
Anna pagi itu terlihat begitu sibuk membersihkan rumah sementara Kenzi masih terlelap. Namun karena suara berisik akhirnya Kenzi terbangun lalu menegur Anna.
"Kau membuatku terbangun Ann. I hate you."
Namun setelah menyadari keadaan Anna yang berantakan. Kenzi langsung mendekatinya dan memeluknya dengan erat.
"Ann, apa yang terjadi? Kau kenapa?" tanya Kenzi seraya mengusap belakang Anna berusaha menenangkannya.
Mata Anna dipenuhi air mata hingga membuat matanya sembab dan kemerahan. Ternyata selama pagi tadi Anna sibuk membersihkan rumah adalah untuk meringankan beban pikirannya yang nyatanya tidak terlalu banyak berkurang.
"Aku... aku merasa sakit Ken..." tutur Anna disela isakkan tangisnya.
"Apa yang sakit? Tubuhmu bagian mana?" tanya Kenzi seraya memerhatikan sekujur tubuh Anna.
Dengan cepat Anna menunjuk kearah dadanya, "Ini... aku merasa begitu sakit."
Mendengar hal itu, Kenzi lalu kembali memeluknya dan menenangkannya.
"It's ok Ann. Menangislah sampai kau puas, itu adalah cara terbaik untuk melepaskan beban dihatimu."
Spontan Anna langsung menangis sejadi-jadinya sembari Kenzi mengusap pelan rambut Anna. Mereka berdiri dengan posisi berpelukan untuk waktu yang lama sampai akhirnya Kenzi mengantar Anna ke kamar untuk beristirahat.
Malam harinya, Kim kembali menjenguk keadaan Anna. Hal itu seakan menjadi kebiasaan Kim untuk selalu memantau keadaan Anna. Ia menganggap Anna adalah teman baiknya yang selama ini ia kagumi karena aura positif dan keberaniannya. Tak heran jika ketika melihat Anna terpuruk, ia merasa bersimpati dan khawatir.
"Thanks for coming Kim." ucap Kenzi seraya Kim masuk kerumahnya.
"Kenapa Ken?"
"Anna butuh hiburan" jawab Kenzi singkat seraya mengambil bungkus buah di tangan Kim.
Tanpa pikir panjang Kim berjalan mengarah ke kamar mereka.
"Hei Ann." tegur Kim saat melihat Anna duduk dan memainkan ponselnya.
"Oh hai Kim."
"Mau jalan-jalan keluar sebentar?"
"Kemana?"
__ADS_1
"Entahlah, aku rasa kita perlu udara segar malam ini." ajak Kim sembari duduk di kasurnya.
Anna langsung tersenyum, mengangguk mengiyakan ajakan Kim. Mereka berpamitan pada Kenzi yang tengah sibuk menyelesaikan tontona filmnya.
Mereka pergi jalan-jalan ke taman, ke restoran, hingga berakhir ke salah satu Mall.
"Apa kau menikmatinya!" tanya Kim sembari menyerahkan baju pilihannya untuk Anna.
"Sejauh ini menyenangkan daripada di rumah."
"Syukurlah"
Anna tersenyum membalas senyuman Kim. Mereka pergi keruang ganti. Seketika melihat Anna mengenakan baju dress berwarna navy pilihannya, Kim langsung tersenyum lebar.
"Sempurna" ucap Kim.
"Benarkah?"
"Absolutely!"
"Dalam beberapa bulan kedepan tentu aku tidak akan bisa mengenakan baju seperti ini." keluh Anna sembari mengusap perutnya.
"Hei Ann, itu hanya beberapa bulan. Setelah itu kau akan bisa mengenakan baju seperti ini lagi" balas Kim berusaha menyenangkan hatinya.
"Apa yang lucu?" tanya Kim keheranan.
Anna hanya menggelengkan kepalanya seraya kembali ke kamar ganti.
"Kita beli ini" ucap Anna.
Mereka kemudian berjalan mengitari Mall sembari terus berbicara dan menikmati waktu bersama. Namun semua itu tiba-tiba terhenti saat Anna tak sengaja melihat James berdiri bersama teman lelakinya tepat beberapa meter didepan mereka.
"Oh shit!" ungkap Anna spontan.
Dengan cepat, Anna menggandeng Kim hingga membuatnya heran dan menatap Anna.
Anna membawanya berjalan lebih cepat seraya berusaha menghindari James yang tengah asyik berbicara dengan teman-temannya.
"Oh God, tadi itu James?" tanya Kim selepas mereka berhasil menghindarinya.
__ADS_1
Anna mengangguk.
"Jadi, apa kau akan terus seperti jika bertemu dengannya?"
"I don't know."
"Ann, apapun rencanamu aku pastikan aku akan membantumu." ujar Kim penuh tekad.
Namun seketika mereka menuju tempat parkir, mereka kembali bertemu dengan James.
"Kim maafkan aku" ujar Anna kemudian langsung mencium Kim.
Kim terkejut dan hampir mendorong Anna menjauh.
"James disebelah sana melihat kita." ujar Anna disela-sela usahanya mencium Kim dengan liar.
Seketika itu Kim-pun paham, ia lalu melepas kantong belanjaan mereka dan mendorong Anna kedinding tanpa melepaskan ciumannya. Mereka sebisa mungkin membuat adegan perselingkuhan yang terbaik khusus untuk James.
Disatu sisi, James yang masih samar-samar melihat Kim dan Anna yang terus berusaha memastikan kalau itu benar-benar mereka atau hanya orang lain.
"Hei James, kenapa kau menonton aksi mereka. Aku punya video yang lebih bagus lagi dari itu. Kau mau?" tegur salah satu temannya sembari membawa James menjauh.
"Aku rasa aku mengenal wanita itu." ujar James masih berusaha mendekati mereka.
"Wtf James, jangan mendekat. Kau mengganggu mereka." tegur salah satu temannya lagi.
Merasa tindakan mereka terlalu lama, Kim tiba-tiba menghentikan aksi mereka.
"Kita kembali ke mobil" perintah Kim sembari mengambil kembali kantong belanjaan mereka.
Dan setelah Kim berbalik disitulah James melihat kalau wanita itu adalah Anna. Betapa terkejutnya James melihat hal itu, hampir saja ia mendekati mereka jika saja ia sendirian. Ia marah dan kecewa.
"I'll kill you Kim" ujar James didalam hatinya.
Ia begitu marah saat melihat Anna bergandengan dengan mesra bersama Kim menuju mobilnya.
"Wow, aku yakin mereka berdua akan melanjutkannya sesampainya di rumah." ujar teman James yang katanya memiliki banyak video 'menyenangkan' itu.
"Dan kurasa perempuan itu akan kewalahan membersihkan percikan susu kental nantinya" sambungnya seraya menepuk tangan temannya yang lain yang menyetujui fantasinya.
__ADS_1
"Diamlah!" ucap James dengan nada yang tinggi.
Kedua temannya terkejut, mereka menatap heran wajahnya yang terus memerhatikan jalannya mobil Anna dan Kim tadi.