We Are Monsters!

We Are Monsters!
Vol 1. Chapter 9


__ADS_3

Anak Lelaki Yang Berkeinginan! Desa Kecil Di Kaki Gunung Neraka! (V)



Setelah beberapa waktu aku menuruni pegunungan neraka, akhirnya diriku kini berhasil mengambil alih sebuah desa dan juga kekuasaan di antara goblin Pegunungan Neraka.


Tapi setelah semua kejadian itu aku merasa ada hal yang sama sekali tidak sesuai dengan perkiraan-ku.


"Suji, kami sangat-sangat berterima kasih karena sudah menyelamatkan desa ini."


"Ya! Terimalah permintaan maaf kami untuk hal-hal sebelumnya."


Benar. Saat ini para warga desa sedang berterima kasih kepadaku, itu membuat-ku merasa seperti seorang pahlawan dan itu membuatku sedikit kesal.


'Sial, mengapa jadi seperti ini?'


"Sudahlah, kalian tidak perlu berterima-kasih. Lagipula ini bukan karena rasa empatiku terhadap kalian, aku hanya tidak suka jika sesuatu yang menjadi milik-ku itu dihancurkan."


'Hanya itu saja.'


"Kalau begitu, kami dengan senang hati akan menerima-mu sebagai pemilik desa ini."


'Oy, apakah kalian paham dengan apa yang kubicarakan?'


Itu membuat-ku menghela napas panjang dan mulai berpikir untuk memanfaatkan mereka.


"Kalau begitu, apakah kalian akan menuruti semua kebijakan-ku?"


"Tentu saja!"


Mendengar itu membuat-ku tersenyum, aku akan membuat mereka menganggap-ku sebagai monster yang jahat sekarang.


"Baiklah, mulai sekarang kalian harus membagi separuh dari hasil ladang kalian kepadaku!"


Dengan percaya diri, aku menunggu jawaban tajam dari para warga desa yang ada disini. Tapi sayang-nya lagi-lagi itu semua tidak sesuai dengan perkiraan-ku.


"Jika itu yang kamu inginkan maka kami tidak masalah! Lagipula berkat mesin yang sudah kembali normal, kami bisa menjual hasil ladang kami dengan harga yang lebih tinggi!"


"Eh?"


"Itu benar, orang-orang kerajaan akan membayar lebih banyak jika hasil ladang itu sudah diolah!"


'Yang benar nih?! Apakah kalian yakin?!'


Mendengar itu membuat kepala-ku benar-benar sakit, lalu saat itu juga aku-pun pergi dari hadapan para warga desa itu.


Aku berjalan dan berkata kepada mereka dengan sangat keras.


"Kalau begitu, selamat bekerja keras! Kalian semua!"


""Ya!""


Untuk sesaat aku merasa cukup kesal, tapi membayangkan mereka benar-benar akan melakukan itu membuat-ku senang bukan main.


Walaupun aku belum pernah melihat bagaimana bentuk uang di dunia ini, setidaknya aku bisa membayangkan saat diriku bisa menjadi monster yang paling kaya.


'Sepertinya julukan monster yang paling kaya tidak buruk juga, hehe.'


Ngomong-ngomong aku sendiri sedang berjalan pergi menuju pintu masuk desa, seharusnya para goblin itu akan kembali jika mereka benar-benar mematuhiku.


Sambil memikirkan itu semua, langit yang gelap-pun mulai berubah menjadi warna biru tua yang menandakan bahwa matahari akan segera muncul.


Dan ketika diriku telah sampai di pintu masuk desa dan menunggu beberapa menit, akhirnya diriku bisa melihat para goblin itu telah kembali datang.


Tidak hanya itu, mereka juga membawa kayu dan batu untuk memperbaiki bagian desa yang rusak ini.


'Ya, itu bagus. Tapi... jumlah mereka benar-benar telah berkurang banyak ya.'


Hanya dengan sekali lihat, jumlah mereka yang berkurang banyak itu membuat-ku sedikit menyesal, aku merasa bahwa diriku telah merusak ekosistem dunia ini.


Disisi lain para warga mulai keluar karena suara gemuruh yang dihasilkan oleh langkah kaki para goblin tersebut.


Tentu saja itu membuat para warga bertanya-tanya, begitupun dengan Edward dan juga Nenek Bei yang juga datang.


"Hei! Apakah mereka akan melakukan serangan berikut-nya?"


"Bisa kau jelaskan ini nak Suji?"


Ketika aku ingin menjawab semua pertanyaan itu, Edward dan warga yang sebelumnya melihat segala kejadian yang terjadi semalam langsung menjawab itu semua.

