
Setelah James pergi ke kota lain untuk menyelesaikan pekerjaannya. Anna ikut membantu Kim untuk pindah Apartemen bersama Adiknya.
Saat berkunjung, Kim Hyun Na adiknya Kim membukakan pintu seraya memeluk Anna.
"Welcome, Ann" sapanya dengan ramah.
Anna tersenyum seraya menegur pipi Hyun Na yang tertutup tepung.
"Apa yang kau buat?" tanyanya.
"Some cupcakes?" jawab Hyun Na setengah ragu dengan adonannya.
Anna lalu melepas jaketnya, dan menguncir rambutnya rapi untuk bergegas membantu Hyun Na.
"Hey, it's fine." tegur Hyun Na.
"Aku mau membantu."
Mendengar itu Hyun Na memeluk Anna lalu berterima kasih.
Saat membuat adonan, Hyun Na kagum dengan keahlian Anna mengadon tepung dan membuat kreasi pada cupcakes mereka.
"Wow, aku kagum" ujar Kim begitu yang keluar dari kamar mandi sembari melihat Anna.
"Wow, Oppa. Pakailah bajumu sebelum keluar." jawab Hyun Na menegur Kim yang hanya menggunakan handuk menutup tubuh bagian bawahnya.
Dan yang benar saja, Anna terdiam menatap tubuh Kim yang ternyata diluar dugaannya. Tubuh putih dengan otot perut yang sempurna itu membuat Anna merasakan merah pada pipinya.
"I am so sorry Anna. He's a jerk." ucap Hyun Na sambil mendorong Kim kembali ke kamar mandinya.
Anna tertawa kecil melihat tingkah laku kedua kakak beradik itu. Benar-benar terbanding terbalik dengan keadaan keluarganya dulu. Dalam hati ia merasa iri namun dengan cepat ia menghapus semua itu dari ingatannya.
Setelah selesai dengan cupcakes, Anna mengambil beberapa bahan yang tersedia di kulkas mereka.
Hyun Na mendekat kebingungan.
"Aku membuat pasta" ucap Anna tanpa sempat Hyun Na bertanya.
"Wah, I like it!! Apa perlu kita membeli daging juga?" tawar Hyun Na sambil membantu mengangkat bahan bersama Anna.
"Sounds good." ucap Anna menyetujuinya.
"Ok. I'll buy then." jawab Hyun Na sembari mencuci tangannya di westafel.
"Apa perlu kutemani?" tanya Anna ikut mencuci tangannya.
"No, you don't have to. Kau disini saja, aku hanya sebentar." pungkas Hyun Na seraya memakai jaket putihnya.
Tak lama kemudian, Kim keluar dan mempertanyakan Hyun Na.
"Aku senang kau disini." ungkap Kim sambil berjalan mendekati Anna.
"Well, aku juga."
"Hyun Na tak bisa memasak tapi selalu berusaha. Kadang aku harus menahan rasa lapar untuk menunggunya namun hasilnya malah membuatku sakit." terang Kim diikuti tawa kecilnya.
"Setidaknya ia berusaha. Hyun Na adik yang manis."
__ADS_1
"Wow? Tunggu saja sampai kau tinggal dengannya satu hari."
"Aku malah menginginkan mempunyai adik sepertinya." ungkap Anna sembari menghentikan aktivitasnya.
"Kau anak tunggal?"
"Tidak, aku punya dua kakak perempuan."
"So, bagaimana keadaan mereka?"
Anna terdiam seketika, namun berusaha mengontrol ekspresinya.
"Fine, I guess."
"Wow, jawaban apa itu?" protes Kim.
"Aku tak tau kabar mereka."
"Tanyakan jika mereka tidak mengabari."
"Hubungan kami rumit Kim. I don't want to see them again for the rest of my life."
Mendengar jawaban yang begitu serius, tentu Kim terkejut sekaligus heran.
"What's wrong Ann?"
Anna tak menjawab.
"You can tell me everything if you don't mind."
Anna masih tak bergeming.
Anna yang sempat terdiam, kemudian akhirnya bicara.
"Aku mempunyai hubungan yang buruk dengan keluargaku." jawab Anna.
"Aku kabur dari kotaku kesini, memulai hidup dari awal berharap bisa menjadi lebih baik lagi." sambungnya sambil menahan air matanya.
Kim mendekat dan mengelus bahu Anna.
"It's ok Ann, kau boleh berhenti kalau menceritakannya membuatmu terluka."
