Watashi Ga Betsu No Sekai De Umarekawatta Hi

Watashi Ga Betsu No Sekai De Umarekawatta Hi
Awal Dari Perpisahan


__ADS_3

Setelah aku memastikan bahwa Arisa dan lainnya sudah baikan, aku menunggu kabar dari Lina dan Tiane yang sedang bermain sebentar setelah aku menunggalkan mereka diarena pertarungan mereka dan Demon Lord Shin.


Kini waktu sudah menunjukan waktu malam hari dan aku pergi meninggalkan mereka dan duduk diatas atap mansion untuk menikmati hari-hari terakhirku di masa ini dan sebelum aku kembali kemasa depan dan mengurus Kekaisaran yang sudah lama aku tinggalkan.


Aku juga penasaran dengan anak yang aku pungut saat aku menjadi siswi sekolah dibumi yang lain dan aku adopsi sebagai anak tiriku.


Aku rasa adalah orang yang akan mewarisi kekuasaanku sebagai seorang Kaisar dan akan memimpin Sakura Empire.


Sejak 216 tahun setelah kepergianku, aku rasa Kaisar saat ini adalah anak dari cucunya atau masih cucunya yang sekarang menjabat sebagai Kaisar.


Yah kita lihat saja nanti.


"Huh, sungguh nikmat minum minuman keras saat malam seperti ini." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Aku menunggu Lina dan Tiane hingga tengah malam dan pada akhirnya mereka kembali dari perjalanan yang mereka berdua lakukan.


"Kami kembali Secilia sama." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Kami kembali." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Yo, selamat datang." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Bagaimana permainan kalian, apakah menarik.?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Yeah, disana sangat menyenangkan." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Namun ada satu mahluk yang menggangu kesenangan kami." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Siapa mahluk rendahan itu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Dia adalah seorang Avatar dari salah satu Dewa di lapisan bawah God Domain." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Hoo, jadi mereka sudah mulai bergerak rupanya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Jadi bagaimana selanjutnya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Aku membunuhnya, walau agak menjengkelkan karena dia bisa kembali beregenerasi setelah terkena serangan hingga tingkat ide, namun dia bisa saja terus kembali dan semakin dia dibunuh, maka dia akan selalu mendapatkan resistasi setiap kali dia dibunuh." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Jadi, bagaimana kau dapat membunuhnya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Saya menggunakan sedikit kekuatan agar dapat memusnahkannya hingga tidak dapat beregerasi lagi dan dia akhirnya terbunuh untuk selamanya." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Baguslah kalau begitu, dan bagaimana nasib arena pertarungannya?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Kami menghancurkan semuanya." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Hoo, sampai tidak bersisa?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Yap, kami menghancurkan semua yang ada hingga konsep yang tidak terpengaruh ketika realitas didunia itu hancur juga kami hancurkan seperti konsep ruang dan waktu hingga ke tingkat informasi yang membentuk semua konsep yang ada." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Kau terlalu berlebihan untuk sebuah dunia yang kecil itu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Tenang saja Secilia sama, saya sudah kembali menciptakan dunia malang itu seperti semula dan lengkap beserta informasi yang akan melahirkan konsep yang tidak hancur bila realitas dunia itu hancur, dan konsep itu akan melahirkan konsep baru juga." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Huh, kalian sungguh berlebihan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Sudah, apa kalian mau minum." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Boleh, jika Secilia sama yang menawarkan, maka itu suatu kehormatan untuk kami." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Benar, mendapatkan jamuan dari tuan kami adalah yang terbaik." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


Kami lantas minum minuman keras yang ada didalam storageku dan kami minun diatas atap mansion sembari menunggu matahari terbit.


Setelah menunggu sekitar beberapa jam menunggu sembari minum minuman keras, akhirnya matahari mulai terbit dan memancarkan sinar terangnya perlahan dari timur dan cahaya hangat mulai terpancar.