__ADS_1


"Tidak, Suji telah meminta mereka memperbaiki desa ini sebelumnya."


"Itu benar! Bahkan guru telah menjadi raja bagi para goblin sekarang!


"Dia bahkan juga meminta para goblin itu menjaga desa kita mulai sekarang."


'Terima kasih karena telah membantu-ku menjawab semua itu, tapi sejak kapan aku menjadi gurumu Edward?!'


Mendengar itu, para warga yang lain merasa kagum sekaligus bangga karena telah memiliki pemimpin desa seperti-ku.


Lalu para goblin yang semakin dekat akhirnya sampai dihadapan-ku, mereka semua dipimpin oleh rational goblin yang kalah dari Edward sebelumnya.


"Mengikuti perintah anda sebelumnya, kami para goblin akan menjalankan semua perintah anda."


Saat itu, mengikuti pergerakan yang dilakukan oleh rational goblin yang memimpin mereka, para goblin tersebut menjatuhkan semua yang dibawa-nya. Dengan bersamaan sikap mereka berubah layaknya menghadapi seorang raja.


Melihat itu tentu saja membuat-ku merasa puas, dan untuk memenuhi peran ini aku akan melakukan hal yang layaknya seorang raja.


"Angkat wajah kalian."


Melihat itu para goblin mulai mengangkat wajahnya dan melihat-ku.


"Aku adalah Suji, monster paling jahat di dunia ini. Aku yang menjadi raja bagi kalian akan menanggung dosa dan kejahatan yang kalian miliki."


'Ew! Aku bisa berbicara seperti itu?! Aku merasa sangat malu sekaligus bangga sialan!'


"Sebuah kehormatan bagi kami untuk melakukan segala kehendak anda."


"Bagus, sekarang kalian harus bekerja sama dengan para manusia ini dan kalian harus saling membantu satu sama lain."


"""Ya!"""


Ketika itu aku sadar bahwa tidak hanya suara para goblin saja yang menjawab perintah-ku tersebut, saat aku melihat kebelakang aku bisa melihat para warga melakukan sikap yang sama dengan para goblin tersebut.


'I-ini kayaknya berlebihan deh! Aku jadi semakin gugup loh!'


Benar, semua yang ada disini telah merendahkan tubuh-nya bersamaan dengan satu lututnya yang menyentuh tanah.


"E-ehem! Lalu untuk kau rational goblin, aku menunjukmu sebagai perwakilan dari para goblin."


"Dimengerti tuan."


'Benar. Akan sangat sulit memanggilnya jika aku tidak tahu namanya.'


"Nama? ...M-maaf, tapi kami para goblin tidak memiliki nama dan lagi monster biasa sewajar-"


"Jadi begitu, mulai sekarang aku akan memberi-mu nama Trax."


Mendengar itu membuatnya sangat terkejut, dan saat itu juga sebuah cahaya sihir berwarna putih muncul di bagian dada atau area jantung milik Trax.


Tak lama berselang, cahaya putih tersebut berubah menjadi lingkaran sihir yang terang dan perlahan sebuah simbol yang aneh muncul disana.


'Apa itu?'


Sementara diriku bingung dengan apa yang sedang terjadi, Trax yang mengalami itu semua terlihat sangat tidak percaya.


Hingga akhirnya,


"HOOO! Sebuah kebanggaan bagiku memiliki simbol ini! A-Aku Trax, akan membawa para goblin melalui jalan yang sama dengan-mu tuan!"


'Memangnya itu apa sih?'


Trax yang terlihat sangat senang langsung kembali dalam ketenangan-nya, dan saat itu lah aku juga bisa melihat bentuk dari simbol tersebut.


Terlihat seperti tanda lahir yang menyatu dengan kulit, simbol tersebut terlihat seperti bentuk kepala naga yang berada didalam sebuah lingkaran.


Di luar lingkaran itu sendiri terdapat huruf-huruf aneh yang mengelilinginya layaknya sebuah pusaran.


Aku sendiri tidak ambil pusing dengan itu tapi setelah simbol itu muncul di dada Trax, aku bisa merasakan ada suatu aliran mana berbeda yang muncul di tubuhku.


Setelah beberapa saat menelaah perasaan ini, akhirnya aku menyadari bahwa ini adalah mana atau kekuatan yang dimiliki oleh Trax.


Singkatnya, mungkin kami telah terhubung atau terjalin oleh suatu ikatan yang cukup kuat.


'Ini menarik.'


Ya. Walaupun aku tidak tahu-menahu tentang ini semua, tapi karena aku sedikit tertarik aku akan mencoba untuk mencari tahunya.


