
Seperti biasa hari ini adalah hari yabg indah...
Setelah aku mengalahkan demon lord Golden Wild Boar king, aku kembali dan menghidupkan seorang miko dari kuil Tenion dan dengan bantuan Head miko, kami berhasil menghidupkannya lagi dan dia sekarang sedang tidur didalam kamar yang ada dikuil dan aku meninggalkan mereka berdua disana...
"Ahh... sungguh hari yang indahkan Ciel san... "
"Are...?"
"Ciel san... dimana kau berada...?"
Hmm... sepertinya dia masih tidak tau cara menyegel seluruh kekuatanku yang terus bertambah kuat setiap harinya dan dia sedang kesal...
"Ano... Ciel san...?"
"Bagaimana kalau kau keluar dari tubuhku dan akan aku beri kau cloneku, bagaiman...?"
"Jawab: itu adalah hal yang mustahil... "
"Hahaha...kau pikir asa hal yang tidak bisa aku lakukan ya... "
"Jawab: rasio keberhasilannya adalah 0,1 % saja... "
"Namun... ditanganku tidak ada batasan keberhasilan dan semua sesuai dengan kehendakku... "
"Jawab: namun... "
"Shut... diam sebentar... "
Secilia meletakan jari telunjuknya di bibir dan diam sebentar...
"Hmm... baiklah aku akan membuat sebuah cloneku untuk kau pakai sebagai tubuhmu dan juga kau bisa kembali lagi kedalan pikiranku lagi sesuai keinginamu... "
"Bagaimana... setuju atau tidak... "
Jawab: setuju... "
"Baiklah... "
"Clone"
Saat aku mengucapkan kata kuncinya, sebuah cahaya bersinar begitu terang dan berwarna emas yang menyilaukan mata dan terbentuk replika tubuhku yang sama persis, namun dia tidak ada kesadaran...
"Hmm... rupanya seperti ini tubuhku ya... "
Sfx: swosh...
Sebuah eksistensi tidak berbentuk, tidak hidup dan hanya bisa dilihat olehku masuk kedalam clone yang sudah aku siapkan tadi dan ternyata itu adalah...
"Pemberitahuan: mulai penyesuaian dengan tubuh baru... "
"Pemberitahuan: singkronisasi antar bagian... "
"Semua sistem dan singkronisasi selesai... "
"Halo... "
"Selamat datang kedunia Ciel san... "
Seorang wanita dengan rambut hitam, mengenakan seragam pelaut dan memiliki mata merah menyapaku dengan nada yang monoton...
"Perkenalkan namaku Ciel... "
"Salam kenal... "
Ciel san menundukan kepala dan tubuhnya dan memperkenalkan dirinya sendiri...
Sepertinya dia sudah tau tata krama di dunia ini rupanya...
"Ya... salam kenal juga, aku Secilia... "
"Baiklah kalau begitu, karena hari sudah malam, mari kembali menemui Lina dan yang lainnya di kapal mungkin mereka sudah khawatir menunggu... "
"Baiklah... ayo kesana..."
Sepertinya dia masih belum terbiasa dengan tubuh yang aku berikan kepadanya nampak dari nada bicaranya yang kadang monoton dan kosa kata yang agak berantakan...
"Apa yang kau lakukan...?"
"Cepatlah kemari... "
"Baik... aku akan segera kesana... "
Sepertinya dia sangat senang dengan tubuh yang aku berikan dan itu nampak tadi senymannya dan tawanya saat berjalan di malam hari bersamaku...
Yah... dia memang dulunya adalah sebuah sistem yang tidak memiliki tubuh, perasaan dan lain-lain layaknya robot, tapi sekarang dia mendapatkan sebuah tubuh yang dia impikan...
Padahal dulu dia yang sebuah eksistensi Nigh Omniscince yang tidak memiliki tubuh, namun sekarang itu semau bisa dilihat dan dirasakan secara langsung...
Itu membuatku senang...
"Cepatlah..."
"Baiklah... "
Aku berjalan kearah Ciel san dan mengejarnya...
"Tunggu aku, Ciel san... "
Setelah berjalan beberapa menit, kami pun sampai dikapal dan suasana disana sangat kondusif dan tenang...
Tidak ada orang yang menyambut kami...
Yah... itu karena aku kembali pada saat tengah malam, pasti mereka sudah tidur dengan nyenyak dikamarnya masing-masing...
"Secilia... bagaimana cara kita kesana...?"
"Opsi pertama: hancurkan kapal... "
"Opsi kedua: hancurkan samuderanya... "
"Opsi ketiga... "
"Stop... baiklah kita akan naik kesana dengan terbang saja, supaya tidak menggngu kenyamanan penumpang lain... "
"Baiklah... "
Sfx: swoosh...
Kami berdua terbang dari bawah kapal yang sedang berlabuh dan secara diam-diam naik kekapal dan tidur dengan nyenyak seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa...
