
Datangnya Monster! Desa Ini Dalam Bahaya?! (II)
♤
Menghabiskan sisa hidup-nya di sebuah pedesaan kecil yang jauh dari peradaban, dan juga mengurus pedesaan itu sendiri adalah diriku.
Namaku Bei Frans, seorang wanita tua berumur 75 tahun yang menjadi kepala desa disini.
Tidaklah mudah menjadi kepala desa yang jauh dan terpencil, terlebih lagi desa ini juga sangat dekat dengan Pegunungan Neraka.
Sebuah pegunungan berbahaya dimana semua monster tingkat tinggi tinggal di dalam-nya.
Sejauh ini desa masih dapat bertahan dari serangan-serangan monster yang datang dan mengancam, akan tetapi hari ini sedikit berbeda.
Karena sepertinya kami kedatangan monster yang tingkatnya bahkan lebih tinggi daripada hari-hari sebelumnya, bahkan monster ini sepertinya pantas disebut sebagai bencana bagi manusia.
Sejauh yang ditemukan pada zaman ini, monster dengan level tertinggi yang ada hanyalah sebatas level 4 saja. Tidak lupa tipe mereka hanya sebatas rational monster saja, namun yang satu ini berbeda. Monster ini adalah tipe sempurna.
Terlebih sepertinya dia berada di level 5 atau bahkan lebih tinggi.
Walaupun aku belum melihat dirinya yang sepertinya telah tiba di depan desa, tapi aku bisa merasakan hawa keberadaan monster beserta aura sihir yang dimilikinya.
'Apakah ini adalah sebuah pertanda?'
Tak berselang lama setelah diriku mengetahui kehadiran monster itu, pintu kediaman-ku diketuk dengan terburu-buru oleh seseorang.
Saat membuka pintu aku bisa melihat bahwa ada sekumpulan anak-anak kecil yang terlihat gelisah dan juga panik.
Seorang gadis kecil yang menjadi salah satu dari mereka saat ini berdiri paling depan dari yang lain, dia mungkin yang telah mengetuk pintu-ku sebelumnya.
"Ada apa Emma? Kalian terlihat sangat panik."
Mendengar itu gadis kecil bernama Emma ini mulai menjelaskan apa yang terjadi, walaupun dia menjelaskannya secara terburu-buru tapi diriku paham dengan garis besarnya.
"Jadi begitu, kalau begitu aku harus pergi melihat apa yang diinginkannya."
Mengetahui itu diriku segera pergi menuju pintu desa, dari kejauhan diriku bisa melihat warga sudah berkumpul dengan senjata yang ada.
Setelah semakin dekat diriku, aku bisa mendengar bahwa monster itu mengakui bahwa dirinya memang benar adalah monster. Terlebih,
'Perfect dragon?!'
Dari kejauhan aku juga bisa mendengar suara bocah laki-laki yang telah diceritakan oleh Emma sebelumnya, namanya adalah Edward.
Tapi jika dia memang monster seharusnya dia sudah menghabisi anak itu terlebih dahulu.
Lalu sepertinya Edward telah terprovokasi oleh ucapan monster tersebut, bagaimana-pun ini harus segera diselesaikan.
Dengan segera aku pun pergi kedepan dan dari sana aku bisa melihat sosok monster tersebut, dan itu membuatku terkejut.
Perfect dragon itu memiliki tubuh layaknya anak kecil yang se-usia seperti Edward, hanya saja dia mungkin sedikit lebih tua.
Dirinya mengenakan mantel berbulu, rambutnya berwarna hitam dan tidak lupa dia memiliki aura sihir yang sangat dahsyat.
'...Astaga.'
Melihat aura sihirnya sedekat ini membuat diriku khawatir dengan Edward yang saat ini mencoba menghadangnya.
Dengan sihir sebesar itu dia pasti dapat menghancurkan desa ini dengan mudah, tidak. Bahkan dia bisa menghilangkan satu kerajaan dengan mudah!
