Wrong Entrance

Wrong Entrance
Reset


__ADS_3

"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Kim yang saat ini baru duduk di sebelahnya di dalam pesawat.


"Entahlah, aku hanya merasa sedih berpisah dengan Kenzi."


"Hei, kalian hanya akan terpisah 1 bulan sebelum ia menyusul kita. Tenanglah, Hyun Na tidak akan membuatmu kesepian selama di rumah."


Seketika tangan Kim mengusap lembut kepala Anna berusaha menenangkannya.


"Hei baby, kau juga harus tenang ya. Biarkan ibumu istirahat." Ujar Kim berbicara dengan perut Anna yang mulai membesar.


"Baiklah tuan Kim, aku akan tidur." Balas Anna sembari mengubah suaranya menjadi anak kecil.


Mereka berdua saling bertatap dan tertawa kecil. Tak lama kemudian, Anna akhirnya tertidur sedangkan Kim memilih untuk menyelesaikan buku bacaannya.


Sesampai di bandara Incheon, Hyun Na melambaikan tangannya kearah Kim dan Anna yang mendorong dua koper.


Hyun Na langsung memeluk Kim kemudian Anna.


"Welcome to Korea!!!" Ujarnya dengan semangat.


Anna langsung tersenyum melihat tingkahnya. Setelah beberapa la kemudian, mereka sampai di rumah Kim yang disambut hangat dengan pelukan ibunya.


"Hai cantik, nama ibu Song Min Joon" Ucap wanita itu sembari menjulurkan tangannya.


"Hello Nyonya Song, saya Anna"


"Panggil saya Ibu saja ya" ujarnya seraya tersenyum.


Anna tersenyum seraya mengangguk menyetujuinya.


"Cepatlah masuk dan kita makan." Ajaknya kembali mempersilakan Anna untuk ke dapur keluarga mereka.


Sembari melepas jaketnya, Anna melihat-lihat foto keluarga yang tergantung di dinding bercat abu muda itu.


"Ini Kim?" Tanya Anna sembari menunjuk foto laki-laki yang sedang mandi.


"Yaps betul sekali." Jawab Hyun Na dengan cepat sembari menyodorkan foto yang lebih buruk lagi.


"Astagaa!!" Ucap Anna spontan melihat foto kedua yang ditunjukkan Hyun Na padanya.


Mendengar suara Anna terkejut, sontak Kim langsung mendekati mereka.


"Dasar bocah ini!" Keluh Kim seraya memukul kepala Hyun Na dengan bantal kursi.


Setelah pertengkaran singkat itu, Kim pun langsung mendekati Anna


"Tolong lupakan apa yang baru saja kau lihat." Pintanya dengan sedikit rona merah pada kedua pipinya.


Selang beberapa menit kemudian, Ibu Kim mulai mempersiapkan makan malam untuk mereka sehingga Anna pun berjalan mendekatinya dengan maksud ingin membantu.


"Tak usah Anna, kau duduk saja. Kau pasti lelah karena perjalanan." Ujarnya dengan nada yang begitu lembut.


Mendengar hal itu, Anna merasa tersentuh. Baru kali ini ia mendengar suara yang mampu membuatnya merasa tenang.


"Tak apa Ibu, aku bisa membantumu" balas Anna seraya menyendok sup dari panci besar.


Tanpa disadari ternyata Kim datang seraya membantu Anna mengangkat air minum untuk mereka.


Anna tersenyum tanda berterima kasih atas bantuan Kim lalu kembali membantu Ibunya mempersiapkan yang lain. Tak lama kemudian saat persiapan makan sudah siap merekapun akhirnya makan.


"Sudah berapa bulan kehamilanmu?" Tanya Ibu Kim membuka percakapan ditengah makan malam itu.


"29 minggu, bu" jawab Anna setelah memberikan air minum untuk Kim.


"Sudah tau jenis kelaminnya?"