"Dimana aku harus tidur Secilia san... "
"Untuk saat ini, kau kembali saja kedalam diriku dan tubuhmu akan aku simpan distorage... "
"Tapi... "
"Tenang saja itu akan aman disana dan besok kau akan aku perkenalkan dengan yang lainnya... "
"Ya... aku mengerti... "
Ciel san masuk kembali ketubuhku dan aku memasukan tubuhnya kedalam storage dan pergi tidur...
Keesokan harinya...
"Ahh... sungguh pagi yang indah... "
Seperti biasa pagiku disambut oleh banyak wanita cantik dan entah kenapa mereka bisa berada di kasurku disetiap paginya...
Aku memutuskan untuk membangunkan mereka satu persatu...
"Lina... bangun... sudah pagi... "
"Sebentar lagi Secilia...lima menit lagi..."
Setelah aku membagunkan Lina yang sudah bangun setelah beberapa kali aku bangunkan dan tiba saatnya membangunkan Tiane...
"Tiane... bangun... ini sudah pagi... "
"Sebentar lagi Secilia san... "
"Kasur ini sangat lembut dan itu membuatku ingin tidur lebih lama lagi... "
Sewaktu aku ingin membangunkannya lagi, Lina datang dengan membawa seember air dan menyiramkanya ke tubuh Tiane dan hal tersebut membuat Tiane sangat terkejut dan langusung bangun...
"Apa itu tadi...?"
"Secilia san itu banjir... "
"Ayo cepat kemas barang-barang kita dan tolong bangunkan Lina dan Totona selagi aku menyiapkan barang-barang kita... "
Tiane langusung bangun dan segera merapikan dan memasukan barang-barang kami kedalam tas dan dia langung berlari dengan panik sambil teriak "kapal tenggelam... cepat selamatkan diri"...
Aku tertawa kecil melihatnya dan Lina juga tertawa melihat temanya yang sedang panik...
Sebelum terjadi kekacauan dan hal yang merepotkan, aku menghentikan Tiane dan memberitahunya situasi saat ini...
"Tiane... "
"Cepat Secilia san... kapalnya akan tenggelam... "
"Kapal ini tidak akan tenggelam kau tau... "
"Tapi tadi ada air yang masuk kesini dan dimana Lina dan Totona... "
"Tenanglah sebentar... "
"Tarik nafas dan buang..."
"Huh..."
"Sebenarnya tidak ada kebocoran kapal dan kapal akan tenggelam, itu semua adalah perbuatan Lina... "
"Kau...!!"
"Hahaha dasar kau tukang tidur..."
"Apa kau bilang..."
Setelah aku memberi tau kalau itu adalah perbuatan Lina, Tiane marah kepada Lina dan mereka berkelahi diatas kasurku sambil saling menarik pakaian...
"Kau membuatku menjadi basah dengan air dan membuatku mandi saat masih nyenyak tidur... "
"Siapa suru kau jadi tukang tidur... "
Perkelahian mereka berlanjut terus, sampai sekitar setengah jam...
Suara nafas mereka terengah-engah dan keringat muncul ditubuh mereka dan aku memerintahkan mereka berdua mandi dan mencuci pakaian mereka secara manual...
Walaupun mereka berkelahi dengan serius, tapi mereka seperti saudara yang sangat akrab...
Yah... walaupun mereka sering berkelahi karena hal yang kecil, namun itulah yang membuat mereka menjadi sangat akrab, tidak sepertiku yang memiliki 1 kakak laki-laki dan kakak perempuan, mereka berdua hanya mementingkan diri mereka sendiri dan tidak pernah bermain denganku sekalipun dan begitu juga dengan Ayahanda yang nampaknya baik, namun dia sebenarnya sangat jahat kepadaku...
Yah... walaupun mereka seperti itu, aku tidak akan segan-segan membunuh mereka, bila mengganguku dan rekan-rekanku...
Aku tidak peduli, mereka adalah saudara atau ayahku, jika dia menggangu maka akan aku bunuh...
Dan saatnya menbangunkan Totona...
"Totona... bangun... ini sudah pagi... "
"Ohh... ternyata Anda rupanya... "
"Ya... tolong bangun... ini sudah pagi... "
"Dan setelah itu kau harus mandi dan sarapan... "
"Baik Secilia sama... "
Totona bangun dan segera bergegas mandi kekamar mandi sendirian...
Yah... aku harap dia baik-baik saja...
Setelah mereka bertiga selesai mandi, akupun segera mandi...
"Rupanya kamar mandi disini rupanya cukup besar dan lumayan mewah, nampak dari dekorasi ruangan dan tidak ada air hangat..."
"Dimana air hangatnya... "
"Ohh ya... aku diberitau kalau air hangatnya sedang dalam proses pemanasan dan itu membutuhkan waktu sekitar 2 jam... "
"Akh... kenapa pada saat seperti ini... "
"Yah... aku akan menggunakan sedikit kekuatanku untuk menyiapkan air hangatku... "
Dan setelah itu aku mandi dengan air hangat yang aku siapkan sendiri dan berendam disana...
Setelah mandi sekitar setengah jam, aku kembali keruang sarapan dan disana sudah ada Tiane, Lina dan Totona yang sedang menungguku selesai mandi dan kami segera makan bersama disana dengan banyak pengunjung lain yang naik kapal...