"Baiklah, kita harus turun kebawah karena ini sudah pagi." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Lina dan Tiane sepertinya tertidur karena mereka terlalu menikmati suasana hingga tidak sadar mereka tertidur.


Aku yang hendak turun dari atas atap, membawa Lina dan Tiane seperti aku membawa barang bawaan.


Lina aku bawa dibawah lengan kananku dan Tiane aku bawa dibawah lengan kiriku.


Setelah memastikan bahwa mereka sudah aku bawa, aku melompat turun dari atap dengan perlahan dan mendarat didepan taman.


Didepan taman ada Liza yang sedang berlatih tombak sendiri dan Lulu yang hendak pergi berbelanja.


Seperti biasa mereka sangat rajin melakukan kegiatan rutinitas mereka dipagi hari.


Saat mereka berdua melihatku membawa Lina dan Tiane, Liza dengan cepat menghentikan latihannya dan menyapaku, begitu juga dengan Tiane.


"Selamat pagi master." Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Selamat pagi master, apa yang terjadi pada Lina san dan Tiane san?" Ujar Lulu dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Pagi, seperti biasa, mereka tertidur saat melakukan misi, jadi aku membawa mereka untuk pindah kekamar mereka." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Kalian lanjutkan kegiatan kalian, aku akan tidur sebentar." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Setelah menyapa mereka berdua, aku masuk kedalam mansion dan meletakkan mereka berdua dikamar mereka dan aku juga akan tidur dikamarku.


Aku berjalan menuju kamarku dan menganti pakaianku menjadi pakaian tidur yang biasa aku kenakan.


Dan aku tidur dengan nyaman dikamarku hingga siang hari.


Setelah merasa cukup puas dengan tidurku, aku kemudian bangun dari tidurku dan segera mencuci mukaku dikamar mandi dan pergi ke ruang tamu.


Saat aku akan menuju ruang tamu, ada Zena san dan Sera san yang sedang duduk disana.


Mereka berdua ditemani oleh Arisa dan Mia yang sedang duduk disana juga.


Saat sudah dekat dengan mereka akupun menyapa mereka dan itu sama sekali tidak ada balasan.


"Selamat siang semuanya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Saat aku menyapa mereka, sama sekali tidak ada tanggapan dari mereka, hanya ada wajah dari Zena san dan Sera san yang memerah.


Aku penasaran dengan wajah mereka yang tiba-tiba memerah saat melihatku.


"Kenapa muka kalian memerah, apa ada yang aneh dengan wajahku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Namun mereka berdua tidak memberikan tangapan sama sekali, mereka hanya diam dan tidak berani menapat wajahku dan wajah mereka semakin memerah.


Kemudian aku bertanya pada Arisa kenapa wajah mereka berdua memerah dan dia menjelaskan.


"Apakah pantas mengenakan pakaian terbuka seperti itu dan hanya mengenakan pansu serta stoking hitam saja saat ada tamu?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.

__ADS_1


Arisa memberikan tanggapan yang berlebihan terhadap pakaian tidurku, namun aku mulai meyadarinya bahwa ini tidak baik, maka dari itu aku kembali kekamarku dan menganti pakaianku menjadi pakaian yang lebih pantas.


Setelah selesai berganti pakaian, aku kembali menyapa mereka berdua dan bertanya tujuan mereka berdua datang kemari.


"Kenapa kalian berdua datang kemansionku, apakah ada hal penting yang akan kalian bicarakan?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Ano... bukankan Secilia san yang meminta kami untuk datang kemari beberapa hari yang lalu kan." Ujar Zena san dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Benar apa yang dikatakan oleh Zena san tadi, bukankah beberapa hari yang lalu, Secilia san yang meminta kami datang ke mansionmu." Ujar Sera san dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


Memang benar kalau aku yang meminta mereka untuk datang kemansionku beberapa hari yang lalu, kenapa aku bisa sampai lupa.


Yah bila memang begitu aku akan menerimanya.