Anna menggeleng sembari tersenyum,


"Terakhir kali aku periksa kandungan adalah saat pertama kali aku mengetahui kehamilanku." Terangnya seraya memasukkan nasi kedalam mulutnya.


"Kalau boleh memberikan saran, sebaiknya kamu periksa saja tiap bulan. Selain mengecek perkembangan, kita juga bisa mempersiapkan proses kelahirannya nanti."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Hyun Na pun menegur ibunya.

__ADS_1


"Ibu, kau membuatnya kesulitan mengunyah makanan karena terus mengajaknya berbicara."


Dengan spontan ibunya langsung meminta maaf,


"Oh benarkah? Maafkan ibu ya Anna. Ibu hanya mempedulikanmu"


Anna langsung menolak merasakan tidaknyamanan karena sebenarnya ia juga menikmati makan malam dengan baik.


"Tak apa Bu, terima kasih atas sarannya. Mungkin beberapa hari kedepan aku akan memeriksa kandungan disini."


Kim yang mendengar hal itu seraya tersenyum kearah Anna.


"Tenanglah, aku akan menemanimu nanti." Ujarnya setengah berbisik.


Setelah selesai makan, Anna mendekati Ibu Kim yang tengah sibuk mencari obat untuk kaki Anna yang membengkak.


"Bu, terima kasih atas makanannya. Itu benar-benar enak." Puji Anna sesaat sebelum obat salep kaki itu ditemukan.


"Syukurlah kau menyukainya"


Sekali lagi senyuman itu membuat hati Anna tersentuh.


Sesaat Anna dan Ibu Kim duduk, tiba-tiba ia mencoba memegang kaki Anna sehingga dengan refleks Anna menjauhkannya.


"Jangan bu, aku bisa sendiri" ujarnya berusaha menghentikan Ibu Kim menyentuh kakinya karena merasa tidak pantas.


"Tak apa Ann, kau tidak bisa memijat kakimu sendiri dengan perut sebesar itu."


Sekali lagi Anna berusaha menghentikannya sehingga tak lama Kim pun mendekat kearah mereka setelah selesai mandi.


"Kim, jangan. Aku bisa sendiri." Ucap Anna untuk kesekian kalinya.


"Anna, diamlah. Tak apa." Jawab Kim seraya mengambil salep dari tangan Ibunya.


Kim mengoleskan salep itu sambil duduk di lantai. Dengan telaten Ia mengolesnya sembari memijat kecil kakinya.


"Apa terasa nyaman?" Tanya Ibu Kim memastikan pijatan Kim itu benar.


"Kalau sudah, kau langsung istirahat saja ya. Besok malam dioleskan lagi. Ibu tau betapa sakitnya bengkak itu ketika kita mengandung, jadi pakailah obat itu." Sarannya sebelum Ia pamit meninggalkan Anna dan Kim untuk mengambil ponselnya yang terus berdering sejak tadi.


Suasana tiba-tiba langsung hening, Anna hanya memperhatikan Kim tanpa berbicara padanya.


"Sudah selesai" ucap Kim seketika mengejutkan Anna.


"Oh, terima kasih banyak Kim. Kau tidak harus melakukannya lagi." Anna tersenyum sembari merapikan kembali roknya.


"Baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak ragu meminta bantuanku."


"Dan kau juga berjanjilah untuk tidak ragu berkata tidak pada permintaanku" balas Anna sembari mengusap pundaknya.


Kim mengangguk menyetujuinya lalu pergi ke westafel untuk membersihkan tangannya. Disamping itu Kenzi menelpon Anna. Mereka berbincang cukup lama sampai ia tak menyadari Kim sudah duduk disampingnya mendengar pembicaraan mereka.


"Kita akan mencari apartemen besok?" Tanya Kim sesaat setelah Anna mematikan teleponnya.


Anna mengangguk.


"Kalau begitu kau tidurlah, aku sudah menghubungi temanku dan mendapatkan beberapa pilihan." Ujar Kim sembari tersenyum membanggakan dirinya.