Makanan kapal didominasi oleh hidangan berbahan dasar ikan, tapi itu enak dimakan untuk sarapan...
Sepertinya Totona kesulitan saat makan ikan, terutama saat memisahkan daging ikan dengan tulangnya dan dia berkata"tulang san banyak sekali "
Aku sedikit tertawa melihat dia dan beberapa saat kemudian, aku memanggil seorang pelayan dan menyurunya untuk memisahkan daging ikan dengan tulangnya...
Baru setelah itu Totona bisa makan dengan tenang, semetara Lina dan Tiane, mereka makan dengan menjaga tata krama dan sikap mereka anggun seperti seorang Bangsawan...
Mungkin mereka mengikuti gaya makanku selama ini...
Setelah sarapan, aku memutuskan untuk berbicara masalah penting pada mereka bertiga dan mereka menyetujuinya...
"Lina, Tiane dan Totona... aku ada hal yang ingin aku bicarakan secara pribadi... "
"Bisakah kalian bertiga datang kekamar setelah sarapan ini... "
"Apa ada masalah yang serius Secilia san...?"
"Ya... aku harap kalian bisa dengan cepat datang, setelah menghabiskan sarapanya... "
"Baiklah... "
Setelah itu aku langsung kekamar dan membuat sebuah barrier yang tidak tanpak oleh orang luar dan suara didalam barrier tersebut, tidak dapat didengar oleh orang lain dari luar...
Setelah persiapan yang sangat singkat, selagi menunggu mereka bertiga selesai makan, aku sedikit bermain-main dengan storage...
Rupanya didalam storageku semua item-item, senjata, barang-barang dan juga pencuri yang aku masukan 2 hari yang lalu, mereka semua terpisah-pisah antara satu barang dengan barang lainnya...
Dan ruang didalam storage ini tidak terbatas, bahkan didalam sini bisa menampung seluruh dunia didalamnya, tanpa terkecuali ukuran dan jenisnya...
Aku coba mengambil sedikit bagian dari storage dan itu seperti ketiadaan, namun aku bisa menyentuhnya...
Aku rasa didalam ini adalah ketiadaan dan itu sama sekali tidak terpengaruhi oleh ruang dan waktu...
Mau selama apa barang yang disimpan disana, maka itu akan tetap pada kondisinya sebelum dimasukan...
Nanti... aku akan sedikit bereksperimen dengan storage ini...
Beberapa menit kemudian Lina dan yang lainnya datang kekamar dan aku mulai pembicaraan tersebut...
"Aku harap... kalian tidak terkejut dengan beberapa fakta dan informasi baru yang akan aku sampaikan... "
"Pertama... kemarin malam saat kalian semua tidur, aku pergi keluar sebentar dengan tujuan sedikit membereskan beberapa masalah, namun pada saat aku sedikit lagi membereskan masalahnya, ada sebuah pertarungan kecil yang terjadi... "
"Kenapa Anda tidak mengajak kami dalam pertarungan itu...?"
"Hmm... dari mana mulainya ya... "
"Ohh ya... alasan aku tidak mengajak kalian adalah karena itu berbahaya dan sangat berbahaya... "
"Apa itu yang sangat berbahaya... "
"Ohh... itu hanya seekor demon lord yang mengamuk saat aku dalam perminan kecil dengan beberapa orang... "
"Apa... demon lord...?"
"Bagaimana bisa Anda melawan seorang demon lord sendirian...?"
"Ohh... itu hanya sebuah kebetulan, karena ada tiga orang yang akan jadi tumbal dalan pemanggilan demon lord pada saat aku membereskan mereka dan tiba-tiba ada 2 greeter demon yang muncul dari mereka berdua dan 1 demon lord yang keluar dari 1 orang lainnya... "
"Dan... siapa nama demon lord tersebut...?"
"Hmm... dia membawa 2 bawahan dan dia menyebut dirinya sendiri sebagai demon lord Golden Wild Boar King... "
"Ap... apa Anda tau siapa yang Anda lawan kemarin... "
"Ya... aku mengetahuinya... "
Lina dan Tiane mendesakku untuk menceritakan pertarunganku lebih lanjut...
"Apakah Anda tau siapa dia sebenarnya... "
"Tentu saja... "
"Menurut buku sejarah yang pernah aku baca bersama Lina, demon lord Golden Wild Boar King tersebut adalah seorang demon lord yang hidup 800 tahun lalu dan dia sangat kuat, bahkan orang yang mengalahkannya saja harus meminta bantuan kepada Heavenly Dragon untuk mengalahkannya... "
"Dan dia adalah Raja leluhur Yamato, yang pernah mengalahkan demon lord tersebut dengan bantuan 20 Heavenly Dragon dan dia menang dengan tipis... "
"Ohh... aku mengalahkannya dengan sangat mudah dan aku sendiri bisa mengalahkannya tanpa bantuan dari Dragon atau apapun... "
"Bagaimana bisa Anda menang melawan demon lord yang legendaris tersebut... "
"Yah... aku memberikan dia buff dan membuatnya kembali ke kondisi primanya, sebebarnya levelnya dalam kondisi terkuatnya dulu adalah 700 dan aku membuffnya sampai level 900... "
"Ap... level 900... "
"Dan Anda yang berlevel 40 bisa menang melawan demon lord yang berlevel 900... "
"Tentu saja...