__ADS_1
Dengan keheningan yang ada saat ini, aku pun membuka suaraku.
"Apa yang kamu inginkan nak Suji?"
Suaraku membuat para warga yang ada mulai menyadari keberadaan-ku disini, dan dengan cepat perfect dragon bernama Suji itu merubah pandangan-nya.
"Singkat saja nenek, aku hanya ingin singgah di desa ini dan juga makanan. Oh! Dan tidak lupa, aku ingin desa ini menjadi milik-ku."
'...Singgah? ...Makan?'
"Jadi begitu, kalau begitu ambilah dan singgahlah."
Saat itu warga terlihat terkejut oleh keputusan-ku. Dibawah langit yang perlahan menjadi oranye, akupun berusaha menyelamatkan seluruh warga yang ada dengan keputusan-ku yang spontan itu.
'Setidaknya aku tahu perfect monster itu tidak memakan manusia.'
Dengan begitu akupun bertaruh pada keputusan-ku itu dan mengajak monster tersebut masuk ke desa, aku berencana membuatnya tinggal di kediaman-ku.
Sambil berdoa kepada dewa untuk perlindungan-nya, aku berharap untuk keselamatan desa ini.
"Apakah kepala desa akan menjadikan kita makanan monster?!"
"Astaga aku akan pergi selagi masih ada waktu!"
'...Hah..'
Mendengar mereka berbicara seperti itu membuat-ku sedikit kesal, mungkin itu karena ketidaktahuan mereka tapi,
"Dasar bodoh! Perfect monster sepertinya tidak memakan manusia!"
'Biar begitu mereka pasti tidak akan percaya.'
♤
Beberapa dari mereka bahkan mengatakan akan melaporkan situasi ini ke kerajaan, tapi memikirkan medan yang akan mereka lalui untuk sampai kesana sepertinya mustahil.
"Bisa-bisanya anda membiarkan monster itu masuk ke desa ini! Bagaimana anda akan mempertanggung jawabkan ini?!"
Beberapa dari warga yang ada masih bersikeras menolak keputusan-ku ini, tapi tak sedikit juga dari mereka yang kelihatannya pasrah dengan keadaan ini.
"Aku membuat keputusan ini bukan karena tidak memikirkan-nya, jangan lupa bahwa diriku ini memiliki magan."
Mendengar itu mereka semua-pun terdiam dan tidak bisa membantah apapun, magan sendiri merupakan sebuah mata spesial yang dapat melihat aura sihir seluruh makhluk di dunia ini.
Dan aku adalah salah satu orang yang diberkahi dengan magan.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap perfect monster itu, dia adalah bencana bagi umat manusia. Oleh karena itu, selagi dia memiliki yang masih kita sanggupi maka lakukanlah."
"T-tapi...."
"Kalian seharusnya memiliki insting juga kan? ini adalah sesuatu yang sudah tak bisa manusia lawan."
'Bahkan mungkin para pahlawan.'
"Kalau begitu aku putuskan akan berangkat pergi menuju kerajaan untuk meminta pertolongan."
"Kupikir itu semua sia-sia."
Setidaknya itulah perhitungan-ku.
__ADS_1
"Biar begitu aku tetap akan mencoba."
"Kalau begitu biarkan kami ikut bersama-mu!"
Mendengar itu salah satu warga itu, beberapa warga yang lain mencoba untuk pergi dari desa dan pergi menuju kerajaan.
'Bodohnya...'
"Jika itu yang kalian putuskan maka aku tidak akan menahan, tapi aku sarankan untuk tetap tinggal di desa ini."
"..."
"Bagaimanapun perjalan menuju ibu kota kerajaan tidak kalah berbahaya dari situasi saat ini."
Dengan itu aku-pun kembali melihat situasi rumah yang lain, dimana beberapa dari mereka mencoba sudah bersiap dan berkemas untuk pergi meninggalkan desa.