"Woh Mr. Kim Hyun Seok, aku terkesan" balas Anna seraya menepuk pundak Kim.


Mereka berdua tertawa, sembari Hyun Na memerhatikan dari kejauhan.


Menyadari hal itu, Kim menatapnya sembari menaikkan satu alisnya.


"Apa yang kau perhatikan?"


Hyun Na mengangkat kedua bahunya,


"Apa?"


Anna berpaling melihat Hyun Na yang berjalan mendekat kearah mereka.


"Ada apa Hyun Na?" Tanya Anna sembari mempersilakan Hyun Na duduk disampingnya.

__ADS_1


"Aku hanya melihat kalian berdua"


"Lalu?" Tanya Anna kembali.


"Entahlah. Melihat kalian berdua dari jauh begitu menyenangkan. Seperti pasangan pada umumnya."


Dengan cepat Kim mengoreksi kalimat Hyun Na,


"Kami bukan pasangan, Hyun Na."


"Ya aku tau, hanya terlihat saja."


Anna menatap Kim, kemudian kembali menatap kearah Hyun Na.


"Jika ada perempuan yang menyukai Kim, katakan padaku. Aku akan menjelaskan hubungan kami agar ia tak salah paham."


Kim bingung,


"Apa maksudmu?"


"Ya siapa tau kalau ada yang menyukaimu lalu melihatku yang tengah hamil seperti ini dan mengira aku istrimu"


"Wow, aku tidak berpikir sejauh itu." Balas Kim.


Hyun Na melempar bantal kearahnya.


"Itulah sebabnya kau tak punya pacar. Kau tidak peka"


Kim tak terima dengan tuduhan itu lantas menyalahkan Hyun Na yang selalu bergonta-ganti pasangan.


"Kau lebih parah. Ganti pacar seperti ganti pakaian."


"Wajah cantikku percuma kalau tidak dimanfaatkan" jawab Hyun Na dengan percaya diri.


"Andaikan aku memiliki tubuh sebagus Anna mungkin aku akan lebih sering mengganti pacar" sambungnya mengejutkan Kim maupun Anna.


"Sebagus aku?" Tanyanya Anna sedikit heran.


Hyun Na menghembuskan nafasnya dengan keras.


"Kau harus membeli kaca yang lebih besar Anna. Lihatlah gunung itu, dan pinggangmu itu impianku." Jawabnya seraya sedikit berbisik.


Sedikit mendengar hal itu, Kim kembali melempar bantal kearah Hyun Na.


"Kesopananmu Hyun Na, 0 besar"


Anna tertawa melihat tingkah mereka berdua, ia melerai Kim dengan memegang tangannya.


"Sudahlah. Wanita biasa membicarakan hal seperti ini." Ujar Anna berusaha merayu Kim.


Namun belum sempat Kim menjawab, tiba-tiba perut Anna mendadak merasa sakit.


Ia pun terkejut.


Kim yang berdiri langsung duduk dan memegang bahu Anna.


"Kau kenapa?" Tanyanya panik tanpa terkecuali juga Hyun Na.


Anna menggeleng tidak mengerti.


"Sepertinya hanya tendangan yang cukup kuat." Jawab Anna seraya memperbaiki duduknya dengan lebih bersandar.


"Kau yakin Ann?" Tanya Hyun Na yang datang bersama Ibu Kim.


Ia mengangguk.


"Istirahatlah Anna, kau mungkin kecapekan" ujar Ibu Kim memberikan saran.


Setelah itu Kim mengantar Anna masuk ke kamar Hyun Na. Ia pun berbaring dan tiba-tiba Kim menyentuh perut Anna seraya mengusapnya dengan lembut.


"Kau juga istirahatlah. Jangan mengangetkan ibumu seperti tadi ya."


Anna tersenyum kearah Kim yang kemudian perlahan berjalan keluar kamar meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2