
Setelah aku melakukan beberapa tindakan yang sedikit membuat kerusuhan, dan pasukan keamanan setempat akan mengamankanku, datang seorang pembawa pesan yang tidak aku kenal.
Dia adalah seodang pria muda dengan pakaian seperti seorang pelayan pria pada umumnya dan dia dikawal oleh banyak pasukan khusus Kekaisaran.
Saat dia berjalan, para polisi tersebut mulai membuka jalan baginya dan mereka langsung bersujud saat pelayan pria tersebut mendekati mereka.
Pengawal pria ini berjumlah 100 orang saja, namun tidak diragukan lagi mereka adalah pasukan khusus yang memiliki level 300-400an dan pria ini berada dilevel 500.
"Maafkan keributan ini, saya akan membereskannya." Ujar pria itu dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Bisakah kalian pergi meninggalkan tempat ini, dan mungkin saja kalian akan dihukum karena mengganggu tamu dari Kaisar." Ujar pria itu dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
"Apa!" Ujar komandan dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang keras.
"Tidak mungkin orang seperti dia adalah tamu Yang Mulia Kaisar." Ujar komandan dengan nada bicara yang terkejut dan dengan suara yang keras.
"Jika kau tidak percaya, maka kau bisa membaca surat ini." Ujar pria itu dengan nada bicara yang santai dan dengan suara yang tenang.
Pria tersebut memerintahkan bawahannya untuk membawakan sebuah surat yang berisi tentang diriku.
Setelah menerima surat tersebut dan membacanya, komandan tersebut langsung terkejut dan sangat bunggung dengan keadaan yang menimpa dirinya.
Dengan ekspresi ketakutan dan binggung, dia memohon kepada pria tersebut untuk menyembunyikan tindakan yang dia sudah lakukan dan pria tersebut hanya tersenyum dan dia mengiyakan permintaan komandan tersebut dengan syarat dia harus membayar sejumlah besar uang pada pria tersebut untuk menutupi kasusnya.
Setelah kesepakatan berhasil, komandan pasukan tersebut dan pasukannya semua ditarik mundur dan mereka meninggalkan kami bersaama dengan pria ini dan pasukannya.
Pria ini sepertinya tidak menggunakan kendaraan apapun untuk menjemputku, karena jarak dari tempatku dengan istana kekaisaran tidak terlalu jauh, maka dari itu untuk menjagaku agar dapat terkontrol dengan baik, maka dari itu mereka mengawalku dengan pasukan besarnya.
Pria itu hanya fokus kedepan dan dia sama sekali tidak mengfokuskanku sebagai targetnya, jadi aku hanya mengikuti pria ini menuju istana.
Saat kami berjalan, terdapat sebuah pemukiman yang sangat mewah dan sangat besar sementara disisi lain pemukinan itu terdapat sebuah pemukiman kumuh yang sangat tidak layak ditinggali.
Semakin jauh kami berjalan, pemukiman semakin mewah dan sangat jauh berbeda dari pemukiman mewah yang sebelumnya.
Aku rasa disini adalah pemukiman para pejabat Kekaisaran dan keluarga mereka.
Tanpak salah satu gadis yang keluar melihat kami berjalan, dia mengenakan perhiasan emas dan perhiasan lainnya disekujur tubuhnya dan terdapat seorang manusia yang tampak seperti seorang anjing peliharaan yang diikat dengan seutas tali dilehernya seperti selayaknya anjing peliharaan.
Saat aku kembali melihat kesekitar, semakin banyak orang kaya yang sangat kaya hingga melakukan hal yang aneh seperti menjadikan manusia sebagai peliharaan.
Yahh, sudah aku duga kalau akan menjadi seperti ini saat aku pergi meninggalkan kekuasaanku sebagai Kaisar.
__ADS_1
Semakin banyak kasus korupsi yang terjadi dimana-mana dan para penegak hukum yang tugas awalnya memberantas kejahatan, mereka malah menjadi salah satu penerima suap paling besar dari para pejabat korupsi agar menutup kasus mereka.
Setelah berjalan sekitar 10 menit kami sampai di depan gerbang istana dan sepertinya para penjaga meninggalkan pos jaga mereka dan pos tersebut menjadi sangat sepi karena tidak ada orang yang berjaga.
Karena tidak ada penjaga salah satu bawahan pria tersebut membuka gerbang istana.
Saat aku masuk kedalam istana kekaisaran aku di sambut oleh deretan wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam tanpa mengenakan pakaian maid pada umumnya.
