Wrong Entrance

Wrong Entrance
Kesalahan untuk Kesalahan yang Lain


__ADS_3

Sesampainya didalam mobil, Anna bernafas lega.


"I am so sorry Kim." ujarnya menyesal membawa Kim kedalam permasalahannya.


"It's Ok Ann. Aku kan sudah berjanji akan membantumu." balas Kim tenang sambil menancapkan gasnya menuju rumah.


"Apa kau yakin mengambil jalur ini untuk membuat James meninggalkanmu?" tanya Kim kembali memastikan rencana Anna.


"Entahlah. Sepertinya tadi kita cukup membuatnya kesal."


"Kesal? Yang benar saja. Aku yakin ia mau membunuhku" ucap Kim sembari tertawa kecil.


Mereka sampai di depan rumah dan Anna memintanya untuk menginap.


"Bisakah kau tidur disini?"


"Mendadak sekali" ujar Kim terkejut diikuti raut wajah Kenzi kebingungan.


"Kurasa James akan menemuiku malam ini atau pagi besok. Aku hanya ingin membuat imajinasinya jadi kenyataan."


Kenzi semakin bingung seraya menghentikan Kim yang ingin menjawab.


"Wait...wait... Ada apa ini?" tanya Kenzi dengan penuh rasa penasaran.


"Aku akan berselingkuh dengan Kim" jawab Anna santai seraya membuka makanan untuk Kenzi yang mereka beli tadi.


"Hah? Skenario buruk macam apa itu?" protes Kenzi semakin tak percaya dengan rencana yang dipikirkan Anna selama ini adalah kasus perselingkuhan.


"Apa dia akan percaya? Kau berselingkuh dengan Kim? Bagaimana bisa?"


Anna menghela nafasnya sedangkan Kim mendorog Kenzi karena kesal.


"Apa maksudmu Kenzi? Apa yang salah dengan diriku?" protes Kim seraya memamerkan otot dan senyum menawannya.


"Entahlah Ken. Aku hanya memikirkan cara untuk membuatnya meninggalkanku. Dan tadi adalah kesempatan yang sempurna."


"Tadi? Ya Tuhan, berapa banyak aku ketinggalan skenario buruk ini?"


"Tak banyak, kami tadi berciuman." jawab Anna santai sembari meneguk minumannya.


Sontak Kenzi terkejut dan tidak jadi memakan kue yang sudah di tangannya. Ia tak percaya dengan hal yang baru saja ia dengar.


"Dan James terlihat kesal karenanya." sambung Kim sembari memasukkan kue kedalam mulut Kenzi.


"Ah jadi kalian bertemu dengannya lalu berciuman?" tanya Kenzi kembali memastikan alur skenario.


"Kau pikir aku mencium Kim atas dasar apa?" tanya Anna kembali sembari masuk kedalam kamar mandi.


"Wow, wanita hamil itu semakin lama semaki mengerikan." ujar Kenzi sembari menatap kearah Kim yang hanya tertawa kecil mendengarnya.


Dan yang benar saja, saat mereka tengah tertidur tiba-tiba pintu didepan rumah diketuk berkali-kali. Kim yang tidur di ruang tamu pertama kali terbangun namun tak berani membukanya hingga ia berjalan mengetuk kamar Anna dan Kenzi.


"Hei bangun" suruh Kim dengan menepuk tangan mereka berdua.


"James kurasa sedang mengetuk didepan rumah"

__ADS_1


Sontak mendengar itu Anna terbangun, sedangkan Kenzi malah menarik selimut untuk tenggelam lebih dalam lagi di dalam kasur.


"Aduh, kau jangan ngelantur" kata Kenzi setengah tertidur.


"Aku serius."


Dengan sigap Anna melepas baju tidurnya ditengah percakapan setengah tidur Kenzi dan Kim.


"Hei apa yang kau lakukan dengan itu" tunjuk Kim kearah Anna setengah terkejut.


"Kenzi, kau buka pintu saat kau keluar" suruh Anna dengan cepat membuka selimutnya dibantu oleh Kim yang masih kebingungan.


"Kau mau aku apa?" tanya Kim.


"Kau tidur disini denganku." jawab singkat Anna seraya mengatur kasur mereka.


"Jadi ceritanya aku tahu perselingkuhan kalian?" tanya Kenzi memastikan perannya sembari memasang celananya.


"Tidak, nanti kau terkejut bersama James. Ingat, kau lembur dan baru pulang lalu tertidur di sofa"


"Wow, skenariomu memang buruk." keluh Kenzi seraya berjalan keluar.


"Jangan lupa minum bir dan percikkan ditubuhmu." pesan Anna sembari mengacungkan jempolnya menyemangati Kenzi untuk peran anehnya.


"Sekarang aku apa? Hanya tidur disampingmu?" tanya Kim juga ikut memastikan peran yang akan dibuat oleh Anna untuknya.


"Lepas bagian luar semuanya termasuk celana panjangmu itu."


"Ouh wow, celanaku?"


"Kakiku tertutup selimut, haruskah kulepaskan juga celananya?"