Dengan begitu, akupun menyelesaikan semua ini dan membubarkan semuanya. Untuk sesaat aku merasa seperti seorang bos perusahaan yang sedang melakukan briefing pagi.

__ADS_1


Matahari yang semakin meninggi membuat suasana berubah menjadi benar-benar cerah, pagi yang sebenarnya telah tiba dan saat itulah aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan-ku.


Tapi,


"Hoaaam~"


'Sial, aku kurang tidur.'


Yap, meski begitu aku akan benar-benar pergi dari desa ini hari ini.



Aku berjalan pergi keluar dari rumah nenek Bei setelah mengambil semua barang ku, saat itu nenek Bei yang sedang memperhatikan area sekitar di luar rumah menyadari bahwa aku akan pergi meninggalkan desa ini.


"Jadi kamu sudah mau pergi nak?"


"Ya. Aku sudah mengatakannya kan, bahwa aku hanya ingin singgah disini. Walaupun akhirnya aku mengambil alih desa ini sih."


"Hahaha, itu tidak apa. Lagipula desa ini memang sudah waktunya untuk mengalami suatu perubahan."


"Kedengarannya kok seperti nenek menganggap-ku ini sebagai monster yang baik ya?"


"Tidak juga. Nenek hanya menganggap bahwa yang putih itu belum tentu bersih, dan yang hitam itu kotor."


"Hahaha! Jadi begitu, karena nenek sudah tua maka aku hanya akan mendengarnya saja."


'Tapi sayangnya, terkadang itu hanyalah sebatas kata-kata bijak yang klasik.'


Pada akhirnya walaupun mereka tahu sifat asli seseorang itu adalah baik, mereka terkadang akan membohongi diri mereka sendiri, dan terus berpacu pada kesan pertama mereka yang jelek itu.


'Atau singkatnya, itu semua berakhir dengan dua pilihan. Suka atau tidak suka.'


Setidaknya itulah yang kupelajari dari dunia-ku sebelumnya.


"Yosh. Aku meminta-mu mengurus urusan desa ini selagi aku pergi nenek."


"Aku mengerti, ...lalu bawalah ini."


'Ini...'


Sebuah gulungan kertas yang diikat dengan tali berwarna merah diberikan kepada-ku oleh nenek Bei, melihat itu membuat ku kebigungan hingga nenek Bei melanjutkan perkataannya.


"Ini adalah peta dunia, walaupun sepertinya kamu akan baik-baik saja tanpa peta. Tetap bawalah ini."


"A-ah, terimakasih."


Aku-pun menyimpan peta tersebut di balik jubah bulu-ku, dan segera aku beranjak pergi dari hadapan nenek Bei.


"Sampai bertemu lagi nenek."


"Ya, semoga perjalanan-mu lancar."


Aku berjalan berlawanan arah dari pintu masuk desa, singkatnya aku menghindari para warga yang pasti akan bertanya soal kepergian-ku.


'Tapi apakah sampai sebegitunya?'


Ketika aku memikirkan itu, akhirnya aku sampai di bagian paling belakang desa ini. Bagian belakang yang juga memiliki tembok bebatuan membuat-ku harus lompat untuk melewatinya, beruntung diriku ini adalah monster yang kuat dan itu bukanlah masalah besar.


Saat aku mendarat, aku kembali melihat desa ini dimana menurutku sudah cukup lama aku membuang waktu-ku di desa ini.


Walaupun begitu, aku tetap senang karena wilayah kekuasaan-ku bertambah. Tidak lupa bahwa aku sekarang memiliki pasukan goblin.


Bzt!


Ketika aku memikirkan itu, sebuah hentakan kecil di dalam pikiran-ku muncul. Lalu tak lama sebuah suara yang lain muncul di dalam pikiran-ku.


[ T-tuan apakah ini anda?? ]


Mendengar bahwa ini adalah suara Trax, aku pun menyadari bahwa kami sekarang telah melakukan telepati. Sayang-nya aku tidak tahu mengapa ini bisa terpicu, tapi sepertinya ini berkat ikatan yang telah terjalin diantara kami.


[ Ya, ini aku Suji. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku telah pergi dari desa ini, sampai aku kembali aku meminta-mu untuk mengurus keamanan desa. ]


[ Ya! ]


Bzt!


Tapi setelah semua itu aku merasa sedikit kurang karena tidak berpamitan pada bocah yang satu itu, setidaknya kurasa suatu saat dia bisa menjadi seorang pahlawan di dunia ini atau menjadi petualang yang hebat.


'Anak lelaki yang berkeinginan ya...'

__ADS_1


__ADS_2