"Kalau boleh tau, hal apa yang ingin Secilia san bicarakan." Ujar Sera san dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Nanti, aku ingin semua rekanku ada disini, baru aku akan menyampaikannya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Aku meninta Arisa san Mia untuk memanggil mereka semua untuk datang kemari dan memerintahkan maid untuk membangunkan Lina dan Tiane.


Liza beserta Pochi dan Tama sedang berlaitih ditaman dan Nana seperti biasa bermain dengan Shiro dan Crown ditaman, dan lulu seperti biasanya dia berada di dapur untuk menyiapkan makanan.


Sembari menunggu mereka berdua, aku menghubungi Hikaru diistana kerajaan untuk datang kemari dan dia bilang kalau dia akan datang 15 menit dari sekarang.


Kami menunggu sekitar 15 menit dan akhirnya Hikaru datang ke mansionku dari istana kerajaan.


Setelah dia datang, aku menyambutnya dan memintanya untuk duduk di sofa.


"Aoi nee hal apa yang ingin Aoi nee bicarakan?" Ujar Hikaru dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Nanti saja, aku akan memberitahukan hal tersebut setelah semua orang berkumpul." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Sepertinya Hikaru menerimanya tanpa ada pertanyaan lain.


Seperti yang diharapkan dari Hikaru, dia cepat tanggap.


Setelah kedatangan Hikaru, Lina dan Tiane yang baru bangun langsung menuju ke ruang tamu, karena mereka sudah mengenakan pakaian mereka, jadi mereka tidak perlu mengganti pakaian mereka.


Sesaat setelah Lina dan Tiane datang, Arisa dan Mia membawa anggota lainnya dan kami semua berkumpul di ruang tamu.


"Baiklah, karena semua orang sudah berkumpul disini, aku akan membicarakan beberapa hal penting."


"Hal penting apa itu master, apakah hak siapa yang akan menikah denganmu." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Atau latihan bertarung bersama." Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Aku mau makan daging yang besar, nanodesu." Ujar Pochi dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.


"Tama juga ingin." Ujar Tama dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.


"Apakah mansion baru atau peralatan dapur baru." Ujar Lulu dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Alat musik baru." Ujar Mia tersebut dengan nada bicara yang agak tidak jelas dan dengan suara yang sangat pelan.


"Organisme kecil dan imut, jadi saya menyarankan." Ujar Nana dengan nada bicara yang datar dan dengan suara yang tenang.


"Tidak, tidak semua pernyataan kalian itu semuanya salah, aku akan membicarakan hal yang penting ini setelah kita selesai makan siang dahulu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Memang benar, sekarang sudah waktunya makan siang." Ujar Hikaru dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Sera san dan Zena san juga boleh ikut dalam sesi makan siang kami, bagaimana?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Umm apakah baik-baik saja jika saya ikut makan siang bersama Secilia san." Ujar Lulu dengan nada bicara yang gugup dan dengan suara yang santai.


"Tidak masalah, aku ingin kalian semua makan bersaaman dengan kami." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.'


Setelah mencoba mengajak Zena san yang awalnya menolak, namun pada alhirnya Zena san menerimanya karena ajakan dari Pochi dan Tama.


Kami semua yang berada diruang tamu, kemudian berpindah ke ruang makan, yang mana makanan sudah disiapkan oleh para pelayan kami.


"Silahkan dinikmati makanannya, terutama Zena san dan Sera san." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Aku mengatakan begitu karena Zena san tanpak ragu-ragu saat akan makan makanan kami, sedangkan Sera san yang merupakan seorang anak bangsawan tingkat atas sudah terbiasa dengan perjamuan seperti ini.


Zena san awalnya ragu untuk menikmati makanan yang kami hidangkan, karena dia tidak terbiasa dengan makanan bangsawan tingkat atas, namun aku meyakinkannya untuk menikmati makanan tersebut.


Setelah kami selesai makan, kami kembali lagi menuju ke ruang tamu untuk membicarakan hal penting yang ingin aku sampaikan pada mereka.