"Bagaimana jika ia membangunkanmu lalu kau berdiri dan ia melihat celana panjangmu itu?" tanya Anna sembari mengatur posisi tidurnya.


"Ok baiklah."


Setelah itu Kim dengan sedikit rasa segan berbaring di samping Anna sedangkan Anna tanpa berpikir panjang meletakkan tangan dan kepalanya di dada Kim.


Mungkin Anna bisa merasakan kegugupan Kim saat itu hingga ia menyuruhnya untuk tenang dan mengatur nafas.


Tak lama mereka mendengar suara pintu terbuka, dengan cepat Anna maupun Kim menutup mata.


"Ann?" panggil James dari luar kamar.


Tanpa menunggu jawaban, James langsung masuk.


"Apa-apaan ini?" ujar James terkejut akan apa yang dilihatnya.


Imajinasinya berkata bahwa kejadian yang digambarkan oleh teman-temannya tadi memanglah terjadi dan ia sangat kecewa melihat itu benar-benar jadi kenyataan.


Kim terbangun begitupun Anna.


Kenzi dibelakang James juga memerankan perannya dengan baik.


"What the F*ck!! Kim? Anna? Kalian berdua?" ujarnya semaksimal mungkin ikut kedalam skenario Anna.

__ADS_1


"Look James, I am so sorry." ujar Kim terbata-bata ikut mendalami karakternya sembari mengenakan kembali celananya dengan terburu-buru.


Tanpa menunggu lebih lama, seketika James langsung menampar Kim yang baru saja bangun dengan penampilan yang membuat James benar-benar terluka.


Anna dan Kenzi begitu terkejut. Mereka teriak dan berusaha memisahkan perkelahian itu.


"James stop it!" bentak Anna.


"Apa maksudmu menyuruhku berhenti!" ujar James begitu marah. Rahangnya terlihat mengeras sedangkan tangannya masih mengepal dari tadi.


"Kupikir tadi adalah orang lain, hampir bercinta di parkiran mobil. Namun ternyata melihat kalian berdua seperti ini, aku akhirnya paham."


Anna terdiam sembari menuntun Kim untuk duduk. Wajah Kim yang berdarah membuat Anna merasa bersalah dan tiba-tiba ketakutan.


"Ann, apa kau benar-benar melakukannya dengan Kim?" tanya James kembali.


Anna masih tak menggubrisnya karena fokus meminta maaf pada Kim.


"Ann, listen to me!" bentak James mengejutkan Anna.


"Aku minta maaf. Itu terjadi begitu saja." terang Anna berusaha kembali kedalam skenarionya.


"Wow Ann. Ternyata kalian bermain di kasur sedangkan aku di sofa?" tambah Kenzi berusaha memperburuk suasana.


James tak mampu berkata apa-apa lagi, ia mematung sembari tangannya mulai melepas cengkramannya. Ia kecewa hingga tenaga dalam tubuhnya seakan terkuras habis.


"James, aku sungguh minta maaf." ucap Kim ditengah kesunyian mereka.


"Untuk apa? HAH! Untuk meniduri kekasihku?" jawab James kembali membara.


"Sudah berapa kali kalian melakukannya? Di korea kemarin apa kalian menyewa motel dan bermain setiap saat?" sambungnya sembari menunjuk kearah Anna dan Kim.


Mendengar itu, Anna merasa sangat kotor terlebih melihat cara James menatapnya dengan penuh rasa jijik.


"Bisa-bisanya ia mengataiku seperti itu disaat ia adalah penipu besar" protes Anna didalam hatinya.


Kenzi berusaha menenangkan James namun ia malah pergi setelah mengatakan kekecawaannya pada Anna dan Kim.


Kim langsung mendekap Anna yang sudah tak kuat berdiri selepas James keluar. Ia menangis begitu kencang setelah itu, mengeluarkan semua isi hatinya dan lega karena drama mengerikan yang telah selesai.


Kenzi berlari kearah mereka berdua sembari mencoba menenangkan Anna. Selepas beberapa menit kemudian, saat suara Anna tak lagi sekencang tadi Kim melepas pelukannya.


"Anna, tenanglah. Masih ada aku dan Kenzi yang akan menemanimu dan calon bayimu." ucapnya dengan pelan seraya menghadap kearah Anna yang terduduk di atas kasur.


Anna mengusap air matanya, mencoba mengatur kembali pikiran dan hatinya. Ini adalah permulaan untuk jalan hidupnya yang baru.


Tangannya dengan pelan menyentuh bibir Kim yang terlihat berdarah. Ia melihat wajah Kim yang lebam akibat serangan James tadi. Perlahan matanya kembali tergenang oleh air mata.


"Maafkan aku Kim" ujarnya dengan suara yang bergetar.


Kim menggeleng, ia tak menyetujui perasaan bersalah Anna padanya karena memang dari awal ia mau membantu Anna.


"Aku baik-baik saja." ucap Kim seraya menghapus air matanya.


"Ini adalah awal yang baru untuk kita semua. Dan ini adalah air mata terakhir yang keluar darimu untuk James." ujar Kenzi seraya menepuk pundak Anna dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2