Interior didalam istana sangat berbeda jauh saat aku menjadi Kaisar dan saat ini kekuasaan berada di tangan anak dari cucuku.
Dia duduk disinggahsana yang berada tepat didepanku dan disampingnya ada perdana menteri yang menjadi tangan kanan Kaisar remaja ini.
"Yang Mulia Perdana Menteri, saya sudah membawa target yang anda minta." Ujar pelayan tersebut dengan suara yang tenang.
Disaat semua orang disana duduk dikursi mereka, dan pria tersebut mulai mundur dengan perlahan.
Aku merasakan tatapan kebencian dari para pejabat Kekaisaran yang mayoritas adalah pria tua, namun ada diantara mereka yang masih muda.
"Baiklah, maaf telah mengganggu waktumu Secilia sama." Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
"Apakah tidak masalah?" Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
Sedangkan Kaisar remaja itu hanya diam saja, tidak ada memberikan tanggapan sama sekali.
"Tidak masalah perdana menteri." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Baiklah kalau begitu." Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
Setelah perbincangan itu, perdana menteri tersebut membawaku untuk makan siang bersama dengan mereka dan aku menyetujuinya saja.
Karena kebetulan aku sudah lapar, ini adalah waktu yang sangat tepat.
Aku didarahkan oleh salah satu maid wanita tadi untuk memasuki ruang makan.
Disana terdapat lebih banyak wanita yang tidak berpakaian yang berbaris disana-sini yang semata-mata dipekerjakan untuk menghibur para pejabat.
Terlihat raut wajah seperti seperti mereka tidak memiliki harapan dan tatapan mereka terasa kosong seperti mereka sudah mati.
Aku hanya mengabaikannya saja dan melanjutkan makan siangku bersama dengan mereka, sampai perdana menteri membicarakan hal yang penting denganku.
"Secilia sama, apakah anda sudah memiliki pasagan?" Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
__ADS_1
"Tidak, sejauh ini aku belum sama sekai memiliki seorang suami, ada apa dengan hal tersebut." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Bagaimana jika anda menjadi selir dari Kaisar, bagaimana?" Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
"Hah?" Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Selir katamu." Ujar diriku dengan nada bicara yang sedikit kesal dan dengan suara yang santai.
"Kenapa, apa anda tidak ingin menjadi selir Kaisar?" Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
"Karena aku tidak menyukainya dan dia sama sekali bukan tipeku." Ujar diriku dengan nada bicara yang tenang dan dengan suara yang santai.
"Apa kau bilang?" Ujar Kaisar dengan nada bicara yang kesal dan dengan suara yang keras.
"Beraninya anda menentang permintaan sang Kaisar." Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
"Tenang Kaisar, saya akan melakukan yang terbaik untuk anda." Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
Sepertinya Kaisar sudah berada dibawah pengaruh perdana menteri dan semua pejabat memihak pada perdana menteri dan bukan pada Kaisar.
"Baiklah kalau begitu." Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
Perdana menteri menjentikan jarinya dan segerombolan pasukan langsung berada disana dan bersujud di hadapan perdana menteri.
"Apa yang anda inginkan tuanku." Ujar salah satu dari pasukan tersebut dengan nada bicara yang tenang.
"Cepat kau tangkap wanita ini, wanita ini hendak menggulingkan Kekaisaran dan ingin membunuh Kaisar." Ujar perdana Menteri dengan suara tenang.
"Baik tuan." Ujar salah satu dari pasukan tersebut dengan nada bicara yang tenang.
Setelah perintah perdana menteri, pasukan tersebut bergerak dengan kecepatan 1000× kecepatan cahaya dan sepertinya mereka dapat mempercepat pergerakan mereka hingga 10 juta kali dari kecepatan sebelumnya.
Karena gerakan mereka yang sangat cepat tersebut, jendela kaca disana pecah karena hempasan angin yang mereka ciptakan.
Mereka dengan cepat hendak mengangkapku dengan menggunakan sebuah sihir yang sangat kuat agar aku tidak dapat melarikan diri.
Aku hanya menerima jebakan yang telah perdana menteri siapkan untuk menjadikanku sebagai selirnya.
Sebenarnya gerakan pasukan khusus tersebut sangatlah lambat itu bahkan seperti membeku dihadapanku karena terlalu lambat bagiku, namun aku mempercepat gerakan mereka agar dapat mengangkapku dengan mudah.
Karena itu aku ditangkap oleh para pasukan khusus tersebut dan dibawa ke sebuah ruangan yang tidak diketahui.
__ADS_1