"Kenapa... kenapa Anda selalu melibatkan diri dengan hal-hal yang berbahaya dan bisa mengancan nyawa Anda... "
"Karena itu adalah hiburan bagiku... "
Sepertinya mereka khawatir akan keselamatanku, namun itu semua tidak diperlukan, karena aku adalah sebuah boneka darinya...
Aku tidak bisa menentangnya, karena dia adalah...
"Sudah... jangan menangis dan khawatir lagi... "
"Tapi... Anda harus berjanji agar tidak melakukan hal yang berbahaya lagi... "
"Aku tidak bisa berjanji soal itu, tapi aku akan selalu ada di sisi kalian, jadi jangan terlalu bersedih lagi... "
Setelah menerima pernyataanku, mereka terlihat lebih tenang dan menangis kembali...
__ADS_1
Dan untuk menenangkan mereka, aku memeluk mereka bertiga sampai mereka tenang dan berhenti menangis...
Setelah menunggu sekitar setengah jam dan akhirnya mereka bertiga berhenti menangis...
"Jadi... kalian sudah berhenti menangis... "
"Aku akan menjelaskan beberapa hal baru yang akan membuat kalian terkejut..."
"Apa itu Secilia sama...?"
"Tunggu sebentar... "
Aku memanggil Ciel san dan menyiapkan wadahnya yang sudah aku simpan distorage...
Setelah itu aku mengeluarkan wadah yang merupakan cloneku yang aku buat kemarin...
"Kenapa ada dua Secilia disini... "
"Dan kenapa mereka berdua mirip... "
"Itu adalah cloneku yang aku ciptakan... "
"Bagaimana bisa Anda membuatnya...?"
"Itu hanya aku yang tahu... "
Beberapa saat setelah aku mengeluarkan cloneku, Ciel san langsung masuk kedalam cloneku dan mulai mengerakannya...
"Selamat datang kembali Ciel san... "
"Kau Secilia kan...?"
"Tentu saja... "
"Siapa kau...?"
"Dan... kenapa kau bisa ada didalam tubuh Secilia... "
Lina dan Tiane mengambil pose siaga dan siap untuk bertarung...
Sebelum terjadi hal yang merepotkan, aku menjelaskan situasinya pada mereka berdua, sementara itu Totona hanya diam seperti melihat suatu keajaiban yang sangat luar biasa yang terjadi didepan matanya langsung...
"Jadi ini adalah salah satu skillku yang aku beri wadah dan aku memeindahkan kesadarannya kedalam cloneku... "
"Jadi dia adalah skill Anda dan apa dia berbahaya...?"
"Yah... secara fisik dia mungkin sekuatku dan secara kekuatan dan kapasitas kekuatanya setara denganku... "
"Jika saja dia berkhianat, bisakah Anda mengalahkannya yang itu sendiri adalah diri Anda sendiri... "
"Pertanyaan yang bagus, jika aku bertarung dengan dia, maka mungkin seimbang... "
"Tidak mungkin..."
"Jadi... bagaimana cara mengalahkannya...?"
"Yah... siapa yang tau, nanti akan aku coba beberapa pertarugan dengan Ciel san... "
"Tapi untuk saat ini, dia adalah skillku dan tidak mungkin dia mengkhianatiku... "
"Tapi tetap saja hal itu mungkin terjadi... "
"Memang sih, tapi kita tidak harus terus waspada... "
"Baiklah bila Anda sudah mengatakan seperti itu... "
Sepertinya Lina dan Tiane menerima Ciel san, walaupun awalnya mereka menolaknya...
"Jadi mulai sekarang, tolong kalian semua akrab dengan Ciel san, ya... "
"Ya... "
"Baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita jalan-jalan sebentar sebelum kapalnya berlayar nanti malam... "
"Hore jalan-jalan... "
"Huh... akhirnya kita dapat jalan-jalan setelah lama tidak jalan-jalan... "
"Baiklah... semua personil... "
"Yes mam... "
"Meluncur ke arena... "
"Yes mam... "
"Yatta... "
"Sepertinya mereka sangat senang bila diajak berjalan-jalan... "
"Hati-hati jalannya... "
Kami berlima berjalan dari pintu kapal yang sedang terbuka dan keluar dari kapal secara bergantian dengan penumpang lain...
Setelah mendapatkan giliran keluar, kami berjalan dari pelabuhan menuju ke toko-toko yang terdapat disekitar daerah pelabuhan...
"Hey... Ciel san lihat ada banyak makanan disini... "
"Benar... bagaimana jika kita membelinya semua...?"
"Setuju... "
Totona dan Ciel berlari kesemua toko dan membeli makanan dari setiap kios makanan...
Tentu saja aku sudah mengubah tubuh Ciel menjadi seperti anak kecil dan aku mengubah wadahnya dari yang mirip denganku menjadi seperti anak kecil pada umumnya...
