Wrong Entrance

Wrong Entrance
Hidup adalah Masalah


__ADS_3

Sebulan setelah kabur dari kota S dengan perlengkapan seadanya membuat Anna tak banyak pilihan selain tinggal di rumah sewa yang murah dan terbilang di lingkungan yang kotor. Untuk memenuhi kebutuhannya, Ia juga sudah mulai bekerja sebagai pengantar makanan di salah satu restoran.


Anna saat itu sudah mengubah penampilannya. Rambut blonde panjangnya kini ia warnai jadi brown gelap, dan untuk memaksimalkan perubahan ia memotong pendek rambutnya. Sebagai perayaan kebebasan ia bersama Kenzi untuk menato dada kirinya. Bicara soal Kenzi, ia tiap minggu selalu menghubungi Anna dan bahkan berencana pindah ke kota yang sama dengan Anna setelah ia menyelesaikan masalah dengan pacarnya.


Kenzi sebenarnya adalah imigran dan tinggal bersama bibinya yang super baik. Anna bertemu dengannya di sekolah, kira-kira 1 tahun sebelum ayahnya jadi pengangguran dan hubungan kedua orang tuanya memburuk. Kenzi selalu diterima di rumah Anna sampai suatu ketika Kenzi merasa takut untuk datang lagi.


Anna yang merupakan anak ketiga dari hasil "kecelakaan" ibunya dengan teman kantornya membuat ayahnya tidak terlalu peduli padanya. Ia sudah terbiasa diperlakukan berbeda dari kedua kaka perempuannya, dan tak lupa ia selalu dibandingkan.


Setiap Anna berusaha melakukan sesuatu, keluarganya tidak mendukung dan memaksanya untuk menuruti apa yang mereka mau. Makanya Anna sering merasa tertekan dan mengurung diri. Walau mempunyai nilai akademik yang baik, ia tak banyak menerima support untuk melanjutkan ke Universitas terlebih saat keadaan ekonomi keluarganya memburuk.


Keluarga Anna adalah contoh keluarga yang buruk. Tidak ada saling peduli terhadap sesama, apalgi menghargai satu sama lain. Secara teknis mereka hanyalah orang asing yang tinggal satu atap.


Tapi, semenjak pindah ke kota baru membuat Anna menanamkan harapan yang indah untuk hidupnya. Ia mulai merencanakan hidupnya kedepan dan menentukan apa yang ingin ia raih sebelum ia mati.


Didalam telepon bersama Kenzi, ia membuat Anna terkejut.


"Hey ma friend. Aku barusan putus dengan Jeff, Dia brengsek berbau kentang!"


"Wdym?"


"Please don't freak out."

__ADS_1


Dengan sedikit heran, Anna memastikan ia tak akan terkejut dengan informasi yang akan disampaikan oleh Kenzi.


"Aku..... hamil"


Daaanggg!!! Otak Anna seakan menolak informasi itu. Ia benar-benar terkejut dan berteriak.


"Are you f*cking kidding me? with that's *******?"


"Hei! Apa lucunya membuat lelucon dengan kehamilan. Aku baru tau pagi ini, dan siangnya aku menghubungi Jeff."


"What's he say?"


"He f*cking didn't care about it. Dia mau aku menggugurkannya karena dia tidak mau menikah dan mempunyai anak."


"Hei! He is my baby's father, walau aku memutuskannya."


"Wtf Ken? Dia ngga peduli dengan bayi itu. So are you want to keep it or not?"


"No, absolutely.Tapi aku takut menggugurkannya."


"So what's your plan?"

__ADS_1


"Idk. Aku hanya perlu menjernihkan pikiranku untuk menentukan pilihan."


Anna mempunyai ide untuk menyuruh Kenzi untuk berlibur ke kotanya. Paling tidak ia ingin membantu sahabatnya pergi dari suasana sesak disana. Dan Kenzi menyetujuinya.


Dua minggu kemudian Kenzi datang.


"I miss you!" kata Anna saat pertama kali melihat Kenzi.


"Wow, penampilanmu mengejutkanku." kritik Kenzi seraya memegang rambut pendek Anna.


"hm.. kau tau aku menyesalinya. Aku menangis setelah pulang dari salon."


Mereka pulang kerumah kecil Anna dan makan malam disana.


"Kau tau, ayahmu terlihat di Bar tempatku bekerja malam itu. Ia terlihat bahagia."


Anna menghentikan makannya,


"Mungkin ia tak menyadari kepergianku" ujarnya santai.


"Mungkin."

__ADS_1


"Besok aku harus kerja, dan siang nanti kita akan membahas masalah 'bayimu'."


Kenzi menyetujuinya dan mereka mengobrol sampai dini hari. Begitu senangnya Anna dengan kedatangan Kenzi, sudah lama ia sendirian dan memerlukan teman bicara.


__ADS_2