
Setelah kejadian kemarin, aku memutuskan untuk mencari penginapan untuk bermalam, walaupun aku tidak membutuhkannya sih, tapi akan sangat tidak menyenangkan bila aku berkeliaran di luar pada saat malam hari...
"Dimana aku bisa mendapatkan penginapan untuk bermalam..."
"Ohh... disana ada penginapan bernama usagi bar..."
"Apakah namanya sesuai dengan kenyataannya atau tidak, yah mari lihat saja..."
"Permisi..."
Pada saat Secilia membuka pintu, ada 2 orang pria besar yang menjijikan menghalangi jalannya Secilia...
"Hey... nona manis, maukah kamu bermain dengan kami, pasti kami bayar kok..."
"Benar nona, kami yang akan membayar tempatnya..."
"Jadi apakah kau berminat...?"
"Tentu saja tidak..."
"Hah... apa kau berani menentang kami..."
Seketika 2 pria besar itu mengengam tangan secilia dan mengajaknya secara paksa dan...
"Aduh... sakit tau, apa kau tidak tau sopan santun saat bersama wanita..."
"Hah...kau sudah menolak permintaan kami, jadi sekarang kau harus menuruti perintah kamu..."
"Hoou... jadi kalau aku tidak ingin bagaimana...?"
"Kami akan memaksamu agar mau..."
"Menarik... apa kalian tau bahwa ada seorang orang yang menjadi sok pahlawan yang mau menyelamatkan aku lho..."
"Hah... siapa dia dan beraninya dia..."
"Hmm... sepertinya dia akan datang sebentar lagi dalam hitungan...3...2... 1...
Sfx: dorr...
"Ara siapa yang datang..."
"Apa kau pahlawan yang ingin menolongku, tidak... ada pahlawan, aku takut sekali... tolong aku..."
"Tenang saja, kau berlindung saja di belakangku..."
"Baiklah pahlawan, tolong kalahkan para penjahat itu..."
Dengan kebanggaan yang sangat besar dan keberanian dia maju kedepan dengan sebuah pedang pendek yang sudah sangat usang dia maju...
"Hey... anak kecil, apa kau mau bunuh diri... "
"Lebih baik kau menyimpan nyawamu itu untuk hal yang lebih bermanfaat..."
"Dan kau wanita disana berhentilah bersandiwara dan berhentilah mengejeknya..."
"Ara... sungguh kau mengetahuinya... "
"Padahal itu tadi adalah kisah yang heroik lho..."
"Kau datang secara tiba-tiba dan menganggap dirinya sendiri sebagai seorang pahlawan yang membela keadilan begitu..."
"Sungguh mengelitik dan itu adalah tindakan yang sangat bodoh yang pernah aku temui dan apa juga untungnya bagimu menolong orang yang baru saja kau temui..."
"Dan apa alasanmu menolongku, apa supaya aku menyukaimu dan membuat aku selalu mendukungmu saat susah dan senang dan pada akhirnya aku menikah denganmu..."
"Hahaha... sungguh cerita yang sangat bodoh dan kau pasti bertanya kenapa wanita ini tau apa yang aku pikirkan..."
"Yah... karena aku mengetahui segalanya lho... "
"Jadi apa yang akan kau lakukan..."
"Mau balas dendam denganku atau kau akan tetap menolongku..."
"Tentukan pilihanmu..."
Beberapa menit anak itu memikirkannya dan pada akhirnya dia memilih pilihannya...
"Aku memilih... menolongmu..."
"Kenapa...?"
(Sambil menahan tertawa...)
"Karena... karena aku diajarkan oleh kakekku untuk selalu menolong orang yang sedang kesusahan..."
"Pfft... hahaha... sungguh naif dan padahal kita saling tidak mengenal satu sama lain, aku tidak mengenalmu dan kau juga tidak mengenalku, jadi karna ajaran kakek bodohmu itu, kau mau menolongku..."
"Kalau benar, kenapa memangnya...?"
"Apakah menolong orang lain itu salah...?"
"Dan menolong orang itu tidak butuh alasan apapun mau aku kenal ataupun tidak kenal maka akan aku tolong selama dia kesusahan... "
"Tentu saja tidak, kau menolong orang yang salah..."
"Jadi kau mau mengikuti kata-kata kakek bodohmu itu atau hidup dengan hanya memikirkan dirimu sendiri..."
"Tarik kembali ucapanmu barusan"
__ADS_1
"Tidak akan, aku tidak akan pernah menarik ucapan yang sudah aku ucapkan..."