Lina dan Tiane nanpak ingin makan semua makanan dikios, namun mereka malu dan tetap mempertahankan sifat anggunnya...
"Lina, Tiane... bagaimana jika kalian ikut untuk mengawasi mereka berdua dan kalian juga bisa ikut makan juga... "
"Tapi bagaimana dengan uang untuk membelinya... "
"Tenang saja, aku akan membayar semuanya... "
"Apa benar... "
"Tentu saja... "
"Yos... Lina mari kita mampir kesemua kios makanan... "
"Mari Tiane... "
Mereka berdua yang awalnya malu-malu, kini mereka langsung bersemangat dan menjajah setiap kios makanan...
Setelah itu aku mampir ke toko yang menjual makanan manis dan banyak kue teh dan aku langsung kesana...
"Permisi... bisakah saya memesan sesuatu...?"
"Baik... mohon tunggu sebentar..."
"Baiklah... Nona mau memesan apa...?"
"Hmm... aku pesan parfait satu porsi yang sedang saja dan aku pesan cheese cake... "
"Baiklah...pesanan Nona akan segera kami siapkan, jadi mohob tunggu sebentar... "
"Baik... "
Sementara aku sedang menunggu pesananku, ada seorang pria besar mendatangiku dengan wajah marah dan kesal...
"Hey kau..."
"Mmm... aku?"
"Ya kau... apa kau wali dari anak-anak ini... "
"Tentu, ada apa dengan mereka...?"
"Mereka ingin membeli makanan dari kiosku, tapi mereka tidak membayarnya dan dia mengatakan kalau nanti orang yang memakai pakaian merah longgar sampai bahu dan berambut hitam akan membayarnya... "
"Ohh... itu aku... "
"Cepat bayar tagihannya...!! "
"Nanti akan aku bayar, tenang saja... "
"Aku tidak bisa menunggu lagi... "
"Cepat bayar atau akan aku pukul kau... "
"Ara... kau berani bermain kekerasan pada wanita ya... "
"Menarik... jadi berapa yang harus aku bayarkan... "
"Itu... 4 koin tembaga besar..."
"Ohh... hanya itu saja... "
"Jangan banyak bicara...!!"
"Cepat bayar...!!"
"Baiklah... "
Satu jentikan jari saja, Secilia memunculkan 1 kantung koin emas dan beberapa emas batangan...
"Jadi... berapa tadi...?"
"Itu... 4 koin tembaga besar... "
"Ini... "
Aku melembarkan 5 coin emas dan si penjual itu tercengang dengan apa yang dilihatnya...
"Apa masih kurang...?"
"Aaa..."
"Kenapa...?"
"Tidak... ini semua sudah sangat banyak..."
"Pesanan Anda sudah tiba... "
"Ara... rupanya pesananku sudah datang... "
"Jadi bisakah kau pergi sekarang... "
"Ba... baik... aku akan pergi... "
Pria penjual makanan dikios tadi langsung pergi dan membawa uang yang aku lemparkan di lantai toko makanan...
"Totona..."
"Ya... Secilia sama... "
"Tolong ajak Ciel berkeliling, bila kalian lapar, kalian bisa membelinya dan soal bayaran itu biar aku yang urus... "
"Baik... Secilia sama... "
Setelah mendapat persetujuan dariku, mereka berlari dan kembali menghampiri kios makanan...
"Baiklah saatnya menikmati makananku... "
"Mmm... sangat nikmat makan parfait di siang hari yang panas ini... "
"Rupanya menyenangkan juga bersantai disiang hari dan makan makanan yang manis... "
Sepertinya kota ini lumayan damai, dengan 10.000 penduduk yang didominasi manusia, ratkin dan sea lionkin yang sering berada di perarian dan sekitar 30 % penduduk disini adalah budak, serta mata pencaharian utamanya adalah nelayan dan beberapa ada yang bekerja sebagai pembongkar muatan kapal...
"Aku harap tidak ada hal yang merepotkan... "
"Mungkin nanti aku akan membeli beberapa hasil laut disini setelah aku dan yang lainnya selesai berburu makanan... "
"Nah...saatnya menikmati hidangan penutupnya yaitu Cheess cake... "
Namun itu tidak sesuai dengan harapanku, karena tidak ada keju didalam kue ataupun diatasnya sebagai pemanis...
Jujur aku kecewa dengan kenyataan ini, karena makanan ini tidak sesuai dengan yang aku harapkan...
Yah... mau bagaimana lagi, aku akan menikmatinya saja...
Hmm... saat potongan pertama, rasanya lumayan enak dan teksturnya lembut, itu sangat cocok dengan teh...
Setelah aku menghabiskan makanan yang aku pesan tadi, aku memanggil pelayan dan menyerahkan bayarannya...
"Pelayan... "
"Baik... ada yang bisa saya bantu...?"
"Hmm... jadi berapa bayarannya untuk makanan ini...?"
"Mohon tunggu sebentar, saya akan menghitungnya... "
...
"Jadi totalnya adalah 1 koin perak... "
"Baiklah.... ini dia uangnya..."