"Baiklah semuanya, aku akan membahas beberapa hal yang penting, jadi aku harapkan kalian jangan terkejut." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Pertama aku adalah seorang Kaisar dari sebuah Kekaisaran yang ada di bagian barat planet ini yang baru aku dirikan 216 tahun dari sekarang." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Kedua, aku adalah orang yang berasal dari masa depan yang terlempar ke masa lalu karena beberapa hal yang tidak aku pahami." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Ketiga, karena aku berasal dari masa depan, maka aku mengetahui semua yang sudah aku alami selama 216 tahun sebelumnya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Dan keempat, mereka berdua Lina dan Tiane adalah salah satu dari banyak bawahanku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Itu saja yang dapat aku sampaikan, dan ada pertanyaan yang ingin kalian tanyakan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Pasti ada pertanyaan karena ini adalah pernyataan yang mendadak dariku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Karena merasa terkejut dan sekaligus binggung, tidak ada satupun dari mereka yang mengajukan pertanyaan padaku, hingga beberapa menit berlalu dan satu orang mengangkat tagannya.


Yah dia tidak lain dan tidak bukan adalah Arisa.


"Baiklah Arisa, apa yang ingin kau tanyakan padaku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Aku sejujurnya masih terkejut dan binggung dengan pernyataan mendadak dari master, namun ada satu pertanyaan yang masih belum aku pahami." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Apakah itu?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Bersama siapa saja master membangun Kekaisaran itu, dan apakah kami selain Lina san dan Tiane san ikut berpartisipasi dalam masa awal pembentukan Kekaisaran yang Master pimpin." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Hmm, Lina bisa jelaskan pada Arisa siapa saja yang berpartisipasi dalam pembentukan Kekaisaran." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Baik Secilia sama." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Orang yang berpartisipasi dalam pembentukan Kekaisaran adalah Secilia sama sebagai pemimpin mutlak, aku sebagai pemimpin bawahan dari Secilia sama dan anggota bawahan langaung Secilia sama yang mengatur semuanya adalah Tiane, Arisa, Bellzebub, Tiane, Luna, Azazel, Andromenda, Mio, Sirius, Charlotte , Raphael, Ashborn, Akasha, Samael, Muzan." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Mereka adalah bawahan langsung yang berada dibawah perintah langsung Secilia sama dan beberapa komandan divisi lainnya yang berada dibawah kami adalah Apostle yang beranggotakan 8 orang terpilih yaitu Leon sebagai pemimpinnya, dan beberapa anggota lainnya adalah Sena, Hugo, Ariel, Formidable, Celes, Amura, dan Raul." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Mereka berdelapan masing-masing memimpin berbagai macam tugas di divisi mereka baik militer, politik, ekonomi, keamanan dan pertahanan, dan segala hal tentang administrasi dan pembangunan serta transportasi dan pengembangannya." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Mereka mengurus semua tersebut dan mereka adalah tangan kanan dari Perdana Menteri Lily." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Lily... bukankah itu nama Head Miko dikuil Tenion?" Ujar Sera san dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang terkejut.

__ADS_1


"Yah, dia adalah tangan kanan Secilia sama yang mengurus semua urusan Kekaisaran dan dibantu oleh kami dan Apostle." Ujar Tiane dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Ohh ya, perlu aku tegaskan kalau Arisa disini bukan kau Arisa, namun dia adalah salah satu manusia dari bumi bagian Rusia, dan dia sangat berbeda darimu Arisa, baik dari sikap, penampilan, intelegen dan segalanya dia jauh lebih baik darimu." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Tampaknya Arisa berharap bahwa "Arisa" yang aku sebut adalah dirinya, namun pada kenyataannya mereka adalah 2 orang yang berbeda, jadi aku menegaskanya agar tidak terjadi salah paham saat aku menjelaskan dan efek yang ditimbulkan.


Secara mengejutkan Liza mengangkat tangannya dan kemudian bertanya padaku pertanyaan yang dilluar dugaanku.


