Wrong Entrance

Wrong Entrance
Hal Aneh tentang James


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, Anna tak bisa menghubungi James setelah pertengkaran mereka yang membahas James mulai jarang mendatanginya. Dulu dalam satu minggu James datang 3 hari menemui Anna, sedangkan sekarang ia hanya bisa datang di hari Minggu tanpa alasan yang jelas.


Terlebih Anna mulai merasa ada yang disembunyikan oleh James yang membuatnya sedikit terusik. Beberapa kejadian ganjal yang membuat Anna terus tidak memahami pergerakan James. Dulu ia tidak terlalu menyadarinya hingga akhirnya suatu kejadian berhasil membuat mereka bertengkar.


"Kau harus menemuinya, I mean, you can talk with him about this." saran Kenzi


Anna membuka wajahnya dari balutan selimut, dan menatap Kenzi.


"What if he can't?"


"Wdym? Masalah harus dibicarakan Ann. Lagipula kalian bukan anak kecil dan James bukan tipikal seperti Jeff brengsek itu." ujarnya meyakinkan Anna.


Dengan begitu bersiaplah Anna malam itu menemui James di apartemennya.


Sesampainya disana, James membuka pintu sambil mempersilahkan Anna masuk.


"Apa kau mau membicarakan itu lagi?" tanya James sambil menyipitkan matanya. Ia berharap masalah itu cepat berlalu.


"Kau tau, aku kesini atas pinta Kenzi. Dia memintaku untuk menyelesaikannya. And I know you won't do that."


"No.... Anna. Dengarkan aku. I want to make this thing out." ucap James seraya mendekati Anna.


Setelah mendiskusikannya dan mencoba mencari jalan keluarnya, akhirnya James memeluk Anna dan meminta maaf padanya.


"I won't lie to you again. Trust me" ucap James kemudian mendaratkan bibirnya di kening Anna.


Dua minggu setelah itu, di pagi hari yang terang Kenzi tiba-tiba berteriak dari dalam kamar mandi.


"Anna. Berikan aku tampon" ujarnya seraya berteriak cukup keras.

__ADS_1


"What the H*ll is going on." ungkap Anna dalam hati karena kesal.


Setelah itu Anna terduduk di muka televisi dengan segelap teh hijau dan roti. Dengan sigap Kenzi mengambil roti yang hampir memasuki mulut Anna.


"Hei, buat rotimu sendiri." teriak Anna namun dibalas tawa kecil oleh Kenzi.


Karena tak mau berdebat, akhirnya ia berdiri ke arah dapur untuk memanggang roti lagi setelah sebelumnya ia berhasil menendang pantat Kenzi.


Anna terdiam beberapa detik kemudian menanyakan sesuatu hal pada Kenzi.


"Seberapa aneh jika apartemen yang kita tinggali tidak ada satupun foto diri kita atau keluarga kita didalamnya?"


Kenzi mengerutkan dahinya seraya meneguk air putih ditangannya.


"Sangat aneh!" ujarnya.


"Itu dia. Aku baru menyadari di apartemen James tak ada satupun foto, bahkan lemari bajunya hanya berisi beberapa pakaian. Kulkasnya tidak ada isinya bahkan terlihat tidak pernah terpakai."


"Of course! Aku sudah melihat dengan sebaik-baiknya."


"Ah mungkin dia sibuk bekerja sehingga tidak pernah masak. Dan mungkin dia tidak terobsesi menggantung foto seksinya di dinding."


Anna terdiam. Walau masih ada tercium bau aneh tentang hal itu, tapi setidaknya untuk sekarang ia mencoba untuk berprasangka baik pada James.


"Sudahlah, kau tak perlu mengintrogasi James seperti itu." tegur Kenzi seraya memijat baju Anna dengan lembut.


Anna hanya menghembuskan nafas dan menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya.


"I don't know Ken, aku merasa aneh akhir-akhir ini. Perasaanku juga tidak terkendali."

__ADS_1


"Mungkin akibat PMS atau stress yang lain. Sudahlah, tak perlu terlalu dipikirkan." ucap Kenzi dengan santai.


Namun tiba-tiba raut wajah Anna berubah drastis,


"Kau kenapa?" tanya Kenzi kebingungan.


"Bicara masalah PMS, aku sudah kira-kira 3 bulan ini tidak datang bulan." terang Anna dengan suara yang pelan.


"Mungkin kau stress dan pola hidup tidak teratur. Aku pernah sampai 5 bulan tidak datang bulan dan 2 bulan berikutnya aku hamil anakku yang kemarin."


"What the f*ck Ken. Itu ngga membuatku lebih baik." jawab Anna sambil berjalan duduk ke sofa didepan televisi.


"Yang terpenting, kau melakukannya dengan James selalu menggunakan pengaman kan?!" tanya Kenzi kembali memastikan.


"Ya tentu saja....."


"Kadang-kadang kami lupa karena tidak merencanakannya" sambung Anna dengan sedikit mengecilkan suaranya.


"Wow, ini buruk. Mungkin kau harus check kerumah sakit atau langsung membeli test pack?"


"Oh no... tidak mungkin." tolak Anna dengan cepat.


"Cobalah. Kita hanya perlu memastikan. Takutnya itu adalah penyakit bukannya bayi."


"Bagiku lebih baik penyakit daripada bayi. Aku tidak mau." rengek Anna dengan sedikit perasaan takut.


"Hei, kau pikir dulu aku mau hamil anak Jeff itu? F*cking no way! Tapi itu tiba-tiba saja terjadi. Such as nightmare." protes Kenzi sambil berjalan ke kamar.


"Terserah padamu Ann, yang pasti lakukan pemeriksaan." sambungnya kemudian pergi masuk ke dalam kamar meninggalkan Anna ditengah ketakutannya.

__ADS_1


"Big no Anna. Kau tidak mungkin hamil." ucap Anna didalam hatinya.


__ADS_2