Aku memberikan 2 koin perak yang aku ambil dari tas kecil yang aku bawa dari kapal...
"Ini... uangnya berlebihan... "
"Tidak apa-apa... ambil saja sisanya ya... "
"Baiklah... terima kasih nona... "
Setelah aku membayar, tampak Lina dan Tiane yang datang menghampiriku...
"Ohh... kalian sudah selesai makannya... "
"Yah... kami sangat kenyang... "
"Dan ada banyak makanan enak disana..."
"Dan dari tadi, apa yang Secilia san lakukan...?"
"Ohh... aku hanya makan parfait dan cheess cake tadi ditoko itu... "
"Hoho... Anda sangat menjaga pola makan ya... "
"Tentu saja, karena itu penting menjaga tubuh tetap langsing dan indah... "
"Nee... Lina, bagaimana jika kita lakukan pemeriksaan berkala...?"
"Itu ide bagus Tiane... "
"Muehehe.... "
"Ahh..."
"Jangan menyentuh mereka... "
"Hoo... walaupun Anda makan sedikit, tapi mereka tambah besar saja... "
"Ahh... hentikan... "
"Jangan meremasnya... "
"Kya... hentikan..."
"Hoo Secilia san mengeluarkan suara yang manis... "
"Tiane... mari kita lakukan... "
"Baik... "
"Ahh... hentikan... "
"Jangan menyentuhnya seperti itu... "
"Wow... berapa kalipun kami menyentuhnya, itu tetap saja hebat... "
"Betul... dari ukuran dan teksturnya... "
"Hey... berhenti membicarakan hal seperti itu didepan umum... "
"Apa mungkin punya kita bisa sebesar itu... "
"Tapi aku yakin, jadi jangan menyerah Tiane... "
"Baiklah... kami akan melampaui Anda... "
Setelah beberapa percakapan, Totona dan Ciel san datang menghampiri kami dengan perut yang sudah kenyang...
"Bagaimana makanan disini... apakah enak-enak... "
"Makanan disini luar biasa dan semuanya enak-enak... "
"Baguslah kalau begitu, aku akan menyelesaikan beberapa urusan kecil, kalian kembali saja kekapal... "
"Tapi... kami ingin makan lagi... "
"Nanti akan aku buatkan makan malam yang enak... "
"Yatta... baiklah kami akan kesana... "
"Kami duluan Secilia... "
"Hati-hati saat dijalan... "
"Baiklah... saatnya berbelanja... "
Setelah mereka pergi, aku berjalan-jalan sebentar...
Karena cuacanya lumayan panas disore hari, aku mengambil payung jepang tradisional jepang dan memakainya agar kulitku tidak terkena sinar matahari langsung...
Setelah beberapa menit berjalan dan melihat toko-toko, aku melihat ada nelayan yang baru selesai menangkap ikan dan akan menjual hasil tangkapannya ke pasar...
"Permisi... apa kau menjual hasil tangkapanmu...?"
"Ohh ya nona muda... "
__ADS_1
"Apa kau mau membeli ikan yang baru ditangkap ini... "
Seorang pria paru baya menawarkan ikan dan hasil laut yang lainnya...
"Apa itu masih segar... "
"Hahaha... tentu saja nona muda, ini baru ditangkap tadi dan tentu ini sangat segar... "
"Hmm... bagaimana jika aku membeli semuanya...?"
"Hahaha... kau sepertinya suka makan ikan... "
"Karena ikannya masih segar, jadi aku akan membuat beberapa hidangan dengan rekan-rekanku... "
"Jadi... berapa harga semuanya... "
"Itu... semuanya sekitar 100 kg dan harganya... "
"Itu sekitar 15 koin emas... "
Hmm... itu lumayan murah dibandingkan dengan membeli ikan di toko-toko, apa karena itu langsung dari nelayan...
"Baiklah kalau begitu, aku akan membelinya... "
"Terima kasih nona... "
"Ini dia uangnya... "
Aku memberikan 20 koin emas kepada sang nelayan...
"Kenapa banyak sekali...?"
"Bukannya hanya 15 koin emas dan ini 20 koin emas... "
"Ohh... itu hanya ucapan terima kasihku, karena kau orang yang baik dan ramah saat menjual hasil tangkapanmu kepadaku... "
"Terima kasih banyak nona muda... "
"Dan itu ikannya, tolong kau bawakan kekapal yang sedang berlabuh disana sebelum malam hari ya... "
"Baik, dengan senang hati aku laksanakan... "
Setelah membeli ikan, aku menutuskan untuk membeli beberapa pakaian untukku...
Ternyata toko yang menjual pakaian itu jaraknya hanya 5 menit berjalan dari tempat aku membeli ikan tadi...
Dan aku melanjutkan kesana...
"Permisi... "
Sepertinya toko sedang agak ramai pengunjung...
"Selamat datang... ada yang bisa saya bantu... "
"Ano... bisakah kau carikan gaun yang cocok denganku... "
"Baiklah... kalau begitu, tolong ikuti saya..."