Dimana ketika mata kami bertemu, mereka terlihat sedikit kecewa dan langsung memalingkan wajahnya.
♤
Sudah lama sejak desa kami tidak bisa mengolah bahan pangan yang kami tanam, dimana hal itu membuat warga desa terpaksa harus mengekspor hasil yang masih mentah. Tentunya itu membuat ekonomi di pedesaan ini jadi sulit.
Sehari setelah diriku memutuskan untuk menyerahkan desa ini kepada perfect monster bernama Suji, diriku masih tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa dia akan berbuat hal buruk pada desa ini.
Setelah sarapan pagi sebelumnya bersama Suji, kami pergi mengamati situasi desa dimana hal itu membuatku semakin bingung dengan monster kecil ini.
Bagaimana tidak? Dirinya benar-benar terlihat seperti anak kecil biasa pada umumnya. Walaupun dibalik tubuhnya yang kecil itu terdapat aura sihir yang sangat dahsyat.
Lalu tidak hanya itu, dia juga memiliki pemikiran layaknya orang dewasa.
'Dia benar-benar sulit ditebak.'
Itu bisa dilihat dari dirinya yang tertarik dengan segala hal yang telah terjadi di desa ini, dan itu membuat kami berakhir mengunjungi tempat pengolahan bahan pangan kami.
Atau lebih tepatnya tempat pengolahan gandum, namun sesampainya disana aku dibuat terkejut olehnya.
Mesin pengolah gandum yang telah lama tak bekerja dibuat kembali berfungsi olehnya dengan mudah, seolah dia telah memahami konsep dari sumber daya yang dibutuhkan mesin tersebut.
Saat itu juga menjadi pertama kalinya bagiku untuk melihat sebuah mana yang begitu putih dan bersih, bahkan bisa dibilang bahwa itu sangat menyilaukan.
♤
Lebih dari satu minggu terdapat monster yang tinggal di pedesaan ini dimana dirinya saat ini tinggal satu atap dengan ku.
Walaupun begitu setelah kejadian dimana dirinya telah memperbaiki mesin pengolah gandum desa ini, dirinya tidak pernah keluar dari kamar dan itu membuat ku sedikit resah.
Disisi lain kami para warga desa merasa senang karena dirinya telah memperbaiki mesin yang menjadi mata pencarian kami, namun disaat yang bersamaan kami juga merasa cemas karena dirinya tidak menampakan diri selama beberapa minggu ini.
Warga desa yang telah mengetahui fakta bahwa Suji-lah yang telah memperbaiki mesin gandum tersebut mulai melunak, bahkan beberapa diantaranya ada yang ingin berterima kasih padanya.
Setiap aku keluar, aku selalu ditanyakan dengan apa yang terjadi pada monster kecil itu. Tapi sayangnya diriku juga tidak mengetahui apapun soal itu, namun begitu aku masih bisa melihat bahwa ada aura sihirnya yang masih ada dikamar.
Mungkin esok hari dia akan muncul, atau bisa saja dia akan pergi dari desa ini. Tapi memikirkan apa yang telah dia lakukan sebelumnya membuatku berpikir, bahwa dia benar-benar berbeda dari monster lain yang ada di dunia ini.
Dan tepat sesaat diriku ingin berjalan pergi untuk tidur malam ini, aku mendengar suara dentuman yang sangat keras yang sepertinya berasal dari pintu masuk desa.
Saat itu dengan cepat aku tersadar, terdapat aura sihir yang dimiliki monster terdapat di dekat pintu masuk desa. Beberapa diantaranya memiliki aura yang cukup besar, tapi jika melihat jumlahnya sepertinya ini bisa menjadi bencana besar.
'Apa yang dilakukan ribuan goblin di desa ini?!'
__ADS_1
Aku sangat menyesali ini, mengapa aku bisa terlambat menyadari hal ini?!