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Sekarang, pergilah bermain dan jangan biarkan mainanmu terombang-ambing di aliran ruang dan waktu itu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Baik." Jawab mereka dengan suara serempak.
Saat aku memberikan persetujuan, Lina dan Tiane kembali melanjutkan permaianannya.
Aku hanya mengamati permainan mereka sembari minum teh.
Pertarungan Lina dan Tiane melawan Demon Lord Shin sangat seru, mereka saling beradu pukulan satu sama lain dan energi karena benturan kekuatan mereka bertiga menghancurkan seperempat dari keseluruhan gelembung dunia yang ada, karena tanpak menarik, aku menambahkan kekuatan pada Demon Lord Shin dan itu menjadi pertarungan yang semakin menarik.
Pada akhirnya...
"Huh, mainan ini cukup seru bila dibandingkan dengan para avatar malaikat." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Benar, ini cukup menantang."Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Baiklah serangan terakhir akan aku akhiri dengan sihir tingkat dasar." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang santai.
"Divine Ash."
Dalam seketika tubuh dari Demon Lord Shin langsung menghilang tanpa ada jejak sama sekali setelah Tiane menggunakan Divine Ash.
Divine Ash yang Tiane gunakan saat ini berbeda dari Divine Ash sewaktu melawan Greater Demon, ini dapat menghapus target hingga pada tingkat ide yang merupakan aspek fundamental dari cerita ini.
Namun beberapa saat setelah penghapusan oleh Divine Ash milik Tiane, Demon Lord Shin secara tiba-tiba kembali kedalam cerita, walaupun sudah terhapus hingga tingkat ide.
"Cih, ini pasti ulah Author yang dengan seenaknya memberikan plot armor pada karakter sampingan." Ujar Tiane dengan nada bicara yang sedikit dan dengan suara yang tegas.
"Benar, dia seenaknya saja membuat dialogku dan menambahakan ujaran pada akhir kalimatku." Ujar Lina dengan nada bicara yang sedikit dan dengan suara yang keras.
"Baru saja aku katakan, dia pasti menambahkannya." Ujar Lina dengan nada bicara yang sedikit dan dengan suara yang keras.
"Huh, Author kita memang suka seenaknya." Ujar Tiane dengan nada bicara yang sedikit dan dengan suara yang keras.
"Membuat kita berbicara panjang lebar dan dia hanya tidur-tiduran diatas kasur sembari memikirkan plot apa yang akan diberikan." Ujar Lina dengan nada bicara yang sedikit dan dengan suara yang keras.
"Sudah, kita harus kembali mengalahkannya atau dia akan terus kembali." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.
"Kalau begitu aku akan turun tangan untuk saat ini." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
Lina membuka storage dan mengeluarkan sebuah senjata yang tidak jelas bentuknya dan itu berwarna hitam pekat.
"Ahh sepertinya dia sudah lama berada didalam storage dan pada akhirnya itu berjamur." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
Senjata yang diambil Lina adalah sebuah gumpalan yang berbentuk tidak jelas dan sangat keras.
Kemudian Lina memasukan mana kedalam gumpalan tersebut dan gumpalan tersebut berubah menjadi sebuah pisau dengan warna hitam pekat.
"Divine Ash."
Tiane kembali menggunakan Divine Ash yang dilemahkan dan seperti yang diduga itu berhasil ditahan akibat resistasi yang dia peroleh karena penghapusan tadi.
"Sudah aku katakan kalau aku yang akan menghabisinya." Ujar Lina dengan nada bicara yang sedikit dan dengan suara yang keras.
Lina kemudian menebas Demon Lord Shin dan itu ternyata berhasil membunuhnya tanpa ada perlawanan dari resistasinya.
"Wah, sebuah tontonan yang bagus kalian berdua." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
Aku langsung mendatangi keduanya dan mengelus kepala keduanya sebagai tanda terima kasih karena sudah memberikan suatu pertunjukan yang menarik.
"Berhubung teh dan kueku sudah habis, aku akan kembali ke Shiga Kingdom dan kalian tolong bereskan disini ya."
"Baik Secilia sama." Jawab mereka dengan suara serentak.
Kini aku harus menciptakan Shin yang baru karena Shin yang lama sudah menghilang untuk selamanya.
__ADS_1
Aku akan mempersiapkanya sesaat sebelum aku kembali