Aku dibawa keruangan pengukuran dan disana mereka memulai pengukuran kepadaku...
"Baiklah... kalau begitu aku akan mulai ya... "
Seorang perempuan berumur sekitar 30-an setara dengan Meteruna san mengukur dari dada terlebih dahulu...
"Baiklah ukuran dada 120... "
"Selanjutnya pinggang 63... "
"Dan yang terkahir adalah pinggul ukuranya adalah 94... "
"Aku tidak pernah melihat ukuran dada sebesar ini... "
"Hey... berapa umurmu... "
"Hmm... sekitar 15 tahun... "
"Hah... 15 tahun dengan ukuran sebesar ini... "
"Sungguh luar biasa... "
"Jadi bagaimana dengan gaunku... "
"Ohh... itu..."
"Hmm... sepertinya warna merah cocok dengam rambutmu... "
"Baiklah kalau begitu gaunmu akan berwarna merah... "
"Kalau begitu, aku akan mengambil pesananku nanti malam... "
"Baiklah..."
"Ayo semua semangat...!!"
Setelah aku keluar dari toko, sorakan dari para pembuat pakaian disana sangat bersemangat...
Yah... mau bagaimana lagi....
Selagi menunggu gaunku selesai, aku akan berjalan-jalan sebentar dan tidak lupa aku mengenakan payungku tadi...
"Hmm... kemana aku haru pergi..."
"Yah... karena tidak ada yang bisa dilakukan, aku akan berjalan-jalan saja di kota sambil menikmati bangunan-bangunan dan kanal disini... "
Saat aku berjalan beberapa meter, aku mendengar ada orang yang minta tolong dan itu membuat sekeliling orang yang meminta tolong tersebut menjadi ramai dan situasi semakin tegang...
"Tolong... ada yang mencuri tasku... "
"Seperti apa ciri-cirinya bu... "
Seorang pria remaja mendekati orang yang minta tolong tadi...
"Dia memakai payung, tadi dan dia berbaju hitam, tapi aku juga melihat dia memakai baju warna merah juga... "
"Terima kasih atas informasinya... "
"Saya akan mencari dan menangkapnya... "
"Tolong cepatlah...!!"
"Hey... kau yang disana... "
"Mmm... aku...?"
"Ya... kau yang memakai payung, kemari...!!"
"Ara-ara... ada apa anak muda... "
"Kau yang mencuri tas ibu ini kan... "
"Ara... kau menuduhku secara sepihak kau tau... "
"Tidak... aku benar, kau pasti pencurinya... "
"Mengakulah kau pencuri... "
"Ara... kau menuduhku yang sedang berjalan-jalan disore hari dengan santai sebagai pencuri... "
"Dan apa bukti, kalau aku adalah pencuri... "
"Itu... itu dari payung yang kau kenakan dan juga pakaianmu yang berwarna merah sesuai dengan ciri-ciri yang tadi disebutkan ibu ini... "
"Ara... jadi kau mau menuduhku tampa bukti yang kuat ya... "
"Tentang itu... "
"Kau tidak memilikinya kan... "
"Sudah kuduga... kau hanya menuduhku dan juga coba kau perhatikan wajahmu yang merah itu dan coba untuk tenang... "
"Itu karena hari ini sangat panas... "
"Ara... kalau begitu, aku pergi dulu ya... "
"Kau... berhenti disana... "
"Ya... ada apa lagi denganku... "
"Aku sedang berjalan-jalan sore dan kau terus memanggilku... "
"Ba... bagaimana jika kita bertaruh... "
"Bertaruh ya... "
"Baiklah... jadi bagaimana peraturannya dan apa yang didapat yang menang dan hukuman bagi yang kalah... "
"Itu... yang pertama menangkap pencurinya dan membawa tas ibu itu, maka dia yang menang... "
"Dan untuk taruhannya yang menang bisa memerintahkan 3 permintaan kepada yang kalah dan yang kalah harus mematuhi perintah yang menang, bagaimana...?"
"Ara-ara... sepertinya menarik... "
"Baiklah... aku akan menyetujuinya... "
"Waktunya sampai malam, baiklah... mulai...!! "
Sorakan orang-orang yang berkumpul tadi membuat semangat anak itu meningkat dengan pesat...
Yah... aku akan sedikit bermain-main dengannya nanti...
Ketika taruhan itu dimulai, anak laki-laki itu sangat bersemangat dan menghampiri setiap orang dan menanyakan apa mereka pernah melihat orang yang sesuai dengan ciri-ciri yang dia jelaskan...
Namun... tidak ada yang pernah melihat orang tersebut, tapi dia tidak menyerah dan terus menanyakan setiap orang yang lewat...
Sepertinya dia mulai kehabisan stamina dan dia mulai kelelahan...
Aku hanya akan mengawasinya dari kejauhan dan melihat apa yang dia lakukan...
Saat aku berjalan-jalan sebentar, ada seorang pencuri yang sedang beristirahat di gang sepi dan aku menghampirinya...
"Ara... pencuri kun, apa yang sedang kau lakukan... "
"Si...siapa kau...?"