"Kau boleh menghinaku tapi, kau tidak boleh menghina kakekku..."
"Beliau adalah seseorang yang sangat berharga dan besar untukku, jadi tarik kembali ucapanmu itu..."
Anak kecil tadi mengarahkan pedang usangnya ke arah Secilia dan pedang itu dengan mudah dihancurkan hanya dengan melihatnya saja...
"Apa.... kau menghancurkan pedang kenang-kenangan dari kakeku..."
"Matilah kau...!!"
Anak laki-laki itu mundur sebentar dan mengarahkan tinjunya yang mungil kearah Secilia...
"Ara-ara.... pukulanmu seperti tidak ada tenaganya dan... "
"Pergerakanmu sangat lambat sekali..."
"Sampai aku merasa mengantuk melihatmu melakukannya... "
"Rasakan ini..."
Secilia hanya melihatnya saja dan membuat seisi penginapan menjadi diam dan sangat ketakutan akan intimidasi yang dilakukan oleh Secilia...
"Jadi... anak kecil, apa kata-kata terakhirmu...?"
"Tidak... aku tidak ingin mati..."
Anak laki-laki itu berlari dengan sekuat tenaga dan pergi meninggalkan penginapan...
Setelah di kalahkan oleh Secilia, anak tersebut bersumpah supaya dia bisa bertambah kuat dan mengalahkan Secilia...
"Kau sangat kejam dan dingin, bahkan kau membuat 1 kota ketakutan dengan intimidasi yang kau lakukan..."
"Ada apa, apa ada masalah...."
"Tidak... tidak..."
Mengelengkan kepala kekiri dan kanan...
"Jadi apa kau berminat untuk menjadi seorang pelacur... "
"Padahal kau bisa menghasilkan banyak uang dengan menjadi pelacur..."
"Bila kau berminat kau bisa menemui kami lho..."
"Hah... apa kau berbicara denganku..."
Sorotan mata sedingin es membuat seisis penginapan menjadi diam dan hening...
"Jadi owner san, maafkan atas keributan yang aku buat dan berapa ganti ruginya..."
"Haha... kau tidak udah membayar ganti rugi dan, bahkan aku seharusnya berterima kasih atas bantuanmu, karnamu tempat kami menjadi ramai pengujung..."
"Karna kamu tamu special jadi kami berikan diskon, kamu hanya harus membayar 1 koin perak dan harga biasanya 4 koin perak..."
"Terima kasih owner san... "
"ini dia 1 koin peraknya... "
Aku mengeluarkan koin perak dari storage dan langsung menerahkan kepada pemilik penginapan...
"Aku lelah, jadi aku ingin istirahat dulu..."
"Baiklah semoga istirahatmu menyenangkan... "
"Hah.... akhirnya aku bisa menikmati hidup..."
Keesokan harinya...
"Wah... rupanya sudah pagi, aku harus bergegas mandi dan mengunakan pakaianku..."
"Hah... sudah kuduga kalau mandi di pagi hari memang lah sangat nikmat..."
"Selamat pagi Secilia..."
"Ohh... owner san, selamat pagi..."
"Ohh ya, dimana anakmu owner san? "
"Dia pergi sepasar untuk membeli hahan makanan dan kenapa kau bangun pagi sekali... "
"Yah... karena aku suka bangun pagi..."
Sfx: tok... tok...
"Baik, masuk..."
"Ibu... ini aku Elsa, aku kembali dari membeli bahan makanan..."
"Dan siapakah wanita yang sangat cantik ini...?"
"Dan apakah dia seorang putri Bangsawan..."
"Etto... perkenalkan namaku Secilia, salam kenal..."
"Baik, aku juga perkenalkan namaku Elsa, anak pemilik dari penginapan ini... "
"Hoou... jadi kau Elsa ya, kau pasti berumur 11 tahun kan dan apakah kau masih sekolah atau hanya bekerja..."
__ADS_1
"Umm... etto aku masih sekolah dan terkadang aku harus membantu ibuku menyiapkan makanan..."
"Jadi kau jarang bersekolah ya atau memang jadwal sekolahnya hanya dihari tertentu...
"Benar..."
"Sungguh menarik..."
"Baiklah kalau begitu, aku pergi kedapur dulu untuk menyiapkan makanan..."
"Nee... owner san, apakah dikota ini ada perbudakan atau budak secara resmi..."