"Master saya ingin bertanya satu hal apakah saya boleh bertanya?" Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Yah, ini memang saatnya aku memberitahu kalian semua fakta yang sudah aku sembunyikan selama ini." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Kalau boleh tau, berapa level dari Lina dan Tiane ini, mereka terlihat sangat kuat dan saya tertarik berlatih dengan mereka berdua." Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Hmm pertanyaan yang menarik, Tiane silahkan kau jelaskan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Baiklah Secilia sama." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Secara sistem, kami sudah melampaui sistem tersebut dan level bagi kami hanyalah angka bodoh saja, jadi aku sama sekali tidak terlalu ingat berapa levelku waktu itu, namun setidaknya aku sudah berada di atas level 3000an dan karena aku sudah melampaui sistem yang mengatur dunia ini, jadi aku kehilangan semua levelku." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Apa... 3000 kau bilang." Ujar Arisa dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang keras.


"Tidak mungkin." Ujar Lulu dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang terkejut.


"Mustahil ada manusia yang sampai melampaui level 89 seperti diriku." Ujar Hikaru dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.


"Sungguh hebat nanodesu." Ujar Pochi dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.


"Sangat kuat." Ujar Tama dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.


"Tidak mungkin bisa mencapai level setinggi itu." Ujar Zena san dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.


"Tadi kau bilang melampaui sistem." Ujar Sera san dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.


"Yah, apakah sistem ini, saya sama sekali tidak paham." Ujar Sera san dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang keras.


"Mudahnya sistem ini adalah suatu hukum yang mengatur semua yang ada didunia ini baik kematian dan kehidupan, takdir dan nasib, causalitas dan sejenisnya, pengaturan level, exp dan healt point, rengkarnasi dan perubahan dunia semua itu di atur oleh sistem yang mengatur semua itu, dan jika kau sudah melmapaui sistem tersebut berarti kau sudah tidak terpengaruh dengan perubahan yang terjadi pada dunia karena kau sudah melampaui hukum pengatur dunia." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Memang sulit dipahami, namun memang itulah kenyatanannya." Ujar Tiane dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tegas.


"Jadi apakah semua orang dapat melampaui sistem?" Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Ya, semua orang dapat melampaui sistem, namun ada cara yang sangat sulit agar bisa melmapaui sistem." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Apakah itu master?" Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Apakah dengan berlatih terus menerus dapat melampaui sistem? Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Tidak, salah satu cara melampaui sistem adalah dengan menjadi Malaikat atau menjadi Iblis sejati." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Iblis disini bukanlah yang sering muncul di dunia, namun Iblis yang sebenarnya ada di dimensi yang berbeda dengan kita, dan mereka berada di dimensi yang lebih tinggi dari kita di After Life Domain." Ujar Lina dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.


"Akh... kepalaku pusing menerima banyak informasi secara bersamaan." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Apa tidak ada hal lain yang ingin kalian tanyakan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Jika tidak, maka aku akan menyelesaikan sesi tanya jawab ini dan kembali ke masa depan." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Tunggu Master, bagaimana dengan segel perbudakan yang mengekang kami." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Tenang saja, setelah aku pergi kalian semua bebas dari perbudakan, dan kalian tidak perlu memanggiku sebagai Master kalian lagi." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Tidak mungkin." Ujar Arisa dengan nada bicara yang binggung dan dengan suara yang pelan.


"Kenapa, bukankah kalian senang lepas dari perbudakan dan kenapa kalian menangis." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Berawal dari Arisa yang menangis dan pada akhirnya mereka semua menangis hingga Sera san dan Zena san juga ikut menangis.


Pochi, Tama dan Liza sebagai anggota pertamaku saat datang ke masa lalu menangis dengan keras begitu juga dengan Arisa dan Lulu.


Mia tanpaknya juga ikut menangis dan Nana binggiung dengan situasi ini jadi dia hanya diam saja.


Zena san sebagai orang pertama yang aku temui juga menangis dan memelukku dan begitu juga dengan Sera san yang memelukku.