Nampaknya dia sangat waspada dengan orang-orang yang sedang melintas...
"Ara... pencuri kun... "
"Kau tidak perlu tau siapa diriku, lebih baik, kau ikut saja denganku tanpa perlawanan... "
"Tidak mungkin... "
"Kau hanya seorang wanita, tidak mungkin kau bisa menang melawanku... "
"Daripada banyak bicara, lebih baik kau selamatkan dirimu terlebih dahulu... "
Saat aku mau menawarkan kesempatan lagi kepada pencuri kun, dia mengeluarkan sebuah pisau beracun yang diambil dari saku belakangnya dan dengan cepat menusukannya kearahku...
"Ara... kau sungguh ingin membunuhku ya... "
Aku menahan pisaunya dengan ujung jariku...
"Jadi... kau berani menggarahkan pisau kearahku dengan niat membunuh... "
"Cepat lepaskan pisauku... "
"Ara... aku akan memeberimu 2 opsi... "
"Opsi pertamama... kau bisa mendapatkan pisaumu..."
"Dan opsi kedua adalah kau bisa mendakatkan pisaumu kembali..."
"Jadi mana yang kau pilih opsi pertama atau opsi kedua...?"
"Hmm... aku pilih opsi pertama... "
"Ara... pilihan yang sangat tepat... "
Sfx: swoosh...
Aku langsung membawa pencuri kun yang malang tersebut ke sebuah padang pasir yang sangat luas dan tidak ada kehudupan sama sekali disini...
"Di... dimana kau membawaku... "
"Ohh... ini hanya lahan permainanku saja dan kau tidak perlu takut dengan bercak darah dan tulang belulang manusia disekitar... "
"Hii... ap... apa yang akan kau lakukan... "
"Tentu saja mengembalikan pisaumu... "
"Tidak mungkin... "
"Baiklah... saatnya memulai permainan... "
Aku mengambil pisau mithril yang sering aku gunakan untuk permainan beberapa bulan yang lalu...
"Ap... apa yang ingin kau lakukan dengan pisau itu... "
Sfx: slash...
Aku memotong 1 jari pencuri kun dan dan berteriak kesakitan...
"Ara... aku kelepasn... "
"Maaf ya... "
Sfx: splas...
Muncratan darah membuat pasir menjadi merah...
"Ups... rupanya lenganmu terpotong... "
"Akh... tidak lenganku... "
"Baiklah... selanjutnya adalah perut.. "
"Akh... "
"Dan saatnya membersihkan bagian yang tidak penting... "
Saat sayatan diperutnya bertambah besar, aku menggunakan sarung tangan dan mengeluarkan isi perutnya secara paksa...
"Pertama... mulai dari usus... "
"Ohh... seperti ini rupanya ya... .
Aku melemparkan ususnya yang sudah aku keluarkan dan pencuri kun tanpaknya sudah sekarat...
"Kalau begitu... aku akan melakukan sesuatu... "
"Aku perintahkan kau agar tidak mati... "
Aku menggunakan geas dan memerintahkan agar pencuri kun agar tidak mati...
"Ohh... rupanya dia tidak jadi mati ya... "
Pengaruh geas rupanya begitu kuat...
"Saatnya melakukan hal selanjutnya... "
Aku mengeluarkan semua isi perutnya dan memecahkan kepalanya dan mengeluarkan otaknya dan menghancurkan otaknya...
"Ohh... rupanya dia sudah mati ya... "
"Kalau begitu... hidup... "
Aku menghidupkannya dengan perintahku dan dia hidup lagi seperti tidak terjadi apa-apa...
"Baiklah ayo kembali... "
Aku membawa kembali pencuri kun setelah dia menjelaskan apa yang terjadi...
"Aku menang dan ini tasnya... "
"Terima kasih banyak nona muda... "
"Ya... sama-sama... "
"Jadi... aku yang menang dan kau harus mematuhi 3 perintahku... "
Aku melihat remaja laki-laki itu dengan mata sadis...
"Baiklah perntah pertama... "
"Kau harus membawakan ikan yang aku pesan dari nelayan di pelabuhan... "
"Perintah kedua... "
"Kau harus membawa ikan tersebut dengan jalan jongkok... "
"Dan yang terakhir... "
"Kau tidak perlu melakukan semua itu... "
"Tapi... bagaimana dengan taruhannya... "
"Itu... aku hanya ingin bersenang-senang saja dan semua tugas itu sudah selesai dilakuakan si nelayan... "
"Ap... "
"Kalau begitu... aku permisi dulu... "
Aku meninggalkan remaja itu dan pergi membayar semua tagihan yang di belanjakan oleh Totona dan yang lain...
Dan itu hanya sekitar 10 koin emas dan aku membayarnya semua...
Setelah membayar itu, aku ke toko pakaian dan membayar gaun yang aku pesan tadi...
Harganya cukup murah, hanya sekitar 5 koin perak saja...
"Baiklah mari kembali kekapal... "
Dengan bawaan yang banyak, aku kembali kekapal dan menyambut mereka, serta kami menikmati makanan berbahan dasar ikan yang aku buat...
__ADS_1