Anna menatap Kim seraya tersenyum dan menggeleng kepalanya.
"Aku mungkin sedih dan ketakutan saat memutuskan kabur. Apalagi mengetahui kalau Kenzi pernah didatangi kakak pertamaku untuk menanyakan dimana aku bersembunyi. Tapi, sekarang aku sudah tidak perlu takut lagi dengan itu."
Kim tak bisa berkata lagi selain berusaha menenangkan Anna.
"Aku sempat iri sekaligus kagum melihat kalian berdua, begitu dekat. Andai aku terlahir bukan karena hasil perselingkuhan ibuku, mungkin aku masih bisa disayang ayah dan kakakku."
"Anna, jangan berkata seperti itu. Kau tau masih ada orang yang menyayangimu walau mereka tidak." jawab Kim seraya memeluk Anna.
Perlahan Anna mulai luluh dan tak bisa menahan tangisnya. Sakit masa lalu rupanya masih bisa membuatnya bergetar. Semua kenangan buruk dari pemukulan ayah dan kakaknya membuatnya kembali merasa takut hingga tanpa sadar ia memeluk erat Kim.
"Kau menghancurkan mood memasakku." protes Anna sembari melepas pelukannya.
"Hei, aku sudah menyuruhmu berhenti menceritakannya." balas Kim tak terima.
__ADS_1
Mereka berdua tertawa kemudian tak lama Hyun Na datang membawa seplastik belanjaan.
"Apa yang kulewatkan?" tanya Hyun Na saat melihat mereka berdua.
"Tidak penting." jawab Anna sembari melanjutkan memasaknya.
"Are you crying?" tanya Hyun Na saat berjalan mendekat kearah Anna.
"No,I don't"
"So, mata merahmu kenapa?"
"Hei, apa kau polisi? Datang-datang langsung mengintrogasi." tegur Kim sembari meletakkan kantong plastik itu diatas meja.
"Hyun Na, I am fine."
"Kau bisa katakan padaku kalau Kim ini berbuat yang buruk. Percayalah, aku akan menghukumnya."
Anna tersenyum diiringi tawa Kim yang tidak percaya mendengar kalimat Hyun Na.
"Bocah ini sudah keterlaluan" protes Kim seraya mencubit telinga Hyun Na.
Mereka terlibat pertengkaran kecil yang begitu menyenangkan bagi Anna.
Setelah menyiapkan makanannya, mereka duduk bersiap untuk menyantap aneka hidangan termasuk makanan korea yang dikirim orang tua mereka.
"Kuharap kita bisa menghabiskan ini" celetuk Kim saat menatap makanan diatas meja.
"You will." timpal Hyun Na seraya duduk disamping Kim.
"Makanlah kimchi ini, buatan ibu kami." ujarnya seraya menyodorkan kepada Anna.
"Benarkah?":
"Yaps. Ibu selalu hebat dalam membuat masakan rumahan. Kalau kau ke korea, kau bisa kerumah kami dan bertemu dengannya. Dia pasti senang bertemu denganmu"
Anna tersenyum bahagia mendengarnya.
"Wah, ini luar biasa. Ini memakai bumbu apa?" tanya Anna kagum saat merasakan rasa kimchi yang baru pernah ia rasakan.
"Bumbu khas korea, kau bisa mempelajarinya nanti dengan ibuku."
"Ayolah, Anna. Hyun Na juga tidak pernah membuatnya jadi dia tidak tahu." pungkas Kim sembari tertawa.
"Hei, aku melihat ibu membuatnya." protesnya.
"Ya, dengan melihat pun kita bisa belajar." bela Anna.
"Wah, kalian berdua begitu dekat dengan cepat." ujar Kim sambil menunjuk mereka berdua menggunakan sumpitnya.
"Oh tentu saja." jawab Hyun Na dengan cepat.
Tak lama kemudian, Kenzi akhirnya datang bergabung setelah pulang dari mengurus pekerjaannya di kantor yang sama dengan James.
"Hei, jangan habiskan makanannya!" protesnya sesaat masuk.
"Ini masih banyak, Ken." jawab Kim dengan cepat mempersilakannya masuk.
__ADS_1
Mereka berempat kemudian makan bersama, saling bercanda satu sama lain. Sehabis itu ternyata Kenzi membawa minuman dan mengeluarkannya keatas meja. Tentu saja semua bersorak senang,
"I know what we need" ujarnya seraya membuka tutup botolnya.