Dan pada akhirnya mereka semua memelukku secara bergantian, namun tidak satupun dari mereka yang mau melepas kepergianku, jadi aku memberikan beberapa hadiah sebagai kenang-kenangan dariku yaitu sebuah ramuan yang akan membuat mereka memiliki umur panjang dan sangat panjang dan tidan dapat terbunuh jika mereka tidak ingin mati.


Didalam ramuan itu terdapat beberapa bagian dari kekuatanku yang aku campur disana, itu akan bersatu dengan diri mereka dan akan menjadi kekuatan mereka yang dapat setara dengan Dewa di bagian bawah God Domanin.


"Jadi aku hanya bisa memberikan itu sebagai peninggalan dariku untuk kalian, jadi jangan lupa diminum karena setiap kali kalian melihat botol itu, maka kalian akan selalu ingat denganku, jadi jangan lupa untuk menghabiskannya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Setiap orang aku berikan sebotol kecil ramuan yang berisi sekitar 20ml ramuan dan itu akan habis dalam sekali tegukan.


"Sepertinya mereka semua masih tidak percaya akan kepergianku yang sangat mendadak ini, jadi mari pergi sebelum mereka menyadarinya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Kemudian mereka menarik pakaianku dan itu menghentikan jalanku menuju pintu keluar.


"Terima kasih master telah memberikan kami kenangan indah yang tidak dapat kami lupakan selamanya" Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Benar master, jika master tidak ada saat itu akan bagaimana nasib kami saat itu." Ujar Liza dengan nada bicara yang tegas dan dengan suara yang keras.


"Terima kasih master karena sudah merawat dan menyayangi Pochi dan Tama selama ini dan mengajari kami cara bertarung." Ujar Tama dan Pochi dengan nada bicara yang senang dan dengan suara yang keras.


"Terima kasih sudah datang ke dunia ini Aoi nee, walaupun pertemuan kita singkat, aku sangat berterima kasih." Ujar Hikaru dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Benar Secilia san, jika Secilia san tidak ada saat penyerangan Demon Lord Golden Wild Boar, maka aku sudah mati dalam peristiwa itu, jadi terima kasih." Ujar Sera san dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Terima kasih Secilia san sudah mau berteman denganku, dari awal pertemuan kita di kota Seryuu hingga kita berpisah di sini di Ibukota Kerajaan." Ujar Sera san dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Secilia, terima kasih karena sudah mengantarku ke hutan Boruenan dan memberikan kenangan yang menyenagkan." Ujar Mia dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Ohh tumben sekali Mia berbicara kalimat yang panjang, aku rasa ini adalah pertanda yang baik.


"Terima kasih Master, sudah menjadi Master yang baik untuk saya, jadi saya melaporkan untuk terakhir kalinya." Ujar Nana dengan nada bicara yang datar dan dengan suara yang tenang.


"Baikalah sepertinya kalian semua sudah mengucapkan salam perpisahan untukku, jadi terima kasih semuanya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Namun saat aku akan meninggalkan mereka, Arisa kemudian menyampaikan kata-kata terakhirnya.


"Terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku, walaupun kita bertemu dan bersama hanya sekitar 6 bulan saja, tapi itu adalah masa-masa yang sangat menyenangkan bagiku, dan aku sangat senang sekali dengan pertemuan ini, dan kini kita harus berpisah selamanya, jadi..." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Terima kasih untuk semua yang kau berikan Secilia." Ujar Arisa dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang keras.


"Ya, sama sama semuanya." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


"Ohh ya, lihat kebelakang kalian dan kalian akan menemukan sesuatu yang menarik." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.


Mereka semua melihat kebelakang dan ada tulisan "Akan ada penggantiku yang akan muncul 100 tahun dari sekarang, jadi harap bersabar selama 100 tahun tersebut bila kalian penasaran. "

__ADS_1


Setelah mereka melihat tulisan itu, mereka akhirnya menyadari bahwa aku sudah tidak ada lagi dan aku tidak akan pernah mereka temui lagi.


__ADS_2