"Ada, terkadang budak digunakan sebagai pembantu rumah tangga dan ada juga yang menjadikan mereka sebagai pemuas nafsu belaka..."
"Sungguh, apa perbudakan di sini adalah hal yang lumrah dan apa owner san punya seorang budak atau lebih..."
"Ada kami juga membeli seorang budak yang kami gunakan untuk membantu Elsa dalam membawa barang belanja di pasar..."
"Jadi begitu ya...."
Berapa menit kemudian...
"Maaf menunggu ini makanan sarapan untuk hari ini... "
Makanannya lumayan sederhana ada roti panas, sup ayam, daging goreng dan sayuran...
Makanan yang pas untuk disantap saat pagi hari...
"Makanannya enak dan ini bayaran atas makanannya..."
Aku meletakan 1 koin perak di atas meja tempat aku makan...
"Hey... uangmu kebanyakan jadi..."
"Ambil saja kembaliannya, anggap saja itu hadiah dari ku karna memberikan makanan yang enak dan teman bicara dipagi hari..."
"Terima kasih, Nona muda..."
Beberapa saat aku berjalan keluar dari penginapan, dan sana lah kisahku dimulai...
"Hmm... aku harus apa dulu ya, membeli peralatan atau langsung ke Guild saja untuk mencari misi khusus ataupun special..."
"Tapi.... bagaimana aku berangkat ke sana, apa berteleport atau langsung ke sana..."
"Jawab: akan lebih efisien bila langsung ke sana... "
"Wah... Ciel san, kau akhirnya keluar juga..."
"Baiklah aku akan langsung kesana saja..."
Dalam sekejap aku langsung sampai ke Guild Petualang...
"Seperti yang kuduga, Guild Petualang dipagi hari sangat sepi..."
"Ohh... Secilia san, selamat pagi"
"Ya... selamat pagi juga Elim san, bagaimana kabarmu...? "
"Ohh... aku baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan..."
"Tentang masalah Guild Master... "
"Ohh... Guild Master yang lama diganti oleh yang baru, karena alasan usia... "
"Hoou... kau mau bercanda denganku ya... "
"Apa kau kira aku tidak tau kebenarannya..."
"Guild Master memang dipecat karena ketidakbecusannya dalam menghadapi suatu masalah, jadi dia diganti oleh Guild Master yang baru dan lebih baik..."
"Jadi bisa kau jelaskan bagaimana sistem peringkat dalam Guild ini, apa menggunakan jumlah kapasitas magic clue atau berapa banyak monster yang dikalahkan dan jumlah magic core nya dikumpulkan... "
"Jadi, cara pengukuran peringkat di sini adalah dengan mencukur jumlah magic cluemu dan jumlah kapasitas magic cluemu akan menjadi berapa peringkatmu... "
"Hoou... jadi, dimana alat pengukuran peringkat itu...?"
"Harap sabar... ini adalah alat pengukur jumlah kapasitas magic cluemu..."
Elim san membawa sebuah orn yang berwarna pelangi dan memancarkan warna pelangi yang indah...
"Jadi, aku harus meletakan tanganku ke atas orb ini..."
"Tepat sekali dan nanti akan keluar berapa jumlah kapasitas magic cluemu..."
Saat aku meletakan tanganku ke atas orb tersebut dan mengalirkan energi sihirku kesana perlahan orbnya mulai bergetar dan semakin kuat dan hal tersebut mengakibatkan orb tersebut pecah berkeping-keping dan berserakan dimeja resepsionis...
"A... apa yang terjadi... kenapa orbnnya bisa hancur..."
"Apakah kau sudah mengeluarkan semua kekuatanmu...? "
Tentu saja tidak, bahkan tidak samapai 1 % pun itu hanya sebagian kecil dari bagian terkecil dari kekuatanku...
"Jadi bagaimana peringkatku, apakah itu hebat atau itu peringkat terbawah...? "
"Karna tak teridentifikasi, maka kau di klasifikasikan sebagai kelas unknow..."
"Hah... apa tidak perlu memanggil Guild Master terlebih dahulu...?"
"Kau memang benar, tapi Guild Master sedang pergi ke Ibu kota kerajaan untuk pelantikan sebagai kepala Guild yang baru..."
__ADS_1
Karena energi yang tak terbatas yang dimiliki oleh Secilia, jadi dia tidak masuk kedalam peringkat manapun...
Dan apa kah yang akan dilakukan oleh Secilia selanjutnya...